PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pengejaran


__ADS_3

***


"Sou Luan, aku tidak sanggup lagi, wanita itu terlalu kuat."


"Bertahanlah Ping Mo, aku yakin bantuan akan segera datang."


"Ta-tapi sampai kapan, jika terlalu lama bisa-bisa kita mati duluan ditangan Zhihui."


Sou Luan dan Ping Mo adalah dua pendekar pilar dari sekte Kalajengking Merah, mereka berdua saat ini mengalami luka yang cukup parah karena bertarung melawan Zhihui yang merupakan pendekar Sihir Elemen.


"Aku akan membiarkan kalian tetap hidup, asalkan kalian memberitahuku kemana kalian membawa cucuku dan para peserta lainnya yang kalian culik," tanya Zhihui setelah berhasil melukai mereka berdua.


"Kami tidak tahu, karena kami hanya sebagai pengalihan saja!" jawab Ping Mo.


"Hem.. Baiklah, namun jawab pertanyaanku! Selain sekte Kalajengking Merah, sekte siapa saja yang ikut bergabung untuk membuat kekacauan di Kerajaan ini?"


Zhihui yakin jika mereka berdua pasti mengetahui akan sekte siapa saja yang ikut terlibat akan perencanaan tersebut, Zhihui sangat mengetahui sikap She Chin yang kejam dan sombong, namun tidak ada sekte aliran hitam yang cukup gila dan berani menyerang sebuah kerajaan tanpa ada bantuan dan dukungan dari sekte lain.


"Kamu akan mengetahuinya setelah ini," kata Sou Luan.


"Setelah ini..? Apa maksudmu?"


Zhihui baru saja bertanya, tiba-tiba terlihat sekitar 50 Pendekar berpakain serba hitam datang menyerang para prajurit dan para undangan yang masih bertahan.


Zhihui mengenali pakaian yang dikenakan oleh mereka, mereka berasal dari sekte Kelelawar Hitam.


Kelelawar Hitam terbagi menjadi tiga pakaian, untuk pendekar Tahap Pemula biasanya akan diberi pakaian berwarna hitam, dan untuk pendekar Menengah akan diberi pakaian berwarna Hijau, sedangkan untuk pendekar Puncak atau pendekar pilar pertahanan akan menggunakan pakaian berwarna Merah.


"Hem, apa sekte Kelelawar Hitam meremehkan para prajurit yang dimiliki kerajaan?" tanya Zhihui karen melihat jumlah musuh yang hanya sekitar 50 orang saja.


Beberapa prajurit mulai bertarung dengan para pendekar dari sekte Kelelawar Hitam, karena tidak semua prajurit berada disana pertarungan sedikit berimbang.


Namun tentunya pihak prajurit kerajaan lah yang berhasil menghabisi sebagian dari mereka karena kerajaan menang jumlah tanpa batuan Zhihui maupun para jendral.


"Benar-benar rencana yang bodoh," gumam Chinmi sambil tersenyum lebar melihat 50 anggota sekte Kelelawar Hitam hanya tersisa kurang dari 20 orang saja.


"Sepertinya aku tidak perlu buang-buang waktu bersama kalian, sekarang bersiaplah kalian untuk ku kirim kedalam penjara."

__ADS_1


Zhihui berniat untuk melumpuhkan Ping Mo dan Sou Luan dan akan mengirim mereka kedalam penjara kerajaan.


Saat Zhihui ingin melumpuhkan mereka berdua, mendadak muncul ratusan pendekar dari kelompok sekte Kelelawar Hitam, ditambah dengan ratusan pendekar Tingkat Menengah dan belasan pendekar Puncak.


"Ternyata kamu datang juga," kata Zhihui saat merasakan kekuatan besar berada diatasnya.


Terompet mulai ditiup dan separuh prajurit kerajaan mulai berdatangan setelah mendengar suara terompet perang.


Mereka semua berbaris dan bersiap untuk bertarung. Kali ini kemenangan tidak akan bisa diukur dengan jumlah, walau prajurit kerajaan 10 kali lebih banyak dari musuh, namun para musuh yang akan dihadapai kebanyakan adalah pendekar yang berada di Tingkat Menengah dan Tingkat Puncak.


Mereka semua menoleh kelangit yang sudah mulai sore dan melihat sosok pria paruh baya sedang melayang diatas mereka, pria paruh baya tersebut turun ke arah Zhihui berada dengan memancarkan aura yang sangat kuat.


"Tidak kusangka aku akan bertemu dengan ketua sekte Danau Beku di sini Dewi Naga Es Zhihui," kata sosok tersebut yang tidak lain adalah ketua sekte Kelelawar Hitam Lung Wai


"Aku juga tidak menyangka jika Raja Kelelawar Malam sangat berani membuat kekacauan di Kerajaan ini," Zhihui membalas perkataan Lung Wai.


Lung Wai turun secara perlahan dan berhenti disamping Ping Mo dan Sou Luan. Lung Wai menggunakan baju yang sama hitamnya dengan Pendekar Pemula namun bedanya baju milik Lung Wai lebih hitam.


"Kalian berdua pergilah, biar aku yang menghadapinya," kata Lung Wai kepada mereka berdua.


"Terimakasih Ketua Lung," jawab mereka kemudian bergegas meninggalkan Lung Wai dan Zhihui.


Wajah Zhihui berubah lebih dingin setelah mendengar perkataan Lung Wai, "Apa sebenarnya yang kalian rencanakan, dan kemana kalian membawa kedua cucuku?" tanya Zhihui dan tangannya mulai mempersiapkan serangan.


"Aku tidak memiliki hak untuk menjawab akan hal itu, karena aku sendiri hanya membantu saja," kata Lung Wai yang juga mempersiapkan serangannya juga.


"Kalian aliran hitam memang tidak pernah berhenti berbuat ulah, baiklah karena sekarang kamu sudah disini maka aku akan pastikan kamu tidak akan bisa kembali kesektemu!" kata Zhihui kemudian menyerang Lung Wai dengan sihir Es nya.


"Sihir Es Tapak Tangan Es."


Kedua telapak tangan Zhihui tertutup oleh es tebal sehingga terlihat seperti tangan es dan menyerang Lung Wai dengan tapak tersebut.


Lung Wai mengeluarkan Sarung tangan hitam kemudian segera menyambut serangan tapak Zhihui dengan telapak tangannya yang sekarang sudah memakai sarung tangan hitamnya.


Kedua tapak saling bertemu sehingga menimbulkan suara benturan yang sangat keras dan es yanh membeku di lapangan banyak yang retak.


"Para prajurit.. Serang...!" seru jendral Whu Lang disertai dengan terikan para prajurit-prajuritnya.

__ADS_1


Dengan dimulainya pertempuran antara Lung Wai dan Zhihui, para kelompok sekte Kelelawar Hitam pun juga maju menyerang para prajurit sehingga situasi di lapangan kembali kacau.


Chinmi sendiri saat ini sudah berada di pintu gerbang istana. Betapa kagetnya dia melihat banyak mayat prajurit yang tergeletak di pintu gerbang.


Bukan hanya mayat prajurit saja yang terlihat, melainkan mayat beberapa pendekar juga tergeletak di pintu gerbang dengan tubuh yang dipenuhi banyak darah.


"Ini benar-benar buruk!" kata Chinmi kemudian segera berlari kearah pelabuhan.


Sesuai dugaan Chinmi situasi ternyata memang benar-benar buruk. Bagaimana tidak, disepanjang perjalanan yang ada hanyalah bau amis darah dan mayat yang tergeletak diberbagai tempat.


Chinmi semakin khawatir akan keadaan dipusat kota, dia khawatir jika para pendekar dari sekte Kelelawar Hitam itu juga menyerang warga yang tidak bersalah di pusat kota yang kebanyakan hanyalah manusia biasa saja.


Chinmi menggunakan energinya untuk mempercepat larinya agar bisa secepatnya menyusul mereka di pelabuhan.


Setelah memasuki pusat kota, ternyata disana tidak ada apa-apa, tidak terlihat adanya mayat, yang terlihat hanyalah bebarapa orang warga yang berlarian karena takut ketika mendengar suara terompet.


Chinmi bernafas lega setelah mengetahui jika para penduduk pusat kota masih aman, namun kelegaan Chinmi tidak berlangsung lama setelah melihat sekitar 20 orang Pendekar berpakaian hitam mulai memasuki pusat kota, mereka memasuki rumah salah satu penduduk dan kemudian terdengar suara terikan histeris sebelum akhirnya kembali sepi.


"Sekte aliran hitam benar-benar keji!" Chinmi sudah tidak tahan melihat ke 20 Pendekar tersebut yang tertawa setelah keluar dari rumah penduduk tersebut.


Chinmi mengepalkan tangannya berniat untuk mengurus mereka secepatnya sebelum akhirnya sebuah suara memanggilnya dari arah belakang.


"Tunggu..!"


Chinmi menoleh kebelakang dan melihat para peserta yang tersisa semua datang menghampirinya, termasuk Xian Fai dan Jiu Heng.


"Kenapa kalian semua datang kesini? disini sangat berbahaya untuk kalian semua!" kata Chinmi.


"Maaf Chinmi, kami hanya ingin membantumu saja, lagi pula menyelamatkan teman-teman kami bukanlah tanggung jawab mu sendiri saja, melainkan tanggung jawab kami juga," kata Xian Fai.


"Benar saudara Chinmi, kami tidak mungkin berdiam diri saja sambil menunggu, sedangkan dirimu harus berjuang sendirian untuk menyelamatkan teman serta rekan-rekan kami," Jiu Heng juga bersuara.


"Kamu tidak perlu khawatir akan keselamatan kami, sekarang cepatlah susul mereka, biar kami yang melindungi pusat kota disini!" kata salah satu murid dari Lembah Petir.


Chinmi masih terlihat ragu, mungkin mereka bisa menghentikan ke 20 Pendekar dari Sekte Kelelawar Hitam tersebut, karena kekuatan Pendekar tersebut berada di Tingkat Pemula. Lalu bagaimana jika ada pendekar yang tingkatannya lebih tinggi lagi.


"Cepatlah pergi sebelum teman-teman kami menhilang!" Chinmi tersadar ketika Lian Cao menarik pedangnya dan bergerak kearah 20 pendekar yang saat ini memandang mereka dengan heran.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan serahkan disini kepada kalian semua!" kata Chinmi kemudian segera bergerak pergi untuk melanjutkan pengejaran nya.


__ADS_2