PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kerja sama


__ADS_3

"Maksudmu, kamu kesasar?" tanya wanita tersebut.


Chinmi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal di sertai aggukan pelan karena malu harus mengakui jika dirinya memanglah kesasar.


"Baiklah jika begitu kamu disini saja, jika benar kamu adalah murid dari sekte Pedang Suci nanti pasti akan ada yang datang kesini untuk mencarimu!" kata Wanita tersebut kemudian mengajak Chinmi untuk duduk di halaman kediaman istana yang di sediakan untuk wanita tersebut.


"Kami berasal dari sekte Pulau Es, jadi kamu tidak perlu khawatir karena kami bukan orang jahat, jadi silahkan duduk," kata wanita tersebut.


"Nenek siapa anak ini?" tanya Salah satu anak kembar berambut hitam kepada wanita tersebut.


"Ini salah satu murid dari sekte Pedang Suci, namanya Li Chinmi!" kata Wanita tersebut kemudian teringat sesuatu sambil menepuk pelan jidatnya sendiri.


"Hais aku lupa, maaf sebelumnya tidak memperkenalkan diri juga padamu, namaku Zhihui, mereka adalah Cucu kembarku, yang ini namanya Liang Bing Mei atau panggil saja Bing Mei, sedangkan yang itu Liang Zhi Mei panggil saja dai Zhi Mei."


"Nona Bing Mei dan Nona Zhi Mei, senang bisa berkenalan dengan kalian berdua!" kata Chinmi, andai rambut mereka tidak berbeda Chinmi pasti kebingungan mana yang bernama Bing Mei dan mana yang bernama Zhi Mei.


Zhi Mei juga mendekat untuk melihat Chinmi dari dekat. Mereka berdua sama-sama memperhatikan Chinmi dari atas sampai bawah karena mereka tidak pernah bermain atau bergaul dengan anak laki-laki.


Putri kembar Mei jarang sekali keluar dari dalam sekte kecuali Zhihui yang mengajaknya sehingga Kedua putri kembar Mei tidak memiliki teman bermain lainnya.


Kedua Putri kembar mencoba mengukur kekuatan Chinmi namun tidak berhasil sehingga mereka menduga jika Chinmi masih seorang pendekar Pemula yang artinya sama dengan tingkat kekuatan mereka berdua.


"Jadi kamu juga salah satu peserta yang akan ikut di pertandingan nanti?" tanya Bing Mei.


"Tidak, aku hanya menemani murid-murid yang akan mengikuti pertandingan itu," jawab Chinmi.


Zhihui mengangguk mendengar perkataan Chinmi. Zhihui yakin jika Chinmi sampai mengikuti pertandingan nantinya maka kedua cucunya bisa-bisa tidak memiliki harapan untuk bisa menang jika harus berhadapan dengan Chinmi.


Tidak lama mereka berbicara terlihat dari kejauhan Yue Rong bersama pelayan yang mengantarnya datang kearah mereka.


"Bibi maaf aku tadi salah jalan!" kata Chinmi yang sudah bangkit dari tempat duduknya.


"Kamu ini bikin orang kebingungan saja!" kata Yue Rong kemudian menatap Zhihui dan segera mengenalinya.


"Ketua Zhihui nama saya Yue Rong, maaf jika keponakan saya membuat repot ketua!" kata Yue Rong sambil membungkuk badan di hadapan Zhihui.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, lagi pula aku senang bisa bertemu dengan anggota Sekte Pedang Suci di sini," kata Zhihui dengan tersenyum lebar.


"Yue Rong ya, sepetinya aku pernah mendengar namamu dari seseorang, tapi dimana?" kata Zhihui yang merasa pernah mendengar nama Yue Rong.


"Mungkin senior salah orang, saya tidak pernah menjalankan misi yang terlalu jauh sehingga jarang ada yang mengetahui nama saya," kata Yue Rong.


"Tunggu dulu, apakah kamu murid Wang Shing?" tanya Zhihui.


"Benar Senior, Beliau adalah guru saya!"


"Pantas, itu sebabnya aku seperti pernah mendengar namamu, karena Wang Shing duli pernah menceritakan akan dirimu."


Yue Rong hanya tersenyum kecut mendengarnya, dia tidak menduga jika gurunya sendiri yang ternyata membicarakan dirinya kepada orang lain.


"Zhi Mei, Bing Mei, cepat beri hormat kepadanya!" kata Zhihui kepada Kedua Putri kembar tersebut.


"Hormat kami Bibi Rong!" kata mereka berdua disertai dengan membungkukkan badan.


Yue Rong hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala, "Ketua, bukankah mereka ini kedua Cucu kembar ketua?" tanya Yue Rong dan dijawab oleh Zhihui dengan anggukan.


"Nona, karena anak ini sudah ditemukan, sebaiknya kita segera kembali ke tempat Nona," kata pelayan tersebut mengingatkan Yue Rong.


"Aku hampir lupa! Baiklah ketua Zhihui kami mohon pamit."


Zhihui mengangguk dengan tersenyum hangat. Sebenarnya dia ingin berbicara lebih banyak dengan Yue Rong, namun karena Yue Rong sudah ingin kembali ke tempatnya, Zhihui tidak mungkin menahannya.


"Baiklah dan lagi pula kita akan bertemu lagi saat pertandingan sudah dimulai!" kata Zhihui.


"Sampai jumpa lagi ketua."


Kedua Putri kembar Mei membungkukkan badan kepada Yue Rong dan Chinmi, dedangkan Yue Rong sedikit melirik Chinmi yang ternyata tidak bereaksi apa-apa di depan kedua putri kembar yang cantik-cantik tersebut.


"Mungkin Chinmi masih belum cukup mengerti akan ketertarikan kepada lawan jenis," batin Yue Rong karena merasa Chinmi masih belum cukup umur dan belum mengerti akan ketertarikan kepada kecantikan para wanita.


Chinmi, Yue Rong dan sang pelayan pun pergi meninggalkan kediaman Zhihui, sedangkan Zhihui sangat penasaran terhadap Chinmi namun hanya bisa mengehela nafas.

__ADS_1


***


Di dalam sebuah kamar yang cukup besar, Fu Shen terlihat masih gelisah. Awalnya dia sudah memantapkan diri dan menyetujui ajakan She Chin untuk pergi ke Kerajaan Es Utara demi menculik para murid-murid berbakat yang ikut pertandingan disana.


Namun Setelah mengetahui jika sampai rencana itu ketahuan oleh pihak Kerajaan Es Utara, maka mau tidak mau pertempuran akan menjadi jalan akhir dari rencana tersebut.


Fu Shen mulai khawatir dan menjadi ragu untuk terlibat lebih jauh, mengingat Kerajaan Bumi Barat tidak pernah bermusuhan dengan Kerajaan Es Utara.


Saat Fu Shen sedang bingung memikirkan masalah tersebut, tiba-tiba cermin besar di sudut kamarnya mengeluarkan pusaran hitam.


Fu Shen sontak kaget karena merasakan energi besar yang terpancar dari pusaran hitam tersebut, dan tidak lama kemudian, keluar mahluk aneh dari dalam pusaran tersebut.


Empat mahluk mirip manusia namun kepala serta bentuknya saja yang berbeda. Satu mahluk memiliki wajah Singa namun berbulu hitam dan ekornya mengeluarkan petir.


Sosok lainnya memiliki wajah mirip burung elang dan memiliki sayap. Sosok manusia seperti burung Elang tersebut mengeluarkan asap putih dan halus namun sangat dingin.


Sosok berikutnya seperti manusia Srigala, itu disebabkan wajahnya yang menyerupai Srigala dan juga ada memancarkan hawa panas dari tubuhnya.


Sosok yang terkahir sedikit membingungkan Fu Shen, Wajahnya mirip manusia namun juga mirip kadal yang memiliki tanduk di kepalanya. Fu Shen menebak jika itu adalah tanduk Naga.


Tubuh Sosok mirip Naga tersebut seperti batu namun berwarna hitam. Bukan hanya itu saja sosok Naga tersebut memancarkan hawa panas yang mampu melelehkan besi jika disentuhnya.


"Si-siapa kalian..?" tanya Fu Shen yang ketakuatan melihat wajah keempat sosok tersebut.


"Manusia, hatimu begitu hitam!" kata Sosok yang menyerupai Elang.


Fu Shen yang ketakutan kini berubah menjadi kebingungan, "A.. Apa maksudmu?" tanya Fu Shen.


Lalu Sosok yang memiliki tanduk Naga tersebut melangkah maju mendekati kursi yang terbuat dari besi tersebut kemudian menyentuhnya dengan jarinya.


Seketika itu juga kursi besi tersebut langsung meleleh seperti timah yang dipanaskan, "Kami tahu akan keinginan hatimu, jika kamu mau bekerja sama dengan kami, maka kami jamin apapun yang kamu inginkan akan terwujud, bahkan kamu juga bisa menguasai dunia ini," kata Sosok bertanduk Naga tersebut.


Fu Shen masih belum bisa memahami perkataan sosok tersebut, bahkan dia juga tidak mengerti kerja sama seperti apa yang dimaksud.


"Ke-Kerja sama seperti apa? Aku tidak mengerti?" tanya Fu Shen yang masih ketakutan namun berusaha untuk memberanikan diri.

__ADS_1


__ADS_2