
Pagi yang cerah. Leona terbangun saat cahaya matahari menembus masuk ke dalam kamar yang ia tiduri. Wanita itu membuka matanya secara perlahan untuk melihat cahaya terang yang kini memenuhi isi kamarnya. Tidak ada senyum indah seperti dulunya. Wanita itu membuka mata dan segera beranjak dari posisinya berbaring.
Setelah Leona berhasil membentuk Queen Star, Letty menghilang tanpa jejak. Wanita itu tidak meninggalkan petunjuk apapun kepada Leona. Ia hanya pernah bilang, kalau suatu saat akan muncul kembali untuk menagih janji Leona membantunya membalaskan dendam. Sejak saat itu juga, Leona yang sudah berhasil menguasai beberapa daerah di Amerika mulai memutuskan untuk pindah ke Meksiko. Ia ingin memulai penyerangannya terhadap daerah kekuasaan milik Zean.
Leona menatap jendela sambil duduk di atas tempat tidur. Wanita itu mengambil air putih yang ada di atas nakas dan meneguk isinya dengan perlahan. “Kwan!” teriaknya dengan suara lantang.
Seperti sebuah panggilan yang tidak bisa untuk diabaikan. Hanya dalam hitungan detik saja, setelah mendengar namanya di panggil. Pria tangguh itu muncul di dalam kamar Leona. Pakaiannya sudah lengkap dan rapi. Pria itu membungkuk hormat dan menatap Leona dengan saksama.
“Selamat pagi, Kak ... eh Bos. Ada yang bisa saya bantu?” ucap Kwan dengan wajah yang dipenuhi ledekan. Pria itu terpaksa memanggil kakak tercintanya dengan sebutan Bos setelah terjun ke dalam dunia mafia. Berbeda jika dibandingkan dengan dulunya.
Leona menatap Kwan dengan saksama sebelum menurunkan kedua kakinya. Wanita itu berjalan ke arah kamar mandy. “Siapkan semuanya. Aku ingin berbelanja siang ini,” ucap Leona tanpa memandang. Wanita itu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kwan mengeryitkan dahi sebelum akhirnya menggelengkan kepala. Pria itu juga tidak bisa membantah. Mau tidak mau, sekarang ia sudah menjadi bawahan Leona. Permintaan wanita tangguh itu adalah tugas utama yang harus segera ia laksanakan. Walau terkadang ia merasa kesal atas permintaan aneh Leona.
Leona masuk ke dalam bak mandi. Wanita itu mengambil ponsel yang ada di kamar mandi dan memeriksa isi di dalamnya. Sudah ada banyak orderan yang masuk. Leona mengukir senyuman jahat sambil memandang satu persatu foto targetnya hari ini.
__ADS_1
“Pria yang payah!” celetuk Leona pelan sebelum meletakkan ponselnya kembali ke tempatnya. Wanita itu memandang langit-langit kamar mandi sebelum memejamkan mata. Sejak masuk ke dalam dunia mafia, Leona selalu menerima target laki-laki untuk di bunuh. Wanita itu tidak pernah mau menerima orderan jika yang harus dibunuh adalah seorang wanita. “Setelah aku berhasil menguasai sebagian wilayah Meksiko. Maka kita akan kembali bertemu. Di saat itu, kau akan mati di tanganku. ZEAN WICK!” ucap Leona penuh keyakinan.
Sudah bertahun-tahun Leona menghilang dari jangkauan Zean dan mempersiapkan semuanya. Tidak lama lagi, rasa sakit hati atas perbuatan Zean di masa lalu akan segera ia balaskan. Leona sudah berhasil menguasai beberapa gangster yang ada di Amerika. Memang tujuan utamanya sejak pertama kali membentuk Queen Star adalah wilayah Amerika. Wanita itu ingin menjadi yang paling kuat hingga nantinya berhasil mengalahkan Zean.
***
Di sebuah mansion mewah. Seorang pria baru saja selesai mandi. Di atas meja ada sebuah topeng yang selama ini ia kenakan untuk menutupi penyamaran. Wajahnya yang tampan dengan postur tubuhnya yang nyaris sempurna, membuat siapa saja tidak pernah sadar. Kalau di balik topeng berwarna hitam ada seorang pangeran yang sedang menutupi identitas dirinya. Dia adalah Jordan Zein.
Jordan tidak memiliki pilihan lain. Walau tidak tahu bagaimana rupa calon istrinya. Tapi, ia sangat yakin. Pilihan kedua orang tuanya pasti tidak pernah salah. Di tambah lagi, Jordan bukan tipe pria yang biasa dekat dengan wanita. Pria itu jauh lebih tertutup dan menghindari wanita.
Suara pintu terbuka. Seorang pria berjalan cepat mendekati posisi Jordan berada. Pria itu menggenggam beberapa lembar foto untuk di tunjukkan kepada Jordan. “Selamat pagi, Pangeran. Pagi ini, wanita itu akan menjalani misi di sebuah pusat perbelanjaan.”
Jordan memandang pepohonan rindang yang ada di depannya. Bibirnya tersenyum kecil. Seorang wanita sudah pasti adalah Leona. Ya. Memang sejak pertama kali bertemu dengan Leona, Jordan sudah tertarik dengan wanita itu. Pertemuan pertama mereka tidak terjadi di lokasi dansa.
Jordan dan Leona pertama kali bertemu saat di bandara. Ketika mereka sama-sama tiba di Meksiko, wajah cantik Leona menjadi perhatian utama Jordan. Sayangnya, Leona tidak pernah sadar kalau ada dua pasang mata yang memperhatikannya saat itu.
__ADS_1
Sejak pertemuan pertama saat itu, Jordan mulai menyelidiki kehidupan Leona dan segala hal yang berhubungan dengan Leona. Hatinya semakin tertarik saat mendengar kabar, kalau Leona adalah bos mafia dari Queen Star. Jordan suka wanita tangguh. Bahkan sejak dulu, ia sempat memiliki keinginan untuk menikah dengan wanita tangguh yang jago bela diri dan jago menembak. Walau keinginannya itu mustahil untuk tercapai. Ditambah lagi, ia hanya seorang Pangeran. Sudah pasti harus memiliki istri yang lemah lembut dan taat aturan.
Zeroun dan Emelie menyembunyikan identitas asli Zeroun. Pria itu tidak pernah tahu, kalau sang ayah adalah bos mafia yang pernah berjaya di masanya. Jordan hanya tahu, kalau Gold Dragon milik Lukas. Sahabat ayahnya yang kini menetap di Hongkong. Sisanya, Jordan tidak lagi tahu dan tidak mau tahu.
“Kita akan menemuinya,” ucap Jordan dengan senyuman.
Pria itu membungkuk hormat. “Baik, Pangeran. Saya akan mempersiapkan semuanya.”
Jordan memejamkan mata sambil menghirup udara segar yang kini ada di dekatnya. Wajah cantik Leona kembali mengiang di dalam ingatannnya. Bibir kecil dengan sorot mata yang tajam milik Leona telah berhasil membuat Jordan tergila-gila kepada wanita berusia 29 tahun itu.
“Gadis nakal. Aku akan membuatmu mengingat namaku hari ini,” gumam Jordan di dalam hati dengan bibir tersenyum indah.
***
Kalau ceritanya agak ngawur harap maklum. Author blm sembuh total 🤕
__ADS_1