Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Dia Wanita Pilihan


__ADS_3

Leona memandang langit-langit kamar dengan bibir senyum di bibirnya. Besok Jordan akan membawanya untuk fitting gaun pengantin. Acaranya yang akan berlangsung sudah di sebutkan oleh Jordan satu persatu. Dari mulai akad sampai pada acara resepsi pada malam hari. Sangat melelahkan. Itu kalimat yang pertama kali ada di dalam pikiran Leona.


Namun, ketika membayangkan dirinya dan Jordan akan segera resmi menjadi suami istri, maka Leona tidak lagi kenal lelah. Ia tahu kalau awal bahagia akan segera tiba.


"Setelah aku menikah, Kak Aleo juga ingin menikah. Pasti mama dan papa merasa sunyi. Mereka akan menjadi pengantin baru lagi," ucap Leona dengan tawa kecil.


Tiba-tiba saja ia ingat dengan perkataan Aleo kemarin. Memang sejak detik ini Leona belum ada menghubungi Serena. Leona tahu kalau ibu tercintanya kini pasti sedang sibuk. Namun, Leona sendiri juga penasaran dengan sosok wanita yang sudah dipersiapkan oleh Serena dan Daniel untuk Aleo.


"Apa aku tanya mama aja sekarang ya. Tapi, bagaimana kalau mama sibuk?" Leona memperhatikan ponselnya dengan perasaan ragu-ragu. Ia benar-benar tidak ingin mengganggu. Tapi, rasa penasarannya sungguh tidak terbendung lagi.


"Mungkin mama akan menceritakannya nanti ketika sudah tiba. Tapi, bagaimana kalau aku terlambat memberi tahu mama? Bagaimana kalau mama sudah terlanjur sayang sama wanita yang dipilihkannya untuk Kak Aleo?"


Leona duduk di atas tempat tidur. Kali ini ia tidak mau banyak pertimbangan lagi. Leona menekan nomor Serena tidak peduli apa yang kini sedang dilakukan wanita itu di kejauhan sana.


"Ma."


"Sayang, kenapa belum tidur?"


Leona mengukir senyuman bahagia. Dari nada bicara Serena, ia bisa tahu kalau kini Serena tidak sibuk.


"Ma, apa semua baik-baik saja?"


"Ini sangat buruk. Mama dan papa sudah melakukan penyelidikan terhadap putri Tanye Diva yang hilang. Dan ... hasilnya. Putri Tante Diva telah meninggal dunia. Bahkan kami sudah melihat makamnya. Jadi saat anak itu berusia sekitar 10 tahun, si ibu angkat yang telah menemukannya ini mengalami kecelakaan. Lalu mereka tewas dalam kecelakaan tersebut. Keadaan Tante Diva benar-benar buruk saat ini."

__ADS_1


Leona tertegun. Ia memandang ke depan dengan wajah bingung. "Ma, mama harus jaga kesehatan. Jangan sampai sakit."


"Sayang, mama selalu jaga kesehatan mama."


"Ma, Leona mau bertanya satu hal. Apa nanti ketika mama pulang ke Sapporo, mama akan membawa seorang wanita?"


"Apa kakakmu yang menceritakannya?" tuduh Serena dengan suara yang serius.


"Ma, Kak Aleo ...."


"Dia wanita pilihan. Mama sangat menyayanginya dan mama yakin Aleo juga sangat menyayanginya. Dulu, Aleo dan wanita ini pernah bersahabat."


"Bersahabat? Kenapa Leona tidak pernah tahu?" Leona semakin tertarik dengan arah pembicaraan Serena saat itu.


Leona hanya bisa menghela napas. "Ma, pernikahanku tidak lama lagi. Apa mama dan papa tidak mau menemaniku di sini?"


"Ya. Mama dan papa akan datang beberapa hari lagi. Kami akan datang bersama Kak Aleo dan calon kakak iparmu. Tenang saja."


Leona memejamkan mata sejenak dengan wajah kusut. Ia telah gagal menghalangi Serena membawa wanita pilihan tersebut.


"Ma, Leona sayang mama,"


Leona meletakkan ponselnya yang sudah terputus. Ia memeluk bantal dan membenamkan kepalanya di sana. "Siapa wanita itu. Kenapa mama sangat yakin kalau Kak Aleo pasti menyukainya? Bagaimana dengan Tamara?"

__ADS_1


***


"Mom, besok Katterine ke Hongkong ya."


"Tidak sayang. Pesta pernikahan akan segera berlangsung. Sebaiknya kau jangan pergi kemanapun. Bukankah sebagian dari acara ini adalah tanggung jawabmu? Kau yang memintanya saat itu." Emelie melihat beberapa model gaun yang ada di tangannya. Ia terlihat bingung memilih gaun yang pas untuk acara pernikahan Leona dan Jordan nanti.


"Mom, ini menyangkut hidup Katterine. Gak lama."


"Sayang, Tante Lana akan datang saat pernikahan nanti. Jadi, untuk apa kau bersusah-susah datang ke Hongkong? Bahkan tujuh hari sebelum pernikahan mereka sudah di sini nanti."


Katterine terlihat sangat bahagia. "Apa benar seperti itu Mom? Tante Lana akan datang?"


Emelie mengukir senyuman. "Ya, benar. Tenang saja, mommy akan memintanya untuk datang lebih cepat lagi."


"Mom, Katterine sayang mommy." Katterine beranjak dari kursinya dan segera memeluk tubuh Emelie.


"Sayang, mommy akan membantumu mendapatkan pria yang kau cintai."


"Terima kasih, Mom." Katterine mendaratkan kecupan-kecupan singkat di pipi Emelie.


"Katterine mau ke kamar dulu ya Mom."


Emelie mengangguk pelan. Ia melihat Zeroun dan Jordan yang duduk di sofa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari dirinya. Wanita itu mengukir senyuman bahagia. "Mommy akan menggelar pesta pernikahan setelah pernikahanmu."

__ADS_1


Jordan tertawa geli. "Jordan dukung kalau yang menikah Katterine dan Oliver, Mom."


__ADS_2