Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
S2 Bab 29


__ADS_3

"Tidak semudah itu. Kau ingat kalau aku sahabat Clouse. Apapun yang berhubungan dengannya aku pasti tahu. Termasuk tentang dirimu. Apa kau ingin balas dendam demi melampiaskan rasa sakit hatimu dan melupakan keluarga yang selama ini menyayangimu?" Miller menatap tajam wajah Pieter. Kali ini keberuntungan ada di pihaknya.


"Apa kau tidak peduli dengan keluargamu yang masih hidup? Jika kau membunuh Katterine, aku juga akan membunuh seluruh keluarga yang kau miliki! Aku akan melepas seragam ini demi sahabatku!" tegas Miller dengan wajah yang benar-benar serius.


Deg. Pieter membisu ketika mendengar ancaman Miller. Pria itu tidak menyangka kalah keluarga yang ia sembunyikan selama ini bisa ketahuan juga oleh Polisi seperti Miller. Padahal bisa di bilang hanya dirinya dan Clouse saja yang tahu tentang keluarga yang kini ia miliki.


"Kenapa kau diam? Kau mulai berpikir kalau rencana yang kau buat ini tidak menguntungkan sama sekali?" ledek Miller lagi.


Oliver mengeryitkan dahinya. Ia tahu kalau Miller tidak akan sempat menyelidiki keluarga Pieter detik ini juga. Mereka baru saja tahu kalau pria misterius yang selama ini sudah mengancam mereka adalah Pieter. Miller tidak akan secepat itu mengetahui keberadaan keluarga Pieter saat ini. Walau ancaman yang ia katakan cukup berhasil membuat Pieter berpikir dua kali.


"Begini saja, atas nama Oliver aku minta maaf karena sudah membunuh wanita yang kau cintai. Aku tahu tidak semudah kata maaf. Kehilangan wanita yang kita cintai tidak semudah itu melupakannya. Bagaimana kalau seperti ini, kau harus memandang Katterine sebagai putri Cambridge. Wanita berpengaruh yang ada di negaranya. Bukan sebagai kekasih Oliver. Lagian, aku tidak yakin Oliver benar-benar jatuh cinta. Lihat saja penampilannya yang terlihat tidak menyakinkan ini."


Oliver sempat geram dengan kalimat omong kosong yang dikatakan Miller. Tapi, ia butuh petunjuk untuk menemukan keberadaan Katterine.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Walau harus mengorbankan seluruh keluargaku, aku tidak peduli." Pieter mengepal kuat tangannya. Ia tidak mau menyerah begitu saja.


"Kau benar-benar cari mati!" Oliver melangkah maju. Ia butuh jawaban pria itu secepatnya. Ia tahu kalau saat ini Katterine pasti ada di tempat yang sangat berbahaya.


Tapi, kali ini Pieter tidak hanya tinggal diam. Ia membalas pukulan demi pukulan dari Oliver. Bahkan mereka harus bergulat di atas rerumputan. Miller tidak tahu lagi harus bagaimana. Jika malam ini Pieter sampai tewas di tangan Oliver maka kemungkinan besar Katterine juga tidak akan pernah ditemukan.


"Oliver, hentikan!" Lagi-lagi Miller menarik Oliver dan menghalanginya memukul Pieter. Miller sudah memerintahkan seluruh pasukan Gold Dragon untuk mencari keberadaan Katterine. Namun, tidak ada satupun yang berhasil menemukan keberadaan wanita itu.


"Kenapa? Kau takut aku mati dan tidak bisa menemukan keberadaan Katterine? Aku pikir malam ini dia sudah tewas. Dia berada di tempat yang gelap dan dingin. Tidak ada yang bisa bertahan dengan keadaan seperti itu," timpal Pieter agar keadaan semakin panas.


Miller mendekati wajahnya dengan Oliver. "Hei Oliver, beri perintah yang sama. Setelah ini kita akan pikirkan cara untuk menemukan Katterine Percuma saja membunuhnya. Petunjuk juga tidak kunjung kita dapatkan."


Oliver memandang Pieter dengan tangan terkepal. "Kurung dia dan siksa dia sampai berbicara! Pastikan dia menjadi orang paling menderita malam ini!"

__ADS_1


"Siap Bos."


Miller memegang tengkuknya. "Apa seperti ini sikap bos mafia?" gumamnya di dalam hati.


Malam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Mereka semua masih di tengah hutan dan bingung harus ke mana mencari Katterine. Seluruh camera cctv yang ada di kota tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda keberadaan Katterine.


"Tunggu, tadi dia bilang kalau Katterine ada di tempat yang dingin dan gelap. Bukankah satu-satunya lokasi yang seperti itu adalah hutan? Tempat kita saat ini berada." Miller memandang wajah Oliver berharap mendapat solusi yang pas.


"Apa maksudmu Miller?"


"Di hutan tidak ada cctv maka dari itu ia bebas melakukan apa saja di tempat ini. Itu berarti dia menyembunyikan Katterine di hutan ini." Miller mengitari pepohonan tinggi tempatnya kini berada.


"Kita harus mencari Katterine. Walau harus menelusuri hutan ini semalaman!" ucap Oliver penuh tekad.

__ADS_1


Terima kasih atas perhatiannya. Saya coba dari obat herbal dulu. Batuknya makin parah ne, demam juga makin tinggi. Semoga saja setelah mencoba resep yang teman2 reader berikan bisa cepet sembuh


__ADS_2