PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertarungan di pinggir pantai


__ADS_3

***


Wajah Raja Bao terlihat sangat buruk, dia yang mengadakan pertandingan antar sekte di keempat kerajaan, dengan maksud agar mempererat hubungan antar wilayah. Namun saat ini justru semakin memperburuk keadaan.


Saat kekacauan mulai terjadi, para prajurit segera mengawal Raja Bao dan permaisuriinya ketempat yang lebih aman, saat baru sampai didalam, Raja Bao mendengar kabar jika banyak para peserta yang menghilang.


Raja Bao terkejut ketika mengetahui jika Pangeran Ming Zai putra mahkota satu-satunya Kerajaan Api Timur juga menjadi salah satu peserta pertandingan tersebut, dan kini dia juga menghilang.


"Kacau, semuanya jadi kacau!" Raja Bao memukul mejanya dengan keras, ia bingung harus memberikan penjelasan kepada Raja Ming Shan jika sampai putranya menghilang.


"Yang mulia! Lapor Yang mulia, diluar ada kelompok dari sekte Kelelawar Hitam datang menyerang Yang mulia!" salah satu prajurit memberi laporan kepada Raja Bao.


"Sekte Kelelawar Hitam? Kenapa mereka juga ikut menyerang Kerajaan kita? Apa yang mereka inginkan?" Raja Bao semakin sakit kepalanya.


Tidak lama setelah itu terdengar suara terompet yang begitu keras, terompet tersebut hanya akan dibunyikan jika sedang perang menghadapi musuh yang jumlahnya banyak.


"Ini Siaga Satu! Apakah musuh semakin banyak?" Raja Bao ingin keluar untuk memastikan namun beberapa pengawalnya melarangnya karena diluar sangat berbahaya.


"Apakah aku harus sembunyi seperti seekor kura-kura yang bersembunyi di dalam cangkangnya? Perlu kamu tahu, sekarang ke semua prajurit dan jendral sedang bertarung diluar, dan ditambah dengan beberapa perwakilan dari sekte, apakah itu pantas seorang Raja untuk bersembunyi."


Para prajurit pengawal Raja saling berpandangan, mereka ragu untuk tetap membiarkan Raja mereka keluar karena di luar benar-benar sangat berbahaya.


"Tunggu Yang mulia, apakah mereka semua yang menyerang ingin merebut Pedang Naga Langit?" tanya Perdana menteri Long Peng.


Raja Bao menggelengkan kepala, "Aku tidak yakin hal itu, walaupun Pedang Naga Langit adalah pedang pusaka, namun sangat sulit untuk menggunakannya," kata Raja Bao.


Tidak semua Pendekar bisa menggunakan pedang Naga Langit. Walau sebuah pedang pusaka hebat, namun hanya orang terpilihlah yang bisa menggunakan dan mengendalikan pedang Naga Langit tersebut.


Jika seorang pendekar tidak tidak bisa menggunakan pedang tersebut, maka pedang itu tidak ada bedanya dengan pedang biasa yang tidak mengeluarkan kekuatan yang ada didalam pedang tersebut.


"Yang mulia, pedangnya Yang Mulia, pedangnya!" seorang prajurit yang ditugaskan untuk menjaga pedang tersebut datang dengan panik.


"Ada apa dengan pedangnya? Apakah ada yang mengambilnya?" tanya Perdana Menteri Long Peng.


"Tidak bukan itu, lebih baik Yang mulia dan perdana mentri melihatnya sendiri," ucap sang prajurit tersebut kemudian pergi kembali ke tempat pedang Naga Langit disimpan.

__ADS_1


Raja Bao dengan Long Peng bergegas menuju kesana karena penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Setelah tiba ditempat Pedang Naga Langit, mereka semua heran melihat Pedang Naga Langit tersebut.


"Sejak kapan Pedang ini bergetar seperti ini?" tanya Raja Bao, pedang tersebut bergetar sangat keras sehingga menimbulkan suara bising di dalam ruangan tersebut.


"Pedang ini bergetar sebelum saya melapor ke pada Yang mulia."


"Berarti baru saja?" kata Raja Bao yang keheranan.


"Apa artinya ini yang mulia?" tanya Perdana Menteri Long Peng, dia yakin pasti ada suatu rahasia dibalik bergetarnya pedang Naga Langit tersebut.


"Aku yakin akan hal ini, kalau tidak salah seharusnya pedang ini akan bereaksi ketika menemukan tuan barunya. Jika itu memang benar, seharusnya tuan baru yang telah ia pilih berada di dekat sini, dan mungkin saat ini dia dalam bahaya."


Long Peng tidak mengetahui seperti kekuatan yang dimiliki oleh pedang tersebut jika digunakan oleh pengguna aslinya, namun yang pasti tuan yang dipilih oleh Sang pedang harus segera mengambil pedang tersebut agar bisa membantu situasi saat ini.


"Sekarang kita hanya bisa menunggu hingga pedang ini menunjukkan siapa Tuan barunya itu," kata Raja Bao.


"Apa tidak sebaiknya kita mencarinya Yang mulia?" tanya Long Peng.


"Bagaimana caranya, apakah kita akan menghentikan perang terlebih dahulu lalu membawa mereka satu persatu kesini?"


Long Peng terdiam, kini dia mengerti akan arti dari kata menunggu yang diucapkan oleh Raja Bao.


Saat semua masih berpikir demikian, Pedang Naga Langit malah semakin bergetar lebih keras sekaligus mengeluarkan suara bising yang lebih kencang.


Beberapa saat kemudian pedang tersebut menghancurkan kotak kacanya dan perlahan mulai melayang di udara sebelum akhirnya terbang keluar dengan kecepatan tinggi.


"Cepat ikuti pedang itu..!" kata Raja Bao yang terkejut karena pedang tersebut ternyata memiliki kesadaran sendiri dan pergi sendiri untuk menemui Tuan barunya.


***


Chinmi masih berusaha untuk mengejar Yue Yin dan para peserta lainnya yang saat ini diketahui dibawa ke pelabuhan.


Saat ini energi yang dimiliki oleh Chinmi hanya 30 persen saja setelah menyerap sisa dari mustika abu-abu.


Kali ini dia akan lebih berhati-hati lagi jika bertarung dengan lawan yang memiliki kekuatan yang sama dengannya, atau lebih tinggi darinya.

__ADS_1


Gadis kecil berpakaian hitam sudah terlihat didepan, namun dia tidak melihat akan adanya Yue Yin dan yang lainnya.


Hari sudah mulai gelap dan Chinmi berhasil menyusul gadis kecil tersebut setelah berada di pinggir pantai dekat dengan palabuhan.


Chinmi terkejut ketika melihat Yue Yin dan yang lainnya ternyata berada diatas dengan tubuh mereka terbungkus oleh debu. Debu tersebut membungkus semua para peserta dan debu tersebut melayang di udara mengikuti gadis kecil tersebut.


"Berhenti kau..!" kata Chinmi sambil mempercepat gerakannya akan bisa mendahului gadis tersebut.


Namun gadis tersebut seolah tidak memperdulikan panggilan Chinmi dan terus berlari kearah dermaga.


Chinmi berhasil mendahului gadis kecil tersebut dan menghadang jalannya, "Berhenti jika tidak, jangan salahkan aku jika aku menggunakan kekerasan padamu!" kata Chinmi dengan mengarahkan ujung pedangnya kearah gadis tersebut.


Gadis tersebut menatap Chinmi tanpa expresi apapun dan kemudian muali buka suara, "Minggirlah dari hadapanku!" kata gadis kecil tersebut.


Chinmi merasa kesal karena ancamannya sama sekali tidak dipedulikan oleh gadis tersebut, "Baiklah aku akan membiarkanmu pergi, namun kamu harus melepaskan mereka terlebih dahulu!" kata Chinmi.


"Aku tidak akan menuruti perintahmu, minggirlah sebelum kamu menyesalinya!" ucapnya.


"Kau gadis kecil yang sangat keras kepala melebihi Xian Fai. Baiklah jika kau lebih memilih dengan cara kekerasan maka aku tidak punya pilihan lain," kata Chinmi kemudian bersiap untuk merebut para tawanan yang saat ini tidak sadarkan diri didalam selimut debu yang melayang di udara.


Gadis tersebut tidak menjawab, secara perlahan-lahan debu yang menutupi para tawanan turun kebawah kemudian meletakkan mereka semua di atas tanah.


Debu-debu tersebut kemudian berkumpul ditubuh sang gadis dan terlihat dengan jelas jika gadis tersebut menerima tantangan Chinmi.


Suasana hening di pinggir pantai. Angin di malam sangat pelan dan juga sangat sepi, hanya suara desir angin disertai suara gelombang kecil air laut yang pecah saat sampai di pinggiran pantai.


Chinmi lansung maju mengarang gadis kecil tersebut dengan menggunakan pedangnya, Sedangkan gadis kecil tersebut menahan serangan tersebut dengan pedangnya.


Pertarungan di pinggir pantai antara Chinmi melawan gadis kecil tersebut memecahkan keheningan malam yang sunyi.


***


Kisah Xi Liyi sudah saya rilis di youtube, namun masih 1 bab, dan akan update setiap seminggu sekali, itu karena membuat videonya yang sulit walau sudah menggunakan Kine master sekalipun.😅


Judulnya di youtube adalah (Dewi Lotus Emas). Semoga itu bisa mengobati rasa penasaran kalian akan siapa sebenarnya Xi Liyi.

__ADS_1


https://m.youtube.com/watch?v\=v-k3brTK5g0


Jangan lupa SUBSCRIB dan LIKE terimakasih.


__ADS_2