PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
para perampok


__ADS_3

Jendral Jin Hang sama sekali tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Chinmi, dia tidak akan pernah lupa kepada Chinmi, namun dia juga ingat jika Ming Zai pernah berencana untuk membuat Pedang Naga Langit dari tangan Chinmi.


"Chinmi..?" Ming Zai sendiri masih berusaha mengingat akan siapa Chinmi.


"Jendral, apa kamu mengenal pemuda ini?" Raja Ming bertanya sambil memperhatikan Chinmi.


"Yang Mulia, anak ini adalah Chinmi yang dulu pernah menyelamatkan Kerajaan Es Utara sekaligus pernah menyelamatkan Penyerang," kata Jin Hang.


"Apa kamu yakin jika dia orang nya jendral?" tanya Lagi Raja Ming untuk memastikan jika Jendral Jin Hang tidak salah mengenali orang.


"Tidak Yang Mulia, memang dia orangnya," jawab Jendral Jin Hang.


"Tunggu jangan dulu percaya begitu saja!" kata Ming Zai kemudian memandangi Chinmi dengan seksama.


"Jika kamu benar adalah anak yang waktu itu, berikan buktinya pada kami, jika kamu menolak maka kamu hanyalah seorang penipu."


Chinmi menatap Ming Zai dengan tatapan dingin, walau dia sudah tidak ingin lagi bertarung, namun rasa kesalnya kepada Ming Zai tidak juga menghilang.


"Bukti apa yang harus aku tunjukkan padamu?" tanya Chinmi kepada Ming Zai.


"Bukankah kamu dulu memiliki Pedang Naga Langit? Tunjukkan pedang itu pada kami sekarang!"


Chinmi merasa bingung, bukan karena Ming Zai ingin melihat pedang tersebut, melainkan pedang tersebut saat ini berada di dalam kalungnya.


Chinmi merasa mustahil jika harus mengeluarkan pedang tersebut yang berada di dalam kalungnya dihadapan mereka semua.


"Baiklah tunggu disini, aku akan mengambil pedang itu da dalam!" kata Chinmi dengan membohongi mereka sekaligus berpura-pura dengan mengatakan pedangnya berada di dalam Asosiasi.


Chinmi segera masuk kedalam setelah dilihat ringan yang ia masuki sepi, Chinmi segera mengeluarkan pedang tersebut dan kembali keluar.


"Apa ini sudah cukup untuk membuktikan jika aku adalah Chinmi?" kata Chinmi bertanya kepada Ming Zai.


Kedua Bola mata Ming Zai berkaca-kaca melihat Pedang tersebut, dia sampai lupa ingin berkedip dan yang paling parahnya lagi, Ming Zai ingin berencana merebut pedang tersebut.


"Maafkan atas sikap putra ku, ini hanyalah salah paham saja," kata Raja Ming.


"Maafkan Hamba Yang Mulia, bukan maksud Hamba ingin berkata lancang kepada Yang Mulia, namun jika bisa tolong! Tolong didik yang baik pangeran Ming Zai!" kata Chinmi berbicara secara terang-terangan di hadapan Raja Ming.


"Kurang ajar! Akan aku robek mu..!"


"Pangeran...!"

__ADS_1


Ming Zai ingin membentak Chinmi karena tidak terima akan perkataan Chinmi, namun Raja Ming lebih dulu menegurnya sehingga Ming Zai membatalkan kata-katanya.


"Terima kasih atas nasehat Pendekar Naga Langit, aku akan berusaha untuk mendidik dia untuk memperbaiki diri!" kata Raja Ming.


"Ayah, aku sama sekali tidak bersalah, dia duluan Yang ingin mencari masalah dengan ku," Ming Zai ingin protes dan ingin mengatakan jika dirinya tidak bersalah.


"Jendral Jin, cepat bawa Pangeran kembali ke istana! Jika dia berani menolak, seret paksa dia dan bila perlu kurung dia," kata Raja Ming.


"Apa..!? Ming Zai terkejut mendengar perintah Ayah nya, dia ingin menolak namun Jendral Jin Hang lebih dulu memintanya untuk ikut pulang bersamanya.


"Mari Pangeran!" kata Jendral Jin.


"Tidak perlu meminta, aku tidak lupa akan jalan pulang!" kata Ming Zai kemudian memalingkan wajahnya dan melangkah pergi dan diikuti oleh Jin Hang.


Jin Hang tidak bisa menolak perintah Raja Ming, walau nantinya Ming Zai ingin menolak kembali pulang saat di tengah jalan, maka Jin Hang akan membawa paksa Ming Zai karena itu sudah perintah Raja Ming.


"Maafkan atas sikap anakku! Kalau begitu, mari ikut denganku ke istana, kita akan melanjutkan mengobrol disana!" kata Raja Ming.


"Terima kasih Yang Mulia, namun hamba tidak bisa ikut Yang Mulia pergi ke istana, masih banyak urusan yang harus hamba kerjakan," kata Chinmi.


"Baiklah, jika suatu saat kamu ingin ke istana, datanglah aku akan dengan senang hati untuk menyambutmu!" kata Raja Ming kemudian dia juga pergi menyusul Ming Zai setelah berpamitan kepada Chinmi.


"Ternyata kamu pandai berbicara juga!" setelah Raja Ming sudah sangat jauh, Lio Long berbicara kepada Chinmi dari belakang.


"Terima kasih atas pertolongan Tuan muda," kata Mui Yin Lie setelah Chinmi berada di dalam.


"Manager Mui tidak perlu bicara seperti itu, aku tahu jika Manager sendiri sebenarnya bisa mengatasinya sendiri bukan?" kata Chinmi.


Chinmi dapat merasakan ketika Ming Zai meminta para gadis pekerja untuk melayani hawa nafsunya, dia merasakan ada kekuatan beberapa pendekar Sihir Elemen di dalam.


Mereka ada dua orang, sedangkan kekuatan Manager Mui sendiri berada di Tingkat Menengah.


"Memang benar kami bisa mengatasi masalah ini, namun jika harus memperbesar masalah, kami tidak berani karena statusnya pengeran itu!" jawab Manager Mui.


Mui Yin Lie jelas tidak mau mencari masalah dengan pihak kerajaan, walau mereka mampu untuk menghentikan Ming Zai, namun mereka tidak berani menghadapi kekuatan besar yang ada di belakangnya.


"Baiklah, mari kita lanjutkan lagi transaksi kita di dalam!" ajak manager Mui.


Chinmi mengangguk dan dia pergi ke ruangan lain, namun bukan ruang kerja Manager Mui, karena ruangan tersebut masih dipenuhi banyak mustika Hewan Iblis.


Chinmi menerima uang Koin emas dari hasil menjual Mustika Hewan Iblis kepada asosiasi, dengan begitu urusan Chinmi di asosiasi sudah selesai dan dia pergi meninggalkan Asosiasi.

__ADS_1


"Chinmi, pemuda yang kamu hadapi tadi sangat menginginkan pedang mu itu!"


Lio Long dapat mengetahui pikiran Ming Zai saat pangeran itu melihat pedang Chinmi, walau jaraknya agak jauh dari Ming Zai, namun Lio Long bisa mengetahui akan apa yang Ming Zai inginkan.


"Aku tahu Senior," jawab Chinmi yang juga menyadari tatapan Ming Zai yang mengarah ke pedangnya.


"Sekarang bagaimana, apakah tidak ada urusan lain yang ingin kamu urus lagi? Jika sudah tidak ada mari kita segera pergi latihan!" ajak Lio Long.


"Senior, bagaimana jika kita latihan di dunia bawah laut saja? Di sana sangat aman untuk berlatih," kata Chinmi.


"Tidak bisa Chinmi, untuk melatih dirimu agar bisa mencapai tingkat dewa dan tubuh keabadian, dunia mu tidak akan cocok," kata Lio Long.


Chinmi tidak mengerti akan maksud Lio Long, "Kenapa bisa begitu senior?" tanya Chinmi.


"Mudah saja, saat kamu nantinya mulai mendapatkan kekuatan Tingkat Dewa yang pertama, seluruh dunia akan dapat merasakan kekuatanmu, dan jika sampai itu terjadi, maka Dunia Bawah Laut Naga itu akan terancam karena musuh pasti akan datang untuk menyerang dunia bawah laut mu itu."


Perkataan Lio Long mengarah kepada Huo Lang yang kemungkinan besar akan datang untuk menyerang Chinmi saat merasakan kekuatan dari Chinmi.


"Berhenti..!"


Saat mereka berdua sudah berada di tempat sepi namun masih berada dalam kota Kerajaan Api Timur. sekitar Sepuluh orang menghentikan langkah mereka.


"Ada apa, kenapa kalian menghentikan langkah kami?" tanya Chinmi.


"Jika kalian ingin selamat maka serahkan pedang itu kepada kami, setelah itu kamu dan temanmu itu boleh pergi."


"Kalian ingin merampok kami?" tanya Chinmi.


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami ini, yang jelas kamu serahkan saja pedang di punggung mu secara baik-baik. Jika tidak maka kami akan mengambilnya secara paksa," kata salah satu pria yang memakai penutup wajah.


Mereka semua mengenakan penutup wajah agar tidak ada yang mengenal wajah mereka, "Cepat serahkan pada kami!" bentak salah satu dari mereka.


"Aku lebih suka jika kalian ingin mengambilnya sendiri," kata Chinmi.


"Kau..!" gerutu salah satu dari mereka kemudian segera memberi perintah kepada rekan lainnya.


Kesepuluh para perampok tersebut langsung mengelilingi Chinmi dan Lio Long, mereka semua mengeluarkan tali dan memutar-mutar tali tersebut untuk di lempar kearah Chinmi dan Lio Long yang berada di tengah-tengah.


Lio Long melihat semua itu tertawa kecil membuat semua para perampok tersebut keheranan sendiri.


"Ini mengingatkanku saat masih muda dulu!" kata Lio Long kemudian menyentuh pundak Chinmi.

__ADS_1


"Ayo kita pergi dari sini!" kata Lio Long kemudian menjentikkan jarinya dan kemudian mereka berdua menghilang ditengah-tengah kepungan kesepuluh perampok yang mengelilinginya.


__ADS_2