Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Pertunangan


__ADS_3


Malam harinya, acara masih berlanjut. Malam itu, acara bukan hanya sekedar merayakan ulang tahun Leona dan Aleo saja. Tapi bersamaan dengan acara pertunangan Leona dan Jordan.


Cincin pertunangan sudah di persiapkan oleh Emelie dan Serena. Mereka adalah orang yang berperan penting dalam suksesnya acara malam ini. Sedangkan para ayah seperti Zeroun dan Daniel hanya mendukung setiap keputusan yang di pilih oleh istri mereka.


Leona turun dari tangga dengan langkah yang hati-hati. Ia menggunakan gaun putih yang dipilih oleh Katterine dan Oliver siang tadi. Leona terlihat sangat cantik. Bibirnya mengukir senyuman indah yang memamerkan rasa bahagianya.


Di lantai bawah, semua tamu undangan telah berkumpul untuk menyambut kedatangan Leona. Semua orang berkumpul. Ada Sonia dan Aldi. Shabira dan Kenzo. Tama dan Anna. Biao dan Sharin. Lukas dan Lana. Kecuali Aldi dan Diva. Hanya Angel yang datang dengan sang suami untuk mewakili kedua orang tuanya.


Leona terlihat bahagia ketika melihat semua orang berkumpul di sana. Namun, ada yang aneh. Saat ia sudah tiba di lantai bawah, ia tidak melihat keberadaan Jordan. Wanita itu memperhatikan wajah semua orang untuk mencari keberadaan Jordan.


"Sayang, apa kau mencari Jordan?" tanya Serena yang tiba-tiba saja muncul di belakang Leona.


Leona memandang wajah Serena sejenak sebelum mengangguk pelan. "Ma, di mana Jordan?"


"Mereka berkumpul di sana." Serena menunjuk ke arah ruangan yang tertutup. Hal itu membuat Leona semakin penasaran.


"Untuk apa Jordan di sana? Dan ... mereka? Maksud mama siapa mereka?" Leona benar-benar di buat penasaran atas perkataan Serena barusan.


"Sayang, sebentar lagi kau akan melihatnya," bisik Serena sambil memegang pundak Leona. Dalam hitungan menit, pintu ruangan itu terbuka.

__ADS_1


Kwan yang lebih dulu muncul. Pria itu mengenakan setelan serba hitam yang sangat rapi. Di belakang Kwan, di susul oleh Aleo, Oliver, Miller, dan ... terakhir ada Jordan dan Zean. Ya, Zean hadir di acara pertunangan Leona dan Jordan. Zean dan Jordan terlihat akrab malam itu. Mereka saling merangkul dengan senyum di bibir.


Para wanita yang ada di lokasi tersebut terkesima melihat pria-pria tampan yang baru saja muncul. Tentu saja mereka segera mendekat dan ingin mendapatkan perhatian dari salah satu pria tampan yang ada.


Kwan mengedipkan mata kepada Alana. Sebuah rencana telah ia susun dengan rapi bersama sang kekasih.


Alana segera menarik tangan Tamara. Wanita itu membawa Tamara untuk mendatangi Kwan dan Aleo. Kwan dan Alana sudah menentukan wanita yang pantas untuk menjadi calon istri Aleo. Siapa lagi kalau bukan Tamara.


Katterine merangkul lengan Miller. Sepertinya hingga detik ini wanita itu masih marah dan kesal dengan Oliver. Miller menaikan alisnya dan mengukir senyuman indah.


Letty dan Natalie yang saat itu berdekatan hanya saling memandang. Yang tersisa Zean dan Oliver. Dua-dua pria berbahaya yang tidak bisa di tebak jalan pikirannya. Jadi, dua wanita itu memutuskan untuk diam saja di posisi mereka tanpa menghiraukan yang lainnya yang sudah berpasangan.


Leona memandang wajah Zean sejenak sebelum memandang Jordan lagi. Ia sedikit curiga dengan keberadaan Zean di acara pertunangan mereka. Terakhir kali bertemu, Jordan dan Zean terlihat tidak akrab.


"Selamat, Leona." Zean mengeluarkan sebuah kotak kecil. Ia memberikan kotak itu kepada Leona. "Hanya hadiah kecil dariku. Aku harap kau suka. Aku juga sudah meminta izin kepada Jordan untuk memberikan hadiah ini kepadamu."


Leona menerima kotak hadiah tersebut. Ia mengukir senyuman kecil. "Terima kasih."


Zean terlihat bahagia. Ia menepuk pundak Jordan dengan pelan. "Aku mau mencari pasangan dansa dulu," ucap Zean sebelum berlalu pergi. Pria itu berjalan ke arah Letty dan Natalie.


Jordan mengukir senyuman. "Hei, apa yang kau pikirkan? Ayo kita dansa."

__ADS_1


Leona menerima uluran tangan Jordan. Mereka berjalan ke arena dansa untuk bergabung dengan yang lainnya.


Zean memandang wajah Letty dan Natalie secara bergantian. Tatapan pria itu membuat Natalie salah tingkah. Berbeda dengan Letty. Wanita itu mengunyah permen karetnya dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah menantang.


"Zean, sebaiknya kau jangan memilihku. Aku tidak jago berdansa," tolak Letty mentah-mentah.


Zean tertawa kecil. Memang sejak awal ia ingin mengajak Letty. Bukan karena dia sudah jatuh cinta pada wanita itu. Tapi, memang hanya Letty yang ia kenal.


"Baiklah, kalau begitu apa aku boleh meminjam wanita cantik yang ada di sampingmu?" pinta Zean dengan wajah serius.


Letty memandang wajah Natalie sejenak. "Silahkan. Tapi jangan main-main dengannya. Ada polisi yang menjaganya dengan baik. Bukan hanya polisi, Queen Star juga ada di pihaknya saat ini dan akan melindunginya dari pria hidung belang!" ucap Letty memperingati.


Zean tertawa geli. "Baiklah. Sepertinya wanita cantik ini bukan wanita biasa." Zean memandang wajah Natalie. "Nona, apakah Anda mau berdansa dengan saya?"


Natalie memandang wajah Zean dengan gugup. Ini pertama kalinya bagi Natalie ada seorang pria yang mengajaknya berdansa.


"Natalie, terima saja. Dia bukan pria jahat," ucap Letty dengan wajah menyakinkan.


Natalie mengukir senyuman. Wanita itu menerima ajakan Zean untuk berdansa. Zean membawa Natalie berdansa dengan yang lainnya.


Letty melipat kedua tangannya sambil memperhatikan semua pasangan yang sedang berdansa. Tiba-tiba saja tatapannya berhenti pada Oliver yang hanya berdiri mematung dengan tatapan kesal. Ada rasa geli di wajah Letty. Wanita itu sudah tidak sabar untuk meledek kakak angkatnya yang terkenal dengan sifat galaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2