Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Tidak Percaya


__ADS_3


Leona berjalan mendekati posisi Serena berada. Wanita itu mengukir senyuman ramah sebelum mencium pipi kanan ibu kandungnya. "Selamat malam, Ma," sapa Leona. Ia memandang wajah asing Emelie yang duduk tidak jauh dari posisinya berdiri. Hingga detik itu, Leona masih belum menyadari keberadaan Jordan.


"Sayang, kau terlihat sangat cantik malam ini," puji Shabira dengan senyuman ramah.


"Terima kasih, Tante." Leona berjalan ke arah kursi kosong yang telah tersedia untuknya. Ia memandang wajah Aleo dengan tatapan penuh arti. "Aku sudah menepati permintaan kakak. Berjanjilah untuk membantuku besok," bisik Leona sambil mendekat dengan tubuh Aleo.


"Kau tidak datang tepat waktu," jawab Aleo mencari-cari alasan.


"Kakak...."


"Sayang, perkenalkan. Ini Tante Emelie," ucap Serena sambil menunjuk ke arah Emelie berada. "Di sana ada Paman Zeroun dan dua adikmu," ucap Serena dengan hati yang bahagia.


Leona mengukir senyuman yang sangat indah. Wanita itu menatap wajah Emelie dengan sambutan yang sangat ramah. Kepalanya miring ke samping untuk melihat wajah tamunya yang lain. Senyum wanita itu luntur seketika.


Jordan memandang wajah Leona dengan senyuman menyeringai. "Senang bertemu dengan Anda, Kak Leona," sapa Jordan dengan tawa tertahan.


Leona membuang tatapannya ke arah lain. Ia masih belum percaya kalau pria yang kini ada di hadapannya adalah pria yang sama dengan yang ia temui di Meksiko.


"Apa aku sedang bermimpi?" gumam Leona di dalam hati. Karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Leona sampai menepuk pipinya dengan telapak tangan hingga berulang kali.


Jordan mendekati Leona. "Kau tidak bermimpi Baby girl," bisik Jordan mesra.


"What?" celetuk Leona dengan suara yang sangat kuat. Teriakan wanita itu berhasil mengalihkan perhatian semua orang yang mengelilingi meja makan.

__ADS_1


"Kak Leona, senang bertemu dengan Anda," sapa Katterine dengan senyuman ramah.


Leona memandang wajah Katterine dengan senyuman penuh arti. "Ternyata aku tidak bermimpi. Wanita itu juga orang yang sama dengan wanita yang aku temui di Meksiko," gumam Leona di dalam hati lagi.


"Leona, kau sudah dewasa sekarang. Kau terlihat jauh lebih cantik," puji Emelie. Sesekali wanita itu memandang wajah putranya sebelum menatap wajah Leona lagi.


"Terima kasih, Tante." Leona memandang wajah Jordan sekilas sebelum memandang wajah Emelie lagi. "Dia ini putra Tante?" tanya Leona untuk kembali memastikan.


"Ya, sayang." Emelie memandang wajah Zeroun. Ada sebuah kode yang ia berikan kepada suami tercintanya. Zeroun hanya mengangguk pelan seolah mengerti dengan kode yang diberikan sang istri.


"Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Serena dengan tatapan penuh curiga. Serena wanita yang teliti. Sikap aneh Leona dan Jordan malam itu bisa ia lihat dengan begitu jelas.


"Tidak, Ma. Aku tidak mungkin kenal dengannya. Kami tinggal di negara yang berbeda," jawab Leona untuk menyakinkan Serena.


"Tapi kalian sama-sama ada di Meksiko sebulan terakhir ini." Zeroun angkat bicara. Pria itu menatap wajah Serena dan Daniel dengan senyuman penuh arti. "Jordan pernah bercerita kalau ia jatuh cinta pada seorang wanita saat ia berada di Meksiko. Ia juga bertemu dengan wanita tangguh yang memimpin Queen Star-mu, Serena."


"Queen Star?" celetuk Serena kaget. Menyebutkan nama geng mafia miliknya, membuat aliran darah Serena mengalir dengan begitu cepat. Wanita itu memandang wajah Shabira dengan tatapan yang sangat serius. "Itu tidak mungkin. Kami sudah memastikan kalau Queen Star tidak akan bangkit lagi."


Zeroun mengangguk pelan. "Ya, kau benar. Queen Star yang sekarang tidak lagi sama seperti dulu. Mereka menggunakan nama itu tanpa izin dari pemilik yang asli. Cukup hebat bukan?"


Leona masih diam membisu menjadi pendengar setia. Ia menggenggam gaun yang ia kenakan untuk menekan rasa groginya malam itu.


"Kak, Queen Star yang sekarang mungkin bukan milik kita. Mungkin seseorang kebetulan saja menggunakan nama itu. Jangan terlalu dipikirkan," jawab Shabira dengan wajah yang sangat tenang.


Emelie mengukir senyuman sambil menatap wajah Leona. "Dia wanita yang sangat cantik. Jika memang Jordan sangat mencintainya, aku akan membantunya untuk mendapatkan hati Leona," gumam Emelie di dalam hati.

__ADS_1


"Ok, masakan ini sudah dingin. Mungkin kita sudah bisa memulai makan malamnya," ucap Daniel dengan senyuman ramah miliknya. Ia tidak ingin semua orang mengobrol sebelum makan malam selesai.


Semua orang mulai mengisi piring mereka dengan makanan yang tersedia. Tidak dengan Leona. Wanita itu hanya diam mematung sambil memikirkan perkataan Zeroun dan Serena.


"Apa Letty menipuku? Apa dia sengaja mengarang cerita itu dan membuatku menghidupkan Queen Star hanya untuk membunuh Jordan?" gumam Leona di dalam hati.


Jordan menatap wajah Leona dengan wajah sedih. Ia tidak tega melihat Leona murung seperti itu. Pria itu ingin melihat Leona selalu tersenyum dan berwajah ceria.


Jordan menggeser kaki kirinya secara perlahan. Pria itu ingin memecahkan lamunan Leona. Ia sudah tidak sabar melihat wajah galak Leona beberapa saat lagi.


Kaki Jordan dan Leona bersentuhan. Hal itu berhasil membuat Leona mengalihkan perhatiannya ke arah Jordan. Ia menyipitkan kedua matanya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Berapa lama kalian kenal?" ucap Serena sambil mengaduk-ngaduk makanannya. Pertanyaan Serena membuat Jordan Dan Leona kaget. Serena mengukir senyuman sambil menatap wajah Zeroun. "Kau mengetahuinya?"


Zeroun hanya mengukir senyuman sambil mengangguk pelan. Pria itu cukup paham dengan karakter Serena. Hanya dengan memberi sedikit petunjuk saja, Serena akan tahu semuanya. Namun, Zeroun belum mau mengatakan kepada Serena kalau Leona adalah pemimpin Queen Star yang baru. Jordan melarang Zeroun melakukan hal itu. Semua demi kenyamanan Leona sendiri.


Leona beranjak dari kursi yang ia duduki. "Ma, Leona ke kamar dulu," ucap Leona cepat. Gerakan wanita itu tertahan saat Jordan menggenggam tangan Leona. Pria itu bahkan menarik tangan Leona agar kembali pada kursi yang semula di duduki Leona.


"Kami belum lama kenal, Tante. Tapi, kami saling mencintai. Jordan dan Leona berencana untuk liburan ke Jerman bersama dengan Katterine dan Oliver juga. Kami ingin menikmati salju di sana," ucap Jordan mantap.


Katterine melebarkan kedua matanya dan menatap wajah Jordan dengan tatapan menuduh. Ia tidak merencakan apa-apa selama ini. Apa lagi pergi ke Jerman bersama dengan Oliver juga. Tapi, saat tangan Zeroun menyentuh tubuhnya. Katterine mengurungkan niatnya untuk protes.


Leona terlihat geram dengan pengakuan yang baru saja dikatakan oleh Jordan. Namun, wanita itu tidak mau membantah. Ia justru memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari rumah utama.


"Leona, apa itu benar? Jadi selama ini pria yang kau ceritakan adalah Jordan?" ucap Serena dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Ya, Ma," ucap Leona dengan suara pelan. Wanita itu tidak memiliki pilihan lain. Ia takut masalah itu semakin besar jika ia membantah perkataan Jordan. Leona tidak ingin Serena tahu tentang Queen Star secepat ini. Setidaknya sampai Zean benar-benar tewas di tangannya nanti.


__ADS_2