Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
S2 Bab 28


__ADS_3

Pria itu terjatuh ketika seseorang mendorong tubuhnya dengan keras. Ia berbaring di tumpukan dedaunan. Pria itu segera berdiri berharap masih ada kesempatan untuk kabur. Namun dengan cepat Oliver memegang jaketnya dan menahan tubuh pria itu agar tidak kabur lagi.


BRUAKK


Satu pukulan di daratkan Oliver dengan geramnya. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali. Pria itu bahkan tidak memberikan kesempatan kepada lawannya untuk berkata satu katapun. Emosinya ia lampiaskan detik itu juga.


"Berani sekali kau mengusikku! Berani sekali kau menculik Katterine!" Saat pria itu sudah dipenuhi dengan luka di wajahnya, Oliver mendorongnya hingga bersandar di pohon yang besar. Walau gelap, cahaya bulan membantu Oliver untuk melihat secara langsung wajah pria itu.


Pria itu hanya diam dan pasrah. Seakan-akan ia tidak memiliki kemampuan apapun untuk melawan Oliver. Membalas perbuatan Oliver itu sama saja dengan membuat keadaan dirinya sendiri semakin parah.


Oliver menjambak rambut pria itu agar bisa melihat jelas wajahnya. Ia mengeryitkan dahi dengan wajah tidak percaya ketika melihat wajah pria yang kini ada di hadapannya.


"Kau! Kenapa kau melakukan semua ini?" Oliver melepas cengkramannya ketika melihat wajah pria itu adalah pria yang ia kenali.

__ADS_1


Pria itu adalah Pieter. Pengawal yang di minta Clouse untuk menjaga Isabel saat penyerangan di Belanda terjadi. Sayangnya Pieter tidak berhasil menjaga Isabel hingga akhirnya ia harus kehilangan Isabel dan Clouse hari itu. Pieter mengalami luka yang cukup parah karena penyerangan yang dilakukan Oliver.


Namun, dendam pria itu tidak hanya terletak pada luka yang ia terima dan tidak sembuh sama berbulan-bulan. Melainkan, wanita yang ia cintai harus tewas di depan matanya. Saat ia melihat sosok yang sudah berani merenggut nyawa kekasihnya, ia melihat Oliver ada di sana. Sebelum memejamkan mata dan tidak lagi sadarkan diri, Pieter sempat bersumpah kalau dirinya akan membalas semua perbuatan Oliver.


"Kau memang pria yang hebat." Pieter memegang luka di sudut bibirnya. Ia berusaha tenang walau kini hatinya ketakutan.


"Di mana kau sembunyikan Katterine?" Oliver melangkah mendekat. Ia ingin memaksa pria itu agar memberi tahu keberadaan Katterine saat ini.


"Di mana kau sembunyikan Katterine!" teriak Oliver semakin menjadi.


BRUAKK


Oliver tidak bisa bersabar lagi ketika mendengar perkataan Pieter. Ia benar-benar geram bahkan ingin membunuh pria itu secepatnya. Tiba-tiba saja Miller datang dan menarik tubuh Oliver. Pria itu tidak ingin Oliver sampai membunuh satu-satunya orang yang kini mengetahui keberadaan Katterine.

__ADS_1


"Lepaskan!" sangkal Oliver kesal.


"Kendalikan emosimu!" teriak Miller agar Oliver kembali tenang.


Bersamaan dengan itu pasukan Gold Dragon juga ada di sana. Dengan senjata lengkap, mereka siap membunuh Pieter kapan saja Oliver memberi perintah.


Pieter tertawa penuh kemenangan. Pria itu menghapus darah segar yang ada di sudut bibirnya. Ia benar-benar puas melihat posisi bimbang Oliver dan Miller saat ini.


"Ternyata temanmu jauh lebih cerdas daripada dirimu!" Pieter melirik Miller dengan senyuman licik.


"Kau seharusnya berhati-hati ketika berteman dengannya. Suatu saat dia juga bisa mengkhianatimu. Seperti dulu dia berkhianat terhadap Clouse," sindir Pieter.


"Pieter, kau pengawal istana yang paling di hormati di Belanda. Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini? Ini adalah perbuatan kriminal. Wanita yang kau culik bukan wanita sembarangan. Ia adalah putri Cambridge. Kau tahu hukuman apa yang akan kau terima atas perbuatanmu ini."

__ADS_1


"Kau pikir aku peduli? Apa kau pikir aku akan takut? Tujuanku hanya satu. Membunuh wanita yang ia cintai." Pieter menunjuk wajah Oliver dengan senyuman licik.


Mau tanya. Ada yang tahu obat batuk yang bisa di minum saat hamil? Author demam, batuk, 🤧. Kalau bisa yang herbal dan yang sekali minum sembuh😩


__ADS_2