
Tamara terlihat sangat serius dengan apa yang kini ia lakukan. Baru saja Tamara berhasil memeriksa keadaan Leona. Ada gumpalan darah di kepala wanita itu yang menyebabkannya kembali kritis. Bersama dengan Angel, Tamara melakukan operasi ulang untuk menyelamatkan nyawa Leona. Kali ini mereka akan melakukan operasi besar di bagian kepala. Cukup beresiko dan membuat khawatir semua orang.
Jordan duduk di sebuah kursi yang sedikit jauh dari Serena dan yang lainnya. Di depan pria itu ada Kwan. Sama dengan Jordan, kini Kwan juga sedih dan tidak bisa bernapas dengan tenang. Kakak tercinta yang selalu ceria kini masih belum bisa dinyatakan baik-baik saja.
“Aku menyesal menuruti permintaannya,” ucap Kwan dengan tatapan sedih. Awalnya ia hanya diam mematung dengan wajah yang tegar. Tapi, lama kelamaan kedua matanya berkaca-kaca. Kwan tidak bisa membendung kesedihan di dalam hatinya. Bukan hanya rasa sedih saja yang saat itu memenuhi hatinya. Rasa menyesal dan bersalah juga memenuhi hati dan pikirannya.
Jordan menghela napas dan mengangkat kepalanya. Ia memandang wajah Kwan dengan bibir yang tertutup rapat, Ada banyak hal yang ingin ia katakan. Namun, semua terasa percuma. Masalah yang kini mereka hadapi saling berkaitan. Jordan tidak bisa menyalahkan Leona, Zean maupun Letty. Semua memiliki ikatan yang saling berhubungan dengan dirinya saat ini.
Ponsel Jordan berdering. Jordan memandang wajah Kwan sekilas sebelum meletakkan ponselnya ditelinga. Panggilan masuk malam itu berasal dari Zeroun. Belum juga mengeluarkan kata, Jordan sudah paham kalau kini daddy tercintanya sedang mengkhawatirkan Leona.
“Ya, Dad ...,” ucap Jordan sambil berjalan menjauh dari Kwan. Pria itu juga tidak ingin Kwan mendengar apa yang ingin ia katakan kepada Zeroun.
“Jordan, apa kau baik-baik saja?” ucap Zeroun. Terdengar jelas bagaimana khawatirnya Zeroun terhadap keadaan Jordan saat itu.
Jordan mengusap wajahnya denan telapak tangan. Pria itu menghela napas dengan kasar. “Aku mengkhawatirkannya, Dad,” lirih Jordan sambil memejamkan mata sejenak. Pria itu memandang ke arah depan dan mulai mengatur napasnya yang sempat terasa sesak.
__ADS_1
“Jordan, Daddy tahu kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas sebuah masalah. Tapi ... daddy harus mengatakan hal ini kepadamu.” Zeroun terlihat sangat serius dengan informasi yang ingin ia katakan kepada Jordan. Namun, ada keraguan saat ingin mengucapkannya. Ia paham betul bagaimana perasaan putranya saat ini.
“Dad, apa ada masalah di Cambridge?” ucap Jordan dengan alis saling bertaut.
“Jordan, berjanjilah untuk tidak menceritakan ini kepada siapapun termasuk Tante Serena. Daddy tidak mau semua orang menjadi panik,” ucap Zeroun dengan suara yang semakin serius.
Jordan menggenggamk ponselnya. “Baik, Dad. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Jordan dengan wajah sangat penasaran. Jordan mematung dengan wajah yang sangat bingung. Ia tidak menyangka kalau masalah berat seperti ini juga menimpah keluarganya. “Baik, Dad. Jordan akan segera kembali ke Cambridge malam ini juga.”
Jordan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Pria itu memandang wajah Kwan sejenak. Ia tidak tahu kalimat apa yang pantas ia ucapkan untuk membuat Kwan mengerti. Hingga akhirya, Jordan memutuskan untuk pergi begitu saja. Sesuai dengan keinginan Zeroun. Tidak boleh ada satu orangpun yang boleh mengetahui masalah besar itu.
***
Lukas dan Oliver saling memandang. Di samping Lukas ada Lana yang duduk dengan wajah yang sangat serius. Kini satu keluarga itu sudah ada di dalam pesawat. Mereka memutuskan untuk meninggalkan Jerman dan berangkat menuju ke Cambridge. Letty juga ada di dalam pesawat yang sama dengan mereka. Wanita itu duduk di kursi yang sedikit berjauhan dari Lukas dan yang lainnya.
“Aku sudah menyelidikinya. Beberapa waktu yang lalu, Pangeran Jordan sempat mengirimkan foto dan nama pria itu. Aku sudah mengirim pasukan Gold Dragon untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, aku tidak berhasil,” ucap Oliver dengan wajah yang sangat serius.
__ADS_1
“Daddy sudah lihat fotonya. Foto pria itu hanya foto palsu. Hingga detik ini tidak ada yang tahu Clouse itu seorang wanita atau pria,” jawab Lukas dengan wajah yang tidak kalah serius dari Oliver.
“Kenapa masalah ini bisa serumit ini? Seperti sudah di atur saja,” sambung Lana cepat. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada. Mendengar kalimat yangbaru saja terucap dari bibir Lana, membuat Oliver dan Lukas memiringkan kepalanya mereka. Sama halnya dengan Lana. Wanita itu juga memiringkan kepalanya dan memandang ke arah Letty berada.
Letty membalas pandangan Oliver dan yang lainnya sebelum menghela napas. Wanita itu juga membuang tatapannya ke arah lain. “Aku tidak melakukan apapun kali ini. Aku sedang sibuk mengurus Leona. Aku tidak punya waktu untuk menculi putri kerajaan yang manja itu,” ucap Letty santai.
“Kau tidak perlu melakukannya sendiri. Kau hanya perlu memberi informasi dan memberi jalan kepada musuh untuk melakukan semua itu,” ucap Oliver dengan sorot mata yang tajam.
Letty tidak terlalu peduli dengan kalimat yang dikatakan Oliver. “Salah kau sendiri. Putri Kerajaan itu tidak pernah bisa sendirian. Pengawal kerajaan tidak pernah baik dalam menjaganya. Bukankah sejak dia lahir, kau yang memiliki tugas untuk menjaganya. Lalu, kenapa saat ini kau pergi meninggalkannya?” sindir Letty.
“Letty!” teriak Lana dengan wajah kesal. “Jika kau merasa tidak bersalah, setidaknya jangan memancing keributan saat ini.” Lana benar-benar emosi melihat kelakuan Letty malam itu. Ia tidak menyangka kalau putri angkat yang selama ini ia didik dan ia manjakan bisa menjadi sebrutal itu saat ini.
“Maaf, Tante. Tapi, Letty benar-benar tidak ada hubungannya dengan masalah ini,” jawab Letty pelan. Kedua matanya menatap tajam ke arah Jordan yang baru saja tiba di dalam pesawat. Wanita itu menarik selimut dan menutup kepalanya. Ia tidak ingin melihat wajah Jordan saat itu.
Jordan memandang wajah Letty sekilas sebelum duduk di samping Oliver. Pria itu bersandar dengan posisi yang cukup nyaman. Terihat jelas wajah lelah dari Pangeran Cambrindge tersebut. Tidak ada yang mau mengeluarkan kata lebih dulu. Bahkan di saat pesawat mulai bergerak, semua orang memilih untuk diam dan beristirahat.
__ADS_1
Kabar buruknya bukan buat Jordan aja😅 Tapi buat kita semua. Author gak update sampai Senin ya. Lagi-lagi asam lambung author kambuh. Jadi mohon maaf reader sayang.