
"Kalian sudah membuat kesalahan besar memilih untuk berurusan dengan ku!" kata Jing Yu berbicara sambil menyerang Xian Fai.
"Aku tidak tahu kesalahan apa yang kau maksud! Menurut pendapat ku aku melakukan hal yang benar karena berurusan dengan kalian yang berhati keji," jawab Xian Fai yang juga membalas serangan Jing Yu.
"Golok Setan Haus Darah."
Golok yang digunakan oleh Jing Yu memancarkan cahaya merah terang, dia menyerang Xian Fai dalam serangan satu kali tebasan.
Braaak!!!.
Xian Fai melompat kesamping sehingga Golok Jing Yu mengenai sebatang pohon besar yang ada dibelakang Xian Fai. Pohon tersebut terbelah menjadi dua bagian, dan bekas belahannya seperti terbakar api.
"Cih! Ternyata kamu cukup cepat juga," gerutu Jing Yu kemudian kembali menyerang Xian Fai dengan golok yang masih bercahaya merah.
Xian Fai sebisa mungkin menghindari serangan Jing Yu, bukan tanpa alasan dia berusaha menghindar, namun karena golok Jing Yu yang bercahaya merah itu seperti ada aura yang aneh, aura yang membuat Xian Fai merinding jika merasakannya.
Golok tersebut adalah golok yang sering digunakan oleh Jing Yu untuk membunuh para korbannya, kelebihan lain dari golok tersebut ialah dapat mengisap roh para korban yang di serapnya.
Setiap orang yang terbunuh oleh golok Jing Yu, maka roh mereka akan dihisap dan terjebak selamanya didalam golok tersebut.
"Sungguh aura yang aneh!" gumam Xian Fai.
Xian Fai terus menghindar serangan tersebut sekaligus mencari cara agar bisa melepaskan golok tersebut dari tangan Jing Yu.
"Kemana keberanian mu yang tadi kamu tunjukkan padaku hah? Apa kamu hanya membual saja?" tanya Jing Yu.
"Cukup, baiklah jika kamu yang menginginkan ini, dengan terpaksa aku akan menggunakan jurus andalanku," jawab Xian Fai kemudian berdiri tegak dengan menggenggam pedangnya erat-erat dengan kedua telapak tangannya.
"Baik, ayo tunjukkan padaku!" kata Jing Yu.
Xian Fai tersenyum penuh makna setelah mendengar tantangan Jing Yu yang ingin dia menggunakan Jurus andalannya.
Xian Fai mengangkat pedangnya keatas, dan dalam beberapa saat pedang Xian Fai yang putih berubah menjadi gelap.
"Jurus Pedang Hitam Pengoyak Bumi."
Xian Fai maju menyerang Jing Yu dengan pedang masih menghadap kelangit. Xian Fai menebas dengan sangat kuat dengan pedangnya yang kini berubah menjadi pedang hitam.
Jing Yu juga mengayunkan goloknya kearah pedang Xian Fai. Kedua senjata yang sama-sama tertutupi oleh energi masing-masing saling beradu sehingga membuat pancaran dari kedua energi pedang tersebut meledak.
Sekeliling area tempat Xian Fai dan Jing Yu bertarung berubah menjadi lubang, semua warga penduduk yang melihat itu sangat senang saat melihat hasil akhir dari pertempuran mereka berdua.
__ADS_1
Golok Jing Yu ternyata patah menjadi dua saat dia mengadu goloknya dengan pedang Xian Fai, dia terlempar kebelakang sejauh 10 meter dan memuntahkan dara segar dari mulutnya karena luka dalam.
"Jurus Pedang apa yang kamu gunakan?" tanya Jing Yu sambil terbatuk-batuk sekaligus memuntahkan darah dari mulutnya.
"Ini jurus baru yang aku kembangkan saat latihan, jurus ini gabungan dari jurus pedang malam dan jurus pedang angin," kata Xian Fai yang saat ini sudah berada di hadapannya dengan ujung pedangnya yang mengarah ke Jing Yu yang masih duduk di tanah.
"Jurus ciptaan sendiri ya? Aku tidak menyangka jika akan bertarung dengan murid berbakat dari Pedang Suci," kata Jing Yu.
"Kamu pikir pujianmu itu akan membuat diriku tidak menangkap dirimu? Tidak! Itu tidak akan terjadi," kata Xian Fai.
***
Disisi lain Lian Cao sedang berhadapan dengan Zang Gang, keduanya terlihat berimbang kerena kekuatan mereka berada di Tingkat yang sama.
"Golok Setan Pencabut Nyawa."
"Pedang Malam Tebasan Kegelapan."
Lian Cao dan Zang Gang sama-sama melepaskan jurus terbaik mereka dan mengadu kedua senjata mereka.
Walau tidak terjadi ledakan besar, namun mereka berdua sama-sama terlempar mundur kebelakang, mereka berdua sama-sama mengalami luka dalam.
"Aku akan membunuhmu!" kata Zang Gang dan berusaha untuk bangkit.
Lian Cao memang tidak mengalami luka dalam serius, namun dia juga merasakan sedikit sesak di dalam dadanya.
Zang Gang menoleh kearah Jing Yu yang ternyata juga sudah dikalahkan oleh lawannya, "Aku menyerah!' kata Zang Gang.
Lian Cao terkejut mendengarnya, padahal dia dan Zang Gang sama-sama terluka, namun Zang Gang justru mengaku kalah lebih dulu.
"Pilihan yang bagus!" kata Yue Yin yang berjalan kearah Lian Cao.
Lian Cao sendiri tidak langsung percaya begitu saja, dia curiga jika Zang Gang kemungkinan memiliki rencana lain dibalik semua itu.
"Lian, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Yue Yin.
"Aku tidak apa-apa! Uhuk-uhuk...!"
"Masih saja berpura-pura kuat dengan kondisimu seperti itu," kata Yue Yin sambil memberikan obat kepada Lian Cao.
Lian Cao sedikit malu mendengar perkataan Yue Yin, selama ini dia selalu sok kuat ketika sedang terluka sehingga Yue Yin sudah terbiasa akan sifat Lian Cao.
__ADS_1
"Bagaimana dengan mereka selanjutnya?" tanya Yue Yin.
"Kita tetap akan menangkapmu dan menyerahkan mereka berdua kepada pihak berwajib!" kata Xian Fai yang saat ini sudah berada di samping mereka berdua dengan membawa Jing Yu.
"Hahaha...! Apa kalian pikir kami akan membiarkan kalian membawa dia saudara kami begitu saja hah? Tidak akan aku biarkan itu terjadi!"
Xian Fai dan semua orang yang berada disana menoleh kearah tiga pemuda berumur 22 tahun dengan membawa golok besar di bahunya.
"Kau teman mereka?" tanya Xian Fai dengan penuh kewaspadaan.
"Banar, kami adalah teman mereka, tapi kami dayang kesini bukan untuk bertarung dengan kalian, melainkan ingin menyelamatkan mereka berdua," kata salah satu dari mereka.
"Aku tidak akan membiarkan mu, jika kalian ingin mengambil mereka maka kalian akan berurusan dulu dengan kami?" kata Xian Fai.
"Aku tahu tidak mudah bagiku untuk mengambil mereka berdua begitu saja, namun kami memiliki cara lain untuk mengambil kedua saudara kami dari kalian!" kata salah satu dari mereka.
Mereka bertiga adalah saudara seperguruan Zang Gang dan Jing Yu yang baru datang dari desa lain.
Mereka datang kesan karena mendengar suara pertarungan.
"Sudah ku duga, dia itu memiliki rencana lain, namun sepertinya rencananya jauh dari yang ku pikirkan," kata Lian Cao.
Dua orang dari mereka tiba-tiba saja mengeluarkan golok mereka dan maju ke arah Xian Fai dan Lian Cao. Melihat mereka yang ingin menyerang mereka berdua, Xian Fai dan Lian Cao kembali bersiap untuk menyambut serangan mereka.
Namun ternyata itu bukanlah serangan, melainkan hanya sebuah pengecoh saja. Saat jarak kedua murid Tong Liung dengan Xian Fai sudah dekat, tiba-tiba kedua murid Tong Liung melemparkan sebuah bubuk kearah Xian Fai dan yang lainnya.
Bubuk yang dilemparkan tiba-tiba berubah menjadi asap putih yang sangat banyak dan menyebar menutupi semua pandangan orang.
Masalahnya asap tersebut sangat perih dimata sehingga Xian Fai dan yang lainnya menutup mata mereka .
"Jurus Pedang Pemecah Angin."
Yue Yin melepaskan jurus pedang yang ia pelajari dari kakeknya. Ji Long menciptakan jurus tersebut setelah melihat jurus Pedang Tiupan Angin milik Chinmi.
Yue Yin melepaskan energi angin dan menghilangkan asap putih yang sangat perih dimata.
Saat mereka sudah bisa kembali melihat, ternyata Zang Gang dan Jing Yu sudah menghilang, begitu juga dengan ketiga saudara seperguruannya.
"Dasar licik, mereka menipu kita dengan asap!" gerutu Xian Fai dengan menancapkan pedangnya ka tanah.
"Nona Yin, setelah kita sampai di Kerajaan Bumi Barat, aku minta kamu sampaikan kepada Senior Fang akan masalah ini," kata Xian Fai.
__ADS_1
Yue Yin mengangguk, mereka yakin jika Kerajaan Bumi Barat pasti tidak tinggal diam ketika ada masalah buruk yang terjadi kepada penduduk yang berada di wailayah kekuasaan mereka.
Semua penduduk kembali ke desa setelah menghilangnya Zang Gang dan keempat saudara seperguruannya. sedangkan Xian Fai, Lian Cao dan Yue Yin beristirahat semalam kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Kerajaan Bumi Barat.