PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
kesepakatan


__ADS_3

“Guru, bisakah saya mempelajari ilmu guru yang tadi?” Chinmi merasa tertarik dengan ilmu Fan Yuzhen yang mampu membelah tubuh Hewan Iblis seperti tahu.


“Nanti aku pasti akan mengajarimu! Namun yang terpenting  sekarang kamu harus lebih fokus berlatih ilmu dasar, sekarang kita istirahat dulu, setelah itu kita akan melanjutkan latihan yang tadi, jika kamu bisa melakukannya dengan sempurna, maka aku akan memberikan laihan kedua, yaitu latihan Penempaan Tubuh,” kata Fan Yuzhen.


Chinmi dan Fan Yuzhen beristirahat di dekat danau tersebut. Selagi beristirahat, Chinmi tidak lupa bertanya akan Dunia Hewan Iblis yang saat ini sedang ia tempati, Chinmi


jelas ingin tahu siapa saja orang yang mengetahui Dunia Hewan Iblis ini.


Fan Yuzhen mulai menjelaskan akan asal-usul dari dunia Hewan  Iblis tersebut. Awalnya Para Hewan Iblis berada di dunia manusia, bahkan perkembangan mereka sangat pesat, mereka semua hampir memenuhi separuh dunia karena populasi mereka yang sangat banyak.


Para Hewan Iblis masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda-beda layaknya seperti para pendekar, bahkan mereka juga bisa berpikir seperti manusia. Suatu Hari ada sekita Delapan mahluk Hewan Iblis yang memiliki kekuatan tingkat Pertapa memimpin semua Hewan Iblis untuk menyerang para Manusia dan mengambil alih


Dunia.


Pertempuarn antara para Hewan Iblis melawan Manusia tidak terhindarkan, saat itu hanya ada Dua kerajaan yang berkuasa sehingga kedua kerajaan bersatu untuk memerangi Hewan Iblis tersebut, namun semuanya sia-sia karena jumlah para Hewan Iblis sangatlah banyak, di tambah lagi mereka semua memiliki kekuatan, yang paling lemah berada ditingkat Pendekar Awal, dan yang terkuat selain dari Delapan Hewan iblis Pertapa adalah Hewan Iblis yang berkekuatan Puncak layaknya Pendekar Puncak.


Pertempuran antara hewan melawan Manusia adalah hal yang tidak wajar, itu makluk saja karena makhluk itu bukan hewan sembarangan, melainkan hewan yang memiliki kekuatan besar dan bisa berpikir dan berbicara seperti Manusia, dan mereke menamainya Hewan Iblis.


Pihak Manusia tidak diuntungkan dalam pertempuran tersebut,sebab tidak semua Manusia adalah seorang Pendekar sehingga pertarungan terasa berat sebelah. Penyerangan yang dilakukan oleh Hewan Iblis tidak setiap hari, namun juga tidak ada yang tahu kapan mereka akan menyerang, dan target utama para Hewan Iblis adalah kedua Kerajaan.

__ADS_1


Saat situasi yang begitu kacau tersebut muncul sesosok manusia berkekuatan besar, tidak ada yang tahu kekuatan tingkat apa itu, namun yang jelas dia dapat mengalahkan Hewan Iblis yang berkekuatan tingkat Pertapa dengan mudah.


Sosok tersebut menangkap semua para Hewan Iblis dan memindahkan mereka kedunia lain, sedangkan pintu masuk untuk menuju kedunia tersebut bukan hanya satu, melainkan ada lima titik lokasi yang berbeda. Jika sampai ada orang yang berniat menghancurkan salah satu pintu tersebut, maka semua Hewan Iblis itu akan berhasil keluar dari dunianya dan bisa-bisa mereka akan membalas dendam kepada manusia.


Yang mengetahui dunia tersebut hanya para Pertapa saja, karena dunia Hewan Iblis sangat cocok untuk dijadikan tempat latihan karena Qi di dunia tersebut sangat padat. Jika seorang Pendekar Sihir Alam berlatih di dunia Hewan Iblis dan bermeditasi disana, maka orang tersebut akan bisa menembus tingkat Pertapa.


Jika Chinmi sampai berhasil menyerap Qi sebanyak-banyaknya dari tempat itu, bukankah dia akan masmpu menjadi seorang Pendekar menengah dalam waktu singkat saja. Hal itu sudah dipikirkan lebih dulu oleh Fan Yuzhen.


Fan Yuzhen sengaja melatih Chinmi dengan metode penyerapan Energi Qi terlebih dahulu agar dia bisa bertahan dengan latihan penempaan fisik yang akan dia berikan kepada Chinmi, jika di sekte akan lebih dulu dilatih penempaan fisik terlebih dahulu, namun Fan Yuzhen sebaliknya, menurutnya itu akan lebih efektif dan juga lebih


cepat untuk menjadi seorang Pendekar tingkat tinggi.


Fan Yuzhen tidak akan menyadari jika ke delapan Hewan Iblis yang sebelumnya sudah berada di tingkat pertapa sekarang sudah setingkat lebih tinggi dari cerita yang ia dengar, dan mata Hewan Iblis itu sedang memandangi mereka berdua.


***


Di dunia luar tidak jauh dari sekte Pedang Suci, ada sekitar Tiga orang sedang besembunyi di balik batu besar, mereka bertiga sedang memantau sete Pedang Suci dari jauh.


“Ketua Meng, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak mungkin terus menerus mengamati sekte itu sampai besok pagi kan?” tanya seorang pria paruh baya mengenakan baju berwarna Hitam sepenuhnya.

__ADS_1


“Sabarlah dulu ketua Wai, lagi pula kita bukan ingin menyerang atau menyusup kesana, kita cukup memantaunya saja dari sini dan menunggu buronan itu keluar dengan sendirinya, setelah itu barulah kita tangkap,”


“Ketua Tong, apakah kamu pikir rencana ini akan berjalan lancar? Bagaimana jika seseorang melihat kita?”


“Iya kalau ketahuan maka kita harus membunuhnya agar dia tidak bisa melapor ataupun memberikan kabar kepada kelompoknya,”


Mereka bertiga masih berbicara sambil terus memantau ke sekte Pedang Suci, mereka bertiga adalah Tong Liun ketua sekte Golok Setan, Meng Yi, ketua Sekte Lembah Hantu, dan yang terakhir adalah Lung Wai, ketua Sekte Kelelawar Hitam.


Andai tidak ada nama Fan Yuzhen di sekte tersebut, atau setidaknya dia sudah mati, maka mereka bertoiga sudah sejak tadi pasti akan menyerang, namun keberadaan Fan Yuzhen membuat mereka berpikir ulang dan hanya bisa menunggu Li Fang keluar sendirian dari dalam Sekte, dan jika hal itu terjadi  mereka akan langsung menangkap Li Fang dan akan menyerahkannya kepada Jendral Fu Shen.


“Membosankan...!” gerutu Lung Wei.


“Kamu pikir hanya kamu saja yang merasa bosan? Kami berdua juga bosan, jadi bersabarlah!” kata Tong Liung.


“Diamlah kalian berdua! Kalian berdua yang mengajakku kesini, dan sekarang kalian berdua merasa bosan!” Meng Yi terlihat geram dengan perdebatan antara Tong Liung dengan Lung Wai.


“Jika kalian tidak juga berhenti berdebat maka aku akan pergi sendiri saja!” kata Meng Yi.


Mereka berdua terdiam, tidak ada yang berani untuk berkomentar, bukan karena takut kepadanya melainkan mereka butuh bantuan dari Meng Yi.

__ADS_1


Sebenarnya Tong Liung sudah menyerahkan semua uruan Li Fang kepada anggotanya, namun begitu mendengar kabar jika Li Fang sedang berada di sekte Pedang Suci, dengan kecepatan terbangnya dia bersama Lung Wai pergi mencari keberadaan Meng Yi dan kebetulan mereka bertiga bertemu di gurun pasir, dan mereka bertiga melakukan kesepakatan untuk pergi menyelidiki kabar tersebut bersama-sama


__ADS_2