PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Menghitung


__ADS_3

***


"Tuan muda Chinmi, kamu datang lebih cepat, aku pikir kamu akan datang saat sore nanti!' kata Du Mong menyambut kedatangan Chinmi yang baru memasuki pintu.


"Manager Du, sekarang mari kita bicarakan masalah harga dari mustika yang akan aku jual ini," kata Chinmi.


"Maaf Tuan Muda, di mana mustikanya?" tanya Du Mong yang kebingungan karena Chinmi sama sekali tidak terlihat membawa apapun.


"Aku membawanya, baiklah akan aku tunjukkan namun sebaiknya aku mengeluarkannya di ruang manager Du saja," kata Chinmi.


Chinmi tidak mungkin mengeluarkan mustika tersebut di tempat tersebut, dia tidak mau membuat para pelayan asosiasi kebingungan nantinya.


Du Mong yang heran dan tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Chinmi hanya bisa menurut. Dia mengajak Chinmi ke ruangan kerjanya, karena hanya di ruangan Du Mong saja yang sepi.


Chinmi mengeluarkan sekitar 20 biji mustika abu-abu dan meletakkannya di atas meja, mustika tersebut ia ambil dari balik bajunya karena ia belum mau mengeluarkan semuanya sebelum harganya sudah jelas.


"Ini manager, jika harganya sudah pasti, maka aku akan mengeluarkan semuanya."


Du Mong mengambil salah satu Mustika tersebut dan melihat secara rinci dari setiap sudut yang ada pada mustika tersebut.


"Sepertinya ini baru diambil dari tubuh hewan iblis, apa kau mengambilnya dari mayat Hewan Iblis yang mati di sini?" tanya Du Mong kemudian kembali meletakkan mustika abu-abu tersebut ke meja.


"Tepat sekali Manager, memang akulah yang mengambil semua mustika tersebut dari para mayat Hewan Iblis saat pertempuran sudah usai."


"Hebat kamu muda, namun kamu memiliki pemikiran lebih cepat dari yang lainnya untuk memperoleh keuntungan dari pertempuran tersebut," kata Du Mong.

__ADS_1


Walau nada bicara seakan-akan terkesan akan pemikiran Chinmi, namun Chinmi menangkap maksud perkataan tersebut seperti sindiran, dimana dia seolah-olah mengambil keuntungan sendiri dari kekacauan tersebut.


"Manager, aku tidak bermaksud ingin mengambil ke untungan dari kekacauan ini, rencana untuk menjual Mustika sudah ada semenjak aku selesai berlatih dengan Guruku. Dan saat itu aku sudah memiliki sekitar 50 Mustika abu-abu dirumah. Aku juga tidak menyangka jika ternyata para Hewan Iblis ini akan datang menyerang bersama dengan para pendekar dari aliran hitam, jadi ini hanya sebuah kebetulan dan bukan karena ada kesengajaan dari ku!" kata Chinmi dengan ucapan yang membuat Du Mong merasa salah berbicara.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menuduh seperti itu, aku hanya salut akan pemikiran mu, itu saja!"


Chinmi merasa sangat kesal setelah mendengar hal itu, apapun yang dikatakan oleh Du Mong, semuanya tetap mengarah pada keuntungan pribadi dirinya saja, dan bisa saja Du Mong menganggap jika penyerangan tersebut bisa saja direncanakan oleh Chinmi.


"Ah sudah lupakan saja, mari kita akan membahas masalah harga mustika ini!" kata Du Mong, dia takut jika dirinya terus mempermasalahkan akan Chinmi yang mendapatkan mustika sebanyak itu akan berakhir batal.


Sebenarnya Chinmi masih kesal, dan bahkan dia memang ingin membatalkannya, namun dia ingat jika besok gurunya akan datang menjemputnya untuk pergi berlatih dengan para Naga.


Chinmi yakin, latihan kali ini akan memakan waktu yang tidak sebentar, sehingga dirinya tidak mungkin membawa semua mustika tersebut bersamanya.


"Begini, kami menjual Mustika abu-abu seharga 3 koin emas, jadi asosiasi kami akan membelinya dari kamu dengan harga 1 koin emas. Sedangkan untuk mustika merah, kami menjualnya dengan harga 150 koin emas dan kami akan membelinya darimu dengan harga 70 koin emas. Bagaimana, apa kamu setuju?"


"Manager, apakah harga itu tidak terlalu murah? Bukankah yang aku dengar jika harga beli asosiasi adalah Satu kali lipat dari harga jualnya?"


"Tuan muda Chinmi bisa menawar lagi jika tidak setuju dengan harga yang saya berikan, namun usahakan dengan harga yang pantas dan tidak merugikan kami. Kami juga butuh keuntungan dalam berbisnis, hasil dari keuntungan tersebut akan kami gunakan untuk membayar para pekerja dan pendekar yang kami pekerjaan di Asosiasi kami," kata Du Mong.


Chinmi menghela nafas panjang, dia mengerti jika semua keuntungan tersebut tidak lebih hanya untuk membayar para pekerja dan juga para pendekar yang direkrut oleh asosiasi.


"Baiklah Manager Du, aku akan menjual mustika abu-abu ini dengan seharga 1 koin emas, namun untuk mustika merah ini aku akan menjualnya dengan harga 110 koin emas. Bagaimana!" kata Chinmi yang telah memberikan harga untuk mustikanya.


"Aku hanya akan sanggup membayar mustika merah tersebut dengan harga 100 keping emas, tidak lebih dari itu!" kata Du Mong.

__ADS_1


"Baik aku setuju!" jawab Chinmi dengan tersenyum puas.


Chinmi sengaja memberi harga 110 koin emas agar Du Mong menguranginya tidak kurang dari 100, karena harga 100 koin emas saja, asosiasi masih bisa mendapatkan keuntungan 50 koin per bijinya, dan itu adalah keuntungan yang cukup besar karena keuntungannya lebih dari separuh harga.


Chinmi mengarahkan permata kalungnya ke arah sudut ruangan milik Du Mong yang luas tersebut, setelah itu muncul tumpukan Mustika di sudut ruangan tersebut sehingga membuat Du Mong terkejut sekaligus keheranan.


Du Mong terkejut karena Chinmi tiba-tiba saja mengeluarkan mustika tersebut begitu saja seperti muncul dari ruang hampa, hal itu juga yang membuat Du Mong keheranan.


"Ma-maaf tuan muda Chinmi! A-apakah tuan muda menggunakan sihir?" tanya Du Mong, menurutnya hanya ilmu sihir yang bisa digunakan untuk memindahkan barang, seperti sihir ruang waktu. Namun hanya orang hebat saja yang bisa melakukannya.


"Manager bisa menganggap seperti itu!" jawab Chinmi.


Du Mong tidak mengetahui jika sebenarnya mustika tersebut keluar dari dalam kalung permata yang kenakan oleh Chinmi. Karena saat mengeluarkannya, Chinmi membelakangi Du Mong.


"Baiklah Manager, sekarang hitung dan pisahkan mustika tersebut," kata Chinmi.


Sekitar lebih dari seribu mustika kini memenuhi hampir separuh ruangan milik Du Mong yang besar tersebut, namun masalahnya mustika abu-abu dan mustika merah menjadi satu tumpukan dan harus memisahkan terlebih dahulu.


Chinmi memang tidak sempat memisahkan kedua jenis mustika tersebut karena begitu selesai menghilangkan abu bakar bekas daging para Hewan Iblis, Chinmi langsung memasukkan semuanya kedalam permata kalungnya.


"Jika sebanyak ini, aku butuh beberapa orang untuk memisahkan sekaligus menghintung semunya," kata Du Mong sambil menatap kearah tumpukan Mustika yang banyak itu.


Chinmi hanya mengangguk dan kemudian kembali ke tempat duduknya, sedangkan Du Mong pergi memanggil beberapa pekerjanya untuk memisahkan mustika sekaligus menghitung semuanya.


Sekitar 20 orang dimana 7 di antaranya adalah pendekar yang berada di Tingkat Menengah datang bersama dengan Du Mong, mereka ditugaskan untuk memisahkan dan menghitung tumpukan Mustika tersebut, tidak peduli walaupun mereka adalah pendekar, tetap saja mereka harus bekerja menghitung semua mustika tersebut.

__ADS_1


Awalnya mereka kaget melihat mustika sebanyak itu berada di dalam ruangan kerja Du Mong yang lebar dan besar, walau mereka penasaran akan dari mana datangnya mustika-mustika tersebut, namun tidak satupun ada yang berani bertanya.


Mereka semua segera melakukan tugas mereka untuk menghitung dan memisahkan mustika abu-abu dengan mustika merah yang sudah tercampur menjadi satu.


__ADS_2