
Keesokan harinya, Leona dan yang lainnya kembali pulang ke rumah. Leona menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Wanita itu terlihat sangat lelah. Ia memejamkan matanya dengan embusan napas yang tenang. Leona ingin istirahat sejenak.
Ponsel Leona yang tergeletak di atas tempat tidur terus saja berdering. Leona sendiri sempat kesal karena merasa tidurnya telah di ganggu. Wanita itu mengernyitkan dahi saat melihat nomor yang ada di ponselnya adalah nomor yang tidak dikenali.
Sekilas, Leona kembali ingat dengan Zean. Tapi, jika tidak mengangkat telepon tersebut. Ia tidak akan tahu siapa yang kini menghubunginya. Dengan ragu-ragu dan wajah penasaran, Leona mendekatkan ponsel tersebut di telinga kanannya.
“Hallo,” ucapnya pelan.
“Leona, ini aku. Apa kau masih ingat denganku?” ucap seorang wanita dari dalam ponsel. Leona hanya diam sejenak. Sekilas, ia merasa tidak asing dengan suara wanita tersebut. Namun, wanita itu tidak tahu dimana ia pernah mendengarnya. “Leona, Zean sudah semakin kuat. Aku tahu ia mulai menemuimu beberapa hari yang lalu. Apa kau sudah melupakan kesalahannya? Kau terlihat sangat tenang akhir-akhir ini,” ucap wanita itu lagi.
“Siapa kau?” ketus Leona.
“Aku Letty. Sayang sekali waktu kita tidak banyak hingga kau tidak sempat mengenaliku. Leona, apa kau tahu apa nama geng mafia milik ibumu. Dia bernama Queen Star. Aku akan menceritakan semuanya nanti. Untuk saat ini, bukan itu tujuan utamaku menghubungimu,” ucap Letty dengan suara yang sangat serius.
“Aku tahu, tidak ada yang gratis di dunia ini. Apa yang kau inginkan hingga kau ingin membantuku membalas perbuatan Zean?” tanya Leona penuh selidik.
“Aku hanya ingin, kau membantuku membunuh seseorang. Kita bisa bicarakan nanti. Yang terpenting, saat ini kita bentuk kembali Queen Star. Setelah berada pada masa jayanya lagi, kau bisa melakukan apa saja yang kau inginkan Leona,” ucap Letty dengan suara penuh semangat.
“Mama tidak akan mungkin mengijinkanku ke Brazil,” jawab Leona sambil menatap kearah lain dengan tatapan kosong.
__ADS_1
“Jika bisa di negara lain, untuk apa harus di Brazil. Leona, aku akan menunggumu di Inggris. Kita akan bentuk pasukan Queen Star lagi mulai dari Inggris. Kita akan memperluas beberapa wilayah untuk membuat pertahanan kita. Sebagai imbalannya, kau harus membantuku membunuh seorang pria yang sangat aku benci!” ucap Letty mantap.
Leona terlihat berpikir. Ia sangat ingin membalaskan dendamnya. Sesuai dengan perkataan Kwan. Tidak ada satu pembunuh bayaran yang ia kirim yang berhasil menghabisi nyawa Zean. Begitu juga dengan Aleo. Pria itu sudah mengirim banyak pengawal untuk menyerang Zean tapi tidak ada yang berhasil mengalahkan geng mafia milik Zean.
Kesempatan ini merupakan kesempatan emas yang tidak ingin ia sia-siakan. Leona sangat ingin memiliki geng mafia sendiri dan membalaskan rasa sakit hatinya. “Baiklah. Aku akan segera ke sana. Kita akan jumpa di Inggris.” Leona meletakkan ponselnya kembali ke atas tempat tidur. Wanita itu memutuskan untuk berendam saja di kamar mandi agar bisa merilekskan otot-otot tubuhnya.
***
Leona duduk di sofa yang sama dengan Serena. Wanita itu menatap wajah ibunya dengan tatapan penuh harap. “Ma, Leona ingin melanjutkan bisnis Leona. Kali ini Leona akan hati-hati, Ma,” ucap Leona dengan penuh rayuan. Wanita itu kembali ingat dengan perkataan Letty. Ia tidak bisa menghidupkan Queen Star lagi jika semua rencananya diketahui oleh Serena. Kali ini, ia harus pergi menjauh dari hidup Serena agar ibunya tidak tahu niat hatinya ingin menghidupkan Queen Star kembali.
“Leona, mama masih trauma dengan permintaanmu beberapa bulan yang lalu. Sayang, sebaiknya di sini saja. Mama masih bisa menghidupimu. Kau juga bisa mengembangkan bisnismu di Tokyo atau Korea,” ucap Serena yang terus berusaha merayu Leona agar mengurungkan niatnya untuk pergi.
Serena menghela napas. Putrinya terlihat sangat tulus dengan apa yang ia inginkan. Serena sendiri tidak tega untuk menghalangi keinginan Leona. Ia ingin putri tercintanya bahagia.
“Hmm, baiklah. Kau harus berjanji untuk pulang ke rumah jika mama memintamu pulang, Nak.”
Leona mengukir senyuman manis. “Terima kasih, Ma. Ada Kwan yang akan ikut dengan Leona, Ma. Kami akan baik-baik saja,” ucap Leona sebelum memeluk tubuh Serena.
Sejak malam itu. Leona, Kwan dan Letty mulai menghidupkan Queen Star lagi. Tujuan utama mereka hanya untuk mengalahkan Zean Wick dan seluruh gengnya. Tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan Zean selain kekuatan pasukan mafia.
__ADS_1
Leona terlihat sangat bersemangat dengan apa yang kini ia jalani. Bisnis perusahaan itu hanya ia jadikan alasan saja agar tiap mata-mata Serena mengintainya, Leona terlihat sedang berbisnis di perusahaan.
Dalam hitungan bulan saja, Leona dan Letty berhasil mengumpulkan pasukan untuk membentuk Queen Star. Wanita cantik itu mulai menerima misi kecil untuk melati kemampuannya. Ya. Memang sejak dulu Queen Star bekerja sebagai pembunuh bayaran. Hingga saat ini, ketika di pegang oleh Leona juga tetap bekerja sebagai pembunuh bayaran
Kwan yang awalnya terlihat tidak setuju, terpaksa setuju. Ia tidak ingin meninggalkan Leona sendirian di dalam dunia mafia. Hingga mau tidak mau, pria itu menemani Leona menyelesaikan semua misi yang ia terima. Namun, berbeda dengan Serena yang mau membunuh baik wanita maupun pria. Leona, hanya mau menerima misi pembunuhan yang tujuannya untuk membunuh pria. Tidak peduli sudah tua atau masih muda. Selama misi yang mereka dapatkan seorang pria, maka Leona sangat senang menjalaninya.
Letty sangat bahagia ketika melihat Queen Star kembali bangkit bahkan di pimpin oleh keturunan ratu mafia yang lama. Ia merasa bangga dengan kerja kerasnya selama ini.
Waktu terus berjalan hingga tidak terasa, sudah tiga tahun Queen Star berdiri. Geng mafia itu berdiri dengan kekuatan yang mulai tidak tertandingi. Bahkan keahlian Serena dan Shabira dulunya, sudah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Leona saat ini.
Leona bukan hanya pintar menghilangkan jejak. Tapi, ia berhasil membuat Serena tidak tahu kalau kini Queen Star sudah kembali jaya. Trik yang selama ini digunakan Leona memang sangat bisa di handalkan.
Malam ini, Leona mendapat order besar untuk membunuh salah satu perdana menteri yang berasal dari kota Cambride. Wanita itu terlihat sangat bersemangat. Ia menyusun perincian strateginya.
Leona melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wanita itu menggenggam topeng yang akan ia gunakan di lokasi pesta nantinya.
“Aku akan mendapatkan banyak uang malam ini,” gumamnya di dalam hati sebelum menambah laju mobilnya lagi. Menuju ke sebuah gedung yang menjadi tempat targetnya berada saat ini.
__ADS_1