
Kyaaak!!
Kelelawar Hitam menggunakan teriakannya yang sangat keras dan juga memekakkan telinga untuk menakuti Bing Long yang datang kearahnya.
Kelelawar melakukan hal itu karena merasakan jika kekuatan Bing Long terlalu besar untuk ia hadapi. Namun sayang usahanya sia-sia karena yang ia lakukan tidak berdampak apapun terhadap Bing Long.
Menyadari teriakannya tidak memberikan efek apapun kepada Bing Long, si Kelelawar Hitam ingin kembali mengeluarkan teriakannya yang lebih keras.
"Mulut mu terlalu berisik!" kata Bing Long sekaligus meremas mulut Kelelawar Hitam.
Kelelawar Hitam berusaha memberontak dengan cara menggunakan kuku yang ada di sayapnya, dia ingin mencakar mata Bing Long.
Zhihui sudah menarik kembali Hewan Sihirnya setelah Bing Long menghadapi Kelelawar Hitam. Namun yang jadi pertanyaan Zhihui saat ini, apakah Chinmi akan mampu mengalahkan Lung Chiu Xi beserta 12 Pendekar yang bersamanya? Baginya itu mustahil.
"Chinmi jangan bodoh, apa kamu pikir bisa mengalahkan semuanya seorang diri?" kata Long Wang yang berada di dalam pedang.
"Tidak senior, aku juga tidak akan sanggup jika harus menghadapi semuanya sekaligus!" jawab Chinmi.
"Apakah kamu butuh bantuan mu?" tanya Long Wang.
"Tidak-tidak, aku akan berusaha sendiri!" jawab Chinmi.
Chinmi Sudah tidak mau tubuhnya di ambil alih lagi oleh Long Wang. Dia tidak akan pernah melupakan rasa sakit setelah Long Wang mengendalikan tubuhnya.
"Terserah kamu saja. Namun ingat, jika sampai kamu kalah, maka aku akan dengan paksa bertukar tempat dengan mu," kata Long Wang.
Ketika mereka berdua masih saling berdebat, ke 12 Pendekar langsung maju menyerang ke arah Chinmi. Mereka bergerak secara bersamaan sekaligus mengeluarkan sihir dan jurus mereka masing-masing.
"Aku akan menjauhkan mereka dari pemimpinnya." kata Chinmi kemudian dia menggunakan energi anginnya dan bergerak menjauh.
"Kejar... Jangan biarkan ia lolos..!" seru salah satu dari pendekar yang mengejarnya.
Zhihui melihat Chinmi yang lari merasa bingung, dia tidak mengerti apakah Chinmi lari karena takut, atau ada maksud lain. Dia sendiri ingin membantu, namun kondisi tubuhnya tidak memungkinkan.
"Aku akan mencoba disini!" kata Chinmi kemudian berlari ke sebelah tembok.
Chinmi mencoba ilmu yang ia pelajari secara diam-diam, ilmu tersebut adalah ilmu membelah diri. Chinmi mendapatkan ilmu tersebut saat dirinya bertemu dengan Xi Liyi.
__ADS_1
"Mau lari kemana kamu?"
Para Pendekar yang mengejar Chinmi berhasil menemukan Chinmi sedang berdiri dibalik tembok. Chinmi menoleh dan langsung memasang kuda-kuda untuk menyambut serangan mereka.
"Ayo bunuh dia..!" seru salah satu Pendekar Sihir.
Mereka semua langsung menyerang dengan cepat, sedangkan Chinmi hanya bertahan tanpa mengeluarkan jurus atau ilmu apapun untuk memberikan perlawanan.
Gerakan Chinmi sangat gesit dan juga lincah, tidak satupun dari mereka yang berhasil melukai Chinmi. Walau dikeroyok sebanyak itu, namun pertahanan Chinmi sangat kuat.
Pertarungan Chinmi melawan ke 12 Pendekar terlihat jelas dari tempat Lung Chiu Xi dan juga Zhihui. Lung Chiu Xi terlihat tenang, rasa sakit di perut sekaligus wajahnya sudah mulai reda.
Sikap tenang Lung Chiu Xi tidaklah berlangsung lama setelah melihat Chinmi sedang berjalan kearahnya.
"Hai.. Kenapa kamu berada disini? Jika kamu berada disini, lalu siapa yang mereka lawan?" tanya Lung Chiu Xi.
Dia sungguh tidak mengerti akan semua itu, jelas-jelas dia masih melihat Chinmi yang masih diserang oleh para Pendekar yang ia miliki, namun ada sosok Chinmi lain yang saat ini sedang menuju kearahnya.
Bukan hanya Lung Chiu Xi yang terkejut serta bingung, Zhihui pun juga sama terkejutnya dan banyak dipenuhi tanda tanya di benaknya.
"Yang mereka lawan pasti adalah ilusi! Ah itu tidak mungkin! Jika itu ilusi kanapa aku juga bisa melihatnya?" batin Zhihui.
"Senior sudah keterlaluan. Jika senior ingin membalas dendam, seharusnya yang senior bunuh adalah orang yang bersangkutan dan bukan membunuh yang lain," kata Chinmi kepada Lung Chiu Xi.
"Apa yang kamu ketahui? Dari pada banyak bicara, sebaiknya kamu harus merasakan kemarahan ku!" kata Lung Chiu Xi.
Kemarahan yang ia maksud adalah pembalasan akan perbuatan Chinmi padanya. Lung Chiu Xi masih tidak terima dipukul seperti seorang pecundang di hadapan anggotanya sendiri.
"Senior, aku sarankan untuk berhenti, dan lupakan dendam Ini. Tidak baik jika terus menyimpan dendam, karena dendam hanya akan membuat malapetaka yang lebih besar!" kata Chinmi.
Perkataan Chinmi bukan hanya ditujukan kepada Lung Chiu Xi saja, melainkan kepada Zhihui juga karena dia juga dipenuhi dendam.
"Kamu jangan menggurui ku...!" kata Lung Chiu Xi sekaligus melesat kearah Chinmi dan mengarahkan senjatanya yang berbentuk kail pancing tersebut ke kepala Chinmi.
Chinmi menahan serangan tersebut dengan pedang Naga Langit, kemudian mereka berdua bertarung dengan senjata andalan mereka.
"Jurus Taring Kelelawar."
__ADS_1
Lung Chiu Xi mengeluarkan satu senjata lagi yang bentuknya sama dan mengarang Chinmi dengan sangat gesit.
"Jurus Pedang Pencari Angin."
Chinmi membalas serangan Lung Chiu Xi dengan serangan menebas dan berputar, setiap kali Chinmi memutar pedangnya, maka akan tercipta perisai Angin yang kuat dan melindungi tubuh Chinmi dari serangan Lung Chiu Xi.
"Kamu pengguna Angin, apakah kamu murid dari Sekte Pedang Suci?" Lung Chiu Xi sangat tahu jika yang bisa menggunakan ilmu pedang yang menggabungkan dengan energi angin hanyalah Sekte Pedang Suci.
"Apakah jika saya bilang iya senior mau berhenti?" tanya Chinmi setelah dia selesai memberikan serangan kepada Lung Chiu Xi.
Lung Chiu Xi mundur satu meter menahan serangan tebasan dari Chinmi, kini dia juga merasakan jika kekuatan Chinmi berada di Tingkat yang sama dengannya yaitu Pendekar Sihir Tingkat 3 atau Tingkat Pendekar Sihir Elemen Alam.
"Apakah kamu Ji Long Sang pendekar Pedang Naga?" tanya Lung Chiu Xi.
Di Sekte Pedang Suci hanya ada tiga pendekar yang memiliki kekuatan Sihir Elemen Alam, menurut Lung Chiu Xi kemungkinan besar anak muda dihadapannya adalah Ji Long yang mungkin merubah tubuhnya menjadi muda.
"Apakah nama sangat penting bagi Senior? Aku ini bukanlah siapa-siapa dan bukan dari Sekte manapun, jadi kalau senior mau menghentikan ini saya akan dengan senang hati membiarkan sekte ini tetap berdiri. Namun jika tidak maka Sekte ini akan saya binasakan," kata Chinmi dengan nada serius.
"Hahaha... Apa kamu sudah kehilangan akal? Apakah dengan kekuatanmu seorang diri akan mampu hah? Jangan sombong anak muda!" kata Lung Chiu Xi.
"Saya tahu itu senior! Saya mungkin tidak bisa melenyapkan sekte Senior. Namun saya sangat yakin jika dia bisa melakukannya," kata Chinmi sambil menatap Bing Long yang saat ini mempermainkan Kelelawar Hitam.
Lung Chiu Xi menelan ludah, dia lupa jika ada Bing Long yang lebih dari cukup untuk melenyapkan sektenya, "Kamu sombong hanya karena ada Naga itu, andai tidak ada Naga itu, kamu bukanlah siapa-siapa bagiku," kata Lung Chiu Xi.
Bukannya memikirkan bagaimana caranya agar Chinmi dan Bing Long tidak menghancurkan sektenya, dia justru berkata yang terkesan meremehkan Chinmi.
"Kalau begitu mari kita buktikan!" kata Chinmi.
Lung Chiu Xi merupakan mantra tangan kemudian membuat ilmi sihirnya.
"Sihir Hitam - Seribu Tangan Kelelawar."
Chinmi merasakan semuanya berubah menjadi gelap, setelah itu dia merasakan ada sekitar ribuan benda datang kearahnya.
"Jadi ini adalah ilmu ilusi."Chinmi mengetahui jika itu adalah ilmu ilusi.
Ilmu tersebut hanya bisa dibatalkan oleh penggunanya sendiri, dan untuk korban bisa menghentikan ilusi tersebut dengan membuat rasa sakit ditubunya secara nyata, yang terlahir harus dilawan dengan ilusi yang lebih tinggi.
__ADS_1
***