
Hei Long akhirnya tidak lagi mempermasalahkan Chinmi yang telah mengambil mustika hitam milik Hei Ying.
"Fan Yuzhen, ingat segeralah kamu bawa murid yang pernah kamu ceritakan itu ketempat kami setelah dia mencapai tingkat setidaknya Menengah atau Puncak, sekarang aku akan kembali," kata Hei Long kemudian bersiap untuk pergi.
Tian Xiang, Xie Wen dan Wu Tong sama-sama heran mendengar perkataan Hei Long, yang lebih membuat mereka heran adalah Hei Long yang tidak mengetahui bahwa anak yang ada di hadapannya saat ini adalah murid Fan Yuzhen.
"Bukankah sekarang muridku itu berada di hadapanmu!" kata Fan Yuzhen membuat Hei Long yang bersiap untuk pergi langsung membatalkan niatnya.
"Apa, siapa maksudmu?" tanya Hei Long penasaran
"Naga Hitam, anak ini adalah murid Fan Yuzhen," kata Xie Wen dengan singkat.
Hei Long menatap Chinmi kembali yang saat ini juga ikut bingung serta penasaran, "Jadi kau anak kecil yang dimaksud itu?" tanya Hei Long dengan nada terkejut disertai tatapan tidak percaya.
"Benar, dia adalah Chinmi muridku yang pernah aku ceritakan kepada kalian!" kata Fan Yuzhen.
Chinmi sendiri yang masih kebingungan menoleh kebelakang dan melihat Raja Bao yang sudah dekat menuju ke arahnya.
"Sudahlah kita bahas itu nanti, namun ingat kamu harus secepatnya pergi ke tempatku!" kata Hei Long kepada Chinmi.
Hei Long sebenarnya masih ingin memeriksa Chinmi dan ingin memastikan kebenaran dari cerita Fan Yuzhen, namun dia melihat beberapa orang datang kearahnya sehingga Hei Long tidak ingin berlama-lama berada disana.
Chinmi yang tidak mengerti akan maksud Hei Long hanya menganggukan kepala saja yang disertai dengan senyuman kecil.
"Aku pergi dulu, aku akan menunggu kedatangan mu di tempatku!" kata Hei Long kemudian terbang tinggi dan menghilang di Langit yang sudah terlihat mulai terang.
__ADS_1
"Buru-buru sekali dia!" kata Wu Tong sebelum akhirnya dia juga menoleh kebelakang.
"Pa-para sepuh sekalian, maaf jika saya menganggu kalian semua disini!" kata Raja Bao yang baru tiba di tempat Fan Yuzhen dan yang lainnya berada.
"Apakah kamu adalah Raja dari kerajaan Es Utara ini?" tanya Tian Xiang.
"Be-benar sesepuh, saya adalah Raja di Kerajaan ini, sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena para sepuh sekalian telah menyelamatkan Kerajaan saya"
"Menyelamatkan kerajaanmu? Tidak, kami tidaklah berusaha menyelamatkan Kerajaan mu, kami hanya berusaha menghentikan para Hewan Iblis yang bisa membuat dunia ini akan kacau!" kata Xie Wen yang terdengar sedikit sinis.
Raja Bao tersenyum kecut mendengarnya, walau begitu dia tidak sakit hati setelah mendengar perkataan Xie Wen.
"Pendekar muda, tidak kusangka jika Pedang Naga Langit akan memilihmu sebagai tuannya, ini sungguh sebuah kebetulan!" kata Raja Bao kepada Chinmi sambil memperhatikan Pedang Naga Langit tersebut.
"Yang Mulia maafkan saya sebelumnya, saya tidak berniat untuk mengambil pedang ini, saya...!"
"Raja Es Utara, aku harap setelah kejadian ini kamu bisa mengajak kerajaan lain untuk bekerja sama melawan para Hewan Iblis, karena musuh yang sesungguhnya adalah mereka," kata Wu Tong.
Menurutnya musuh dan ancaman yang sebenarnya adalah dari para pasukan Hewan Iblis, jika perang terus menerus terjadi antar manusia, Wu Tong khawatir jika nantinya kekuatan manusia semakin lemah, dan saat sudah lemah bisa saja para pasukan Hewan Iblis akan menyerang manusia.
"Saya tahu itu sesepuh, namun ini akan sangat sulit bagi kami, terlebih lagi bagi kerajaan Bumi Barat dan Angin Selatan yang masih dilanda perang, sedangkan kerajaan Api Timur tidak mungkin mau mendengarkan bahkan bekerja sama untuk masalah ini, jadi saya tidak bisa menjamin kecuali...!"
Raja Bao menghentikan kaliamatnya dan seolah-olah ragu untuk mengatakannya dihadapan mereka semua.
"Kecuali apa Raja Es Utara, kenapa kamu menghentikan perkataanmu?" tanya Tian Xiang.
__ADS_1
"Kecuali salah satu dari para sesepuh mau membantu meyakinkan mereka!" kata Raja Bao.
"Raja Es Utara, mereka masih kurang yakin akan apa? Ini sudah menjadi bukti jika ancaman itu benar-benar nyata!" kata Fan Yuzhen menatap Raja Bao dengan tajam.
"Guru, menurutku itu wajar saja. Bukankah setiap kerajaan selalu merasa paling hebat? Mereka tidak mau jika harus terlibat dengan masalah yang tidak menguntungkan bagi kerajaan mereka," kata Chinmi.
Dia memperlajari hal itu dari beberapa buku yang ia baca di perpustakaan Kerajaan Bumi Barat saat dirinya masih berada disana.
"Guru..? Jadi dia adalah murid sang Pertapa?" batin Raja Bao yang terkejut ketika Chinmi memanggil Fan Yuzhen dengan sebutan guru.
"Masalah politik negara memang sangat menyebalkan, mereka hanya mementingkan diri sendiri sekaligus memperkaya diri tidak peduli seperti apa nasib rakyat kecil, benar-benar menjengkelkan. Seharusnya aku binasakan saja kerajaan-kerajaan ini agar tidak ada lagi rakyat yang menderita akibat ulah para pejabat-pejabat yang licik," kata Xie Wen dengan geram.
"Sudahlah lebih baik kita fokus terhadap permasalahan ini! Raja Es Utara, semua urusan kerja sama antar kerajaan aku serahkan padamu, kami masih memiliki urusan lain jadi lakukan saja apa yang kami suruh!" kata Wu Tong.
Fan Yuzhen mengehela nafas panjang sebelum akhirnya ikut bersuara, "Jika mereka masih bersih keras dan tidak setuju akan hal ini, sesuai apa yang dikatakan oleh Xie Wen, kerajaan siapapun yang menolak untuk bekerja sama, maka kami akan mendatangi kerajaan itu. Mereka tinggal membayangkan apa yang akan terjadi dengan kerajaan mereka itu!" kata Fan Yuzhen.
Tentu saja Fan Yuzhen tidak bersungguh-sungguh akan ucapannya. Lagi pula dia tidak akan punya kesempatan untuk mengurusi masalah urusan kerajaan tersebut.
Namun perkataan Fan Yuzhen ternyata berhasil membuat Raja Bao menelan ludahnya, dia sendiri tidak bisa membayangkan akan apa yang akan mereka lakukan terhadap kerajaan yang menolak untuk berdamai dan bekerja sama tersebut.
"Bawalah ini sebagai bukti bahwa perkataan kami benar-benar akan terbukti jika sampai ada yang berani menolak untuk damai!" kata Xie Wen kemudian menyerahkan sebuah Lencana berwarna putih salju, lenacana tersebut memiliki ukiran seperti gelombang air laut.
"Ini..!?" Raja Bao bingung dengan lencana tersebut.
"Jika ada yang menolak untuk bekerja sama, maka kamu bisa menunjukkan benda itu sebagai bukti jika aku yang meminta mereka untuk berdamai dan bekerja sama, jika mereka tetap menolak, kamu tinggal katakan saja jika aku akan datang sendiri ke Kerajaan itu, dan tentunya bukan untuk mengajak bekerja sama lagi, namun untuk melenyapkan kerajaan mereka."
__ADS_1
Xie Wen memang berkata seperti mengancam, namun sesungguhnya itu hanyalah sebuah gertakan saja. Namun itu juga mungkin bisa saja terjadi karena bisa saja Xie Wen maupun para Pertapa lain sudah hilang kesabarannya.