PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertandingan (2)


__ADS_3

***


Xian Fai tidak menduga jika yang akan menjadi lawannya memiliki kekuatan yang setara dengannya. Namun dalam permainan ilmu pedang, justru Xian Fai lah yang paling tinggi.


Mereka berdua sudah bertukar beberapa serangan dan tidak satupun dari mereka berdua yang terlihat terluka, sehingga terlihat pertarungan seperti imbang.


Namun sebenarnya tidak demikian karena lawan Xian Fai terlihat terdesak karena setiap jurus pedang yang di mainkan oleh Xian Fai sangat menyulitkannya untuk memberikan serangan balik.


"Aku akui kamu adalah lawan terhebat yang pernah aku hadapi saat ini," ucapnya setelah berhasil mengambil jarak dari Xian Fai.


"Benarkah? Apakah sebelumnya kamu pernah bertarung melawan seseorang seperti musuh misalnya!" tanya Xian Fai yang merasa perkataan pemuda tersebut seperti membual.


"Tidak, tapi saat latihan. Di sekte tidak ada yang bisa menandingi kekuatanku sehingga aku dijuluki murid paling berbakat," ucapnya.


Xian Fai ingin mengumpat setelah mendengar hal itu, dia mengira pemuda tersebut pernah bertarung dengan musuh atau pernah melakukan sebuah misi sehingga harus berhadapan dengan lawan yang tangguh. Ternyata perkiraan Xian Fai salah.


"Sudahlah aku tidak ingin bercerita denganmu!" kata Xian Fai kemudian kembali menyerangnya.


Pemuda tersebut merasa kesal karena belum menemukan strategi yang baik agar bisa mengalahkan Xian Fai.


Mereka berdua kembali beradu pedang dan sama-sama mengeluarkan berbagai jurus pedang tingkat rendah yang mereka kuasai.


Pemuda tersebut merasa kesulitan untuk terus bertahan dari serangan Xian Fai sehingga berinisiatif untuk membuatnya lengah dengan cara melemparkan beberapa pisau kecil ke arah Xian Fai.


"Kamu mau membuat pengalihan dengan serangan ini?" kata Xian Fai setelah berhasil menangkis serangan beberapa pisau tersebut.


Xian Fai terkejut karena pemuda tersebut sudah tidak ada di hadapannya dan yang lebih mengagetkan lagi pemuda tersebut ternyata sudah berada di belakang Xian Fai dengan menjawab pertanyaan Xian Fai.


"Benar, dan itu cukup efektif untuk mengalihkanmu!" ucapnya yang di sertai dengan serangan pedangnya menebas kearah punggung Xian Fai.


Xian Fai langusung jongkok karena menyadari serangan tebasan pedang pemuda tersebut mengerah ke bahunya. Dalam posisi jongkok di memutar badannya dan memukul perut pemuda tersebut dengan keras.

__ADS_1


Pukulan Xian Fai mendarat tepat di ulu hatinya sehingga pemuda tersebut terpental mundur dan kemudian menyerang kesakitan.


"Dasar bodoh, seharusnya kamu tidak perlu berbicara padaku, itu hanya membuatku mengetahui posisi dan jarak antara kamu denganku!" kata Xian Fai yang sudah berdiri di sampingnya.


Xian Fai memang masih belum bisa mendeteksi akan energi seseorang sehingga akan sulit baginya untuk mengetahui posisi lawan yang sedang mengelabuinya.


Namun pemuda tersebut sungguh naas. Seharusnya dia lansung menyerang Xian Fai tanpa mengucapkan sepatah katapun, itu hanya membuat dirinya diketahui dimana posisi dirinya berada dan sejauh mana jarak antara dirinya dengan lawannya.


Xian Fai yang terkejut setelah mengetahui jika lawannya berada di belakangnya dengan jarak 1 meter saja segera melihat bayangan pemuda tersebut dan mengatahui serangan yang akan di arahkan ke punggungnya.


Pemuda tersebut ingin mengumpat namun dia tidak bisa karena rasa sakit di perutnya membuatnya harus menahan nafas.


"Terimakasih telah bertarung dengan baik, tapi maaf aku akan mengambil ini!" kata Xian Fai kemudian mengambil lencana perak milik pemuda tersebut.


Xian Fai mengeluarkan pemuda tersebut dari dalam arena dan kemudian menghampiri Lian Cao dan Yue Yin yang juga sudah selesai memenangkan pertarungannya.


"Bagaimana Selanjutnya senior?" tanya Lian Cao.


"Kita mulai dari mana dulu?" tanya Yue Yin.


"Kita akan mencari peserta yang tidak memiliki rekan, karena hanya dengan demikian kita bisa mendapatkan lencana tersebut."


"Aku setuju dengan itu!" kata Lian Cao.


"Baiklah ayo bergerak."


Mereka bertiga bergegas mencari lawan yang tidak memiliki rekan, namun jika mereka tidak menemukannya, maka lawan yang memiliki rekan akan tetap mereka hadapi.


***


Chinmi terus memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung di dalam prisai es tersebut, satu persatu para peserta yang kalah mulai keluar dari dalam prisai semakin lama semakin banyak yang kalah.

__ADS_1


Sebelumnya Chinmi terus memperhatikan pertarungan ketiga temannya, namun tidak lama perhatiannya teralihkan kepada gadis kecil berumur 12 tahun yang memakai baju hitam dan wajahnya juga sebagian tertutup oleh kain hitam.


Gadis kecil tersebut memang terlihat seperti seumuran dengan Yue Yin, namun melihat cara bertarungnya Chinmi menebak kemungkinan kekuatannya melebihi Yue Yin.


Gadis tersebut bertarung tidak menggunakan senjata pedang atau alat-alat yang terbuat dari besi. Senjata yang ia gunakan adalah selendang hitam yang bisa memanjang saat di arahkan melawannya.


Yang lebih mengejutkan adalah, gadis kecil tersebut seperti di kelilingi oleh butiran debu halus yang berputar-putar mengikuti tubunya, padahal di dalam arena tidak ada debu.


"Anak itu adalah pengendali elemen!" kata Yue Rong yang ternyata juga memperhatikan gadis kecil tersebut.


Chinmi mengerutkan dahinya, dia juga tahu jika seorang pendekar akan ahli dalam menggunakan dan mengendalikan Elemen. Akan tetapi dia baru tahu jika seorang pendekar yang masih berada di Tingkat Pemula sudah mahir dalam menggunakan sihir elemen.


"Senior Xuao, apakah senior bisa merasakan kekuatan anak itu?" Chinmi menunjuk kearah gadis kecil tersebut karena dia juga tidak bisa mengukur kekuatannya.


Xuao Lan mengembangkan kepala, dia juga sama tidak bisa merasakan kekuatan gadis kecil tersebut dan tenyata bukan hanya mereka saja yang tidak bisa melihatnya, Ketua Sekte Pulau Es juga tidak bisa melihatnya.


"Sepertinya anak itu memiliki semacam pusaka yang bisa menyembunyikan kekuatan yang dimilikinya," guman Zhihui yang juga tidak bisa merasakan kekuatan gadis tersebut.


Berbagai macam jenis pusaka memang memiliki fungsi yang beragam seperti Pedang, Busur panah, Tombak, Cambuk, Golok, Kalung, Cincin, dan berbagai jenis lainnya.


Pusaka yang paling banyak adalah pusaka Bumi yang dibuat sebelum para Hewan Iblis dipindahkan kedunia lain, namun tidak ada yang mengetahui siapa pembuat pusaka tersebut. Berbeda dengan pusaka Langit yang memasang sudah di ketahui pembuatnya.


Semua penonton masih fokus menyaksikan jalannya pertandingan, ada yang berteriak memberi dukungan, ada juga yang menggerutu karena kesal melihat murid-murid anggota mereka yang kalah.


Tanpa terasa sudah lebih dari 3 Jam saat di mulainya pertandingan, sudah lebih dari separuh peserta yang keluar dari dalam arena. Mereka yang keluar kembali ketempat masing-masing dan hanya menjadi penonton dengan perasaan campur aduk.


Kini Chinmi teralihkan kembali dengan pertandingan sepasang putri kembar yang berumur 12 tahun sedang melawan dua Putri Kembar lainnya yang terlihat berumur 16 tahun.


Pertarungan mereka cukup menarik perhatian para penonton, itu semua di sebabkan karena mereka sama-sama kembar.


Putri kembar Mei dari sekte Danau Beku melawan Dua Putri kembar Ling dari Sekte menengah aliran netral, Sekte Gunung Api dari Kerajaan Api.

__ADS_1


__ADS_2