PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Sekte Bukit Matahari Telah Hilang Selamanya


__ADS_3

Begitu sampai di dalam ruangan, Chinmi segera duduk di salah satu kursi kosong bersama dengan Lang Yu, Yinfei dan yang lainya.


"Duduklah di sampingku!" kata Qie Yin meminta Chinmi untuk pindah dan duduk di samping nya.


"Tidak! Aku lebih nyaman duduk disini!" jawab Chinmi.


"Kalau begitu aku juga akan duduk di bawah bersamamu!" kata Qie Yin kemudian dia berniat bangkit dan pindah ke kursi di samping Chinmi.


"Apa yang kamu lakukan? Itu adalah kursi mu, jadi duduklah di sana!" kata Chinmi.


"Kursi ini mungkin adalah kursi ku sebagai ketua Sekte, namun kamu juga berhak duduk disini! Jika kamu menolak maka aku pun juga akan turun dan duduk dibawah agar kita setara!" kata Qie Yin.


Semua yang ada di sana hanya bisa melihat mereka secara bergantian dengan kebingungan kecuali Yinfei dan yang lainnya.


"Apanya yang setara? Bagiku semua nya sama, dan aku tidak mau menjadi lebih tinggi dari siapapun, karena itu jangan membantah lagi, duduk saja dan mari kita mulai pertemuan mu ini!" kata Chinmi.


Qie Yin memasang wajah cemberut membuatnya terlihat semakin cantik, namun dia juga tidak bisa memaksa Chinmi maupun membantah Chinmi lagi.


"Baiklah mari kita mulai saja pembahasan ini!" kata Yinfei yang bangkit terlebih dahulu karena dia yang lebih senior dari semuanya.


"Tinggal menunggu hari esok pertemuan antar Sekte di Benua kalian ini akan dimulai, sesuai rencana, besok yang akan pergi adalah Qie Yin sebagai Ketua di sekte ini dan akan di dampingi oleh Lang Yu! Jadi pertanyaan nya, apa yang akan kalian sampaikan nanti disana setelah Sekte ini di terima oleh semua orang?" tanya Yinfei.


Lang Yu bangkit dan menjawab pertanyaan Lang Yu, "Senior, mungkin aku akan menyampaikan akan aturan-aturan baru yang di terapkan di sini, terlebih lagi saat ini semuanya sudah sangat jelas jika Sekte ini mendapat kan nilai positif dari semua orang! Jadi harus menyampaikan apa lagi?" kata Lang Yu.


"Jendral Lang Yu dan Senior Yinfei! Maaf jika aku menyela pembicaraan kalian, jika kalian tidak keberatan, ijinkan aku ikut serta dalam hal ini, ada yang ingin aku sampaikan kepada semua sekte Besar yang berkumpul nanti di sana!" kata Chinmi.


Mata Qie Yin melebar dan senyumnya mulai terlihat kembali mendengar Chinmi ingin ikut serta dalam pertemuan itu.


"Itu lebih bagus lagi! Kalau begitu aku tidak perlu ikut kesana bukan?" kata Lang Yu.


"Jendral Lang, sebaiknya jendral ikut saja menemani kami!" kata Chinmi.


Lang Yu hanya tersenyum kecut mendengar nya. Sebenarnya Lang Yu merasa tidak bergitu di perlukan dalam pertemuan itu jika sudah ada Chinmi, dari segi perlindungan saja tidak akan ada yang bisa melukai salah satu dari mereka berdua, jadi Lang Yu hanya merasa sebagai teman agar terlihat lebih ramai saja.


"Baiklah terserah kamu saja!" jawab Lang Yu.


"Baiklah karena semua sudah di putuskan maka untuk tugas dan misi besok aku serahkan semuanya kepada Tuan Fao Xian, dan untuk pelatihan murid baru aku serahkan kepada Nona Ling Ying, apa kalian berdua bersedia?" tanya Qie Yin kepada kedua orang yang sudah ia tunjuk untuk melaksanakan tugas yang sudah ia berikan.


"Kami akan melaksanakan semua tugas dari Ketua!" kata mereka berdua.


Fao Xian dan Ling Ying adalah seorang pendekar pilar Sekte Kalajengking Merah dan sekarang menjadi Pilar Sekte Penakluk Kegelapan.


Mereka berdua sama-sama ahli dalam ilmu racun dan juga ilmu beladiri, namun tidak bisa menguasai elemen Sihir apapun.


Sekarang mereka sudah bisa mengubah semua ilmu yang mereka kuasai tentang racun menjadi ilmu pengobatan.


"Baiklah, besok setelah matahari agak lebih tinggi, aku akan pergi, dan untuk keselamatan Sekte sendiri aku tidak khawatir karena ada Guru Yinfei dan dan Senior lainnya yang berada di sini, sedangkan kau Huo Shizi dan Huo She ajak semua pasukan kalian serta ke tiga pemimpin Hewan Iblis untuk menyebar dan menjaga di seluruh perbatasan Sekte, jika ada sesuatu yang mencurigakan segera tangkap namun jangan di bunuh, tunggu hingga aku pulang!" kata Qie Yin kemudian dia bangkit.


Huo Shizi dan Huo Lang sama-sama menundukkan kepala mereka sekaligus mengangguk kan kepala mereka dengan pelan.


Kelima Pemimpin Hewan Iblis kini sepenuhnya patuh kepada Qie Yin karena tidak ada pilihan lain lagi.


"Jika masih ada yang ingin kalian bahas, silahkan teruskan, namun aku tidak ikut karena pertemuan ini sudah selesai!" kata Qie Yin kemudian dia turun dan berjalan kearah Chinmi.


"Chinmi! Malam ini kita mengobrol di luar sambil menikmati malam, apakah kamu keberatan jika malam ini aku meminta mu menemaniku berbincang malam ini?" tanya Qie Yin.


"Malam ini ya? Jika tidak salah malam ini bukan malam bulan purnama! Jadi apa yang harus kita nikmati?" tanya Chinmi.


Xi Liyi dan Yinfei secara serempak menginjak kaki Chinmi sehingga membuat Chinmi terkejut walau tidak terasa sakit.


"Senior apa yang kalian lakukan?" tanya Chinmi.


"Kau ini sudah mengerti dan semakin dewasa, namun hanya mengerti akan perasaan sendiri saja dan tidak peka terhadap perasaan wanita!" kata Xi Liyi.


"I..iya..! Aku paham aku hanya bercanda sedikit!" kata Chinmi kemudian dia kembali berbicara kepada Qie Yin.


"Baiklah! Sebentar malam aku akan datang!" kata Chinmi.


"Aku tunggu kedatangan mu di puncak gunung batu!" kata Qie Yin kemudian dia pergi meninggalkan mereka semua.


Andai tidak banyak orang di sana, pasti nada bicara mereka pasti berbeda, namun karena banyak orang, Qie Yin tetap berusaha mengontrol dirinya agar tidak lepas kendali.


"Ehemm...! Akhirnya Sang Dewi Penakluk Kegelapan kini takluk kepasa Sang Dewa..? Eh kamu disini di juluki apa?" tanya Xi Liyi.


"Tidak ada! Aku tidak punya julukan apapun!" jawab Chinmi.

__ADS_1


"Eeeei...! Mana bisa begitu, aku tahu kamu di sini di juluki sebagai Pendekar Naga Langit bukan? Kalau begitu biar aku ubah gelar mu!"


"Senior Yinfei, sebaiknya lupakan saja gelar yang ingin senior berikan kepada Chinmi, cukup Qie Yin saja yang mendapat kan julukan aneh darimu!" potong Xi Liyi.


"Memangnya seburuk itu gelar yang aku berikan kepada Qie Yin?" tanya Yinfei dengan wajah sedih.


"Em..!" Xi Liyi menjawab dengan anggukan.


"Hahaha...! Kalian ini benar-benar konyol, tapi aku senang memiliki guru, teman satu tim dengan kalian! Sudahlah, gelar tidak terlalu penting, menghentikan dan mengalahkan She Long jauh lebih penting!" kata Chinmi kemudian dia juga beranjak pergi.


"Apa kita terlihat konyol?" Yinfei bertanya sedangkan Lang Yu hanya menggelengkan kepala dan Xi Liyi mengangkat kedua bahunya.


***


Malam tidak sepenuhnya gelap, masih ada cahaya bulan sabit dan bintang-bintang yang terlihat lebih sedikit karena tertutupi oleh cahaya bulan.


Di atas puncak sebuah gunung yang tidak ada satu pohon pun di sekelilingnya, Qie Yin dan Chinmi sedang duduk berdua sekaligus melihat cahaya dari berbagai desa terdekat disana.


Sesuai janji Chinmi, dia datang untuk menemani Qie Yin di Puncak Gunung tertinggi di Kerajaan Bumi Barat.


Mereka berdua duduk bersama, sedangkan Qie Yin menyandarkan kepalanya ke bahu Chinmi.


"Kamu ingat, dulu saat kita berada di hutan tanpa batas, saat itu kamu sangat lemah, aku tidak tega saat itu melihat kondisi mu!" kata Qie Yin.


"Tentu saja aku masih ingat, kamu dulu yang merawat ku, andai tidak ada kamu saat itu, aku tidak tahu akan seperti apa nasib ku!"


"Aku melakukan semua itu demi membalas jasamu yang telah menyematkan ku dari She Long," kata Qie Yin.


"Apakah saat itu kamu sudah memiliki perasaan padaku?" tanya Chinmi.


"Jauh sebelum itu, tepatnya saat kita sudah berada di Dunia Ciptaan Senior Lio Long, akan tetapi kamu tidak mengerti akan perasaan ku saat itu!" jawab Qie Yin.


"Maaf jika saat itu aku tidak peka, dan aku juga minta maaf jika aku terlambat menyadari perasaan ku juga sehingga membuatmu menunggu hingga selama ini!" kata Chinmi.


"Em! Menurutku semuanya ada baiknya juga! Andai She Long saat itu tidak mengubahku dan menyegel ingatanku, hal seperti ini tidak akan mungkin terjadi, dan kamu pasti belum berani menyampaikan akan semua perasaan mu padaku!" kata Qie Yin.


"Kamu benar! Mungkin ini yang di namakan takdir dan berjodoh, segala sesuatu tidak terjadi karena kebetulan saja, melainkan semuanya karena berjodoh!" kata Chinmi.


"Kata-kata mu seperti seorang yang mengetahui Dharma saja!"


"Apa rencana mu setelah semua masalah ini selesai?" tanya Qie Yin sekaligus melepaskan sandaran kepalanya di bahu Chinmi dan menatapnya.


"Aku hanya ingin mengehentikan She Long, jika berhasil dan semua urusan selesai, aku ingin hidup lebih tenang dengan keluargaku!" jawab Chinmi.


"Bagaimana denganku?" tanya Qie Yin penasaran apakah Chinmi akan membawanya atau tidak.


"Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu, karena setelah semuanya sudah selesai, aku akan menikahi mu, dan aku berencana ingin mengajakmu pergi mengarungi seluruh Alam Semesta," kata Chinmi sambil menatap ke langit.


"Aku sangat senang mendengarnya dan tidak sabar untuk segera tiba di hari itu!" kata Qie Yin kemudian dia kembali bersandar di bahu Chinmi.


"Tapi Qie Yin, bagaimana dengan Sekte mu?" tanya Chinmi.


"Mudah saja, kita masih bisa memimpin Sekte Penakluk Kegelapan bersama-sama namun tidak harus setiap hari hingga nanti kita menemukan pengganti yang pantas untuk memimpin Sekte ku dan kita akan memantau perkembangannya dari jauh!" kata Qie Yin.


"Kedengarannya sepele namun sepertinya sangat merepotkan!" batin Chinmi.


"Apa kamu tidak ingin bertanya padaku apa yang aku inginkan?" tanya Qie Yin.


"Owh iya.. apa!?"


"Kau ini sungguh kurang cekatan!" kata Qie Yin yang memasang wajah cemberut dan melepaskan sandarannya dari bahu Chinmi dan kemudian membuang muka.


"Jangan marah dulu, sebenarnya aku memang ingin bertanya namun keduluan kamu yang memintaku untuk bertanya!" kata Chinmi sekaligus membalikkan wajah Qie Yin agar menghadap ke arahnya.


"Sekarang katakan padaku apa yang kamu inginkan setelah masalah She Long sudah selesai?"


Qie Yin terdiam kemudian dia menatap lurus ke depan, "Aku hanya ingin hidup sederhana, tinggal di pegunungan yang memiliki taman bunga yang memiliki banyak beraneka ragam warna yang sangat indah, dan kita berdua akan tinggal di sana bersama selamanya!" kata Qie Yin.


"Kedengarannya sangat indah! Aku akan mencoba untuk mewujudkannya, namun untuk waktu beberapa saat, cobalah untuk bersabar menunggu hingga semua keadaan benar-benar sudah aman tanpa ada yang menganggu kita nantinya!" kata Chinmi sambil membaringkan tubuhnya sekaligus menatap langit malam.


Qie Yin juga ikut berbaring di atas tumpukan batu kerikil dengan berbantalkan lengan Chinmi dan ikut menatap langit malam sekaligus menikmati hembusan angin malam.


"Chinmi, entah mengapa aku merasa seperti memiliki hubungan dengan mu di kehidupan sebelumnya! Aku tidak tahu apakah ini hanya perasaanku saja atau itu memang benar?" kata Qie Yin.


Chinmi tidak menjawab, dia sudah tahu jika di kehidupan sebelumnya, dia memang memiliki hubungan dengan Qie Yin, namun Chinmi tidak ingin menceritakannya sehingga hanya bisa diam.

__ADS_1


Mereka berdua tidak peduli akan dinginnya angin malam, yang terasa hanyalah dua hati yang sama-sama sedang merasakan malam bagai taman surga malam di saat mereka berdua masih sama-sama terbuai akan asmara mereka, tiba-tiba saja mereka merasakan ada sebuah pertarungan dari arah yang sangat jauh, tepatnya di wilayah Kerajaan Api Timur, namun itu hanya sesaat saja sebelum semuanya menghilang.


"Tunggu dulu, aku harus memeriksanya dulu, sepertinya aku merasakan ada banyak pendekar yang sedang bertarung dan tiba-tiba lenyap begitu saja!" kata Chinmi yang langsung bangkit setelah merasakannya.


Qie Yin juga ikut bangkit karena dia juga dapat merasakan hal yang sama, sedangkan Chinmi mengaktifkan mata Dewa nya untuk melihat lebih jelas.


"Ini..! Tidak mungkin! Siapa yang melakukan ini?" tanya Chinmi kemudian dia memegang tangan Qie Yin.


"Ikutlah denganku!" kata Chinmi kemudian membawa Qie Yin menghilang dari tempat tersebut dan muncul lagi di Wilayah Kerajaan Api Timur.


Kini Chinmi dan Qie Yin berdiri di tengah-tengah ratusan mayat para pendekar yang semuanya mati secara mengenaskan, dan tubuh mereka semuanya hampir hangus terbakar.


Chinmi membalikan satu-persatu setiap jasad berharap ada yang bisa ia kenali atau setidaknya masih ada yang hidup, karena semuanya sangat sulit untuk di kenali di sebabkan tubuh dan baju mereka yang sudah hangus terbakar.


"Sepertinya kejadiannya hanya dalam waktu singkat saja! Jika ini adalah pertempuran antar sesama pendekar, pastinya akan ada korban lain dari dua belah pihak! Namun sepertinya ini dilakukan oleh satu orang saja!" kata Qie Yin menganalisa semua yang ia lihat.


"Satu orang pendekar bisa membunuh ratusan pendekar dalam waktu singkat, seorang Pertapa saja butuh waktu untuk bisa membunuh mereka semua, kecuali orang itu memiliki kekuatan Raja Alam keatas, paling tinggi pendekar berkekuatan Dewa! Tapi siapa?" Chinmi masih mencoba berpikir mencari tahu pelakunya sebelum akhinya ada suara rintihan dari jauh.


"Argh...! To..tolong...!"


Chinmi mendengar itu segera menghampiri orang tersebut, tubuhnya hampir seluruhnya habis terbakar sehingga tubuh serta wajahnya hitam dan ada kulit pecah dengan daging matang yang mulia merekah.


"Tuan-tuan, bertahanlah aku akan menolong mu!" kata Chinmi sekaligus membalikan tubuh orang tersebut.


"Ka..kau Chi..Chinmi!" orang tersebut masih bisa melihat Chinmi walau pandangan sedikit buram karena salah satu matanya sudah tidak ada.


"Tuan mengenaliku? Ah sudahlah sekarang bertahanlah aku akan mengobati mu!" kata Chinmi.


"Qie Yin, tolong kamu kembali ke Sekte dan panggil semua pasukan Hewan Iblis untuk mengurus jasad-jasad ini! Sekarang aku harus menyelematkan tuan ini dulu!" kata Chinmi.


"Baiklah..!" kata Qie Yin dan kemudian dia menghilang.


Chinmi meletakkan sebelah tangannya ke dada orang tersebut dan kemudian mengalirkan energi dari Elemen Kayu kepada orang tersebut sekaligus menggabungkannya dengan Elemen air dan Es.


Seluruh tubuhnya hampir matang, namun energi Elemen Kayu milik Chinmi dengan cepat menyembuhkan nya dan energi Elemen Es dan air juga berperan mengurangi rasa sakit dan panasnya.


Tidak mudah untuk mengembalikan orang tersebut kembali seperti semula, apalagi banyak bagian tubuh yang sudah hilang, namun setidaknya orang itu masih bisa selamat dan mampu bertahan hingga nanti Chinmi bisa menyembuhkan nya.


Kulit yang merekah kini mulai menutup, namun beberapa bagian yang hilang masih belum pulih, seperti mata dan beberapa jari yang putus karena sudah terlalu matang.


Nafas orang tersebut berangsur-angsur membaik dan kulit matanya yang terlipat akibat terbakar kini juga sudah kembali normal.


"Senior Tian Xian?"


Chinmi terkejut setelah wajah orang tersebut mulai terlihat, dia tidak lain adalah Tian Xing salah satu pendekar Pilar dari Sekte Bukit Matahari yang kabarnya sudah menikah dengan Xue Binyue.


"Senior sebenarnya apa yang terjadi dan siapa pelaku dari pembunuhan masal yang keji ini?" tanya Chinmi namun tetap mengalirkan energinya agar Tian Xian bisa sedikit pulih.


"Pangeran Ming Zai! Dia datang di saat kami sedang istirahat untuk mencari tempat baru sebagai tempat Sekte kami, dia sudah membunuh semuanya, Ketua Jiu Sha dan istriku juga mati dan jasad mereka pasti berada di tumpukan jasad semua anggota kami!" kata Tian Xian dengan suara serak karena tenggorokan masih belum pulih, namun bisa terlihat kesedihan dari nadanya.


"Pangeran Ming Zai katamu?" tanya Chinmi.


Qie Yin juga muncul kembali, kini dia membawa ribuan Pasukan Hewan Iblis agar menggali tanah untuk memakamkan semua jasad tersebut sebelum membusuk.


"Iya Pangeran Ming Zai! Dia tiba-tiba saja datang dan menyerang kami tanpa memberikan penjelasan apapun atau bicara sepatah katapun kepada kami, namun anehnya dia sangat berbeda, dia sangat kuat dan juga bringas bagai Hewan Iblis, dan yang sempat aku lihat, dia membawa sekitar dua jasad pergi bersamanya," kata Tian Xian yang suaranya sedikit demi sedikit mulai membaik.


"Dia pasti bukan Ming Zai!" batin Chinmi.


"Chinmi, jika kamu bertemu dengannya, berhati-hatilah, aku sendiri sudah menggunakan energi untuk melindungi diriku agar tidak terbakar, namun tetap tidak bisa, apinya terlalu kuat bagai api Neraka, bahkan hanya dengan sekali semburan apinya saja bisa membunuh Ketua Jiu Sha!" kata Tian Xian kemudian dia menetes kan air mata karena teringat lagi kepada Xue Binyue istrinya yang lebih dulu mati terbakar, padahal Xue Binyue saat ini tengah hamil.


"Binyue! Seharusnya aku yang berada disana, kenapa kamu justru mendorongku yang ingin melindungi Ketua Jiu Sha?" tatapan kesedihan dan rasa bersalahTian Xian membuat Chinmi ikut merasakan sakit, dia menggenggam sebelah tangannya dengan erat, dia yakin jika Ming Zai sebenarnya adalah She Long, karena dia sudah mendengar informasi dari Lio Long jika She Long membawa tubuh Ming Zai untuk di jadikan tubuh barunya.


"Chinmi, tolong sampaikan pesanku kepada seluruh sekte di Benua ini jika kini Sekte Bukit Matahari Telah Hilang Selamanya, terutama kepada Tuan muda Jiu Heng, kemungkinan besok dia berada di Sekte Pulau Seribu Bunga ikut menghadiri pertemuan undangan!" kata Tian Xian.


"Senior tidak perlu khawatir, namun alangkah baiknya jika senior sendiri yang menyampikan nya secara langsung, dan aku akan menggunakan Elemen Kayu ku untuk menyembuhkan mu seutuhnya!" kata Chinmi kemudian sebuah cahaya Hijau mulai terpancarkan dari telapak tangan yang menempel di dada Tian Xian dan kemudian cahaya tersebut menyebar dan menutupi seluruh tubuh Tian Xian.


"Sihir Kayu - Akar Kehidupan."


Tubuh Tian Xian yang tertutupi cahaya hijau mulai kejang-kejang dengan suara rintihan kesakitan sebelum akhinya mulai terlihat tenang.


Cahaya hijau mulai redup dan kemudian tubuh Tian Xian sudah Lima puluh persen hampir pulih, namun untuk bisa menyempurnakan nya butuh waktu sehingga Chinmi hanya bisa menyembuhkan setengah saja.


"Senior, untuk sementara segini dulu, besok aku akan mengobati mu lagi, dan aku juga minta maaf karena tidak mencari jasad istri mu dan juga ketua Jiu Sha di tumpukan mayat itu!" kata Chinmi.


"Ini sudah cukup Chinmi, aku justru berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan ku!" jawab Tian Xian, namun sebenarnya dia merasa hidup tidak ada gunanya lagi karena Xue Binyue dan calon anaknya kini sudah tiada sehingga Tian Xian merasa putus asa, walau akhirnya dia memilih intuk terus tetap hidup agar bisa memperingatkan semua orang akan bahaya yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2