
"Sejak kapan kamu berguru kepada senior Fan?" tanya lagi Zhihui.
"Guru Fan adalah Guru pertama junior, dan saat ini selain Guru Fan masih ada beberapa lagi yang juga ikut membantu melatih junior!" kata Chinmi.
Yang dimaksud oleh Chinmi adalah kedelapan Naga. Chinmi memamg tidak memanggil mereka guru, bukan karena tidak mau, melainkan karena mereka sendiri yang tidak mau Chinmi memanggil mereka guru. Namun Chinmi sudah menganggap mereka sebagai guru sekaligus keluarganya.
Zhihui memiliki anggapan lain, menurutnya guru lain yang dimaksud mungkin adalah ketiga Pertapa lainnya, dan mungkin Ji Long sang ketua Sekte Pedang Suci juga termasuk. Sebenarnya benar, Ji Long memang ikut andil dalam latihan Chinmi.
Kini pandangan Zhihui dan Bing Mei mulai sedikit berubah setelah mengetahui latar belakang Chinmi sebagai murid Pertapa, mereka sedikit canggung setelah mengetahui kebenarannya.
"Kamu dulu di juluki sebagai Pendekar Naga Langit karena memiliki pedang Naga Langit. Walau semua orang dan para pendekar belum terlalu mengenalmu, aku yakin sebentar lagi mereka akan segera mengetahui siapa pendekar paling berbakat yang sebenarnya!" kata Zhihui sambil menerima kembali lencananya.
Chinmi hanya tersenyum canggung mendengarnya. Dia sendiri sama sekali tida peduli akan gelar yang orang lain sematkan padanya. Yang pasti dirinya harus berlatih lebih giat setelah semua urusannya selesai.
"Senior Zhi, Nona Bing, saya rasa urusan disini sudah selesai, saya harus pergi untuk mencari guru Fan sekaligus ingin pulang ke Kerajaan Bumi Barat!" kata Chinmi yang sudah tidak ingin berlama-lama disana.
"Kenapa terburu-buru sekali, hari sudah mulai malam, menginaplah walau hanya semalam di sini! Aku yakin senior Fan pasti baik-baik saja! Lagi pula kamu pasti sangat lelah setelah bertarung dengan Lung Chiu Xi bukan?" kata Zhihui mencoba untuk membuat Chinmi menginap walau hanya semalam saja.
"Terima kasih senior, bagaimanapun saya tetap harus pergi malam ini, jadi saya minta maaf, dan sekali lagi terima kasih atas kebaikan senior!" kata Chinmi yang menolak tawaran Zhihui secara halus.
"Baiklah jika demikian! Pintu sekte kami selalu terbuka untukmu, jadi kapanpun kamu mau datang dan membutuhkan bantuan kami, kami akan sangat senang hati membantumu!" kata Zhihui.
Bing Mei tidak berbicara sepatah katapun, dia hanya terdiam mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Baiklah senior, kalau begitu saya mohon pamit. Nona Bing jaga diri baik-baik!" kata Chinmi sekaligus berbicara kepada Bing Mei.
Bing Mei hanya menganggukkan kapala saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, sedangkan Zhihui menatap Bing Mei dengan menggelengkan kepala.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Chinmi pergi keluar meninggalkan mereka berdua di dalam kamar, sedangkan Zhihui sebenarnya ingin ikut melepas kepergian Chinmi, namun kondisinya yang membuat dirinya tidak bisa ikut keluar.
"Dia tumbuh menjadi seorang pendekar yang gagah dan hebat! Bing'er nenek harap kamu dan Chinmi bisa benar-benar berjodoh," kata Zhihui setelah Chinmi sudah menghilang dari pintu kamarnya.
Bing Mei jelas terkejut dan langsung menoleh kearah Zhihui dengan expresi kaget, "Apa yang Nenek bicarakan, bukankah tidak tepat membicarakan masalah Jodoh di saat kita masih berkabung?" kata Bing Mei.
Zhihui hanya tersenyum tipis, dia tentu tidak akan lupa jika dirinya masih berkabung akan kematian Zhu Mei.
Zhihui hanya berharap saja jika Bing Mei dan Chinmi bisa benar-benar menjadi pasangan, siapapun pasti ingin memiliki pasangan yang hebat, apalagi seorang pendekar hebat seperti Chinmi. Zhihui yakin kelak Chinmi pasti akan menjadi seorang Pendekar nomer satu di keempat kerajaan, dan pasti akan banyak yang menginginkan Chinmi untuk menjadi suami atau menantu para Pendekar dari berbagai sekte atau bahkan bisa menjadi rebutan keempat kerajaan.
"Nenek tidak akan memaksamu, namun jika suatu hari Chinmi menjadi milik gadis lain, nenek harap kamu tidak menyesalinya!" kata Zhihui kemudian kembali bermeditasi untuk segera menyembuhkan luka-lukanya yang tersisa dengan menggunakan Qi dan juga obat yang ia simpan di kamarnya.
Bing Mei sendiri hanya bisa mengumpat sambil duduk sejenak di kursi, dia tidak tahu apa yang ada dipikirkan neneknya. Bing Mei sama sekali belum berkeinginan untuk membahas masalah perjodohan, yang ia inginkan saat ini hanyalah ingin mengembalikan sektenya kembali seperti semula, kemudian dia akan berlatih lebih giat agar bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi.
***
Suara benturan dan ledakan pertarungan mengguncang dunia dimensi portal. Dunia dimensi portal adalah dunia lain yang letaknya sangat jauh dari dunia lain, termasuk dunia tempat Chinmi berada.
Fan Yuzhen, Tie Long dan Huo Long terluka parah. Mereka bukan terluka kerena melawan Hou Shizi dan Baihu, melainkan melawan Huo Lang yang saat ini hanya memiliki satu tangan saja.
"Tidak kusangka dia sangat kuat!" kata Fan Yuzhen dengan suara berat dan sambil menahan pergelangan tangannya yang patah.
Begitu juga dengan Tie Long dan Huo Long, mereka juga sama-sama tidak berdaya menghadapi Huo Lang yang hanya memiliki satu tangan saja.
Mereka sudah menyerang secara bersamaan bahkan menggabungkan ilmu mereka untuk mengalahkan Huo Lang, namun nyatanya semua itu sama sekali tidak mempengaruhi atau melukai Huo Lang.
"Andai aku tidak disuruh untuk membunuh kalian, mungkin sejak tadi kalian sudah aku makan," kata Huo Lang.
__ADS_1
Yang menyuruh Huo Lang agar tidak membunuh Tie Long dan Huo Long adalah She Long, alasan She Long karena Tie Long dan Huo Long adalah Hewan Iblis yang sama dengannya, dan kekuatan mereka sangat dibutuhkan untuk memimpin pasukan Hewan Iblis yang ada dibawah perintahnya.
She Long tidak tahu jika disana ada Fan Yuzhen, jadi Huo Lang juga tidak membunuhnya, namun mereka bertiga berencana akan di tahan di dimensi portal tersebut hingga Tie Long dan Huo Long mau bergabung dan mengeluarkan pasukan Hewan Iblis yang ikut bersama mereka untuk menyerang manusia.
"Fan Yuzhen, sebaiknya kamu pergi dari sini, sepertinya yang ia incar adalah kami, jadi kamu harus pergi dari sini secepat mungkin!" kata Huo Long.
"Aku tidak akan meninggalkan kalian!" kata Fan Yuzhen, dia tidak mau meninggalkan kedua Naga tersebut begitu saja sehingga menolak untuk pergi.
"Apa kalian pikir kalian bisa pergi begitu saja? Jangan harap..!" kata Huo Lang yang tidak berniat untuk membuatkan satupun dari mereka untuk lolos.
Huo Lang membuat sebuah tali yang terbuat dari api, dia melemparkan tali api tersebut kearah Fan Yuzhen. Melihat tali tersebut mengarah padanya, Fan Yuzhen ingin bangkit dan menhidar, namun energinya hanya tinggal sedikit sehingga tali tersebut mengikat tubuh Fan Yuzhen.
Anehnya tubuh Fan Yuzhen tidak terbakar sama sekali walau sudah terikat oleh tali api tersebut, "Jika kamu berani berontak, maka api itu akan membakarmu. Saranku sebaiknya kalian menyerah saja, itu lebih mudah untuk kalian!" kata Huo Lang sambil bergerak dan juga mengikat Tie Long dan Huo Long.
"Apa yang kamu inginkan sebenarnya!" tanya Huo Long.
Yang kami inginkan hanyalah sebuah kekuatan yang berada dibawah naungan mu itu, itulah yang dikatakan oleh She Long padaku," kata Huo Lang.
"She Long..!? Jadi dia yang menyuruhmu?" kali ini giliran Tie Long yang bertanya.
"Benar, jika bukan karena pesannya, tentu sudah sejak tadi kalian aku bunuh!" kata Huo Lang.
Saat dia berhasil meloloskan diri dari Ho Chen, Huo Lang kembali ke galaxi Cincin bintang untuk menemui She Long. Dia datang dengan lengan sudah terpotong sekaligus menceritakan kepada She Long jika dirinya bertemu dengan murid Jendral Dewa Perang.
***
__ADS_1