PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Bersiasat


__ADS_3

***


"Apakah raja kalian sudah tahu akan siapa pangeran Ming Zai dan juga sifatnya?"


Raja Ming Shan sedang bertanya kepada Zu Chin dan Jendral Xio Tao yang saat ini sedang berada di hadapannya.


"Kami sudah tahu Yang Mulia Ming, dan Raja kami berharap dengan dijodohkan nya Pangeran Ming Zai dengan Tuan Putri kami bisa merubah sifat pangeran Ming Zai," kata Zu Chin.


Raja Ming Shan terdiam dan berusaha mengamati Zu Chin dengan seksama, dia sedikit curiga kepada Zu Chin.


"Apakah maksud kalian benar demikian?" tanya lagi Raja Ming Shan.


"Tentu saja Yang Mulia, mana mungkin Raja kami memiliki maksud lain," jawab Zu Chin.


Raja Ming Shan menyipitkan mata, dia yakin ada maksud tertentu dari rencana perjodohan antara Ming Zai dengan Tuan Putri Mu Liyi. Jika tidak, manamungkin Raja Shao Ming mau menjodohkan putrinya dengan Ming Zai yang terkenal keburukannya.


"Yang Mulia, menurut saya ini sangat bagus, lagi pula pangeran Ming Zai sudah cukup umur untuk memiliki pasangan tetap sekaligus berharap agar pangeran Ming Zai mau berubah setelah memiliki pasangannya sendiri," seorang pria sepuh berbicara kepada Ming Shan.


"Perdana mentri, kita tidak bisa terburu-buru dalam mengambil keputusan, apa lagi Tuan Putri dari kerajaan Angin Selatan belum mengenal Zai'er. Jadi menurut ku biarlah mereka bertemu dulu untuk saling mengenal, dan jika mereka cocok, maka perjodohan bisa dilanjutkan," kata Raja Ming Shan.


Raja Ming Shan masih belum yakin akan keinginan Raja Shao Ming, dia mencurigai ada maksud dibalik semua ini. Bisa saja perjodohan ini sebagai alat politik kotor saja.


"Yang Mulia tidak perlu mengkhawatirkan akan Tuan Putri, jika Yang Mulia untuk menjodohkan mereka berdua, maka kami akan mengantarkan Tuan Putri kesini untuk menemui pangeran Ming Zai," kata Zu Chin.


Zu Chin terus membujuk Raja Ming Shan dengan halus dan sopan agar tidak ada kecurigaan sama sekali, sedangkan Jendral Xio Tao hanya terdiam mendengarkan pembicaraan tersebut.


Raja Ming Shan sangat sulit untuk mengelak, apa lagi Zu Chin yang sangat ahli dalam bersiasat dan merayu Raja Ming Shan hingga membuat Raja Ming Shan akhirnya luluh dan menyetujui permintaan Zu Chin untuk menjodohkan putranya dengan putri Raja Shao Ming.


"Baiklah aku setuju akan perjodohan ini, namun aku minta mereka segera dipertemukan agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain," kata Raja Ming Shan.


Senyum lebar segera menghiasi bibir Zu Chin, dia tidak menyangka jika bujukannya akhirnya membuahkan hasil.


"Tentu saja Yang Mulia, saya pastikan setelah ini Tuan Putri akan kami antar kesini!" kata Zu Chin yang merasa senang.


"Baiklah kalau begitu, mulai saat ini sudah aku putuskan jika pangeran Ming Zai akan bertunangan dengan Tuan Putri dari kerajaan Angin Selatan," kata Raja Ming Shan mengumumkan perjodohan Ming Zai dengan Mu Liyi.


Semuanya terlihat antusias dan senang akan pengumuman yang disampaikan oleh Raja Ming Shan, sedangkan Zu Chin lebih senang dari itu.

__ADS_1


"Penasehat Zu dan Jendral Xio, kalian menginaplah dulu semalam disini, nanti malam aku akan memberikan jamuan istimewa kepada kalian dan juga prajurit kalian yang berada diluar," kata Raja Ming Shan.


"Terima kasih banyak atas kebaikan Yang Mulia, suatu kehormatan bagi kami bisa menerima jamuan Yang Mulia secara langsung!" kata Zu Chin.


"Hahaha.. Kamu sangat pandai dalam berbicara. Kalau begitu biarlah pelayan istana mengantarkan kalian ke kamar kalian!" kata Ming Shan.


"Terima kasih Yang Mulia, kalau begitu kami mohon undur diri dulu!" kata Zu Chin yang bangkit kemudian membungkuk kepada Raja Ming Shan dan diikuti oleh Jendral Xio Tao.


"Silahkan...!" kata Ming Shan mempersilahkan Zu Chin dan Jendral Xio Tao untuk pergi ke kamar yang akan mereka tempati.


"Perdana mentri, perintahkan Jendral Lo Wei Xhen untuk menyelidiki mereka!" kata Ming Shan menyuruh salah satu perdana mentri nya untuk mengutus jendral Lo Wei Xhen menyelidiki Zu Chin dan juga Jendral Xio Tao.


Walau Raja Ming Shan sudah menyetujui perjodohan tersebut, namun dia tidak semudah itu untuk percaya begitu saja.


"Yang Mulia, apakah Yang Mulia mencurigai sesuatu?" Jendral Jin Hang bertanya kepada Raja Ming Shan.


Raja Ming Shan menghela nafas panjang kemudian menjelaskan akan apa yang ia lihat dibalik perkataan Zu Chin.


"Zu Chin ini sangat pandai berbicara, semua kata-katanya menunjukkan siasat yang mungkin mengarah ke masalah politik!" kata Raja Ming Shan.


"Ma-maafkan hamba Yang Mulia, jika memang demikian artinya perjodohan ini hanya alasan mereka saja? Lalu apa alasan mereka sebenarnya?" tanya Jendral Jin Hang.


"Hamba mengerti Yang Mulia, sepertinya Kerajaan Es Utara yang saat ini sudah menjadi sekutu kerajaan Bumi Barat membuat Raja Shao ingin bersekutu dengan kerajaan kita, jika benar demikian sebaiknya perjodohan ini tidak baik jika di teruskan."


"Kita masih belum tahu pasti, sekarang kita tinggal menunggu hasil penyelidikan dari Jendral Lo Wei Xhen saja," kata Raja Ming Shan.


Zu Chin tidak mungkin akan menduga jika sebenarnya Raja Ming Shan tidak sebodoh seperti yang ia kira. Kerajaan Api Timur menjadi kerajaan besar bukan karena campur tangan para pejabat-pejabat istana, melainkan karena kecerdasan Ming Shan.


Ming Shan bisa mengetahui karakter seseorang hanya dengan mendengarkan perkataannya saja. Raja Ming Shan bukan hanya seorang Raja yang bijak dan cerdas, dia juga seorang pendekar Sihir yang kekuatannya melebihi kekuatan dari para jendral Jin Hang.


Cara berpikir Raja Ming Shan sangat berbeda dengan para Raja-raja lain dimana mereka sering menyerahkan urusan politik mulai dari perekonomian, sumberdaya, maupun strategi perang kepada para tokoh-tokoh kerajaan seperti para mentri dan penasehat.


Raja Ming Shan lebih dulu memprediksi akan apa yang akan terjadi jika dia ingin melakukan sesuatu. Jika sudah dapat, maka dia akan mengutus orang yang pantas dan cocok untuk mengemban tugas yang ia berikan.


Contohnya saat ini adalah Jendral Lo Wei Xhen yang disuruh menyelidiki dan mengamati Zu Chin. Jendral Lo Wei Xhen memiliki beberapa pasukan khusus yang bisa mengintai dan juga bisa bersembunyi di balik bayangan, sehingga akan sangat mudah untuk mengintai, maupun mencari atau menyelidiki sesuatu tanpa ada yang mengetahuinya, kecuali ada pendekar Tingkat tinggi yang berada disana.


Jendral Lo Wei Xhen sendiri memiliki kekuatan dibawah kekuatan Jendral Jin Hang. Jendral Lo Wei Xhen sendiri disebut sebagai Jendral Tombak Api karena senjata andalannya adalah tombak panjang yang gagangnya terbuat dari besi ringan namun sangat kuat.

__ADS_1


"Yang Mulia, ijinkan hamba untuk pergi membantu Jendral Lo!" kata Jendral Jin Hang memohon kepada Raja Ming Shan.


"Tidak perlu Jendral Jin, biarkan Jendral Lo menyelesaikan tugasnya sendiri. Sedangkan kamu, carilah pangeran Ming Zai, dan bawa dia pulang!"


"Baik Yang Mulia!" Jendral Jin Hang membungkuk kemudian pergi ke pusat kota untuk mencari pangeran Ming Zai yang kemungkinan besar ada di tempat hiburan.


***


"Bagaimana jendral Lo, apa yang kamu dapatkan dari hasil penyelidikanmu?"


Saat sore hari, Jendral Lo datang menemui Raja Ming Shan yang saat ini berada di ruang pribadinya untuk melapor hasil dari penyelidikannya.


"Sesuai dugaan Yang Mulia, Zu Chin itu adalah orang yang penuh dengan siasat, Pasukan Khusus yang hamba tugaskan untuk mengikutinya mendapatkan informasi jika sebenarnya Zu Chin lah yang telah merencanakan perjodohan ini."


"Hmmm.. Jadi ini bukan keinginan Raja Shao?" tanya Raja Ming Shan sambil mengelus jenggotnya.


"Sepertinya begitu Yang Mulia!" jawab Jendral Lo Wei Xhen.


"Apa kamu tahu apa yang Zu Chin rencanakan sebenarnya?" tanya Raja Ming Shan dengan penasaran.


"Persekutuan dan kekuatan Yang Mulia!" jawab Lo Wei Xhen dengan singkat.


"Sudah Ku duga! Tetapi biarlah, kita sudah mengetahui rencana mereka, jadi kita ikuti saja rencana itu, kita lihat apakah mereka yang pintar, atau kita yang lebih pintar dalam bersiasat."


Raja Ming Shan akhirnya akan mengikuti permaianan Zu Chin, dia ingin melihat sejauh apa kepintaran Zu Chin itu.


"Baik Yang Mulia, sekarang tugas hamba sudah selesai, dan hamba mohon undur diri!"


Raja Ming Shan mengangguk kemudian Jendral Lo Wei Xhen pergi meninggalkan Raja Ming Shan sendiri.


"Raja yang di kendalikan Kuda, sungguh bodoh, kamu pikir kuda sepetimu bisa mengalahkan Raja dengan mudah?" gumam Raja Ming Shan yang mengaitkan semuanya dengan bidak Catur, Zu Chin diibaratkan bagai kuda yang ingin mengunci Sang Raja.


Saat malam tiba, Zu Chin dan Jendral Xio Tao diundang untuk makan malam bersama dan sekaligus membahas akan kelanjutan perjodohan tersebut.


Zu Chin tidak menyadari jika sebenarnya dirinya terjebak oleh permaianannya sendiri, sedangkan Jendral Xio Tao tidak peduli akan semua itu.


Ke esokan harinya, Zu Chin dan Jendral Xio Tao beserta seratus prajurit yang mengawalnya kembali ke kerajaan Angin Selatan.

__ADS_1


Selama 17 hari perjalanan, mereka tiba di Kerajaan Angin Selatan tanpa ada gangguan yang berarti. Zu Chin segera menyampaikan hasil dari pertemuannya dengan Raja Ming Shan.


Mereka akhirnya berencana akan mempertemukan Mu Liyi dengan pangeran Ming Zai satu bulan lagi, dan itupun melalui pengawalan yang sangat ketat.


__ADS_2