
Kenzo memandang wajah Zean dengan tatapan yang sangat tajam. Pria itu baru saja mengetahui kalau pemimpin The Devils adalah Zean Wick. Putra dari kenangan masa lalu istri dan sahabatnya.
Kenzo tidak ingin membuat keributan di tempat itu. Suasana sudah cukup menegangkan setelah mendengar pengakuan Letty tadi.
Namun, Kenzo sendiri juga sangat penasaran dengan kehidupan Leona dan Zean.
Kenzo memandang wajah Aleo yang duduk di samping Zean sambil menutup wajah dengan tangan. Dari semua orang yang ada di ruangan itu hanya Aleo yang bisa memiliki ketenangan dan tidak mudah emosi. Sebenarnya Daniel juga bisa tenang, hanya saja kini ia terlihat sibuk menenangkan Serena agar tidak terus-terusan menangis.
“Hei, boy. Apa kau bisa menemaniku pergi berjalan-jalan,” ucap Kenzo sambil memukul pundak Zean. “Kau juga boleh ikut jika ingin, Aleo,” sambung Kenzo lagi.
Zean dan Aleo mengangkat kepala mereka dan memandang punggung Kenzo. Dua pria itu beranjak dari kursi yang ia duduki dan berjalan pelan mengikuti Kenzo dari belakang.
Sedangkan Kwan dan Shabira hanya menghela napas sebelum menunduk lagi dan menunggu kabar dari ruangan operasi mengenai kabar Leona.
Kenzo membawa Zean dan Aleo ke sebuah tempat yang di penuhi banyak angin. Di ujung lorong ruangan operasi itu memang di sediakan tempat untuk keluarga pasien menghirup udara segar di sana.
__ADS_1
Kenzo duduk di sebuah kursi yang ada di sana. Ia menatap wajah Zean dan Aleo secara bergantian. Dua pria itu duduk di kursi yang ada di hadapan Kenzo. Mereka bertiga saling memandang satu sama lain.
“Aku tahu kalau kau adalah keturunan Wick yang tersisa. Kau membalaskan dendammu atas kematian ayahmu? Bukankah begitu?” ucap Kenzo dengan wajah yang serius. “Kau tidak jauh berbeda dengan wanita tadi. Siapa namanya?”
“Letty,” sambung Aleo dengan wajah masih sangat tenang.
“Ya, Letty.” Kenzo membuang tatapannya ke arah lain. “Sejak kecil Leona di didik untuk menjadi wanita lembut dan berbelas kasih. Ia selalu percaya kepada semua orang yang menurutnya sangat menyayanginya. Aku sempat berpikir, dia tidak sama dengan Serena. Bahkan aku sangat bangga dengan didikan Serena dan Daniel selama ini karena sudah menghasilkan seorang putri yang nyaris sempurna seperti Leona. Sayangnya, semua itu tidak bertahan lama.” Kenzo diam sejenak.
Kenzo kembali ingat kejadian saat dulu ia menentang Tuan Wang bahkan membunuh ayah kandungnya sendiri demi mempertahankan cintanya kepada Shabira. Ia takut jika hal itu sampai terjadi pada Leona. Ia tidak ingin Serena dan Daniel mendapatkan masalah serumit hidupnya dulu karena anak mereka.
“Beraninya kau mengatakan kalimat itu di hadapanku. Nyalimu sungguh besar,” sindir Aleo tidak terima. Namun, ia masih tetap memasang wajah yang sangat tenang karena tidak ingin ada keributan di sana.
Zean memandang wajah Aleo. “Kau marah aku mengatakan hal seperti itu? Lalu, kau menyalahkanku? Bagaimana jika posisinya di balik. Orang yang sudah membunuh orang tuamu kini berdiri di hadapanmu. Aku ingin mendengar kalimat yang sama. Apa kau sanggup mengatakan hal itu jika posisimu ada di posisiku saat ini!” umpat Zean menahan amarahnya.
Aleo mengepal kuat tangannya sambil menatap wajah Zean dengan tatapan yang tajam. Pria itu memang sadar kalau ibu kandungnya adalah orang jahat yang pernah melakukan banyak masalah di masa lalu. Tapi, sampai kapanpun. Aleo akan tetap membela keluarganya. Tidak peduli keluarganya ada di posisi bersalah atau benar.
__ADS_1
“Aku tidak ingin kalian ribut. Aku akan meluruskan satu hal agar salah paham ini mendapat jalan keluarnya,” ucap Kenzo sambil menyatukan jemarinya dan meletakkannya di atas meja. “Wick. Pria itu adalah pria yang cukup jahat dan berbahaya sebenarnya. Ia memiliki banyak uang namun digunakan untuk hal yang tidak benar. Zean, kau hanya korban dari kakekmu. Kami kenal betul dengan kakek yang sudah merawatmu selama ini. Kami mencarinya hingga sekarang, namun tidak menemukannya. Kami berpikir, luka masa lalu sudah berakhir dan tidak perlu di ingat lagi. Ternyata kami salah setelah mendengar berita kalau Wick memiliki putra yang kini berniat balas dendam kepada Serena. Apa kau tidak tahu kalau ada Shabira juga di sana? Seharusnya kau juga mencelakai Kwan. Putraku!” ucap Kenzo dengan tatapan yang serius. Kali ini pria itu tidak ingin Zean membenci Serena terus-terusan.
“Queen Star memiliki pekerjaan yang sangat nengerikan. Demi mendapatkan uang dan memperluas kekuasaan, mereka menghilangkan nyawa orang-orang tidak bersalah. Tapi, kasus Wick berbeda. Mereka membunuh ayahmu karena kakekmu yang membayar mereka.”
Zean terperanjat kaget. Pria itu sampai berdiri dari kursi yang ia duduki. Ia menggeleng pelan dengan wajah tidak percaya. “Kau ingin memanipulasi keadaan? Saat kakekku telah tiada kau ingin memfitnahnya?” ucap Zean tidak percaya.
Kenzo berdiri dan mengukir senyuman. “Aku tidak perlu bukti untuk ini. Zean, kami lebih dulu terjun di dunia penuh darah. Kau harus banyak belajar agar tahu dan sadar. Tidak semua orang terdekatmu adalah keluarga yang bisa kau pertahankan. Pria tua itu sudah membunuh kedua orang tuamu demi harta. Dia sengaja mempertahankanmu tetap hidup karena seluruh harta yang di miliki kedua orang tuamu sudah di alihkan atas namamu! Kau bisa menemui wanita ini. Dia pembantu di rumah utama yang kau tempati dulu. Kau boleh percaya atau tidak!” Kenzo meletakkan selembar foto lengkap dengan alamat pemiliknya. Ia segera memutar tubuhnya dan pergi meninggalkan Zean sendiri di tempat itu.
Aleo juga beranjak dari kursi yang ia duduki. Pria itu menatap wajah Zean sekilas sebelum melanjutkan langkah kakinya.
Zean terdiam dengan wajah tidak percaya. Pria itu menggertakkan giginya. Kini posisi Zean dilema. Ia tidak tahu siapa yang harus ia percaya. Bagaimanapun juga, Kakek yang selama ini berada di sampingnya adalah orang yang selalu merawatnya.
“Ini tidak mungkin,” ucap Zean sambil menggeleng kepalanya. Pria itu mengusap wajahnya dengan tangan. Wajahnya benar-benar frustasi. “Ini pasti hanya untuk membersihkan nama wanita itu saja. Kakek tidak mungkin melakukan semua ini. Bagaimana mungkin ada ayah yang tega membunuh anak kandungnya?”
Zean kembali duduk dan memandang foto wanita paruh baya yang ada di dalam foto. Hingga detik itu, wajahnya masih tidak percaya. “Aku harus mencari kebenaran wanita ini sekarang!” Zean menggenggam foto itu dan beranjak dari kursi yang ia duduki. Pria itu ingin pergi untuk mencarikebenaran atas masa lalu yang berhubungan dengan kedua orang tuanya dan Serena.
__ADS_1