Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Karena Dirimu


__ADS_3

Pertanyaan yang sejak tadi di hindari Leona kini terucap dari bibir Jordan. Wanita itu semakin bingung. Jordan mengangkat tangannya yang sejak tadi ada di pinggang Leona. Pria itu mengusap pipi Leona yang terasa sangat lembut. Ia mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir wanita itu. Ia sangat merindukan Leona. Baby girl menggemaskan yang membuat dirinya mengenal kata cinta. 


Leona memejamkan matanya. Kali ini ia mengambil keputusan untuk membuka hatinya. Ia berusaha menerima Jordan untuk masuk ke dalam hatinya. Debaran jantungnya semakin tidak karuan. Leona merasa Jordan juga bisa mendengarkan betapa berisiknya detak jantungnya saat ini. Wanita itu benar-benar gugup saat bibir Jordan semakin dekat dengan dirinya. Leona bisa merasakan dengan jelas napas hangat pria itu.


“Leona, kau-”


Emelie menahan langkah kakinya ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Dengan gerakan cepat, Leona dan Jordan berjauhan. Mereka sama-sama duduk di atas tempat tidur saat bibir mereka belum sempat bersentuhan. Kemunculan Emelie yang secara tiba-tiba memang berhasil menghancurkan momen romantis di antara mereka.


“Jordan,  kau sudah bangun nak?” ucap Emelie dengan wajah bahagia. Namun, ia masih bingung dan merasa bersalah karena sudah mengganggu putranya.


“Ya, Mom,” jawab Jordan kesal. Pria itu memandang wajah Leona lagi yang sedang membelakanginya. Tiba-tiba saja Jordan mengukir senyuman. Ia ingin tertawa geli saat membayangkan kejadian beberapa detik yang lalu.


Emelie memandang Leona. “Sayang, mamamu ingin bertemu.”


Leona memandang wajah Emelie. Ia mengukir senyuman dan beranjak dari tempat tidur. “Baik, Tante. Leona pergi dulu ya,” ucap Leona sambil merapikan penampilannya lagi. Wajahnya benar-benar malu. Bahkan Leona tidak tahu bagaimana cara menyembunyikan wajahnya agar Emelie tidak memandangnya dan mengingatkannya akan kejadian yang tadi.

__ADS_1


Emelie memandang wajah Jordan. Ia mengukir senyuman untuk meledek putranya. “Kau mulai nakal Pangeran.”


Jordan tertawa kecil. “Kenapa mommy selalu saja masuk ke kamar Jordan tanpa mau mengetuk pintu dulu?” protes Jordan.


“Mommy akan terus seperti itu sampai kau menikah.” Emelie meletakkan air putih dan beberapa butir obat di atas nakas. 


“Apa itu obat untuk Jordan?” tanya Jordan penasaran.


“Bukan. Ini obat untuk Leona. Mommy membawakan vitamin ini agar Leona kembali sehat. Kata dokter Leona juga belum sehat total. Ia harus banyak-banyak istirahat. Mommy sangat mengkhawatirkannya,” jawab Emelie. Wanita itu memandang wajah putranya lagi. “Sayang, apa kau sangat mencintai Leona?”


Jordan mengangguk setuju. “Mommy tidak akan melarangku, kan?”


Jordan memandang ke depan. Ia melihat langit cerah yang ada di luar sana. Jordan kembali ingat dengan momen saat Leona dan Zean berpelukan. Ia sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka. Apa Leona memutuskan untuk kembali dengan Zean atau sebaliknya.


“Oh, ya. Tante Serena dan Paman Daniel akan pulang ke Sapporo hari ini. Mereka ingin mengajak Leona untuk ikut pulang,” ucap Emelie lagi.

__ADS_1


“Pulang?” Jordan terlihat kaget. Pria  itu segera beranjak dari tempat tidur. Ia berlari  kencang meninggalkan Emelie di kamar itu sendirian. Emelie hanya bisa menggeleng pelan. Ia membawa vitamin dan air putih itu untuk diberikan kepada Leona.


***


“Leona, hari ini mama dan papa akan pulang. Apa kau mau ikut?” tanya Serena sambil memandang wajah Leona yang ada di hadapannya. 


Leona menghela napas. Kali ini Jordan sudah bangun dan terlihat jauh lebih sehat. Leona tidak lagi merasa keberatan untuk pulang ke rumahnya dan meninggalkan Jordan. “Ma, apa Kwan juga ada di Sapporo?”


“Tidak sayang, kata Paman Kenzo saat ini Kwan sudah ada di San Franzsisco. Ia meminta kepada Kakakmu untuk mengurus beberapa cabang S.G. Group di sana,” jawab Serena sambil memandang wajah Leona. 


“Anak itu sangat aneh. Dia memiliki Z.E Group tapi justru meminta S.G. Group untuk di kembangkan,” sambung Daniel. Pria itu memandang wajah Zeroun yang duduk tidak jauh dari posisinya. 


Zeroun mengukir senyuman. Masalah sudah selesai. Ia sudah melakukan yang terbaik untuk anaknya sebagai orang tua. Kali ini ia menyerahkan masa depan Jordan dan Katterine kepada mereka. Zeroun tidak mau ikut campur dalam urusan percintaan putra putrinya.


“Ma, Leona ikut pulang,” ucap Leona mantap.

__ADS_1


“Tidak bisa!” Jordan muncul di belakang Leona. Pria  itu berjalan cepat dengan langkah yang gusar. Ia terlihat tidak setuju jika kini Leona akan pergi meninggalkan dirinya. “Kau harus tinggal di sini beberapa hari lagi,” bujuk Jordan. Wajah pria itu terlihat sangat serius. 


Jordan memegang tangan Leona. Pria itu menarik Leona agar berdiri dari kursi yang ia duduki. “Tante, Jordan pinjam Leona dulu ya,” ucap Jordan berpamitan sebelum membawa Leona pergi menjauh dari tempat itu. Leona hanya memandang wajah kedua orang tuanya sebelum mengikuti langkah Jordan. Ia tidak tahu mau ke mana saat ini Jordan akan membawanya.


__ADS_2