Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Jaap Eden


__ADS_3

Leona duduk di sebuah kursi sambil memasukkan peluru ke dalam pistolnya. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Leona sudah bisa berjalan. Dokter yang memeriksa Leona juga sudah mengizinkan wanita itu beraktifitas normal. Hanya saja, Leona harus menghindari benturan di kepala. Bagian kepala Leona memang masih dalam tahap pemulihan agar sembuh secara total.


Jordan muncul sambil membawa beberapa topeng. Pria itu juga membawa masker dan kaca mata. Ada topi juga. Semua barang itu tersusun rapi di sebuah paper bag yang ia genggam.


"Apa kau sudah siap?" tanya Jordan ketika ia duduk di samping Leona.


"Ya. Aku sangat bersemangat. Aku ingin menari di atas es. Bukankah itu sangat asyik?" tanya Leona dengan senyuman. Sebelum ia melakukan penyerangan, Leona ingin bersenang-senang merayakan kesehatannya.


"Kau bisa menari? Bukankah kau memiliki riwayat yang buruk saat menari," ledek Jordan.


Leona diam sejenak sebelum melempar tatapan tidak suka kepada Jordan. "Berhentilah meledekku!"


Jordan tertawa kecil. Ia memandang langit di luar sana. Sangat cerah. Namun suasananya masih tetap dingin karena salju masih ada menyelimuti kota.


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Leona sembuh dan bisa berjalan. Hal itu membuat Jordan bahagia. Zeroun juga tidak pernah menghubunginya dan memintanya kembali pulang.


"Jordan, apa ini?" tanya Leona sebelum melihat isi di dalam paper bag.


"Kau bisa memilih salah satu yang ada. Bukankah kau harus menutupi identitasmu sampai penyerangan tiba?" tanya Jordan dengan wajah serius.


Leona mengacak-acak isi di dalam paper bag itu. Ia memilih topeng berwarna hitam. "Aku akan menggunakan ini. "

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku, Oliver dan Kwan menggunakan ini juga," ucap Jordan serius.


"Kenapa kalian juga menggunakan topeng?" ucap Leona dengan wajah serius.


"Ya. Kita harus tetap waspada dimanapun berada bukan. Aku juga meminta beberapa orang menggunakan topeng agar kita tidak terlalu berbeda," ucap Jordan lagi. Pria itu terus saja memandang wajah cantik Leona.


Leona membalas tatapan Jordan. Namun, dalam sekejap ia membuang tatapannya. "Jordan, kapan kita berangkat?"


"Mungkin untuk saat ini aku harus fokus dengan penyerangan dulu. Setelah semua ini berakhir, aku akan memperjuangkan cintanya lagi," gumam Jordan di dalam hati. Jordan berdiri dan mengulurkan tangannya. "Sekarang, ayo kita berangkat."


Leona menerima uluran tangan Jordan. "Ayo. Aku sudah tidak sabar untuk bermain salju," ucap Leona lagi.


Jordan menarik tangan Leona dan memasukkannya di dalam jaket. Kali ini wanita itu tidak lagi melakukan banyak penolakan. Leona hanya tersenyum dan mengikuti langkah Jordan dari belakang.


Kwan dan Oliver berdiri di depan. Dua pria itu memandang Leona dan Jordan secara bergantian. Hanya beberapa detik saja sebelum mereka memandang ke arah lain.


"Kalian gunakan ini," ucap Jordan sambil melemparkan topeng kepada dua pria itu.


Oliver dan Kwan menangkap topeng yang dilemparkan Jordan. Mereka segera memakainya sebelum pergi ke arena bermain ski yang diinginkan Leona.


__ADS_1


Jaap Eden


Leona mengukir senyuman ketika sudah tiba di tempat yang ia inginkan. Leona mengenakan jaket tebal, topi dan topeng. Ia juga menggunakan sarung tangan dan sepatu ski. Begitu juga dengan Jordan dan Oliver. Saat itu Leona memilih menggerai rambutnya agar terlihat elegan dan manis.


Jordan sengaja memilih Jaap Eden untuk menyenangkan hati Leona. Tempat yang temaram itu sangat cocok untuk Leona yang kini sedang menyembunyikan identitas. Leona menarik tangannya dan berjalan lebih dulu ke depan. Ia terlihat sangat ahli ketika bermain ski di arena tersebut.


Oliver dan Kwan berdiri di samping Jordan yang hanya berdiri diam. Dua pria itu melipat kedua tangannya di depan dada. Mereka memperhatikan beberapa pasukan Queen Star dan Gold Dragon yang sudah berpencar di berbagai sudut.


"Kak Leona sangat suka bermain ski ketika musim dingin. Lihatlah, bukankah dia terlihat sangat hebat," puji Kwan sambil mengukir senyuman. Pria itu menyenggol tangan Jordan. "Pergi dan temani Kak Leona. Kenapa kau hanya diam saja di sini."


Jordan mengukir senyuman sebelum jalan ke depan. Ia ingin menemani Leona menari di atas es. Oliver dan Kwan hanya memilih berdiri di posisi mereka dan menjaga Leona dari kejauhan saja.


Seorang pria datang mendekati posisi Oliver berada. Pria itu bertingkah sewajarnya agar tidak ada yang curiga. Kwan memakai handset dan lebih memilih mendengarkan musik. Ia tidak sadar kalau ada yang datang mendekati Oliver.


"Nona Letty dan Zean ada di sini, Bos," ucap pria berbadan tegap yang wajahnya di tutupi topeng itu.


Oliver memandang ke arah bawahannya. "Dimana mereka?"


"Tidak jauh dari posisi Nona Leona dan Pangeran Jordan berada," sambung pria itu lagi.


Oliver mengeryitkan dahi. Ia memperhatikan wajah puluhan orang yang kini ada di sana. Kedua matanya menyipit ketika ia melihat seorang wanita berdiri dan menari dengan riang.

__ADS_1


"Bagaimana jika mereka mengetahui keberadaan Nona Leona?"


Ditunggu giftnya ya reader sayang.


__ADS_2