Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Curi Pandang


__ADS_3

Semua orang baru saja menyelesaikan sarapan pagi mereka. Walau pagi itu Leona, Jordan dan Kwan tidak terlihat. Tapi, Serena belum ada menyimpan rasa curiga sama sekali.


Kabar kaburnya Jordan dan Leona hanya diketahui Zeroun, Emelie, Kenzo dan Daniel. Shabira dan Serena yang belum tahu. Mereka tidak ingin ada kekacauan di malam hari. Hingga akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya di pagi hari.


Setelah acara sarapan pagi selesai. Mereka berkumpul di taman belakang untuk menikmati sinar matahari di pagi hari. Pagi itu, wajah Serena sudah terlihat jauh lebih segar daripada tadi malam. Bahkan sesekali mereka sudah bisa melihat Serena tersenyum lagi, seolah telah melupakan masalah tadi malam.


“Serena, ada yang ingin aku katakan.” Zeroun mendekati Serena yang saat itu berdiri menghadap ke arah taman bunga. Ia tidak lagi bisa menunda kabar kaburnya Leona dan Jordan tadi malam. Pagi ini, Zeroun ingin mengatakan semuanya kepada Serena.


“Ada apa, Zeroun? Kenapa wajahmu terlihat sangat serius?” tanya Serena sambil memandang wajah Zeroun dan Emelie secara bergantian. Perasaan Serena mulai tidak nyaman ketika melihat wajah Zeroun dan Emelie yang berubah serius.


***


Perjalanan dari Sapporo menuju ke Jerman memakan waktu hampir 19 jam lamanya. Mereka harus melalui dua kali transit. Transit pertama ada di Bandar Udara International Tokyo. Sedangkan transit kedua ada di bandar udara internasional zurich yang ada di Swiss.


Saat hari yang gelap telah berganti menjadi siang, Leona, Kwan dan Jordan masih ada di atas udara. Mereka duduk dengan posisi nyaman untuk menikmati perjalanan. Tidak ada yang mau mengaktifkan ponsel mereka karena memang kali ini mereka bertiga bertekad untuk tidak mendapat gangguan dari siapapun. Termasuk kedua orang tua mereka sendiri.


Bahkan Kwan harus berkata kepada Alana untuk tidak memberi kabar hingga beberapa hari karena ada masalah yang harus ia selesaikan. Untungnya, Alana wanita yang sangat pengertian. Tanpa banyak tanya, wanita itu hanya menjawab kalau ia akan menunggu sampai Kwan kembali menghubunginya nanti.

__ADS_1


Jordan memilih dua gelas jus jeruk sore itu. Seorang pramugari memberikan dua gelas jus jeruk dan meletakkannya di atas meja kecil yang ada di tengah-tengah antara tempat duduk Leona dan Jordan. Tidak lama lagi mereka akan segera tiba di Jerman.


Leona memandang ke arah jus jeruk itu. Ia ingin mengambil jus segar yang menggugah seleranya. Namun, gerakan Jordan yang jauh lebih cepat. Pria itu mengambil jus jeruk miliknya dan meneguknya secara perlahan. Potongan es yang ada di dalam gelas, membuat jus itu terlihat sangat segar. 


Namun, Leona tidak memandang jus yang di pegang Jordan. Wanita itu memandang wajah Jordan yang saat itu belum sadar kalau sedang ia perhatikan. Leona mengukir senyuman ketika memandang wajah pria itu. Jordan memiringkan wajahnya. Dengan cepat Leona mengalihkan penglihatannya lagi ke arah jendela. Ia tidak ingin Jordan tahu kalau tadi dia baru saja curi-curi pandang.


“Kau tidak mau meminumnya?” ucap Jordan sambil melihat jus jeruk Leona yang tidak tersentuh.


Leona mengalihkan pandangannya ke arah Jordan. Ia mengangguk pelan sebelum mengambil jus jeruk yang ada di dekat tangannya. “Terima kasih,” ucap Leona pelan.


Jordan hanya tersenyum sebelum memandang ke arah lain. Leona tidak lagi galak atau marah-marah kepada dirinya lagi. Dan itu membuat hatinya bahagia dan menjadi jauh lebih semangat untuk mendekati Leona.


Serena jatuh terduduk di sebuah kursi ketika Zeroun memberi kabar tentang kaburnya Leona dan Jordan. Bahkan Shabira yang baru saja dapat kabar kalau Kwan juga kabur bersama Leona hanya bisa diam tanpa tahu mau berbicara apa-apa lagi.


Aleo yang  baru saja muncul untuk memberi tahu hilangnya Leona, hanya bisa diam. Pria itu juga pusing memikirkan adik kesayangannya. Ia sudah berusaha memperingati Leona selama ini. Namun, semakin ia mengatur hidup Leona. Justru Leona semakin menjauh darinya dan lebih memilih Kwan sebagai teman ceritanya.


“Maafkan Aku, Serena ... aku ingin memberi tahu kabar ini kepadamu tadi malam. Tapi, suasananya tidak tepat. Kau sudah terlihat tidak sehat tadi malam,” ucap Zeroun dengan wajah bersalah. Ada Emelie di samping pria itu. Ratu Cambridge itu juga merasa sangat bersalah atas sikap putranya yang sesuka hatinya saja membawa Leona pergi.

__ADS_1


Emelie berlutut di depan Serena dan memegang kedua tangan Serena. Ia terlihat sangat sedih dan bersalah kepada Serena. “Serena, maafkan putraku. Aku akan membujuk Jordan untuk membawa Leona kembali. Percayakan pada kami,” ucap Emelie pelan dengan wajah sedih.


Serena menatap wajah Emelie dan mengembuskan napas dengan kasar. “Emelie, jangan seperti ini. Kau tidak salah. Memang putriku yang tidak bisa di atur. Sejak kemarin memang dia sudah memiliki niat untuk kabur dari rumah ini,” ucap Serena dengan suara yang sangat lembut.  


“Terima kasih. Aku tidak ingin hari ini pulang ke Cambride dengan rasa bersalah kepadamu,” ucap Emelie lagi.


Serena menggeleng pelan. “Tidak Emelie, kau tidak salah sama sekali. Aku tidak akan pernah menyalahkanmu,” ucap Serena sebelum memeluk Emelie. Dua ibu yang kini anaknya sedang kabur itu hanya bisa pasrah dan mempercayakan apa yang akan dilakukan oleh anak mereka.


Serena berpikir keras. Sebenarnya wanita itu tidak mau diam saja mendengar kabar seperti ini. Ia merasa sesuatu telah terjadi kepada putri tercintanya. Kali ini Serena ingin mengambil tindakan.


“Setelah Zeroun dan Emelie kembali pulang ke Cambridge, aku akan menjemput Leona ke Jerman sebelum musim dingin itu tiba. Aku akan membawanya kembali pulang. Walau dengan cara memaksa,” gumam Serena di dalam hati.


Dari kejauhan, Katterine melipat tangannya di depan dada. Putri kerajaan itu juga sempat syok ketika mendengar kabar dari Zeroun kalau Jordan telah berangkat ke Jerman bersama dengan Leona dan Kwan.


Namun, ada perasaan senang di hati Katterine. Sejak awal ia memang tidak ingin pergi ke Jerman. Apa lagi untuk mengikuti kakak kandungnya mengejar cinta wanita yang ia cintai.


Bagi Katterine itu akan menjadi liburan yang sangat membosankan. Tanpa di sadari Katterine, kalau Jordan dan Leona pergi untuk bertarung. Bukan untuk berjalan-jalan seperti sepasang kekasih pada umumnya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk beri hadiah, Vote dan Like. Terima kasih.


__ADS_2