
Setelah dia dikepung oleh murid-murid sekte tersebut, barulah Jian Wei sadar jika dirinya telah masuk ke wilayah Sekte Xie Wen yang ternyata semua murid disana adalah para wanita.
Jian Wei diusir oleh para senior disana karena takut jika sampai di ketahui oleh ketua sekte mereka. Xie Wen lah yang mengantarkan Jian Wei keluar karena dia tahu penyebab kedatangan Jian Wei kesana karena mengikuti dirinya.
Sejak kejadian itu Jian Wei sering menunggu Xia Wen muncul di pasar, namun setiap kali bertemu mereka jarang sekali berbicara, dan hanya saling berpandangan saja.
Semakin lama perasaan mereka saling mengisi satu sama lain, hingga akhirnya mereka berdua pun saling terbuka akan perasaan mereka berdua.
Jian Wei dan Xie Wen sering melakukan pertemuan secara sembunyi-sembunyi karena Xie Wen takut ketahuan oleh ketua sektenya dan juga saudara-saudara seperguruannya.
Jian Wei sangat mahir membuat puisi, bahkan setiap bait puisinya mampu membuat wanita yang mendengarnya akan terpesona, termasuk Xia Wen.
Namun takdir berkata lain, cinta mereka akhirnya harus kandas setelah hubungan mereka di ketahui oleh ketua sekte mereka.
Jian Wei dicaci maki habis-habisan membuat Xie Wen sangat sedih mendengarnya. Jian Wei yang ilmunya tidak terlalu tinggi sadar jika dirinya tidak pantas bersanding dengan seorang wanita yang memiliki bakat tinggi.
Ketua tersebut juga berkata jika Xie Wen sebenarnya akan di jodohkan dengan salah satu murid berbakat dari sekte lain. Jian Wei mendengar hal itu sangat terpukul, hatinya terasa hancur dan dia tidak bisa berbuat apa-apa setelah melihat Xie Wen dipaksa untuk kembali.
Jian Wei berusaha sekali lagi untuk menyusul Xie Wen namun naas, Jian Wei harus mendapatkan serangan dari para Pendekar Pilar dan akhirnya tidak sadarkan diri tanpa di ketahui oleh Xie Wen.
Jian Wei yang tidak sadarkan diri dibuang oleh para pendekar tersebut kedalam sebuah jurang dan meninggalkannya sendirian.
Xie Wen yang berharap Jian Wei datang menyusulnya menunggu semalaman, dan ternyata Jian Wei tidak juga datang.
Xie Wen beranggapan jika Jian Wei tidak cukup jantan sebagai seorang lelaki, menurutnya Jian Wei adalah seorang pria pengecut yang mudah menyerah dan cepat ber putus asa.
Xie Wen yang mengetahui jika dirinya akan di jodohkan dengan salah seorang murid berbakat dari sekte lain akhirnya memutuskan untuk kabur, dia berjanji jika dirinya tidak akan pernah menerima laki-laki manapun di hatinya kecuali Jian Wei, itupun dengan syarat Jian Wei harus bisa mengalahkannya jika Jian Wei tetap ingin memilikinya.
Xie Wen kabur membawa beberapa kitab rahasia sektenya dan mempelajarinya sendiri hingga dia menjadi salah satu Pendekar wanita terkuat.
__ADS_1
Namun disisi lain tenyata Jian Wei juga berhasil menjadi seorang Pendekar hebat, dan entah dari mana dia berlatih ilmu tingkat tinggi, karena kemunculannya begitu tiba-tiba.
Kekuatan Jian Wei adalah sihir elemen api, dan dia juga mampu membuat apinya sepanas dan seterang sinar matahari.
Xie Wen sendiri adalah Pendekar yang ahli menggunakan Sihir Elemen Air dan dia mampu membekukan air menjadi Es. Bisa di simpulkan jika kekuatan mereka berdua sangat berlawanan.
Setelah lebih dari belasan tahun mereka tidak bertemu, akhirnya mereka bertemu di pinggir tebing yang dibawahnya ada air laut dengan ombak yang besar dan akan pecah setelah menabrak batu-batu yang ada dipinggiranya.
Sebenarnya Xie Wen sangat kesal terhadap Jian Wei, dia ingin sekali memberi pelajaran kepada laki-laki yang pernah dicintainya.
Namun begitu berhadapan dengannya, dia sama sekali tidak bisa melakukan itu, dan hanya bisa memendam rasa kekesalannya.
Begitu juga dengan Jian Wei yang juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika berhadapan dengan Xie Wen, setiap kali bertemu mereka akan bersikap seperti itu dan pada akhirnya mereka mencoba melupakan perasaan mereka dan mencoba untuk menjadi teman.
***
"Ehem! Apa kalian berdua akan terus berpandangan seperti itu?"
"Ah iya, baik mari kita lanjutkan!" kata Xie Wen.
"Junior Fan, kemungkinan besar Rubah tua itu akan menjaga pintu masukmu, jadi sebaiknya kamu jangan dulu pergi kesana," kata Wu Tong.
"Sama saja, sepertinya sekarang para pemimpin Hewan Iblis sudah bergerak, mereka hanya mencari-cari alasan agar memulai permusuhan kembali dengan kita para manusia," Jian Wei berpendapat.
"Menurut kalian, apakah kita sanggup untuk menghadapi para pemimpin itu? Ditambah lagi dengan pasukan Hewan Iblis yang kemungkinan besar banyak yang memiliki kekuatan Sihir Elemen, apakah kita sanggup?" tanya Xie Wen.
"Jika menghadapi para pasukan Hewan Iblis yang memiliki kekuatan Sihir Elemen, itu bukan masalah! Masalahnya para pemimpin mereka itu yang akan sulit kita hadapi," seru Wu Tong.
"Menurutku masih ada cara untuk bisa mengatasi masalah ini!" kata Jian Wei.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya mereka serempak dan menoleh kearah Jian Wei secara bersamaan.
"Sebaiknya kita berburu pemimpin mereka, jika kita berempat bersatu melawan satu persatu para pemimpin Hewan Iblis ini, maka kita pasti bisa menang."
Mereka semua terdiam mencoba mensimulasikan semua perkataan Jian Wei. Memang benar satu pemimpin Hewan Iblis tidak akan bisa dilawan dengan satu lawan satu, mereka sangat kuat sehingga setidaknya butuh dua atau tiga orang Pertapa untuk bisa mengalahkannya.
Namun jika berempat maka kemenangan akan sangat jelas terlihat dan pekerjaan akan lebih mudah.
Namun mereka harus memburu satu persatu dari mereka, dan masalah yang berikutnya adalah, bagaimana jika mereka menyadari akan semua rencana mereka dan justru bersatu mengahadapi mereka berempat? Itu sama saja dengan bunuh diri.
Fan Yuzhen menatap Chinmi yang ternyata sudah tertidur pulas karena hari masih malam. Fan Yuzhen tersenyum lebar kemudian kembali berbicara kepada mereka.
"Sebaiknya jangan dulu melaksanakan rencana ini, aku memiliki rencana lain namun waktunya mungkin cukup lama."
Jian Wei tidak keberatan rencananya tidak diterima, dia justru senang karena rencana yang ia utarakan besar kemungkinan hanya 40 persen untuk berhasil.
"Apa rencanamu junior Fan?" tanya Xie Wen.
Fan Yuzhen kemudian menjelaskan kondisi Chinmi yang memiliki Pusat Roh Alam dan juga perjanjiannya untuk membawa Chinmi ke dunia bawah laut tempat kedelapan Naga berada.
Sekarang Chinmi sudah memiliki cukup syarat untuk pergi kesana, namun saat ini yang dibutuhkan adalah Chinmi harus membuka satu gerbang terlebih dahulu agar latihannya dengan para Naga semakin lancar dan juga cepat.
Mereka bertiga saling berpandangan, mereka baru tahu jika kedelapan mantan pemimpin Hewan Iblis masih ada, dan hidup didunia yang berbeda dengan damai.
"Senior Jian, dari kami semua, hanya seniorlah yang berhasil membuka keenam gerbang dengan sempurna, jadi apa senior bisa membantu Chinmi membuka salah satu gerbangnya dengan cepat?" tanya Fan Yuzhen.
Jian Wei terlihat berpikir sejenak, dia memang sudah tahu kondisi Chinmi sejak menjadi guru baca tulisnya, namun dia tidak tahu jika Pusat Roh yang dimiliki Chinmi ternyata adalah Pusat Roh Alam.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Jian Wei setuju, "Sebenarnya tidak ada cara untuk membuka Gerbang batin dengan cepat, namun aku memiliki metode agar anak ini secepatnya membuka salah satu gerbangnya dalam waktu dua bulan, jadi aku akan pergi dulu dan akan kembali tiga bulan lagi untuk membantu anak ini," kata Jian Wei.
__ADS_1
Fan Yuzhen merasa puas dengan jawaban Jian Wei, dan semuanya melakukan Kesepakatan untuk tidak memasuki Dunia Hewan Iblis untuk beberapa waktu, dan jika mereka ingin masuk, mereka harus membicarakannya terlebih dahulu, atau setidaknya mereka harus pergi minimal berdua atau bertiga bisa juga semuanya pergi bersama-sama kesana agar tidak terjadi sesuatu kepada mereka mengingat Para Pemimpin Hewan Iblis sudah mulai bergerak.