Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Pengakuan Letty


__ADS_3

Semua orang berdiri di depan ruangan operasi. Tidak ada satu orangpun yang bisa tenang di sana. Di dalam ruangan operasi, ada Leona yang sedang bertarung nyawa untuk keselamatan dirinya sendiri. Wanita itu banyak kehilangan darah. Beruntungnya pihak rumah sakit memiliki stok darah yang cukup untuk Leona.


Zean yang juga ada di situ hanya bisa diam membisu. Serena belum ada bertanya apapun kepada dirinya. Kini semua orang telah fokus pada keselamatan Leona. Masalah yang telah terjadi, mereka lupakan begitu saja.


Letty dan Lana baru saja tiba. Dua wanita tangguh itu memandang wajah semua orang. Jordan memandang Letty dengan gigi menggertak. Ingin sekali ia membalaskan rasa sakit yang kini telah dirasakan oleh Leona.


"Jika sampai terjadi sesuatu padanya. Aku akan benar-benar membunuhmu dengan tanganku sendiri!" umpat Jordan kesal. Pria itu berjalan pergi karena tidak ingin memandang wajah Letty di sana. Oliver memandang wajah Letty sekilas sebelum mengikuti Jordan dari belakang.


Lana menghela napas. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada sambil melemparkan tatapan yang sangat tajam kepada Letty.


"Apa kau masih mau tetap diam? Ceritakan semuanya di sini sekarang. Kau sudah membuat hubungan persaudaraan kami hancur Letty," ucap Lana dengan wajah kecewa. "Apa kau dalam keadaan sadar saat merencanakan semua ini?"


Letty menunduk takut. Ia masih belum berani angkat bicara. Di tambah lagi, ada Lukas yang saat itu menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Letty!" teriak Lana semakin kesal saat wanita itu tidak kunjung angkat bicara.


Serena menatap wajah Letty sejenak sebelum memandang wajah Zean. Ia butuh penjelasan dari dua orang yang kini sudah menghancurkan hidup putrinya.

__ADS_1


"Maaf," ucap Letty dengan suara yang sangat pelan.


"Maaf kau bilang?" ucap Kwan dengan senyum tipis. "Apa kau pikir maafmu bisa mengembalikan keadaan? Sekarang Kak Leona kritis di dalam ruangan itu. Apa kau tahu, kalau ini semua akibat rencana busukmu itu?" Kwan benar-benar geram. Ia ingin segera memberi hukuman kepada Letty agar penderitaan Leona juga dirasakan wanita itu.


"Ya, aku yang salah." Letty berusaha keras untuk menenangkan pikirannya. Ia ingin menjelaskan apa yang sudah ia lakukan dan tujuan dirinya melakukan semua itu. Letty juga tidak tega melihat Lana sedih seperti itu. Bagaimanapun juga, Lana sudah seperti ibu kandung baginya.


Zean hanya diam sambil menunggu giliran. Sesekali pria itu memandang wajah Serena. Masih tersimpan rasa sakit di dalam hatinya. Bahkan rasa ingin membunuh wanita itu juga ada. Namun, tidak tahu kenapa. Semua itu sirna ketika nama Leona kembali memenuhi isi hatinya.


"Aku mengetahui kalau Gold Dragon dan Queen Star memiliki hubungan yang sangat baik. Jadi aku memanfaatkan ini untuk membentuk sebuah geng mafia bernama Queen Star. Leona tidak tahu semua ini. Dia hanya tahu kalau Queen Star, milik Anda," ucap Letty sambil memandang wajah Serena.


"Semua ini karena Kristal. Aku memiliki sahabat. Dia sudah seperti adik kandung bagiku. Aku hidup di jalanan sejak kecil. Hingga suatu saat, aku bertemu dengan Tante Lana. Tante Lana menjadikanku putrinya. Ia mengajariku banyak hal hingga aku bisa menjadi seperti sekarang. Suatu hari, aku membawa Kristal ke rumah. Saat itu, seorang pangeran dari Cambridge datang untuk berkunjung. Kami akrab bahkan menjalin persahabatan. Ada aku, Oliver dan ... Jordan. Tanpa aku sadari, Kristal jatuh cinta kepada Jordan. Ia berkata kalau ia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Jordan saat itu. Aku dan Oliver mendukungnya. Bahkan kami menyiapkan sebuah lokasi untuk menyatukan mereka. Sore itu, aku dan Oliver ada di bawah untuk menunggu kabar baik dari Kristal. Namun, bukan kabar baik yang aku dapatkan. Justru suara tembakan yang membuat aku dan Kristal berpisah untuk selama-lamanya." Kedua mata Letty berkaca-kaca. Ia sangat sedih saat membayangkan kepergian sahabat terbaiknya. Perginya Kristal membuat semangat dan keceriaan Letty hilang begitu saja.


"Letty, berapa kali Tante bilang. Kristal bunuh diri. Jordan tidak bersalah dalam hal ini. Kau sudah salah paham," sangkal Lana dengan wajah yang sangat serius.


"Semua orang terus-terusan membelanya. Bahkan tidak menegakkan keadilan sama sekali atas kematian Kristal. Aku sangat kecewa," sambung Letty tanpa peduli dengan kalimat yang diucapkan Lana.


"Lalu, kenapa kau mendekati putriku? Apa salah Leona?" sambung Daniel dengan wajah menahan amarah.

__ADS_1


Letty memandang wajah Daniel dengan tatapan menantang. "Leona wanita yang sangat mudah dipengaruhi. Selain itu, dia memiliki dendam yang besar terhadap Zean. Pria itu telah menyakitinya hingga dia mau merubah dirinya menjadi wanita jahat. Awalnya aku memang ingin membuat Leona menjadi wanita tangguh untuk membantuku membunuh Jordan. Tapi, tidak aku sangka. Justru Jordan jatuh cinta padanya. Bahkan, Leona juga menjadi tidak tega untuk mencelakai Jordan," ucap Letty lagi.


"Apa kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan? Selama ini kau selalu bertanya tentang Queen Star dan Nona Serena. Apa ini tujuanmu, Letty?" ucap Lana dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Ya. Aku memang sudah memanfaatkan Tante dalam hal ini. Karena hanya Tante yang tahu banyak hal tentang Queen Star dan mau menceritakannya kepadaku," jawab Letty dengan kepala menunduk.


"Kau benar-benar manusia yang tidak tahu terima kasih." Lana sangat kecewa dan marah kepada Letty. Ia menyesal sudah menganggap Letty sebagai wanita baik selama ini. Wanita itu mengeluarkan senjata apinya dan menodongkannya di hadapan Letty.


"Tante bisa membunuhku sekarang. Tapi jangan pernah memintaku untuk memaafkan Jordan. Kalian memiliki hubungan yang baik dengan kedua orang tau Jordan. Aku yakin, selamanya kalian akan membela pria itu," ucap Letty dengan wajah sedihnya.


Oliver kembali tiba di lokasi tersebut. Pria itu memandang Lana dan Letty secara bergantian sebelum melanjutkan langkah kakinya.


"Ada yang ingin aku tunjukkan padamu," ucap Oliver pelan. Pria itu memegang senjata api yang di pegang Lana dan menatap wajah ibunya. "Mom, biar Oliver yang urus. Mommy tenang saja."


Lukas berjalan mendekati Lana dan memeluk wanita itu. Ia tahu, bagaimana perasaan kecewa Lana saat ini. Lukas ingin menenangka istrinya agar tidak sedih lagi.


Oliver menggenggam tangan Letty dan membawa wanita itu pergi dari sana. Ia tidak ingin kehadiran Letty hanya akan membuat suasana di depan ruangan operasi itu menjadi kacau.

__ADS_1


__ADS_2