
Chinmi sama sekali tidak mengenali pemuda tampan yang sedang menatap nya dengan tersenyum lembut, sedangkan Qie Yin tidak mau melepaskan pandangannya untuk menatap pemuda tersebut.
Masalahnya kedatangan pemuda tersebut sama sekali tidak disadari oleh Chinmi, Qie Yin maupun Lio Long.
"Siapa kamu?" tanya Chinmi dengan disertai dengan mengeluarkan energinya.
"Tenanglah aku tidak bermaksud mengagetkan mu!" kata pemuda tersebut.
Chinmi menoleh kebawah pohon dan menemukan kalungnya berada di sana. Dengan cepat dia mengambil kalungnya dan mengeluarkan pedang Naga Langit dan juga Cakram Matahari nya.
"Nona Qie Yin, cepat menjauh dari situ!" seru Chinmi sekaligus mencabut pedang nya dan juga menggenggam Cakram dengan tangan kiri dengan posisi siap untuk dilempar.
"Akhirnya aku keluar juga!" seru Long Wang dari dalam pedang.
"Apa yang terjadi padamu, kenapa aku merasa kekuatanmu semakin meningkat?" Diyu Hu juga bertanya dari dalam Cakram.
"Senior, nanti akan saya jelaskan, sekarang ada orang yang harus aku urus!" kata Chinmi.
Andai pemuda tersebut datang seperti Yinfei, mungkin Chinmi tidak menjadi waspada seperti itu, di samping dia tidak bisa mengukur tingkat kekuatan pemuda tersebut, dia juga curiga jika pemuda tersebut mungkin berniat jahat.
Lio Long dan Yinfei sama-sama menggelengkan kepala nya, mereka ingin turun untuk menegur Chinmi, namun Pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ho Chen yang melarangnya dengan menggelengkan kepalanya agar mereka berdua tidak perlu ikut campur.
Qie Yin tidak menghiraukan seruan Chinmi, dia tetap memandang Ho Chen tanpa berkedip sedikitpun.
Chinmi segera menghampiri Qie Yin dan menarik Qie Yin agar menjauh dari Ho Chen, sedangkan Ho Chen tetap tersenyum lembut kepada Chinmi yang masih menganggap dirinya berbahaya.
"Anak muda, aku sudah berkata padamu untuk tenang, kedatanganku ke tempat ini bermaksud baik, jadi sarung kan kembali pedangmu itu," kata Ho Chen dengan tenang.
"Kenapa aku harus percaya padamu, aku akan memastikan apakah kamu itu berniat baik atau buruk," kata Chinmi kemudian menggigit ibu jarinya dan mengoleskan darahnya ke Cakram Matahari.
"Senior Diyu Hu, tunjukkan kekuatan mu!" kata Chinmi kemudian melempar Cakram nya yang telah bercahaya terang ke langit dan Cakram tersebut mulai menjadi sembilan biji.
"Senior Long Wang, sekarang keluarkan aura Kaisar mu!" Chinmi mengangkat pedangnya dan kemudian pedang tersebut mengeluarkan aura biru yang disertai dengan suara desingan yang mampu membuat siapapun yang mendengarnya akan kesakitan.
Cakram matahari juga mengeluarkan aura Neraka berwarna hitam yang sangat besar, sehingga dua aura biru dan hitam sama-sama menekan Ho Chen.
"Aura Kaisar!" gumam Ho Chen saat melihat aura Kaisar dari pedang Naga Langit yang menekannya, namun Ho Chen tidak mengenali aura hitam dari Cakram yang melayang di udara.
__ADS_1
Nyatanya Ho Chen sama sekali tidak terlihat kesakitan setalah mendengar suara desingan pedang Langit, dan dia juga terlihat tidak tertekan oleh kedua aura yang sama-sama menekan dirinya.
Ho Chen juga melepaskan Aura Raja berwarna putih dan mendorong kedua aura tersebut hingga aura Biru dan Hitam sama-sama mendorong aura Putih milik Ho Chen.
Chinmi melongo melihat hal itu, begitu juga dengan Long Wang dan juga Diyu Hu, "Siapa orang itu?" tanya Diyu Hu.
Chinmi tidak menjawabnya karena dirinya juga tidak tahu akan siapa Ho Chen itu, yang ia tahu Ho Chen adalah pemuda yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana dan mengagetkannya.
"Jika begitu biar aku tunjukkan kekuatanku!" kata Diyu Hu kemudian kesembilan cakram bayangan yang mulai bercahaya putih terang dan menyerang kearah Ho Chen.
Cahaya putih dari Cakram tersebut adalah energi api yang sangat besar dan juga panas, siapapun yang terkena Cakram tersebut pasti akan hancur menjadi debu dalam waktu singkat, jangan kan mengenai tubuh, bahkan hanya terkena anginnya saja juga bisa terbakar.
Kesembilan Cakram tersebut menyerang dengan cara berjejer dari bawah hingga keatas bagai tali yang meluncur dari langit.
Saat kesembilan Cakram tersebut sudah hampir mengenai tubuh Ho Chen, yang terjadi berikutnya justru membuat Chinmi sungguh tidak bisa mempercayai akan apa yang ia lihat.
Ho Chen dengan tenang menyingkirkan cakram-cakram tersebut dengan menggunakan jari telunjuknya saja.
Kesembilan Cakram terlempar ketempat yang jauh, cakram tersebut kemudian meledak ketika jatuh ketanah sehingga ledakannya membuat seluruh dunia ciptaan Lio Long berguncang hebat, dan angin berhembus sangat kencang karena ledakan kesembilan Cakram tersebut.
"Mustahil! Senior Diyu, apakah ini kekuatan maksimal senior?" tanya Chinmi kepada Diyu Hu.
"Baiklah senior, kalau begitu kembalilah!" kata Chinmi.
Setelah Cakram Matahari sudah ia masukkan kedalam kalung nya, Chinmi berencana menyerang Ho Chen dengan kekuatannya serta gabungan dengan kekuatan Long Wang.
Qie Yin saat ini menatap Chinmi dengan heran saat Chinmi mengarahkan Cakram dihadapannya dan kemudian menghilang entah kemana.
"Apakah dia memiliki sihir yang bisa memindahkan benda?" batin Qie Yin.
Lio Long dan Yinfei hanya menjadi penonton saja. Mereka berdua juga ingin melihat seperti apa kekuatan Chinmi saat ini yang sebenarnya.
"Pedang Mata Angin."
Chinmi yang sudah mengarahkan Aura Kaisar kepada Ho Chen menyerang dengan serangan tusukan beruntun yang mengandung energi Angin sangat kuat.
Ho Chen sama sekali tidak menghindari serangan tersebut, dengan santainya dia menahan serangan Chinmi dengan satu jarinya saja, hal itu membuat Chinmi terkejut bukan main.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang aku akan menggunakan serangan penuh!" kata Chinmi kemudian mengangkat pedangnya keatas.
Chinmi mengalirkan Qi yang sangat banyak kemudian dia menebas dengan sangat kuat.
"Pedang Pusaran Angin."
Chinmi menebas dengan posisi tegak, dan dari tebasan nya tercipta pusaran angin yang sangat besar dan hampir sampai ke tempat Ho Chen.
Ho Chen mengarahkan telapak tangannya ke arah pusaran angin tersebut, dan kemudian pusaran angin raksasa juga keluar dari tangannya sehingga menelan pusaran angin milik Chinmi.
Pusaran Angin milik Ho Chen lebih besar dan lebih kuat sehingga mampu mengalahkan angin Chinmi dan terus mengarah ke Chinmi.
"Bahaya Chinmi, kekuatannya berada di tingkat Dewa, seharusnya aku menyadarinya dari awal! jadi biarkan aku bertindak," kata Long Wang kemudian dia melepaskan diri dari tangan Chinmi dan kemudian terbang ke depan Chinmi dan membuat perisai untuk menghalangi pusaran angin tersebut.
Pusaran angin dan perisai Long Wang saling berbenturan, Long Wang memang memiliki kekuatan Dewa, namun dalam wujud pedang, kekuatannya tidak bisa ia keluarkan secara maksimal.
Ho Chen menarik kembali anginnya setelah menyadari kekuatan pedang Naga Langit milik Chinmi, "Pedang mu sangat menarik sekali," kata Ho Chen yang tiba-tiba sudah berada di samping Chinmi kemudian dia menangkap pedang Naga Langit.
Chinmi melompat menjauh dari Ho Chen, sedamgkan Long Wang juga terkejut karena tiba-tiba dirinya sudah berada di tangan Ho Chen.
Long Wang juga dapat merasakan jika Ho Chen menyadari akan keberadaanya, "Apakah kamu Long Wang Raja Ras Naga milik guru Jendral Dewa Perang Cao Yuan?"
Long Wang terkejut mendengar Ho Chen menyebut Cao Yuan sebagai gurunya, dia tidak menduga akan bertemu dengan salah satu murid Cao Yuan.
"Chinmi, sudah hentikan!" kata Lio Long kepada Chinmi yang berniat kembali menyerang Ho Chen dan ingin merebut pedangnya kembali.
"Tapi guru!"
"Sudahlah Chinmi, dia bukan musuh melainkan salah satu dari kita!' kata Lio Long menjelaskan.
Chinmi tersedak ludahnya setelah mendengar perkataan Lio Long dan kemudian menoleh ke arah Ho Chen yang kini berjalan kearahnya.
"Jadi dia ini!?"
"Maaf karena aku telah mengagetkan mu! Namaku adalah Ho Chen," kata Ho Chen sekaligus menyerahkan pedang Naga Langit kepada Chinmi.
"Se-senior Ho Chen! Maafkan saya senior, saya tidak tahu jika senior adalah..!" Chinmi baru sadar kenapa semua serangannya sama sekali tidak berarti bagi Ho Chen, itu karena tingkat kekuatannya yang berbeda jauh.
__ADS_1
"Sudahlah sebaiknya kita lupakan saja ke salah pahaman ini!" kata Yinfei kemudian mengajak mereka untuk berbincang dibawah pohon yang saat ini hanya ada Qie Yin.