PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Rubah putih


__ADS_3

***


"Ini..!?"


Chinmi sulit mencerna akan perubahan pada tubuhnya, dia merasa seperti terlahir kembali, bahkan tubuhnya terasa begitu ringan bagai kapas yang di terpa angin walau sebagian rambutnya berdiri dan terlihat berasap


"Chinmi, aku tidak menduga jika kamu berhasil membangun pondasi tubuhmu dalam waktu 2 bulan saja di dunia Hewan Iblis ini, kamu benar-benar murid yang penuh kejutan!"


Fan Yuzhen tidak henti-hentinya mengagumi bakat Chinmi, semenjak berendam di kolam air yang di penuhi oleh Ikan Hewan Iblis listrik, tubuh Chinmi ternyata menerima semua aliran listrik tersebut.


Sebagian otot-ototnya yang tidak bekerja kini semuanya bereaksi, sehingga peredaran darahnya yang terhambat kini bisa mengalir dengan sempurna.


Tubuh Chinmi 3 kali lebih kuat dari sebelumnya, dan Itu lebih kuat dari tubuh para Pendekar Pemula maupun Pendekar Menengah.


Saat Fan Yuzhen membangun pondasi pertamanya, dia berada di Tingkat Pendekar Puncak, dan itu adalah suatu pencapaian terbaik dari semua Pendekar yang ada di seluruh Kerajaan.


Sedangkan Chinmi bisa dikatakan adalah pemecah rekor dari pencapaian yang Fan Yuzhen dapatkan.


Setelah salah satu Pondasi Chinmi terbentuk, kekuatan Chinmi juga meningkat drastis, kekuatan Chinmi sebelumnya berada di Pendekar Tahap Pemula Tingkat 2, kini naik menjadi Pemdekar Tahap Menengah Tingkat 1.


"Guru, latihan apa berikutnya untukku?"


"Ehem, sebaiknya kamu biasakan dulu dirimu selama satu atau dua hari dengan kekuatan barumu, kamu mengerti?"


"Umm!!" Chinmi mengangguk setuju.


Chinmi mengerti tidak seharusnya dia memaksakan diri sehingga tidak ingin salah dalam latihan.


***

__ADS_1


Hari-hari berikutnya Chinmi berlatih dengan berburu berbagai siluman lemah yang berada di Tingkat Pendekar Pemula dan Chinmi banyak mengumpulkan mustika abu-abu.


Namun masalahnya semua mustika itu akan sulit untuk dibawa kemana-mana karena terlalu banyak jumlahnya.


"Majulah..!" Chinmi saat ini sedang berhadapan dengan seekor kepiting yang seukuran dengan seekor sapi.


Kekuatan kepiting tersebut sebanding dengan Pendekar Menengah tingkat 3. Chinmi saat ini sudah berhasil masuk ketingkat 2 membuat pertarungan tersebut akan terlihat berat sebelah.


Namun Chinmi memiliki beberapa kelebihan di antaranya ilmu meringankan tubuhnya yang semakin baik, serta ilmu pedangnya yang semakin tajam.


Chinmi bertarung melawan kepiting tersebut hanya menggunakan sebilah pedang kayu yang baru ia buat, sedangkan kepiting tersebut memiliki cangkang yang sangat tebal dan juga keras.


Kali ini Chinmi tidak lagi khawatir dengan Qi yang dimilikinya, karena sekarang dia sudah menyediakan beberapa mustika abu-abu sebagai cadangannya.


"Membelah Angin," Chinmi melompat ke udara dan meluncur kebawah dengan kecepatan tinggi karena dia mendorong kakinya dengan menggunakan energi Angin.


Kepiting besar tersebut juga tidak tinggal diam menunggu dirinya untuk di bunuh, cangkang japitnya lebih tebal dari cangkang tubuhnya sehingga ia menahan serangan Chinmi yang datang dari atas.


Walau pedang Chinmi terbuka dari kayu, namun begitu berbenturan dengan Cangkang jepit tangan si kepiting terdengar seperti suara besi yang terbentur dengan sesama besi dan menghasilkan percikan bunga api dari benturan tersebut.


Cangkang jepit tersebut terlihat sedikit retak akibat menahan serangan Chinmi. Merasa dirinya terancam, kepiting tersebut menjadi lebih waspada.


Kepiting tersebut bukan hanya keras, namun dia juga dapat bergerak dengan sangat gesit, itu wajar karena kepiting tersebut memiliki enam kaki.


"Sekeras apapun kulitmu, kamu tidak akan bisa bertahan dengan serangan ini," Chinmi kembali maju menyerang kali ini dia membalikkan mata pedangnya ke belakang.


"Pedang Angin Pencabut nyawa,"


Chinmi tidak mau berlama-lama bertarung dengan kepiting tersebut, dia segera melepaskan tebasan pedangnya ke arah kepiting tersebut dari arah depan dan sebuah energi Angin bergerak dengan sangat cepat menuju ke wajah sang kepiting.

__ADS_1


Ketika Energi Angin tersebut hampir mengenai sang kepiting, tiba-tiba saja ada energi lain yang menahannya bahkan membelokkan laju angin tersebut.


Jdarrr!!


Serangan Chinmi menghantam sebuah batu dan menghancurkan batu tersebut. Kepiting tersebut segera menjauh setelah menyadari jika dirinya masih selamat.


"Siapa yang menahan seranganku?" Chinmi menaikkan alisnya, dia sadar kekuatannya masih di bawah kekuatan sang kepiting, namun dia yakin jika serangan yang barusan ia lepaskan tidak akan bisa ditahan oleh kepiting tersebut.


"Hentikan manusia sudah cukup, jangan lagi kamu membunuh para pasukanku!"


Suara berat terdengar dari arah kanan sang kepiting namun posisinya agak jauh, Chinmi menoleh dan menemukan seekor Rubah putih setinggi 5 meter sedang berjalan ke arahnya.


Chinmi bisa merasakan aura mencekam menyelimuti Rubah putih tersebut. Bulunya yang halus dan putih tidak terlihat indah karena terselimuti oleh aura hitam yang begitu kuat dan juga menakutkan.


Namun jika didengar dari suaranya, Rubah tersebut adalah betina. Chinmi tidak terpaku, bukan satu kali ini dia melihat Hewan Iblis yang besar dan dapat berbicara, sebelumnya dia sudah pernah bertemu Hewan Iblis yang dapat berbicara, yaitu buaya raksasa, namun ukuran Rubah itu lebih besar dari Sang buaya.


Fan Yuzhen segera muncul dihadapan Chinmi setelah melihat kemunculan Rubah putih tersebut.


"Rubah putih, maaf jika muridku menganggu kemenanganmu!" kata Fan Yuzhen, dia mengetahui siapa sebenarnya Rubah putih itu, dia tidak lain adalah salah satu dari delapan pemimpin Hewan Iblis.


Kekuatan Rubah putih lebih tinggi dari Fan Yuzhen, dan juga dia lebih mengerikan dari apa yang dilihat saat ini.


"Aku sudah lama memperhatikan kalian berdua, selama ribuan tahun aku berada di sini, selama itu juga aku tidak pernah memerintahkan pasukanku untuk mengusik dunia mu, namun kalian berempat sejak dulu sering membantai datang kesini dan membunuh para pasukanku. Apa kalian ingin mencari masalah dengan ku?" Rubah putih terlihat geram, dari tatapan matanya yang tajam terlihat sangat marah kepada Fan Yuzhen.


Rubah putih berkata, "Kalian berempat," yang dimaksud adalah keempat Pertapa. Setiap pemimpin akan memiliki pasukan mereka sendiri, Rubah putih juga memiliki pasukannya sendiri dan dia sama sekali tidak pernah menyuruh pasukannya untuk pergi ke dunia manusia.


Para Hewan Iblis yang sering pergi ke dunia manusia bukanlah pasukan dari Rubah Putih, melainkan pasukan dari Singa Merah, Srigala Hitam dan Elang Hitam.


Namun bagi manusia semua Hewan Iblis adalah sama saja, mereka masih satu kelompok dan satu kaum, sehingga tidak peduli itu pasukan milik siapa.

__ADS_1


"Rubah putih, kami tidak tahu jika kepiting ini adalah salah satu pasukanmu. Kami sulit untuk membedakan mana yang pasukanmu, dan mana yang bukan, mereka semua terlihat sama," kata Fan Yuzhen.


"Apapun alasanmu aku tidak peduli, kalian harus bertanggung jawab akan semua yang telah kalian lakukan terhadap semua Hewan Iblis, baik itu pasukanku atau bukan!" kata Rubah putih yang tidak mau menerima alasan apapun dari Fan Yuzhen.


__ADS_2