Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
S2 Bab 2


__ADS_3

Oliver duduk di kursi sambil meneguk minuman hangat yang tersaji di depannya. Tidak di terima di Hongkong membuat pria tangguh itu tetap bertahan di Cambridge. Ia meletakkan gelasnya kembali ke atas meja setelah meneguknya beberapa tegukan.


Dari kejauhan seorang pria berjalan mendekati Oliver. Pria itu adalah pasukan dari Gold Drgaon milik Oliver. Ia menunduk hormat sebelum menyampaikan tujuan kedatangannya sore itu.


"Ada apa?" ketus Oliver dengan wajah tidak tertarik.


"Putri Katterine telah tiba di Jerman dengan selamat, Bos."


"Lalu, apa hubungannya denganku? Jelas saja dia selamat. Ada 10 orang terbaik yang melindunginya."


"Bos Zeroun meminta saya untuk menyampaikan apapun yang dilakukan oleh Putri Katterine kepada Anda," sambung pria itu lagi dengan wajah yang takut. Ia bahkan tidak berani memandang wajah Oliver secara langsung.


"Itu sangat aneh. Sejak awal aku tidak ada urusannya dengan kepergian Katterine dari istana." Oliver menghela napas. Ia memandang keluar jendela dengan ekspresi dinginnya.


"Katakan, apa yang ingin kau sampaikan? Apa kau ingin bilang kalau kini dia menangis kelaparan dan memutuskan tidur?" tebak Oliver asal saja.


"Tidak, Bos. Putri Katterine sudah pandai memasak. Saya lihat Putri sangat menikmati masakan pertamanya."

__ADS_1


Oliver mengangguk pelan. "Keputusan yang bagus bukan? Dia pergi dan sekarang menjado wanita yang mendiri. Aku tidak perlu mengkhawatirkan kesehatannya."


Oliver beranjak dari kursinya. Ia berjalan pergi dengan tatapan yang sangat tenang. Tidak ada Jordan ternyata sangat membosankan. Oliver ingin mencari kegiatan lain yang bisa membuatnya menikmati kehidupan.


"Bos, Putri Katterine tidak sendirian."


Oliver masih tetap melanjutkan langkah kakinya. "Aku sudah bilang tadi, kalau ada 10 pengawal tersembunyi yang menjaganya," jawab Oliver dengan wajah yang sangat santai.


"Pria bernama Roberto ada di dekat Putri. Dia bahkan kini tinggal di samping kamar Putri."


Oliver menahan langkah kakinya. Ia memutar tubuhnya dengan ekspresi wajah yang berbeda. Tidak lagi tenang seperti semula.


"Dia pemilik sebuah perusahaan besar. Tapi, berdasarkan penyelidikan kami, dia juga terlibat dalam bisnis obat terlarang yang ada di Jerman. Saya takut hal ini bisa menyeret Tuan Putri ke dalam bahaya."


Oliver memandang ke luar. "Oh ya, aku lupa. Ada rekan bisnis kita yang ingin kembali bekerja sama dengan kita."


"Rekan bisnis, Bos?" Pria itu termenung. Sejak kapan di dunia mereka ada rekan bisnis. Kira-kira seperti itu yang ia pikirkan.

__ADS_1


Ya, dia ada di Jerman. Kita akan berangkat besok."


Pria itu tertegun sebelum menunduk dengan tawa tertahan. "Ternyata benar kata Bos Zeroun, berita ini bisa membawa Bos Oliver pergi menemui putri Katterine," gumam pria itu di dalam hati.


"Hai, apa kau mendengarkan apa yang aku katakan?"


"Iy iya, Bos. Kita akan berbisnis besok."


Oliver mengangguk pelan. "Bagus. Tapi jangan sampai ada yang tahu soal keberangkatan kita besok."


"Baik, bos."


Di lokasi yang tidak terlalu jauh, Zeroun tersenyum bahagia. Ia memasukkan kedua tangannya di dalam saku dengan wajah puas. Rencananya berhasil. Walau ia harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk ini. Bahkan kehadiran Roberto juga ada campur tangan dari Zeroun. Zeroun tahu jika putrinya dekat dengan bahaya, maka Oliver tidak akan bisa duduk dengan tenang.


"Saya sudah bilang untuk menikahkan mereka berdua saja, Bos. Kenapa Anda suka bermain seperti ini?" protes Lukas yang sejak tadi ada di hadapan Zeroun.


"Tidak semua pernikahan yang dijodohkan akan berakhir dengan kata manis. Kau sudah menyerahkan Oliver kepadaku. Jadi, biar aku yang mengendalikannya mulai dari sekarang."

__ADS_1


"Tapi tikus kecil bernama Roberto itu bukan orang yang sembarangan, Bos. Bagaimana kalau dia sudah menyusun rencana untuk mendapatkan Putri Katterine?" Lukas terlihat khawatir. Ia tidak pernah mengkhawatirkan keselamatan putranya karena ia yakin kalau putranya pasti bisa menjaga dirinya. Namun soal Katterine, ia tidak tahu harus bagaimana.


"Soal itu kita pikirkan nanti. Yang terpenting saat ini Oliver dan Katterine kembali bersama."


__ADS_2