
Xuao Lan tidak bisa memalingkan wajahnya ketika menatap wajah wanita tersebut, kecantikan wanita tersebut di atas kecantikan Yue Rong bahkan lebih tinggi lagi.
Ketika sudah berada di hadapan mereka berdua, pria pemegang Toya Emas panjang berbicara kepada Xuao Lan, "Palingkan tatapanmu dari Wajah Tuan Putri, jika tidak maka Toya emasku ini yang akan memalingkan pandanganmu!" kata pria tersebut dengan nada marah.
"Jendral Lang biarkan saja!" kata wanita cantik tersebut dengan suara halus.
Jendral tersebut membungkuk seraya berkata, "Baik Tuan Putri," ucapnya dengan patuh dia mundur satu langkah kebelakang.
"Maafkan atas kelancangan saya Jendral dan Tuan Putri," kata Xuao Lan dengan membungkukkan badannya dan diikuti oleh yang lainnya.
Xuao Lan bingung terhadap pria tersebut yang di panggil Jendral Lang oleh wanita cantik tersebut, selama ini dia tidak pernah mengetahui jika ada seorang Jendral yang mengenakan Zirah emas.
Xuao Lan tahu kebanyakan jendral dari keempat kerajaan hanya menggunakan Zirah biasa dan senjata para jendral biasanya adalah golok dengan gagang yang panjang, pedang besar yang sangat berat, panah besar yang bisa menjakau hinggga 500 meter.
Jika seorang Jendral yang memiliki senjata Toya Emas, Xuao Lan yakin tidak pernah melihat atau mendengarnya, dan yang lebih membingungkan adalah, Xuao Lan sama sekali tidak merasakan kekuatan yang di miliki oleh Sang jendral tersebut, seolah-olah seperti manusia biasa saja.
Wanita tersebut tiba-tiba tertawa kecil menatap Xuao Lan membuat Xuao Lan keheranan dan salah tingkah.
"Tuan Putri, apakah Tuan Putri juga berencana pergi ke kerajaan Es Utara?" tanya Yue Rong dengan sopan.
"Aku hanya istirahat sebentar disini, tujuanku kesini juga bukan menuju ke Kerajaan itu, melainkan tujuanmu adalah ingin menemui Calon Dewa terkahir!" kata sang Tuan Putri.
Mereka semua kebingungan mendengar ucapan sang Tuan Putri, mereka berenam saling berpandangan karena sama-sama tidak mengerti.
"Dari pada kita bicara di pintu sebaiknya kita bicara didalam saja," kata Sang Tuan Putri dan mengajak mereka semua masuk, sedangkan Jendral Toya Emas tersebut masih berdiri di pintu menghadap keluar.
Rumah tersebut terlihat sangat lapuk, mungkin jika dipukul sedikit saja, rumah itu akan roboh. Didalam ruangan ternyata sudah ada beberapa api yang menyala sebagai penerang ruangan.
Lian Cao dan Yue Yin menatap wajah si jendral yang terlihat garang tersebut, namun begitu sang jendral juga menatap mereka, wajah garangnya menghilang berubah menjadi wajah normal disertai dengan senyuman lembut.
Lian Cao dan Yue Yin segera mempercepat langkah mereka karena merasa takut kepada sang jendral yang tiba-tiba bisa merubah expresi wajahnya itu.
__ADS_1
Xian Fai dan Chinmi berdiri di samping jendela yang terlihat lapuk, sedangkan Yue Rong dan Xuao Lan duduk di kursi bersama Tuan Putri tersebut.
"Maaf Tuan Putri, jika saya boleh tahu apa maksud tuan putri dengan Calon Dewa terkahir?" tanya Xuao Lan.
Tuan Putri tersebut tersenyum lembut dan matanya melirik kearah Chinmi yang sedang berdiri menghadap keluar.
Chinmi merasakan ada yang menatapnya dan dia segera berbalik dan ikut menoleh kearah Tuan Putri yang ternyata meliriknya dengan tersenyum padanya.
"Kenapa dengan Bibi itu?" batin Chinmi namun dia semakin heran karena senyum sang Tuan Putri semakin lebar.
"Aku tidak bisa menjelaskan, walau aku menjelaskan sekalipun kalian tidak akan mengerti,"
"Tuan Putri, nama saya Yue Rong, dan ini Senior saya Xuao Lan, sedangkan disana adalah Lian Cao dan gadis kecil itu Yue Yin, di jendala itu adalah Xian Fai dan satunya adalah Chinmi," Yue Rong memperkenalkan mereka semua kepada sang Tuan Putri.
Mereka semua membungkuk memberi hormat kepada Tuan Putri tersebut kecuali Yue Rong dan Xuao Lan.
"Tuan Putri, kami boleh tahu nama Tuan Putri dan dari Kerajaan mana Tuan Putri berasal?" Xuao Lan bertanya.
"Xi Liyi? Aku tidak pernah mendengar ada seorang putri bernama Xi Liyi di keempat Kerajaan!" batin Xuao Lan.
"Aku memang bukan berasal dari Kerajaan yang berada di sini, sudahlah lagi pula kalian juga tidak akan tahu jika aku mengatakannya," kata Xi Liyi dan kemudian menatap Chinmi kembali.
Xuao Lan dan Yue Rong sama-sama menyadari jika sejak tadi Xi Liyi selalu menatap Chinmi.
"Jika kalian ingin istirahat, kalian bisa duluan istirahat, kalian bisa pilih sendiri kamar kalian," kata Xi Liyi kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"Ehem maaf Tuan Putri Xi, bukannya kami menolak tawaran Tuan Putri, namun lebih baik kami tidur di luar saja," kata Yue Rong sambil mengamati atap bangunan tersebut.
"Kalian khawatir rumah ini roboh? Ketahuilah selama Aku masih dirumah ini, maka rumah ini tidak akan pernah hancur walau angin badai dan gempa besar mengguncang rumah ini."
Xuao Lan dan Yue Rong bertatapan kebingungan, menurut Yue Rong ada yang tidak beres dengan wanita tersebut.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, jadi jangan beranggapan jika diriku ini aneh."
Yue Rong bengong mendengarnya sedangkan Xuao Lan dan yang lainnya kebingunan dengan perkataan Xi Liyi.
"Apa wanita ini bisa membaca pikiranku?" batin Yue Rong.
Xi Liyi berjalan mendekati Chinmi membuat Chinmi semakin canggung karena sejak awal melihatnya, wanita tersebut tidak henti-hentinya menatap dirinya dengan tersenyum aneh.
"Namamu tadi Chinmi bukan?" tanya Xi Liyi.
"Be-benar Tuan Putri nama saya Chinmi," jawabnya dengan sedikit gugup.
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu, bisakah kamu ikut dengan ku sebentar untuk berbicara berdua?"
Chinmi kebingungan untuk menjawabnya, sedangkan Xian Fai memilih pindah dan berkumpul bersama dengan Yue Yin dan Lian Cao.
"Senior Xian, apa menurutmu Tuan Putri itu menyukai Chinmi?" tanya Yue Yin kepada Xian Fai dengan berbisik pelan.
"Mana mungkin, Tuan Putri lebih tua dari Chinmi, kemungkinan umurnya sama dengan umur Senior Yue Rong, jadi tidak mungkin tuan putri akan menyukai anak kecil!" jawab Xian Fai.
Bukan hanya Yue Yin saja yang beranggapan seperti itu, Xuao Lan pun juga hampir sama pemikirannya dengan Yue Rong, namun begitu mengingat umur keduanya sangat terpaut jauh, Xuao Lan pun menepis pemikirannya tersebut.
"Ba-baiklah Tuan Putri, dimana kita akan bicara?" tanya Chinmi.
"Di dalam kamar tentunya." jawab Xi Liyi membuat Xuao Lan dan Yue Rong bagai tersengat listrik karena kaget.
"Buang pemikiran jelek kalian jauh-jauh, aku mengajak Chinmi kedalam kamar hanya untuk berbicara hal penting saja!" kata Xi Liyi kepada mereka berdua.
Yue Rong dan Xuao Lan saling berpandangan mereka semua heran kenapa Xi Liyi bisa tahu akan apa yang mereka berdua pikirkan.
"Jendral Lang, selagi aku dan Chinmi sedang berbicara di dalam, jaga pintu kamar agar tidak ada yang menguping pembicaraan kami!" perintah Xi Liyi dan langsung dilaksakan oleh Jendral Lang.
__ADS_1
Semuanya hanya saling bertatapan kebingungan, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, terlebih lagi Xuao Lan, dia berpikir jika Xi Liyi kemungkian memang mengenal Chinmi, dan Chinmi sepetinya juga mengenalinya namun menurutnya Chinmi hanya berpura-pura tidak mengenalinya.