
***
Bao Qin Ho sedang duduk bersama dengan lima Jendral dan satu perdana mentri kepercayaanya di ruangan khusus dan teetutup.
"Tidak terasa Tinggal dua bulan lagi acara pertandingan yang akan kita selenggarakan akan segera di mulai! Perdana menteri, bagaimana persiapan keamanan kita?" tanya Raja Bao kepada perdana menteri kepercayaannya yang bernama Long Peng.
"Yang Mulia tidak perlu khawatir, saya sudah menugaskan beberapa prajurit untuk menjaga pintu dan memeriksa semua penonton dan para peserta itu, sekaligus meminta kelima Jendral untuk tidak pergi kemana-mana saat acara pertandingan akan dimulai," kata Long Peng.
"Benar Yang Mulia, kami semua akan menjaga di setiap titik penting agar tidak ada yang berani membuat keributan atau masalah!" kata salah satu jendral.
Raja Bao mengangguk kemudian kembali berbicara, "Terimakasih karena kalian semua mau membantuku untuk melancarkan pertandingan ini," kata Raja Bao.
"Itu sudah menjadi kewajiban kami Yang Mulia!" jawab mereka secara serempak.
"Aku harap pertandingan kali ini akan menemukan murid paling berbakat dan menyadang nama gelar yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan membawa pedang pusaka Naga Langit," kata Raja Bao dengan memandang garis cakrawala biru.
Pusaka Pedang Naga Langit adalah salah satu dari Tiga Pusaka langit terhebat. Pedang tersebut di buat oleh seorang ahli pembuat pedang pada jaman sebelum terbentuknya Kerajaan.
Orang tersebut sangat pandai membuat pusaka-pusaka kelas tinggi dengan bahan-bahan yang sangat sulit untuk ditemukan oleh para pembuat senjata jaman sekarang.
Dikisahkan bahwa orang yang membuat pedang tersebut memiliki ilmu rahasia, dan kabarnya dia bisa berbicara dengan para Roh dan juga para Dewa, benar atau tidaknya kisah tersebut nyatanya orang itu terbukti bisa menciptakan tiga pusaka tingkat tinggi.
Namun setelah selesai membuat ketiga pusaka tersebut, orang itu justru menghilang bagai di telan bumi, dan tiga pusaka yang ia buat terpencar ke arah yang berbeda-beda dan salah satunya berada di Kerajaan Es Utara.
Dari ketiga pusaka tersebut hanya satu Pedang Naga Langit saja yang diketahui, sedangkan dua lainnya masih menjadi misteri.
Hingga saat ini belum ada yang bisa menggunakan pedang Naga Langit tersebut, bahkan pernah ada Pendekar Sihir Elemen yang pernah mencoba pedang tersebut, namun tidak ada reaksi apapun dari pedang itu.
__ADS_1
Karena itu Raja Bao berencana mencari pendekar yang berbakat dan akan menghadiahkan kepada yang mampu menjadi juara satu dari pertandingan itu.
Pusaka terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pusaka Bumi, pusaka Langit dan pusaka Alam.
Pusaka Bumi memiliki kwalitas di atas senjata biasa, dan ketahanannya dua kali lebih kuat dari senjata biasa.
Pusaka Langit memiliki kwalitas yang istimewa, di samping pembuatannya yang sulit, pusaka ini memiliki ketahanan 5 kali lebih kuat dari pusaka Bumi.
Sedangkan Pusaka Alam hanya ada dua dan belum ada yang berhasil menemukannya atau mengetahuinya. Sehebat-hebatnya pusaka Bumi dan langit, namun tetap saja itu adalah buatan manusia.
Setiap yang dibuat oleh manusia tidak akan ada yang benar-benar hebat, semuanya sama tergantung cara pemakainya saja.
Berbeda lagi dengan Pusaka Alam, pusaka ini hanya diceritakan saja akan kehebatannya dan juga terciptanya Pusaka Alam tersebut.
Pusaka Alam terbuat asli oleh Alam, dan menurut kabar ketahanannya sangat kuat dan tidak ada satupun senjata yang mampu menghancurkannya.
"Sejauh mana informasi yang sudah kamu dapatkan Jendral Lao?"
Jendral Lao Shi pun menjelaskan jika sekte aliran hitam diam-diam ingin merencanakan sesuatu yang ia sendiri belum tahu akan rencana tersebut.
Mata-mata yang dikirim oleh Jendral Lao Shi sebagai penyusup ke salah satu sekte tersebut masih belum bisa memberikan keterangan secara rinci, para Ketua Sekte yang melakukan pertemuan tidak satupun anggota dibawahnya yang boleh ikut menghadiri peremuan itu sehingga informasi yang di dapatkan tidak terlalu lengkap.
"Jendral Lao, perintahkan anak buahmu yang menjadi mata-mata disana untuk berhati-hati, jika keadaan tidak memungkinkan jangan dipaksakan dan suruh mereka kembali."
"Baik yang mulia!" jawab Jendral Lao Shi.
Raja Bao adalah seorang Raja yang bijak, dia selalu memperlakukan semua rakyatnya dengan sangat baik, tidak peduli mereka status mereka, apakah mereka seorang keturunan bangsawan atau rakyat biasa, bagi Raja Bao mereka semua adalah sama.
__ADS_1
"Perdana Menteri, apakah semua Sekte yang kita undang di berbagai luar wilayah setuju untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan ini?"
"Tidak semuanya Yang Mulia, masih ada beberapa sekte besar yang tidak ingin ikut serta. Ada sekitar empat sekte besar dan tiga sekte menengah dan beberapa sekte kecil yang tidak ikut," jawab Perdana Menteri Long Peng.
Raja Bao mengangguk-anggukan kepalanya, dia mengerti tidak semua Sekte akan ikut dalam pertandingan yang ia adakan. Walau begitu dia tetap menyayangkan akan hal itu.
"Saat ini hubungan antara kerajaan Bumi Barat dan kerajaan Angin Selatan masih memanas, mungkin itu yang menyebabkan mereka tidak bisa ikut serta dalam acara ini," salah satu Jendral berpendapat.
"Kerajaan Bumi Barat ya! Kalau tidak salah kerajaan itu baru-baru ini sedang mengalami konflik, aku dengar Jendral Li Xiang di tangkap karena dituduh sebagai penghianat, sedangkan adik dan juga putranya menjadi buronan."
"Itu kabar yang berapa lama? Apa kamu tidak tahu jika sekarang Jendral Li Xiang sudah dibebaskan?" perdana mentri bertanya kepada salah satu jendral yang ia rasa terlambat mengetahui berita terbaru.
Raja Bao hanya menjadi pendengar atas percakapan mereka, dia sama sekali tidak ikut berbicara akan masalah itu karena dia juga tidak tahu akan kabar tersebut.
"Benarkah?" tanya jendral tersebut.
"Jendral Whu, sepertinya kamu sungguh ketinggalan informasi itu," ejek sang perdana menteri.
Jendral Whu Lang tersenyum tipis, dia mendapatkan kabar tersebut saat dirinya pulang dari sebuah tugas, dan tanpa sengaja mendengar percakapan para pendekar.
"Jendral Li Xiang dibebaskan karena Pertapa Fan Yuzhen yang meminta, terlebih lagi dia memberikan pernyataan jika siapa saja yang berani menyakiti atau membunuh salah satu keluar bermarga Li, maka orang tersebut akan berurusan dengan Pertapa itu! Kalau tidak salah seperti itu kabarnya."
Raja Bao mengerutkan alisnya, "Kenapa Sang Pertapa Pedang tiba-tiba melakukan itu?" tanya Raja Bao yang penasaran.
"Maaf Yang Mulia, jika soal itu saya masih belum tahu apa alasan sang Pertapa itu melakukan pernyataan seperti itu," jawab sang perdana menteri.
"Dunia sungguh tidak bisa di tebak, aku tidak menduga jika seorang Pertapa akan ikut campur urusan seperti ini, tapi biarlah mungkin dia memang memiliki alasan akan semua itu, sebaiknya kita fokus untuk persiapan per tandingan yang tinggal dua bulan lagi, dan aku mengandalkan kalian semuanya!"
__ADS_1
"Kami akan berusaha dan akan berusaha membantu Yang Mulia," jawab mereka serempak.