
Katterine masih belum tenang sebelum ia tiba di istana Cambridge. Oliver yang sejak tadi memperhatikan Katterine hanya bisa berusaha menenangkan wanita tersebut. Walau kelihatannya tidak berhasil.
"Katterine, tenanglah. Jika kau seperti ini terus aku akan semakin bingung. Aku tahu kau mengkhawatirkan Ratu. Tapi satu hal yang harus kau tahu, selama Bos Zeroun ada di sampingnya maka semua akan baik-baik saja."
"Oliver, aku hanya ingin ketenangan. Kenapa sulit sekali hidup dengan tenang."
Katterine memalingkan wajahnya karena tidak mau memandang Oliver. Ia kembali mengingat-ingat. Sejak kapan hidup keluarga menjadi tidak tenang seperti ini. Seingat Katterine sejak kecil hingga dewasa istana Cambridge selalu dipenuhi dengan keceriaan.
"Besok Pangeran Jordan juga akan kembali ke Cambridge. Semua orang akan berkumpul dan kau-" Oliver menahan kalimatnya ketika menerima panggilan telepon.
"Ada apa?"
"Pieter kabur. Ada mata-mata di dalam geng Gold Dragonmu, Oliver. Kenapa kau bisa seceroboh ini!"
Oliver memejamkan mata dengan wajah yang bingung. Ia memijat kepalanya sendiri yang mulai terasa sakit.
"Apa Letty sudah datang?"
"Ya, dia sudah bersamaku."
"Katakan pada Letty untuk pergi ke Swiss. Dia harus menjaga Pangeran Jordan dan Nona Leona."
"Lalu bagaimana dengan Pieter dan aku? Kau melupakanku begitu saja?"
__ADS_1
"Miller, bukankah kau memiliki tugas lain? Selesaikan dulu pekerjaanmu sebelum membantuku lagi. Setelah Pangeran Jordan pulang aku tidak akan kesulitan lagi. Aku yakin Pangeran Jordan punya solusi untuk masalah ini."
"Baiklah. Kabari aku jika kau butuh bantuanku. Kapan saja aku akan membantumu."
"Terima kasih Miller."
Katterine hanya diam saat mendengar perkataan Oliver. Tiba-tiba saja hati kecilnya berkata kalau semua masalah ini muncul setelah kakak kandungnya jatuh cinta.
"Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku ingin menyalahkan Kak Leona atas masalah yang kini menimpah keluargaku?" gumam Katterine di dalam hati.
"Katterine, istirahatlah. Aku akan membangunkanmu ketika sudah sampai di Cambridge."
Katterine hanya mengangguk pelan. Wanita itu mulai memejamkan mata dan berusaha melupakan semua prasangka buruk yang kini memenuhi pikirannya.
Oliver memandang keluar jendela. Langit sudah mulai gelap. Mereka akan tiba di Cambridge saat malam hari. Sambil memandang keluar Oliver kembali mengingat kejadian yang sudah membuat kekasih Pieter tewas. Ada hal yang aneh di sana.
***
Letty duduk di depan mobil sambil memandang Miller. Wanita itu meneguk minuman bersoda yang baru saja diberikan oleh Miller. Bibirnya tersenyum kecil ketika melihat ekspresi wajah Miller yang tidak bersemangat.
"Ada apa? Apa Kak Oliver menyalahkanmu karena Pieter berhasil kabur? Dia memang seperti itu. Jangan di anggap serius."
"Bukan. Dia memintamu pergi ke Swiss untuk menjaga Jordan dan Leona. Lalu apa kau tahu tugas apa yang dia berikan kepadaku?" Miller menunjuk wajahnya sendiri. Pria itu mendengus kesal dengan wajah tidak terima.
__ADS_1
"Biar ku tebak. Dia memintamu tidak ikut campur lagi?" jawab Letty sambil menghabiskan minumannya.
"Ya. Secara tidak langsung seperti itu perintahnya. Hanya saja di bumbui kalau aku harus menyelesaikan masalahku."
Letty tertawa geli ketika mendengar cerita Miller. Wanita itu melempar kaleng minumannya begitu saja di permukaan tanah.
"Aku lihat-lihat, dia sudah banyak berubah. Miller, apa cinta bisa merubah seseorang hingga seperti itu?"
"Maksudmu Oliver? Cinta sudah membuat Oliver berubah menjadi pria lemah?"
"Sial! Kau pasti berani berbicara seperti itu karena tidak ada di dekatnya."
"Letty, itu kenyataan. Oliver sudah menjadi pria lemah setelah jatuh cinta. Aku tidak menyangka saja dia bisa menjadi selemah itu. Dia tidak bisa mengontrol emosinya."
"Sejak dulu dia memang pria yang mudah marah dan tidak bisa mengontrol emosinya. Kenapa sekarang kau menyangkut pautkanya dengan cinta?"
"Setelah bertemu dengannya kau akan mengerti dan menyadari perubahan yang ada di dalam dirinya." Miller menepuk pundak Letty. Pria itu berjalan ke samping mobil.
"Apa kau bisa menyingkir? Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."
Letty menjauh dari mobil Miller. Ia memandang Miller hingga masuk ke dalam mobil. Wanita itu melipat kedua tangannya dan kembali mencerna kalimat yang dikatakan oleh Miller.
"Apa mungkin Kak Oliver bisa menjadi lemah karena cinta? Jika memang benar itu sangat berbahaya. Gold Dragon butuh pimpinan yang tegas."
__ADS_1
Letty berjalan ke arah mobilnya yang sejak tadi terparkir di depan mobil Miller. Sekali lagi ia melihat pemandangan bukit yang ada di sekitar sana. Semua terlihat indah. Selama ini Letty menyendiri dan menikmati hidupnya. Ia mulai memperbaiki diri menjadi wanita baik. Semua terasa jauh lebih indah ketika ia bisa memaafkan kesalahan orang lain.
"Saat itu aku pernah membenci Jordan bahkan Leona. Tapi sekarang tidak tahu kenapa aku tidak mau mereka celaka. Aku ingin mereka baik-baik saja. Mudah-mudahan masalah yang mereka hadapi kali ini tidak serius."