Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Terperangkap Perasaan


__ADS_3

Letty mengukir senyuman. Wanita itu juga memandang wajah Miller dan menyerahkan dirinya. "Aku pemilik Queen Star. Sekarang kau bisa menangkapku untuk menyelesaikan tugasmu itu," ledek Letty dengan tawa kecil.


Leona, Jordan, Zean dan Kwan terlihat kaget dengan perkataan Oliver dan Letty. Tapi tidak dengan Katterine. Wanita itu sudah mendengar penjanjian antara Miller dan Oliver sebelum berada di sini.


Miller mengeluarkan borgolnya. Pria itu memandang dua penjahat yang kini ada di hadapannya. Bibirnya tersenyum kecil. "Aku akan menyelesaikannya. Menangkap kalian sama saja menyerahkan diri untuk dijadikan santapan serigala di rumah," ucap Miller dengan tawa kecil.


"Serigala? Bukankah tadi kau bilang singa?" ledek Oliver dengan satu alis terangkat.


Miller mengangkat kedua bahunya. "Dia bisa berubah menjadi apa saja sesuai dengan keadaan."


Oliver dan Letty tertawa. Katterine juga tertawa saat mendengar candaan Oliver dan Miller. Tidak dengan Leona dan Jordan. Mereka terlihat bingung.


"Terima kasih karena sudah percaya denganku," ucap Oliver kepada Miller. Dua pria itu berpelukan dengan erat layaknya saudara.


Miller memandang wajah Loena sejenak sebelum tertawa lagi. "Terima kasih karena tidak membohongiku!"


***


Beberapa saat yang lalu.


Miller berhasil menghentikan laju mobil Letty. Mereka mengepung dua wanita yang ada di dalamnya. Katterine terlihat sangat panik saat itu. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi saat ini.

__ADS_1


Letty dan Katterine turun dari mobil. Bagi Letty walaupun sulit, tapi tidak buruk untuk menghadapi Miller sendirian.


"Apa kau ingin menangkapku?" ledek Letty dengan senyuman tipis.


Miller mengukir senyuman. "Kau cukup sadar diri." Miller berjalan dengan borgol di tangannya. Para polisi sudah mengepung tempat itu hingga membuat Letty tidak bisa berbuat banyak.


"Tunggu!" ujar Oliver secara tiba-tiba. Pria itu muncul di sana untuk menyelamatkan nyawa Letty dan Katterine. "Kau tidak bisa menangkap mereka. Mereka tidak bersalah."


Miller memandang wajah Oliver. Pria itu mendengus kesal. "Apa kau pikir kita saling kenal? Aku tidak memiliki banyak waktu. Aku harus segera menangkap penjahat ini. Kau lupa kalau ini adalah tugasku," ucap Miller lagi.


"Jika kau membunuhnya, aku akan membunuhmu detik ini juga. Tidak peduli kalau nanti aku akan di penjara seumur hidupku!"


"Nona Eleonora masih hidup. Kau harus percaya kepadaku kali ini. Clouse pria yang jahat. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah berada di pihakmu, Miller!" ucap Oliver memperingati.


"Kau ingin memprovokasi antara aku dan Clouse?" ucap Miller masih dengan wajah tidak percaya.


"Kau bisa mendengar ini!"


Oliver mengeluarkan ponselnya. Sebelum penyerangan, Alana mengirimkan rekaman pembicaraan Clouse dan Isabel di dalam ponsel. Tanpa menunggu lama, Oliver segera mendengarkan suara itu.


_"Close, aku curiga dengan Miller. Aku tidak yakin dia bisa diandalkan!"

__ADS_1


_"Miller akan selalu ada dipihakku!"


_"Bagaimana kalau nanti kau harus dihadapkan dua pilihan. Kau memilih dia atau aku?"


_"Tentu saja aku akan memilihmu Isabel. Miller hanya pria bodoh yang cocok untuk dijadikan kambing hitam. Kau tenang saja, kali ini kita akan menang."


Miller tertegun ketika mendengar perkataan Clouse dan Isabel. Hatinya terluka dan sakit. Miller memandang wajah Oliver lagi. "Apa yang kau inginkan?"


"Sebuah permainan. Aku ingin di mata Clouse kau tetap ada di pihaknya agar dia tidak membuat rencana baru. Istana akan segera meledak. Kau tidak perlu mengatakan apapun kepadaku soal rencanamu dengannya. Aku hanya perlu dua wanitaku kini ada di sisiku lagi." Oliver memandang wajah Katterine dan Letty dengan senyuman.


"Bagaimana kalau ini hanya jebakan. Dan kau bilang Leona? Bagaimana bisa dia masih hidup?"


"Miller, kau akan tahu jawabannya sebentar lagi. Kau tidak ingin dibunuh ibumu sendiri kan? Sebenarnya aku tidak suka mengancam seorang pria. Tapi, untuk masalah ini pengecualian. Dalam hitungan detik saja aku bisa memberikan informasi ini kepada Tante Sonia." Oliver merasa menang karena sudah mengetahui kelemahan Miller saat ini.


"Jangan hubungi singa itu!" tolak Miller dengan wajah panik.


Oliver menahan tawa. Ia membuang tatapannya ke arah lain agar tidak terkesan meledek Miller. "Baiklah. Sudah saatnya. Pergilah tolong sahabatmu itu untuk yang terakhir kalinya. Jika nanti Leona tidak muncul di sana, kau bisa menganggapku sebagai pembohong. Setelah itu, keputusan ada di tanganmu!"


"Jika sampai Isabel tewas, aku harus menangkap pemimpin Gold Dragon dan Queen Star. Aku memiliki tanggung jawab untuk itu. Ini menyangkut masa depanku juga," ucap Miller dengan wajah yang serius.


"Aku tahu soal itu. Kau bisa menangkapku dan Letty nanti. Aku janji tidak akan kabur. Aku akan menyerahkan diri setelah Clouse dipastikan tewas."

__ADS_1


__ADS_2