
"Sihir Akar Kayu."
Chinmi meletakkan telapak kedua telapak tangannya di atas tanah, dan kemudian muncul rimbunan akar yang sangat banyak menjalar ke berbagai tempat.
Setiap ujung akar yang keluar akan bercabang dan begitu seterusnya sehingga membuat akar-akar tersebut saling menumpuk.
Kegunaan dari akar-akar tersebut dapat membuat musuh akan kesulitan untuk bergerak. Tidak hanya sampai di situ saja, akar-akar tersebut juga mampu membunuh dan menyerap Energi kehidupan orang yang terkena lilitan akar tersebut.
"Bagus Chinmi, kali ini sihir elemen kayu mu sudah mencapai tahap ke Tujuh. Selanjutnya kamu belajar cara mengendalikan kayu yang ada di sekitar mu, ubahlah kayu-kayu yang ada disekitar menjadi senjata yang mematikan."
Chinmi mengangguk, dengan bantuan Mu Long, Chinmi menggerakkan telapak tangannya ke arah salah satu batang pohon yang sudah lapuk.
Batang Pohon tersebut bergetar pertanda merespon kekuatan dari tangan Chinmi. Namun hasilnya tidak semaksimal yang diharapkan.
Chinmi ingin membuat pohon tersebut kembali utuh seperti sebelumnya. Namun sekeras dan se fokus apapun Chinmi mencoba, ternyata tidak semudah yang di bayangkan.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Mu Long yang heran akan apa yang ingin Chinmi lakukan.
"Aku hanya ingin mengembalikan bentuk kayu itu seperti semula," jawab Chinmi.
"Kamu ini tuli atau apa? Bukankah aku menyuruhmu untuk membuat senjata mematikan! Kenapa justru ingin mengembalikan apa yang sudah tiada?" kata Mu Long dengan suara keras sehingga membuat telinga Chinmi terasa sakit.
"Aku tahu, memangnya salah jika aku ingin mengembalikan apa yang sudah tiada? Apakah ilmu ini hanya khusus untuk membunuh saja?" Chinmi balik bertanya.
Mu Long menghela nafas panjang, "Selain membunuh, memang alam bisa untuk membuat sesuatu yang sudah tiada bisa kembali seperti semula, namun itu hanya bisa dilakukan oleh para Dewa," kata Mu Long.
Chinmi hanya menggaruk kepala saja setalah mendengar perkataan Mu Long, "Apa benar dewa itu ada, apakah itu bukan hanya sekedar cerita atau sesuatu yang lain? Yang kutahu Tuan Putri Xi Liyi hanya memiliki kekuatan Dewa saja, begitu juga dengan Kakek Leluhurku. Tapi mereka tidak benar-benar menjadi Dewa, atau mereka itu yang di sebut-sebut sebagai Dewa?" kata Chinmi.
"Pemikiran mu terlalu tinggi Chinmi, lagi pula kamu tidak mungkin bisa bertemu dengan Dewa, dan terang Xi Liyi, aku tidak tahu dan tidak pernah bertemu dengan nya," jawab Mu Long.
__ADS_1
Mu Long berjalan ke arah tanah kosong kemudian mengibaskan ekornya ke sana, "Jika kamu tidak percaya kepada Dewa, maka kamu bisa memikirkan sendiri akan siapa yang menciptakan kehidupan begitu juga dengan dunia ini," Mu Long menciptakan sebuah pohon setinggi 3 meter kemudian kembali berbicara.
"Harus kamu tahu, semua yang sudah tiada tidak bisa di kembali kan lagi, contohnya pohon ini, satu pohon akan mati, dan sebelum mati dia sudah menabur bibit-bibit kehidupan untuk menggantikannya. Singkatnya setiap kehidupan yang mati akan di gantikan oleh kehidupan lain."
"Lalu bagaimana dengan Dewa yang kamu katakan jika mereka memiliki kekuatan bisa mengembalikan sesuatu yang sudah tiada?" tanya Chinmi.
"Kamu pikir aku ini guru yang bisa mengajarkan mu akan itu? Kamu kan bisa membaca, cari saja jawaban itu dengan membaca kitab-kitab yang ada di duniamu," kata Mu Long yang jengkel dengan pertanyaan Chinmi yang tiada habisnya.
"Jangan marah dulu, aku kan perlu tahu banyak akan semua itu!" kata Chinmi.
"Kami hanyalah Hewan, sedangkan ajaran-ajaran yang kamu pertanyakan itu bukan lah keahlian kami para Hewan. Kami hanya tahu bertarung dan membunuh saja." Mu Long berkata dengan nada kesal kemudian beranjak pergi meninggalkan Chinmi.
"Kamu mau kemana?" tanya Chinmi.
"Aku mau istirahat, aku akan kembali setelah kamu melupakan pertanyaan bodoh mu itu!" jawab Mu Long tanpa membalikkan wajah.
Chinmi duduk di atas sebuah batang kayu yang posisinya miring, dia menyandarkan tubuhnya sesaat kemudian memandang langit buatan di atasnya.
"Sudah lebih dari lima tahun aku berada disini, bagaimana dengan kabar Ayah, Ibu, dan juga paman disana ya?" pikir Chinmi yang terkadang merindukan keluarganya.
Saat ini Chinmi sudah dewasa dan hampir berumur 18 tahun, Pemikiran semakin matang dan kekuatan berada di Tingkat Puncak Tingkat 3.
Walau begitu dia masih belum bisa membuka salah satu dari enam gerbang dan juga belum bisa membangun salah satu pondasinya dengan sempurna.
"Semoga mereka baik-baik saja dan...!" Chinmi tertawa kecil karena mengingat pamannya yang kemungkinan sudah menikah dengan Yue Rong.
"Tidak sabar rasanya ingin cepat kembali," kata Chinmi sambil menatap ke langit.
Andai saja Chinmi tidak memasukkan pedang Naga Langit ke dalam kalungnya, mungkin dia bisa mendengarkan keluh kesahnya. Long Wang sendiri meminta untuk masuk kedalam kalungnya.
__ADS_1
Sebagai sesama ras Naga Long Wang maupun ke delapan naga lainnya pasti bisa merasaka kehadiran naga lain jika saling berdekatan, Long Wang tidak ingin identitas dirinya di ketahui, apa lagi jiwanya sudah bergabung dengan sebilah pedang.
Meburut Long Wang, sebaiknya mereka tidak mengetahui akan keberadaan dirinya, jika mereka sampai mengetahui akan dirinya, Long Wang khawatir mereka tidak akan mau melatih Chinmi.
Long Wang mungkin bisa membantu melatih Chinmi, namun bedanya Long Wang tidak memiliki tubuh sehingga tidak bisa melatih Chinmi langsung secara fisik.
Fan Yuzhen juga jarang sekali muncul, dia terkadang keluar dari alam bawah laut pergi untuk memastikan jika para pasukan Hewan Iblis tidak membuat kekacauan lebih besar.
"Apa yang kamu lakukan disini? Kemana Mu Long, apa kalian sudah selesai latihannya?" Bing Long Sang Naga Es datang menemui Chinmi.
"Aku hanya istirahat sejenak, dan senior Mu Long juga sedang istirahat!" jawab Chinmi.
"Aku kira latihan mu dengan Mu Long sudah selesai, itu berarti giliranku masih lama," kata Bing Long dengan nada sedih.
Memang setelah Chinmi dan Mu Long sudah menyelesaikan semua latihan mereka, maka giliran Bing Long lah yang akan mengajari nya.
Proses yang di lalui Chinmi dalam mempelajari sihir pengendalian sedikit lebih lama, itu karena cabang Pusat Roh elemen kayunya belum jadi secara optimal.
Setiap Naga akan membantu Chinmi dalam membuat cabang Pusat Roh elemennya. Pusat Roh Chinmi sebelumnya sudah memiliki Empat Cabang karena bantuan dari Long Wang. Keempat cabang tersebut adalah Api, Angin, Air dan tanah, karena itu Chinmi bisa menguasai keempat elemen tersebut dengan mudah.
Namun untuk Elemen Kayu, Mu Long harus membantu Chinmi untuk membuat cabangnya, dan cabang yang kelima itu sudah separuh dari sempurna untuk mencapai ukuran yang sama dengan ke empat cabang lainnya.
"Senior Bing Long, aku akan berusaha agar bisa menguasai Sihir Kayu dengan cepat, jadi senior bersabar dulu hingga tiba giliran senior untuk melatihku," kata Chinmi.
"Aku harap kamu memegang ucapanmu, aku tidak mau menunggu terlalu lama!" kata Bing Long dengan nada sedikit kesal.
"Aku kembali dulu..! Owh iya sedikit saran untukmu, dari pada kamu membuang waktumu untuk melamun, sebaiknya kamu berlatih sendiri untuk mempercepat proses penyempurnaan latihanmu itu," kata Bing Long kemudian pergi meninggalkan Chinmi.
Chinmi hanya mengangguk, dia sadar telah membuang waktu dengan sia-sia. Setelah Bing Long sudah tidak terlihat lagi, Chinmi bangkit dan kembali melatih sihir elemen kayunya tanpa Mu Long.
__ADS_1