
***
"Tempat apa ini?" Chinmi kebingungan melihat seluruh tempat di sekitarnya.
Setelah mereka berdua meniggalkan tempat asing tersebut, kini mereka berada di sebuah tempat yang aneh.
Perbedaan tempat dirinya berada semula dengan yang sekarang berbeda jauh, mereka berdua muncul di tengah-tengah hutan yang begitu luas dan lebar.
Chinmi terbang tinggi untuk melihat luas dari hutan tersebut, dan sejauh mata memandang, Chinmi sama sekali tidak berhasil menemukan ujung dari hutan tersebut.
"Apa ini dunia lain dengan dunia kita?" tanya Qie Yin yang juga melayang di samping Chinmi.
"Entahlah aku juga tidak mengerti," jawab Chinmi.
Chinmi terus memperhatikan seluruh luas hutan tersebut yang terasa bagai memandang samudra luas dengan perasaan campur aduk karena bingung.
"Chinmi, coba kita ikuti arah matahari terbit!" Qie Yin memberi usul.
"Baiklah mari!" jawab Chinmi kemudian mereka berdua terbang kearah timur dan berharap bisa menemukan ujung dari hutan tersebut.
Cukup lama mereka terbang di udara, dan Chinmi menggunakan kecepatan yang setara dengan Qie Yin, dia bisa saja mempercepat terbangnya, namun Qie Yin jelas tidak akan bisa menyusulnya.
"Sepertinya kita salah arah," ucap Chinmi karena mereka terbang terlalu lama namun Chinmi sama sekali tidak bisa menemukan pinggiran hutan tersebut.
"Nona Yin, sebaiknya kita turun dulu untuk istirahat!" ajak Chinmi.
Dia sangat yakin jika Qie Yin tidak akan sanggup untuk terbang seharian di hutan tersebut sehingga mengajaknya untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk mencari ujung dari hutan tersebut.
Satu hari sudah berlalu dan mereka berdua terpaksa menginap lagi hingga pagi dan melanjutkan kembali dengan cara terbang, namun tetap saja tidak bisa menemukan ujung dari hutan tersebut.
Chinmi berusaha untuk tetap bersabar, sedangkan Qie Yin terlihat biasa-biasa saja, tidak ada rasa ke khawatiran di wajahnya.
"Senior Long Wang masih belum bangun juga," gumam Chinmi sekaligus memeriksa Long Wang di dalam pedangnya.
Menurutnya mereka berdua terjebak di hutan aneh itu karena Long Wang, jadi Chinmi berpikir jika Long Wang pasti tahu jalan keluar dari hutan tersebut.
Mereka terus terbang selama tiga hari, dan beristirahat saat malam hari, namun tetap saja tidak membuahkan hasil.
Saat hari sudah mulai sore, mereka berdua kembali ingin beristirahat, namun Qie Yin tersadar saat mengetahui tempat istirahatnya yang saat ini.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" kata Qie Yin.
Chinmi sama sekali tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Qie Yin sehingga dia balik bertanya pada Qie Yin.
"Bagaimana apanya?"
"Chinmi, apa kamu tidak tahu tempat ini, bukankah ini tempat pertama kita keluar?" Qie Yin menunjuk kearah jalan keluar dari tempat pertama mereka berada.
Chinmi menyipitkan matanya sekaligus mengingat kembali jalan tersebut, dan pada akhirnya dia bisa mengingatnya.
"Jadi selama tiga hari ini kita sebenarnya hanya berputar-putar saja? Ini sungguh tidak masuk akal!" gumam Chinmi.
__ADS_1
Chinmi sudah terbang di udara dan terbang ke arah timur, dia yakin jika dirinya sudah pergi, namun kenyataannya sekarang mereka kembali ke tempat semula
"Nona Yin tunggulah di sini!" kata Chinmi kemudian dia terbang lebih tinggi lagi hingga batas penglihatan matanya, namun saat sudah dia terbang sangat tinggi, tiba-tiba saja kepalanya terbentur sesuatu yang sangat keras.
"Arghh saakiit!"
Kepala Chinmi serasa mau pecah saat membentur sesuatu yang tak kasat mata, dia mengelus-elus kepalanya yang sepertinya benjol, padahal pukulan sekeras apapun tidak akan ia rasa, namun ini sangat berbeda.
Chinmi segera kembali turun dengan dengan tangan yang masih mengelus-elus kepalanya.
"Bagaimana, apa kamu menemukan atau mengetahui sesuatu?" tanya Qie Yin namun dia merasa heran karena Chinmi kembali sambil memegang kepalanya dengan wajah agak meringis kesakitan.
"Aku tidak menemukan apapun, namun sepertinya hutan ini tidak seluas seperti yang kita lihat!"
Qie Yin memiringkan kepalanya karena tidak mengerti, "Sepertinya kamu habis mengalami sesuatu di atas sana," ucap Chinmi.
"Aku...! Haaah.. Iya aku habis membentur sebuah sihir penghalang di atas sana, penghalang itu tidak bisa dilihat," kata Chinmi.
Qie Yin menatap keatas namun dia tidak melihat apapun, "Jika memang ada sihir Penghalang, apa mungkin Sihir Penghalang itu yang membuat kita tidak bisa keluar dari hutan ini?" kata Qie Yin bertanya sekaligus menatap kearah langit.
"Besar kemungkinan seperti itu, jika benar Sihir Penghalang itu yang membuat kita tidak bisa keluar dari hutan ini, itu artinya kita harus mencari pintu dari penghalang itu!"
Qie Yin terdiam, dia berusaha mengingat jalan pertama yang ia masuki bersama Chinmi atau Long Wang yang mengambil alih tubuh Chinmi.
Karena dia baru pertama kali melewati jalan tersebut, Qie Yin lupa dimana sebenarnya jalan itu berada.
"Arghh..! Jika terus begini kita bisa-bisa selamanya akan terjebak di hutan ini," gerutu Chinmi sambil menarik rambutnya sendiri karena merasa kesal.
"Bagaimana kalau kamu terbang lagi hingga mencapai pembatas itu dan kemudian mencari setiap sudut dari penghalang tersebut?" tanya Qie Yin.
Chinmi mulai menyelusuri seluruh dinding penghalang dan mengitarinya, namun tetap saja tidak bisa menemukan jalan keluar.
"Bagaimana, apa kamu berhasil?" tanya Qie Yin penuh harap.
Chinmi menjawabnya dengan gelengan kepala sekaligus dengan wajah terlihat lelah, dia merasa menyesal karena gagal mencari jalan keluar tersebut.
"Bagaimanapun caranya aku akan berusaha membangunkan senior Long Wang!" kata Chinmi.
"Apa kamu bisa membangunkan Roh Pedang mu? Bukankah dia sudah bilang jika dia akan tidur dalam jangka waktu panjang," kaya Qie Yin.
"Aku juga tidak peduli, jika aku tidak membangunkannya maka selamanya kita akan terjebak di hutan tak berpenghuni ini," jawab Chinmi kemudian mulai meditasi.
Qie Yin juga duduk di samping Chinmi sambil menghela nafas panjang, dalam hatinya sebenarnya menyukai hutan tersebut, dia betah karena suasananya yang damai dan sunyi.
Namun jika mengingat Chinmi yang sepertinya tidak ingin tinggal di hutan itu, Chinmi memang tidak mau karena mengingat dirinya memiliki takdir.
Saat ini Jiwa Chinmi sudah berada di tempat Long Wang, dia bisa melihat Naga besar tersebut sedang tertidur dengan lelap.
"Senior..!" Chinmi berusaha membangunkan Long Wang dengan hati-hati agar Long Wang tidak bangun secara mendadak.
"Senior Long Wang..!" Chinmi menaikkan nada suaranya, namun Long Wang sama sekali tidak bangun, bahkan bergerak pun juga tidak.
__ADS_1
Semakin lama Chinmi semakin merasa kesal sehingga dia terbang dan mendekati lubang telinga Long Wang, setalah itu dia mengumpulkan energi di tenggorokannya setelah itu mengeluarkan suaranya yang mengandung energi cukup mampu untuk memecahkan gendang telinga siapapun.
"Senior Long Wang...!" kata Chinmi dengan keras dan juga kuat.
Long Wang langsung membuka matanya, namun dia bukan nya langsung sadar melainkan mengibaskan tangannya ke arah lubang telinganya.
Chinmi segera menghindari kibasan tangan Long Wang, hanya tinggal jarak lebih dari sebuah benang kecil tangan Long Wang hampir mengenai Chinmi, namun walau tidak terkena kibasan tanga nya, tetap saja ada energi angin yang begitu kuat yang mampu membuat tubuh Chinmi terhempas.
Melihat Long Wang sudah mulai terbangun, Chinmi yang terhempas berusaha menyeimbangkan dirinya dan kemudian kembali mendekatiLong Wang.
"Senior Long Wang, bangun Senior, aku butuh bantuan mu!" kata Chinmi.
Mata Long Wang yang hampir tertutup kini kembali membukanya dan melihat Chinmi sudah berada di depan matanya.
"Huahhh..!" Long Wang menguap dan kembali menatap kearah Chinmi.
"Chinmi, kenapa kamu datang membangunkan diriku? Aku merasa ini bukan waktunya bagiku untuk bangun," tanya Long Wang yang mulai terlihat sadar dari tidurnya sekaligus merasa jika dirinya belum waktunya untuk bangun.
"Maafkan aku senior jika aku memaksa senior untuk bangun, namun saat ini aku butuh bantuan senior," kata Chinmi.
"Chinmi, sekarang kamu sudah pulih sepenuhnya, jadi kamu mau meminta bantuan apa lagi padaku?" tanya Long Wang.
"Senior, tolong katakan padaku, bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari hutan tak berpenghuni dan ada perisai penghalangan nya?"
"Hum... Owh iya maaf aku lupa!" kata Long Wang
Long Wang mengubah posisi tubuhnya dengan mengerak-gerakkan tubuh nya, "Itu mudah saja Chinmi. Perisai itu aku yang membuatnya untuk melindungi dirimu, Karena itu untuk bisa keluar dari kurungan sihir pelindung itu, Jika kamu ingin keluar, kamu harus menggunakan pedang tersebut," kaya Long Wang.
"Bagaimana caranya?" tanya Chinmi.
"Mudah saja, kamu alirkan elemen petir ke pedang itu dan kemudian arahkan ke bagian perisai, nanti perisai itu akan terbuka dengan sendirinya!" kata Long Wang.
"Elemen Petir? Senior, aku tidak memiliki Akar Roh Elemen Petir!" kata Chinmi.
"Kamu memiliknya Chinmi, kamu gunakan Elemen Api mu, dan tingkatkan suhunya ketingkat yang lebih tinggi dan nantinya api mu akan menjadi api biru, dan dari itu kamu bisa menciptakan Petir," kata Long Wang.
Perkataan Long Wang terdengar sangat mudah, namun Chinmi yakin untuk melakukan semua itu tidaklah mudah.
"Aku akan mencobanya senior, akan tetapi sejak kapan senior membuat perisai ini? Apakah sejak membawaku ke tempat ini?"
Helaan nafas panjang Long Wang terdengar oleh Chinmi kemudian Long Wang menceritakan akan asal usul dari hutan tersebut.
Dahulu ketika Long Wang tiba di dunia Chinmi, manusia tidaklah sebanyak seperti saat ini, Long Wang turun di tengah-tengah hutan dalam wujud pedang dan menancap ke tanah.
Saat itu Long Wang merasa menyukai hutan tersebut yang sangat sejuk dan nyaman, namun tidak lama ketenangan dan kenyamanan terusik akibat pertempuran dua Hewan Iblis berkekuatan Sihir Elemen Alam.
Pertarungan kedua Hewan Iblis tersebut membuat Hewan dan serangga biasa harus pergi dan hutan menjadi rusak.
Long Wang yang tidak senang akhirnya mengeluarkan sebuah bunyi desingan untuk mengusir kedua Hewan Iblis tersebut, dan setelah kedua Hewan Iblis tersebut pergi, Long Wang menciptakan perisai penghalangan agar tempat itu kembali tenang tanpa ada gangguan dari siapapun.
Hutan tersebut akhirnya di kenal sebagai Hutan Penghalang misterius, dan tidak ada satu orang pun yang bisa menembus perisai penghalang tersebut.
__ADS_1
Chinmi mengerti jika penghalang tersebut dibuat jauh sebelum dirinya dilahirkan, namun Chinmi yakin jika penghalang yang di buat mengandung unsur sihir yang sangat kuat.
Chinmi akhirnya kembali lagi ke tubuhnya, namun dia belum bisa langsung membuka penghalang tersebut, karena dia masih harus belajar mengubah Elemen Api nya menjadi Elemen Petir.