Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Terbongkar


__ADS_3

Di markas Queen Star, Leona dan Kwan duduk berhadapan. Sejak pertama kali bertemu, hanya ada nama Alana yang terdengar. Kwan bercerita bagaimana kedekatan yang telah terjalin antara dirinya dan Alana selama satu minggu ini. Pria itu sangat bahagia. Ia bahkan tidak lagi bersabar menemui Alana di San Fransisco beberapa hari lagi.


“Kak, aku sudah berhasil mendekati Alana. Aku yakin, Alana akan jatuh cinta padaku dalam waktu dekat,” ucap Kwan dengan wajah yang sangat ceria.


Leona memandang Kwan sejenak. Wanita itu memasukkan ponselnya ke dalam saku. Seseorang baru saja menghubungi dan menunggu kedatangannya. Leona sudah berjanji dan dia tidak akan mengingkarinya.


“Hmm, ya, sampai dimana tadi?” ucap Leona dengan wajah bingung. Sebenarnya beberapa cerita yang baru saja dikatakan oleh Kwan tidak ada yang ia dengarkan sama sekali.


“Kak, apa yang kau pikirkan? Kau tidak mendengar ceritaku?” protes Kwan dengan wajah kesal.


Leona menghela napas. “Maaf. Aku memikirkan sesuatu. Mungkin kita bisa lanjutkan ceritanya besok,” ucap Leona sebelum beranjak dari kursi yang ia duduki. Wanita itu mengambil jaket hitam dan beberapa senjata api. Tidak lupa ia selipkan belati di pahanya sebelah kanan. Malam itu Leona mengenakan celana pendek dengan baju bertangan pendek. Tetap warna hitam, karena sejak bergabung dengan Queen Star, warna hitam menjadi favoritnya.


Kwan terlihat bingung ketika melihat Leona bersiap-siap mau perang seperti itu. Pria itu berjalan mendekati Leona. “Kak, apa yang ingin kau lakukan? Aku hanya menceritakan seputar Alana. Kenapa kau berubah menjadi seperti ini,” ucap Kwan dengan wajah bingungnya.


Leona tertawa kecil saat melihat wajah panik Kwan malam itu. “Ada yang ingin aku lakukan. Letty sudah menungguku di suatu tempat,” jawab Leona cepat.


“Aku ikut,” ucap Kwan cepat.


“Hmm, ya. Ayo kita pergi,” jawab Leona sebelum berjalan cepat meninggalkan markas. Kwan mengambil pistol dan berjalan cepat mengikuti Leona dari belakang. Pria itu ingin mengambil kemudi untuk membawa Leona ke tempat yang ingin di tuju.


***


 Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Letty diam membisu. Kedua matanya menatap mata Oliver dengan tatapan yang sangat tajam. Secara perlahan, ia menurunkan senjata api yang sejak tadi ia gunakan untuk mengancam Oliver.


“Targetku sejak awal adalah Jordan. Aku tidak memiliki masalah apapun denganmu. Tapi, jika kau terus-terusan membelanya dan melindunginya. Maka, maafkan aku harus berbuat jahat terhadapmu Oliver,” ucap Letty sebelum membuang tatapannya. Ia tidak bisa terlalu lama menatap wajah Oliver. Ada sesuatu yang aneh yang memenuhi hatinya jika Oliver terus saja menatapnya dengan intens.


Letty mengambil ponselnya dari dalam saku. Wanita itu ingin Leona segera hadir di sana. Menemuinya untuk melihat wajah Jordan dan Oliver yang asli. Ia tidak lagi bisa bersabar.


“Leona, apa kau sudah di jalan?” ucap Letty dengan senyum di bibirnya. Wanita  itu diam sejenak untuk mendengarkan jawaban dari Leona. Hingga tidak lama kemudian, Letty kembali mengeluarkan kata. “Baiklah. Aku menunggumu di sini,” ucap Letty dengan wajah bahagia.


Jordan menghela napas sebelum membuang tatapannya ke arah lain. Satu tangannya ia masukkan ke dalam saku. Ia sudah siap menghadapi kenyataan yang akan terjadi beberapa menit lagi.


Letty mundur beberapa langkah dan duduk di bagian depan mobilnya. Wanita itu sudah tidak sabar melihat pertengkaran antara Leona dan Jordan. Satu hal yang sangat mengasikan. Walau ia baru saja melihatnya dalam bayangan.


Oliver mengukir senyuman kecil sebelum memutar tubuhnya. Pria itu duduk juga di depan mobil dengan wajah yang sangat tenang. Berbeda dengan Jordan yang terlihat gelisah.


Dari kejauhan, ada lampu mobil yang baru saja muncul. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga dalam hitungan detik saja, mobil itu sudah berhenti tidak jauh dari mobil Letty berhenti.


Oliver memandang mobil yang baru saja tiba. Pria itu juga sangat tertarik melihat apa yang terjadi jika Leona dan Jordan bertemu. Dari cerita yang dikatakan Letty, Oliver sudah bisa mengambil satu kesimpulan. Bahwa, cerita malam ini tidak akan berakhir dengan cepat. Akan ada banyak drama di dalamnya.


Leona dan Kwan turun bersamaan. Leona menatap wajah Letty dengan tatapan yang sangat tajam. Wanita itu terus saja berjalan. Wajah Jordan memang tidak terlihat begitu jelas. Pria itu membelakangi cahaya. Jika tidak dilihat dengan saksama maka tidak akan kelihatan.


“Leona, kau sudah tiba. Aku menantimu sejak tadi,” ucap Letty dengan wajah yang sangat tenang.


Leona  tidak menjawab. Wanita itu hanya berjalan mendekat dengan ekspresi dingin. Kwan masih setia mengawal Leona dan melindungi wanita itu dari bahaya. Keberadaan Kwan menjadi perhatian tersendiri bagi Jordan. Pria itu merasa tidak suka ada pria lain yang dekat dengan Leona. Wanita yang sudah membuatnya jatuh hati.

__ADS_1


Letty memandang wajah Jordan dan Oliver secara bergantian. Wajah kemenangan itu telah melekat abadi sejak Leona tiba di sana. “Leona, aku ingin kau membunuh pria bernama Jordan,” ucap Letty cepat.


Kwan memperhatikan pasukan dua mafia yang kini mengelilingi tempat itu. Ia terlihat menyelidiki penampilan musuhnya malam ini. Dilihat penampilannya saja sungguh sangat menyeramkan, Gold Dragon memang terlihat sangat kejam walau pekerjaan yang mereka lakukan hanya dalam penjualan minuman keras saja.


Leona memandang ke arah depan. Wanita itu memandang wajah Jordan dan Oliver secara bergantian. Tatapannya terhenti pada Jordan yang berdiri dengan wajah pasrah. Sejak awal ia sudah tahu, Oliver yang ia kenal adalah pemimpin pasukan mafia Gold Dragon. Tapi ... kini saat target yang bernama Jordan ada di sana juga. Di dekat Gold Dragon, membuat Leona bingung. Tentu saja sejak awal Leona mengira Oliver lah targetnya. Oliver lah pria yang bernama Jordan. Dan ... Oliver lah yang harus ia bunuh malam ini juga.


“Leona, apapun yang akan kau dengar. Aku bisa menjelaskan semuanya. Jangan percaya wanita licik ini,” ucap Jordan cepat.


Perkataan yang diucapkan Jordan membuat Leona semakin bingung. Wanita itu menatap wajah Oliver lagi dan menjadikan pria itu target sasarannya. Leona melangkah maju untuk mendekati Oliver. Oliver membalas tatapan Leona. Pria itu mengukir senyuman kecil.


“Senang bertemu dengan Anda, Nona Leona,” sapa Oliver dengan wajah yang sangat tenang.


“Berhentilah berbasa-basi, Oliver!” teriak Letty dengan wajah kesal.


Kwan berjalan mendekati Leona. Pria itu juga sangat bingung dengan apa yang kini terjadi. Ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan. “Kak, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau diam saja? Bukankah musuh harus segera di serang. Kenapa kau hanya memandang wajah musuhmu seperti layaknya kekasih,” bisik Kwan sambil melirik wajah dingin milik Oliver.


“Oliver,” ucap Leona pelan. Wanita itu membuang tatapan menuduh ke arah Jordan.


Jordan menyeringai sebelum mengangkat kedua bahunya. “Ya, aku Jordan. Aku pria yang ingin ia bunuh. Maafkan aku, baby girl.”


 


 

__ADS_1


__ADS_2