PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Perjodohan


__ADS_3

Chinmi dan Bing Long berada di tengah-tengah air danau yang sudah membeku. Chinmi duduk dalam posisi bersila, sedangkan Bing Long berada di depannya.


Bing Long menyentuh dada perut Chinmi dengan menggunakan kukunya yang panjang, "Bersiaplah, aku akan membuatkan cabang Elemen Es di pusat Roh mu," kata Bing Long yang dijawab dengan anggukan oleh Chinmi.


Chinmi dapat merasakan energi yang begitu dingin masuk kedalam perutnya. Energi tersebut menjalar keseluruh tubuh dan pada akhirnya hawa dingin tersebut berkumpul di Pusat Roh di dalam tubuhnya.


Pusat Roh nya secara perlahan-lahan mulai memunculkan cabang, namun cabang tersebut sangat kecil. Itu sudah biasa karena saat Chinmi dibuatkan cabang Pusat Roh elemen kayunya, cabang tersebut sangat kecil juga.


Jadi Chinmi harus membuat cabang tersebut membesar dengan cara berlatih sihir es, dan belajar mengubah Qi nya menjadi energi Es dan itu butuh waktu yang cukup lama.


Jika Chinmi kemungkinan membutuhkan sekitar 1 tahun atau mungkin dua tahun. Namun jika orang lain mungkin butuh waktu sekitar 10 atau 20 tahun untuk memperbesar cabang Pusat Roh nya.


Tubuh Chinmi gemetar karena kedinginan, efek dari energi Es yang saat ini sudah bercabang di pusat Roh nya ternyata berbeda dengan yang lainnya.


Rambut Chinmi mulai terlihat membeku, bahkan sebagian badannya juga mulai membeku, "Jangan dilawan Chinmi, biarkan energi Es itu meresap dan menyatu semuanya kedalam pusat Roh mu. Jika kamu melawan atau penahanannya maka tubuh mu akan membeku seutuhnya dan kemudian kamu akan mati."


Chinmi segera mencoba untuk membiarkan energi Es tersebut terserap ke dalam pusat Roh nya. Butuh waktu sekitar setengah malam bagi Chinmi agar dapat menyerap Energi Es tersebut.


Rambut Chinmi yang membeku mulai kembali seperti semula, dan sebagian tubuhnya yang membeku juga mulai normal.


Saat dini hari, barulah seluruh energi Es menyatu dengan pusat Roh nya. Walau hanya bercabang kecil, namun Chinmi bisa merasakan jika kekuatannya meningkat pesat.


"Aku sudah siap untuk berlatih pengendalian Es," kata Chinmi dengan semangat.


"Sabar dulu, semua butuh proses dan juga kamu sebaiknya menyempurnakan salah saru dari keempat pondasi mu dan membuka satu atau dua gerbang terlebih dahulu," kata Bing Long.


"Em... I-iya...!" kata Chinmi sambil menggaruk kepalanya.


Chinmi dan Bing Long kembali ke tempat masing-masing. Chinmi kembali ke gubuk, sedangkan Bing Long kembali ke dalam istana emasnya.


Mereka berdua sama beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan latihan mereka, namun latihan selanjutnya adalah untuk menyempurnakan salah satu pondasi Chinmi yang belum sempurna.


***


Raja Shao Ming raja dari kerajaan Angin Selatan sedang berkumpul di aula pertemuan dengan para petinggi kerajaan. Wajah mereka terlihat tegang dan juga serius seolah-olah ada masalah serius yang sedang mereka bahas.


"Yang Mulia, Hamba harap yang mulia memikirkan baik-baik keputusan Yang Mulia, bagaimana pun ini terlalu berisiko tinggi jika kita memaksakan."


"Benar Yang Mulia, bukankah sudah jelas jika mereka mendapatkan dukungan dari kerajaan Es Utara, jadi akan sangat sulit bagi kita untuk menyerang."


Beberapa penasehat kerajaan berusaha menjelaskan dan menghentikan Raja Shao agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk menyerang kerajaan Bumi Barat.

__ADS_1


"Penasehat Fe Xian, aku tahu itu! Tapi apa kita memiliki pilihan lain? Selama ini kita hanya diam dan menunggu saja, namun apa yang terjadi sekarang? Mereka justru mendapatkan dukungan dari kerajaan Es Utara! Sekarang Kerajaan Es Utara yang mendukungnya, besok kerajaan Api Timur juga akan mendukungnya!" kata Raja Shao Ming.


"Tidak Yang Mulia jika kita mendahuluinya!" salah satu penasehat memberikan suaranya.


"Apa maksudmu penasehat Zu Chin?" tanya Raja Shao Ming dengan heran.


"Yang Mulia, bagaimana jika kita menjodohkan Tuan Putri Mu Liyi dengan pangeran Ming Zai?"


"Maksudmu aku harus menjodohkan Putri ku dengan putra mahkota arogan dari Kerajaan Api Timur itu?" tanya Raja Shao dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Benar Yang Mulia!" jawab Penasehat Zu Chin.


Mu Liyi adalah anak kedua dari Raja Shao Ming, dia memiliki dua anak, yang pertama adalah Zhao Zuan, dan yang kedua adalah Zhao Mu Liyi.


Pangeran Ming Zai saat ini sudah berumur 20 tahun. Raja Shao sebenarnya tidak setuju jika putrinya Mu Liyi yang sudah berumur 18 tahun harus di jodohkan dengan pangeran tersebut. Alasannya karena pangeran Ming Zai tidak hanya arogan, dia suka sekali menodai kesucian para gadis-gadis muda sebelum akhirnya dicampakkan begitu saja.


Karakter pangeran Ming Zai yang buruk tersebar luas ke berbagai kerajaan, Raja Ming Shan sendiri sangat kecewa atas kelakuan putranya, namun pangeran Ming Zai seolah-olah tidak mau mempedulikannya.


"Yang Mulia, hanya ini jalan satu-satunya agar kerajaan kita bisa bersekutu dengan kerajaan Api Timur yang kuat itu, jika kita tidak lebih dulu bergerak, aku takut mereka juga akan mendukung kerajaan Bumi Barat," kata Penasehat Zu Chin.


"Saudara Zu, apakah tidak ada cara lain lagi selain menjodohkan Tuan Putri dengan pangeran rusak itu?" tanya penasehat Fe Xian.


"Apa kamu ada ide? Jika iya ayo katakan, siapa tahu idemu lebih bagus dari ideku," kata Penasehat Zu Chin dengan nada tidak senang.


"Yang Mulia, mereka berdua hanya di jodohkan saja, selebihnya kita akan meminta jendral Jin Hang untuk mengawasi pangeran saat mereka berdua sedang berjalan berduaan di sana. Karena selain jendral Jin Hang, pangeran tidak pernah takut pada yang lainnya apalagi terhadap Raja Ming ayahnya," Zu Chin tetap berusaha meyakinkan Raja Shao.


Raja Shao berpikir sesaat, dia tahu apa yang akan terjadi jika sampai putrinya mengetahui jika dirinya dijodohkan demi urusan politik. Mempermainkan perasaan putrinya demi kepentingan sebuah politik kerajaan memang perbuatan yang tidak terpuji, karena bersifat memaksa perasaan putrinya untuk dijodohkan dengan laki-laki yang tidak ia cintai.


Namun apalah daya karena Raja Shao sendiri benar-benar tidak memiliki cara lain. Setelah beberapa saat, barulah Raja Shao mengungkapkan keputusannya.


"Penasehat Zu Chin, aku serahkan masalah perjodohan putriku padamu, pergilah besok bersama jendral Xio Tao ke kerajaan Api Timur, dan sampaikan surat yang akan aku kirim ke raja Ming Shan," kata Raja Shao.


"Baik Yang Mulia, perintah Yang Mulia akan hamba laksanakan!" Zu Chin membungkuk.


Penasehat Fe Xian hanya menatap Zu Chin dengan tatapan sedikit curiga, selama ini hanya dia yang selalu memiliki rencana-rencana aneh, dan rencana penasehat Zu Chin sering gagal. Anehnya Raja Shao tetap saja mendengarkan saran yang kali ini lebih gila dari sebelumnya.


Raja Shao bangkit dan pergi meninggalkan mereka semua menuju ke ruangan pribadinya sendiri untuk menulis surat yang akan di serahkan kepada Raja Ming, sedangkan para penasehat dan mentri-mentri kerajaan lainnya masih berada di sana.


"Zu Chin, apa sebenarnya rencanamu, kenapa kamu harus mengorbankan perasaan Tuan Putri hanya demi urusan politik?" tanya pria sepuh pendek tidak jauh darinya.


"Bai Wong, apakah kamu masih belum mengerti? Sudah jelas bukan jika ini demi mendapatkan sekutu, apa lagi kamu tahu sendiri seberapa besar kekuatan kerajaan Api Timur! Jika kita bisa membuat kerajaan besar bergabung dengan kerajaan kita, maka bisa dipastikan jika kita akan mendapatkan kekuatan yang melebihi kekuatan kerajaan yang dimiliki oleh Es Utara, dengan begitu kita akan bisa menghancurkan kerajaan Bumi Barat dengan sangat mudah, dan kerajaan Es Utara bukan lagi sebuah ancaman bagi kita," kata Zu Chin.

__ADS_1


"Apa kamu yakin? Aku rasa bukan itu tujuan mu yang sebenarnya," kata Bai Wong.


Bai Wong adalah mentri bagian pajak kerajaan, walau dia terkesan baik atau terlihat jujur, sebenarnya dia juga memiliki sifat penjilat dan juga sering menaikan pajak di desa-desa tertentu.


Karena itu dia mengetahui jika rencana Zu Chin sebenarnya semata-mata bukan hanya demi kerajaan saja. Bai Wong yakin pasti Zu Chin memiliki sebuah rencana lain di balik semua itu, dan pastinya itu untuk rencana pribadinya.


Bai Wong sudah mengenal Zu Chin, dan dia sangat paham terhadap cara berpikirnya yang sangat licik dan penuh siasat, namun Bai Wong tidak bisa menemukan kebenaran akan rencana Zu Chin.


"Jika kamu pikir dengan mendapatkan bantuan dari kerajaan Api Timur akan mampu mengalahkan kerajaan Bumi Barat, maka bagaimana caramu mengatasi Pendekar muda dari keturunan jendral Li Xiang yang katanya mampu melenyapkan seribu pasukan Hewan Iblis hanya seorang diri saja?


Kamu pasti ingat jika keluarga jendral Li saat ini juga dilindungi oleh salah satu Pertapa dari ketiga Pertapa, sedangkan di kekacauan yang terjadi di Kerajaan Es Utara, ke empat Pertapa dan anak muda dari keluarga Li itu juga ikut bersatu dalam menyelesaikan kekacauan itu.


Jadi bisa di pastikan jika Kerajaan Bumi Barat kemungkinan besar juga mendapatkan dukungan dari keempat Pertapa itu juga, jadi bagaimana, apa pendapatmu mengenai hal itu?" tanya penasehat Fe Xian.


"Itu hanyalah rumor saja, menurutku mereka melebih-lebihkan akan cerita itu. Sekarang coba kalian pikir dengan logika! Apakah mungkin seorang anak kecil berusia 13 tahun memilik kekuatan besar yang mampu mengalahkan seribu pasukan Hewan Iblis seorang diri?" tanya Zu Chin.


Semuanya saling berpandangan dan tidak ada satupun yang bisa menjawab. Bahkan Bai Wong sekalipun tidak bisa menjawabnya.


"Sudah ku duga kalian tidak akan bisa menjawabnya! Jika logika ku benar, ini pasti sebuah siasat atau sebuah permainan antara Raja Bao dan juga Raja Tao, aku yakin pendekar muda dari anak Jendral Li itu tidak sehebat itu," kata Zu Chin.


"Bagaimana kamu bisa se yakin itu?" tanya Fe Xian.


"Aku sudah menyelidiki anak dari jendral Li Xiang itu, menurut catatan informasi yang aku peroleh, anak Li Xiang itu bernama Li Chinmi, dan dia sama sekali tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang pendekar, karena di sekolah militer saja dia yang paling bodoh akan ilmu beladiri maupun ilmu ke pendekaran lainnya."


"Jadi menurutmu cerita akan pendekar muda itu hanya di buat-buat saja?" tanya yang lainnya yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja.


"Benar, dan jika masalah akan para Pertapa yang ikut membantu kerajaan Es Utara itu, kemungkinan itu yang menjadi kuncinya, merekalah yang telah membunuh lebih dari seribu pasukan Hewan Iblis yang sebenarnya. Para Pertapa sangat sulit untuk di ajak bicara sehingga setalah kepergian keempat Pertapa tersebut, mereka menggunakan anak Li Xiang itu sebagai pahlawan nya," kata Zu Chin menutup penjelasannya.


Semua hanya mengangguk-anggukan kepala karena pendapat Zu Chin menurut mereka masuk akal.


Kerja sama antara kerajaan Es Utara dan Bumi Barat mungkin benar, namun jika cerita akan Chinmi yang saat itu masih berusia 13 tahun mampu melenyapkan lebih dari seribu pasukan Hewan Iblis, itu hanya cerita bohong dan melebih-lebihkan saja. Menurut mereka itu dilakukan untuk menakut-nakuti mereka saja.


Setelah beberapa saat, Raja Shao datang kembali dengan membawa gulungan surat yang terdapat tali benang berwarna emas sebagai penyegel surat tersebut.


"Penasehat Zu Chin, sampaikanlah surat ini kepada Raja Ming besok, dan kalian tunggu jawaban darinya!" kata Raja Shao.


Zu Chin menerima gulungan surat tersebut dan kemudian mundur tiga langkah kebelakang setelah menerimanya.


"Baik Yang Mulia, kalau begitu saya akan pergi untuk memberitahu jendral Xio Tao," kata Zu Chin.


"Pergilah..!" kata Raja Shao.

__ADS_1


Zu Chin membungkuk dan berjalan mundur beberapa langkah kemudian pergi meninggalkan Aula pertemuan untuk menemui Jendral Xio Tao. Perjodohan yang direncanakan oleh Zu Chin di tanggapi positif oleh Raja Shao.


Setelah Zu Chin berada di luar, dia menoleh kembali kebelakang dan menatap gulungan surat tersebut dengan tersenyum sinis, "Dasar Raja bodoh..!" batin Zu Chin kemudian meninggalkan tempat itu untuk menemui Jendral Xio Tao.


__ADS_2