Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Kehancuran Cambridge


__ADS_3

Miller meletakkan botol winenya di atas meja. Pria itu mengoyang-goyangkan cairan bening yang kini ada di dalam gelas bertangkai. Ia mengamati cairan kristal yang ada di dalam gelas itu. Sorot matanya berubah tajam. Pria itu tidak meneguk minumannya. Ia membanting gelasnya di permukaan meja berkaca.


"Mereka telah tiba," ucap Miller dengan senyuman kecil.


Clouse yang saat itu duduk santai di sofa mengangkat tinggi dagunya. Ia melempar pandangannya ke arah jendela kaca yang berukuran besar. Jendela itu menghubungkan jalanan berkelok yang biasa di tempuh semua orang untuk menuju ke atas bukit.


"Aku akan membawa wanita itu pergi ke tempat selanjutnya," ucap Clouse penuh semangat. Pria itu berdiri dan mengambil senjata apinya. Ia melangkah cepat menuju ke kamar yang kini menjadi tempat persembunyian Katterine.


Sedangkan Miller. Pria bertato itu masih berdiri dengan wajah yang tenang. Ia mengambil topeng hitam miliknya dan memakainya. Bibirnya mengukir senyuman kecil. Pria itu mengambil ponsel dari dalam saku dan menghubungi seseorang.


"Sekarang saatnya," ucapnya dengan ekspresi dingin. Ponselnya di genggam dengan erat lalu ia masukkan kembali ke dalam saku. Miller berjalan ke arah lemari dan mengambil senjata api miliknya. Pria itu telah siap untuk melawan tamu yang kini datang tidak di undang.


***


Cambridge.


Zeroun mengangkat tubuh Emelie ke dalam gendongannya. Di samping Zeroun ada Lukas dan Lana yang juga terlihat panik. Mereka baru saja mendapat kabar terbaru kalau masih ada bom di dalam istana. Atas perintah seseorang, Bom itu akan meledak dan menghancurkan istana megah milik Ratu Cambridge tersebut.

__ADS_1


Zeroun tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir. Pria itu segera membawa istri tercintanya menuju mobil. Ia tidak peduli dengan harta benda yang selama ini ia miliki. Zeroun lebih mementingkan keselamatan keluarganya.


"Bos, kita masih memiliki waktu satu menit," ucap Lukas cepat. Pria itu juga menggenggam tangan isterinya dan membawanya agar segera pergi dari istana.


Kali ini Lukas merasa kalau lawan mereka memang bukan orang biasa. Hanya dengan sedikit startegi saja dari pihak musuh, mereka sudah kelimpungan dan tidak tahu arah lagi.


Lukas membuka pintu mobil. Pria itu memandang para pengawal dan pelayan yang masih siap siaga dengan tugasnya masing-masing. Lukas merasa bingung. Zeroun tidak memberi perintah apapun agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak kepolisian. Mantan Big Boss Gold Dragon itu lelah jika berurusan dengan polisi lagi.


Zeroun masuk ke dalam mobil dan meletakkan Emelie di atas pangkuannya. Lana dan Lukas masuk ke bagian jok depan. Lukas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria itu melirik jam yang melingkar di tangannya. Hanya hitungan detik saja. Sebelum ....


DHOOOMM


Lukas menambah laju mobilnya saat kobaran api mulai mengejar mobil mereka. Zeroun memejamkan mata sambil memeluk erat tubuh isteri tercinta. Pria itu terus memanjatkan doa agar putra dan putrinya selamat. Mengingat kini lawan mereka bermain dengan bahan peledak.


Tragedi siang itu kembali mengingatkan Zeroun dengan Jesica. Ia tidak ingin hal itu terulang lagi dan menimpah buah hatinya.


"Lukas, bagaimana dengan Jordan?" Zeroun tidak bisa lagi bersikap tenang. Pria itu memutar kepalanya dan melihat kobaran api yang menghancurkan istana megah Cambridge.

__ADS_1


Zeroun tidak menyangka kalau istana berukuran luas dan menjulang tinggi itu bisa di kepung api yang membara. Kepulan asap menghiasi langit yang berada di atas istana Cambridge.


Lukas memandang kehancuran istana Cambridge sekilas melalui kaca spion. Pria itu melihat wajah Zeroun melalui kaca spion yang ada di depannya. "Mereka telah tiba di Belanda, Bos."


Memang seperti mimpi buruk. Tidak lama lagi, media akan meliput kebakaran istana itu. Bukan hanya itu saja, jika sampai pihak polisi berhasil menyelidiki semua masalah ini. Maka keluarga besar Lukas bisa dalam bahaya.


Beberapa tahun terakhir ini memang komplotan mafia telah dibersihkan dari Inggris. Zeroun yang membuat perlindungan khusus kepada Gold Dragon hingga bisa bebas keluar dan masuk ke dalam Istana. Tapi nanti, jika sampai pihak kepolisian tahu kalau selama ini Zeroun terlibat. Maka bukan hanya dirinya yang terancam di penjara. Mungkin Jordan, Lukas bahkan Emelie juga terseret sebagai tersangka.


Lana memejamkan mata dengan jemari saling bertaut. Wanita itu mulai merasa sesak. Ia mengkhawatirkan Oliver. Ingin sekali detik itu juga ia pergi ke Belanda untuk membantu Oliver. Namun, kini ia juga memiliki tugas yang jauh lebih penting. Menjaga Zeroun dan Emelie adalah tugas yang sangat mulia. Hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk membalas budi perbuatan Zeroun di masa lalu.


Emelie menggerakkan pelupuk matanya. Wanita itu merasa pusing dan lelah. Ia merasa tubuhnya seperti tidak bertenaga. "Katterine," lirihnya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


Zeroun memandang wajah Emelie. Pria itu mendaratkan kecupan di pipi kanan istrinya. "Sayang, kau sudah bangun? Bagaimana dengan keadaanmu?" ucap Zeroun dengan wajah khawatir.


"Kepalaku pusing," jawab Emelie pelan. Wanita itu mengitari sekelilingnya. Ia tertegun ketika menyadari kini berada di dalam mobil. "Kita di mana?"


"Kita akan pergi ke suatu tempat yang jauh lebih aman," ucap Zeroun dengan sorot mata yang dingin. Pria itu kini sudah kembali ke jiwa lamanya. Ia tidak terima dengan musuh yang sudah menghancurkan hidup keluarganya.

__ADS_1


"Ke mana?" tanya Emelie dengan alis saling bertaut. Saat ini Emelie menolak untuk pergi kemanapun. Ia justru ingin menunggu putri tercintanya kembali di dalam istana.


"Hongkong," jawab Zeroun tegas.


__ADS_2