Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
S2 Bab 17


__ADS_3

"Gold Dragon? Apa itu? Maksudku itu sejenis apa?" Roberto masih bingung dengan perkataan yang diucapkan rekan barunya itu. Ia tidak tahu sebenarnya ada hubungan apa antara Oliver dengan Gold Dragon.


"Sebuah geng mafia. Sudah cukup lama berjaya. Pria payah sepertimu tidak akan tahu dan tidak akan pernah mengenal mereka." Pria. yang menjadi lawan bicara Roberto memberikan foto Oliver.


"Aku kenal pria ini. Dia pengawal biasa yang di utus oleh raja Cambridge untuk menjaga putrinya. Lalu apa hubungannya pria ini dengan apa tadi kau bilang? Gold gold, gold apa?"


"Dia adalah ketua mafia yang baru saja aku katakan."


Roberto tertegun ketika mendengar jawaban pria itu. namun dalam hitungan detik saja ia tertawa geli seolah tidak percaya dengan penjelasan yang dikatakan pria itu.


"Kau bercanda! Dia pria yang ia bisa dibilang sangat kuat karena memang dia seorang pengawal dari putri kerajaan. Tapi pria sepertinya tidak pantas untuk menjadi pemimpin sebuah geng mafia. Wajahnya tidak menyeramkan sama sekali."


Selama ini yang ada di pikiran Roberto, wajah seorang pemimpin mafia itu adalah pria tua dengan beberapa bekas luka sayatan di wajahnya. Memiliki wajah yang menyeramkan dan begitu menakutkan. Ia sama sekali tidak percaya jika wajah mulus dan tampan yang dimiliki oleh Oliver adalah wajah seorang bos mafia.


"Aku tidak memaksamu untuk percaya karena itu adalah hakmu untuk percaya atau tidak. Aku hanya mengatakan dan memperingati dirimu tentang musuh yang kini kau hadapi. Dia bukan orang biasa. Pria seperti itu tidak akan bisa kau kalahkan dengan mudah. Bahkan tanpa sadar Kau sudah dibuat bangkrut olehnya bukan?"


"Bangkrut? Apa maksudmu?" Roberto mengeryitkan dahinya dengan wajah serius.


"Barang bernilai miliaran yang ingin kau kirim itu telah diculik oleh gerombolan orang yang tidak dikenal. Bahkan dengan beraninya mereka membakar barang-barang itu tepat di hadapanmu. Kira-kira Apa yang kau pikirkan saat itu? Apakah kau berpikir kalau mereka hanya perampok biasa? Jika memang benar mereka adalah perampok l, sudah pasti mereka merebut barang-barangmu dan menjualnya agar mendapatkan uang. Tidak membakarnya seperti itu. Bukankah perbuatan itu seolah sengaja dilakukan agar kau frustasi?"


"Apa Oliver yang telah melakukan semua ini?"


"Hanya membakar kontainer milikmu saja, itu hal yang sangat mudah baginya. Bahkan jika dia ingin dia akan membuatmu menjadi gembel di jalanan. Tidak hanya itu, membuatmu menjadi sate manusia juga sangat mudah baginya."


Roberto tidak lagi menganggap perkataan pria itu sebuah lelucon. kali ini ia mulai percaya kalau Oliver bukan pria yang biasa. Namun selama ini ia tahu kalau kerajaan Chambridge menentang keras komplotan mafia ada di negara mereka. Masih ada secuil rasa tidak percaya di dalam hatinya kalau seorang raja seperti Zeroun memilih ketua dari geng mafia sebagai pengawal putrinya."

__ADS_1


"Lalu apa rencanamu? Kau tahu aku orang yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa kau tertarik untuk bekerja sama denganku. Aku yakin kau tidak akan mau membantuku dengan cuma-cuma tanpa mendapatkan keuntungan apapun."


"Kau mau pria yang sangat cerdas. Tidak salah jika bisnismu bisa berkembang hingga seperti sekarang. Kau sudah lama kenal dengan Putri Katterine bukan?"


"Katakan saja apa yang bisa aku bantu dan katakan juga keuntungan apa yang akan aku dapatkan."


"Jika kita berhasil, kau akan bisa mengalahkan pria yang sangat kau benci itu. Jika pria itu tidak ada lagi di dunia ini bukankah kau akan dengan mudah mendapatkan wanita pujaanmu?"


"Jika kita gagal?"


"Mungkin kita akan mati di tangannya. Tapi tidak akan semudah itu. Aku sudah memikirkan cara yang brilian untuk mengalahkannya."


"Sebenarnya kesalahan apa yang sudah ia perbuat hingga kau memiliki dendam kepadanya?"


"Kau takut jika mereka turun tangan? Dari kabar Yang aku dengar memang Jordan adalah pria yang sangat tangguh dan dia sangat dekat dengan Oliver."


"Sekarang tugasmu adalah pergi tinggalkan kota ini."


"Kau mengusirku?"


"Itu salah satu bagian dari rencana kita. Jika Oliver tidak lagi mengikuti dirimu maka kita akan dengan mudah melaksanakan rencana kita."


"Terserah kau saja aku sudah sangat pusing memikirkan semua ini. Aku memang membutuhkan waktu untuk istirahat di tempat yang tenang. Kesehatanku semakin buruk sejak aku kenal dengan pria itu. Oh ya, Kalau boleh aku tahu kenapa kau bisa memiliki wajah yang mirip dengan Oliver? Bahkan kau bisa meniru suaranya dengan mudah."


"Anggap saja ini anugerah yang diberikan tuhan untuk membantuku balas dendam terhadapnya."

__ADS_1


"Apa Kau hanya memiliki wajah Oliver saja?"


"Aku bisa menjadi siapapun yang aku inginkan. Termasuk menjadi dirimu."


Roberto menaikan satu alisnya. Dia tidak yakin jika pria yang kini ada di hadapannya bisa dengan mudah menjadi dirinya.


"Jangan bilang kalau kau mengusirku karena kau ingin menggunakan identitasku di kota ini."


"Mungkin akan seperti itu jika dalam keadaan mendesak. Tapi tenang saja, sebisa mungkin aku tidak akan membahayakan dirimu."


"Oke baiklah aku akan mengirimkan informasi yang kau inginkan dalam waktu dekat. Sekarang aku ingin bersiap-siap untuk pergi meninggalkan kota ini. Sisanya aku serahkan kepadamu."


"Oke, Deal!"


***


Roberto termenung sambil membayangkan percakapannya dengan pria misterius yang ia sendiri tidak tahu siapa namanya. Sambil memegang gelas yang berisi es jeruk ia mulai merasa tidak nyaman dengan kehidupannya yang sekarang. Sebenarnya Roberto tidak suka diatur-atur oleh orang lain. Apa lagi sampai bekerja sama dengan orang yang tidak ia kenal seperti ini.


Namun baginya perbuatan Oliver sungguh sudah sangat keterlaluan. Hanya karena dirinya jatuh cinta kepada Katterine dan ingin mendapatkan wanita itu, Oliver dengan tega merusak bisnisnya dan mencelakainya hingga tidak bisa berjalan seperti ini.


"Oliver, Gold Dragon. Aku sudah berusaha mencari informasi tentangnya. Tapi tidak ada satupun informasi yang jelas. Sepertinya dia memang bukan orang yang biasa. Tidak mudah untuk menyelidiki kehidupannya bahkan tempat tinggalnya. Bagaimana bisa Katterine tertarik dengan pria seperti itu. Apa jangan-jangan Katterine tidak tahu ya kalau pria yang selama ini dia dekati adalah pria berbahaya? Kira-kira kalau aku memberitahu Katterine kalau sebenarnya Oliver adalah bos mafia dia akan percaya atau tidak ya?"


Roberto meletakkan gelasnya kembali di atas meja. Pria itu mengatur posisinya dengan nyaman. Ia memejamkan kedua matanya. Kepalanya terasa sangat pusing sejak ia memikirkan masalah berat tersebut. Ditambah lagi kini ada pria yang berkeliaran dengan menggunakan identitasnya. Hal itu membuat Roberto semakin pusing setiap kali mengingatnya.


"Kenapa sejak dulu Aku tidak bisa melupakan Katterine? Jika saja aku bisa membuka hatiku untuk wanita lain mungkin masalahnya tidak akan serumit ini. Dan kau Katterine. Sejak dulu kenapa kau tidak bisa membuka hatimu untukku? Apa aku begitu buruk dimatamu hingga kau terus-terusan menolak cintaku?"

__ADS_1


__ADS_2