PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Lebih dari sekedar teman


__ADS_3

***


Chinmi berusaha untuk membuka pintu kedua yaitu Pintu kebijakan, kali ini dia mendapatkan bimbingan dari Yinfei untuk membukanya.


"Pintu Kebijakan adalah salah satu dari keenam pintu di dalam dirimu yang akan membuat dirimu menjadi semakin bijak dalam mengambil sebuah keputusan dalam bertindak kepada lawan maupun kawan."


Yinfei menjelaskan jika sesuatu keputusan harus bisa di pertimbangkan sebelum bertindak, sesorang harus memahami sesuatu walau sesuatu itu sangat kecil sekali.


Yinfei sudah pernah membantu Tiga orang dalam proses ini, yang pertama Lio Long, yang kedua Xi Liyi, dan yang ketiga adalah Ho Chen.


Kali ini Chinmi juga mendapatkan bimbingan dari Yinfei, dengan kata lain Yinfei adalah guru dari keempat manusia Dewa walau tidak satupun yang memanggilnya guru.


Yinfei memang tidak mau jika semua para manusia Dewa yang ia bimbing dirinya guru, alasannya adalah agar semakin akrab dan dekat kecuali Qie Yin.


Chinmi duduk bersila herusaha untuk mengerti akan sebuah kebenaran hati, dalam hati diri seseorang pasti akan memiliki sifat iri dan dengki, dan satu hal yang pasti, manusia yang tidak memiliki kebenaran maka hatinya akan sulit untuk memutuskan hal yang bijak dan lebih parahnya, hati akan menjadi lebih gelap dan akhirnya akan memiliki sifat jahat dan pendendam.


"Lakukanlah seperti apa yang aku katakan tadi!" kata Yinfei lalu dia pergi meninggalkan Chinmi sendirian.


Chinmi hanya duduk dan mencoba mencerna pencerahan Yinfei, walau awalnya tidak mengerti namun setelah beberapa dia mulai paham akan arti dari pintu Kebijakan.


"Aku mengerti, ada perbedaan antara baik dan buruk, tidak semua orang jahat itu memilki sifat buruk, dan belum tentu juga orang baik memiliki hati yang baik! Terima kasih senior atas petunjuknya aku sudah merasa tercerahkan sekarang!" gumam Chinmi kemudian dia merasakan ada sesuatu yang menembus hatinya.


Rasa sejuk di hati yang Chinmi rasakan membuat dirinya kehilangan beban hidup dan pikiran, sesaat kemudian Chinmi bisa melihat keseluruh dunia ciptaan Lio Long walau dia sudah menutup mata sekalipun.


"Apa ini, kenapa aku bisa melihat walau aku sudah menutup mata?" batin Chinmi dan kemudian dia membuka matanya kemudian bangkit dari tempat duduk nya.


"Tidak terjadi apa-apa pada diri ku, hanya pandanganku saja yang semakin lebih luas dan juga dapat melihat walau menutup mata," batin Chinmi sambil mengamati tubuhnya.


Dia sama sekali tidak merasakan ada tambahan kekuatan dalam darinya sehingga mulai merasa bingung.


"Hanya senior Yinfe dan senior Lio Long yang mengetahui ini, aku harus menemui mereka untuk menanyakan mengenai ini," batin Chinmi kemudian dia pergi untuk bertanya kepada kedua seniornya.


Sesampainya di sana, dia melihat Qie Yin sedang berlatih dengan Lio Long, sedangkan Yinfei tidak terlihat berada disana.


"Senior Lio, kemana Senior Yinfei?" tanya Chinmi.


Lio Long dan Qie Yin sama-sama menoleh kearah Chinmi, mereka berdua bisa melihat ada Aura aneh terpancar dari tubuh Chinmi sampai-sampai Qie Yin sulit untuk berkedip.


"Ternyata dia sudah berhasil membuka pintu Kebijakan," batin Lio Long.


"Senior? Hai senior!" panggil Chinmi.


"Ah iya Yinfei ya? Dia sedang pergi sebentar, katanya Ho Chen memanggilnya!" jawab Lio Long.


"Senior Ho Chen memanggilnya, apa ada masalah di dunia ku?" tanya lagi Chinmi karena yang ia tahu, Ho Chen saat ini berada di dunia nya.


"Aku tidak tahu!" jawab Lio Long secara singkat.


"Jika senior Yinfei tidak ada maka aku akan bertanya kepada mu saja!"


Lio Long menatap Chinmi kemudian ternyum lebar kepadanya, "Aku tahu Chinmi, apakah kamu mau bertanya kenapa setelah membuka Pintu kebijakan kekuatanmu belum ada peningkatan bukan?"


Ho Chen mengangguk, dia sudah tidak terkejut jika Lio Long bisa membaca pikirannya.


"Pintu Kebijakan tidak untuk meningkatkan kekuatan Chinmi, melainkan untuk membuat hati dan pikiranmu jauh lebih bijak."


Lio Long menjelaskan jika pintu Kebijakan juga hanya untuk menguatkan seseorang dari dalam tubuhnya sehingga mata hati pun juga bisa melihat akan apa yang ada di luar, bahkan pintu hati dan pintu Kebijakan berguna untuk melihat seluruh alam semesta sekalipun orang tersebut harus menutup matanya.


Kebanyakan orang buta walau sebenarnya bisa melihat, sehingga tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, di samping itu juga seseorang yang bisa membuka kedua pintu tersebut bisa merasakan buat buruk seseorang hanya dengan perasaan nya saja, dan yang terpenting lagi, Aura kewibawaan akan terpancar dari tubuhnya.


"Jadi bergitu, pantas aku sama sekali tidak merasakan peningkatan kekuatanku!" kata Chinmi.


"Kamu harus tahu Chinmi, ada satu pintu lagi yang terhubung dengan kedua pintu yang sudah kamu buka itu, yaitu pintu pengetahuan atau pikiran, jadi tugas mu berikutnya adalah membuka pintu pengetahuan tersebut!" Lio Long menambahkan.


"Apakah senior juga sudah membuka keenam pintu itu?" tanya Chinmi yang ingin tahu.

__ADS_1


"Tidak! Aku memiliki Lima pintu, sedangkan Yinfei memiliki delapan pintu, Xi Liyi memiliki enam pintu namun dan Ho Chen juga memiliki enam pintu."


"kenapa bisa berbeda-beda seperti itu?" tanya Chinmi.


Lio Long tersenyum lembut, dia menjelaskan jika setiap manusia di berbagai dunia memiliki potensi dan aturan yang berbeda, bahkan nama dari keenam pintu pun juga berbeda nama dan juga caranya.


Qie Yin juga mendengarkan penjelasan Lio Long, dia juga ingin tahu sehingga suatu saat nanti dia juga bisa membuka keenam pintu kekuatannya.


"Terima kasih atas penjelasannya senior, namun aku ada satu permitaan, yaitu aku ingin mengetahui samua nama keenam pintu dari duniaku," kata Chinmi bertanya dengan penuh harap.


"Baiklah akan aku beri tahu potensi pintu kekuatan dalam dirimu.


Yang pertama adalah pintu Hati.


Yang kedua adalah pintu Kebijakan.


Yang ketiga adalah pintu Pengetahuan.


Yang keempat adalah pintu Kematian.


Yang kelima adalah pintu Keabadian.


Yang keenam adalah pintu Dewa."


Chinmi mengangguk-anggukan kepala nya, dia sudah mengatahui keenam pintu tersebut, walau dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa membuka semua nya.


"Maaf senior, Pintu Kematian itu sangat mengganggu pikiranku, apakah aku harus mati dulu baru bisa membukanya?" tanya Qie Yin.


"Tidak begitu juga Nona cantik! Untuk bisa membuka pintu Kematian, seseorang harus mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan, dan di samping itu seseorang tersebut harus melepaskan apa yang ia sayangi dan segala yang berharga bagi orang tersebut harus bisa dilepaskan!" kata Lio Long.


"Se-semua yang aku sayangi dan yang paling berharga? Ayah, Ibu, dan..!"


Qie Yin merasa mustahil untuk melepaskan ikatan, apalagi yang paling berharga baginya. Dia menoleh kearah Chinmi yang sepertinya juga keberatan atas penjelasan Lio Long.


Menurutnya Pintu Kematian yang dimaksud adalah mematikan perasaan nya mulai dari teman, sahabat, dan keluarga, jelas itu semua terlalu berat bagi Chinmi.


"Maaf Chinmi, tidak ada cara lain selain dari cara itu!" jawab Lio Long kemudian dia tidak berniat untuk melanjutkan melatih Qie Yin.


Tidak lama setelah itu Yinfei datang dan muncul di hadapan Lio Long, terlihat wajahnya sangat serius seolah-olah ada hal buruk yang terjadi.


"Lio Long, sepertinya aku harus pergi untuk waktu beberapa saat!" kata Yinfei, sedangqkan Chinmi dan Qie Yin juga mendengar perkataan Yinfei.


"Ada apa Yinfei, apa ada masalah serius?" tanya Lio Long.


"Tidak juga, hanya saja Ho Chen berhasil menemukan persembunyian keempat Mahluk tersebut," kata Lio Long.


"Benarkah? Dimana mereka bersembunyi?" Lio Long sangat penasaran.


Yinfei menoleh ke arah Chinmi yang juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka kemudian kembali menatap Lio Long.


"Di suatu tempat dimana tidak satu orang pun mencurigainya, namun sekarang mereka sudah pindah entah kemana!" kata Yinfei.


Yinfei dan Ho Chen sempat kembali hutan terlarang, namun ternyata mereka sudah tidak ada lagi disana.


"Senior, apakah mereka berada di duniaku?" tanya Chinmi.


"Benar Chinmi, tapi tenang saja, sejauh ini mereka tidak melakukan gerakan apapun!" jawab Yinfei.


Chinmi mulai merasa gelisah, dia mulai khawatir jika sampai keempat mahluk tersebut menghancurkan dunianya, dia tidak mau semua keluarga dan teman-teman nya harus menjadi korban mereka.


"Dari pada kamu memikirkan hal yang belum tentu terjadi, sebaiknya kamu lebih fokus untuk membuka semua pintu dalam dirimu. Sekitar beberapa hari lagi Ho Chen juga akan datang untuk melatih mu, jadi fokus lah untuk membuka setidaknya empat atau lima pintu lagi sebelum Ho Chen datang."


Yinfei menoleh kearah Qie Yin yang berdiri di samping Chinmi, "Qie Yin, maaf aku tidak bisa mengajarimu untuk beberapa hari, namun aku akan kembali untuk terus membuatmu menjadi murid ku terkuat dari. semua manusia!" kata Yinfei.


"Terima kasih guru, saya akan menunggu kedatangan guru sampai kapan pun," jawab Qie Yin.

__ADS_1


Sebenarnya Yinfei juga memiliki murid yang bukan dewa dan juga manusia, namanya adalah Hanzi salah satu dari kaum Elf atau peri, dan kekuatannya juga berada di tingkat Raja Alam.


"Qie Yin, sebelum aku pergi, aku berharap kamu jangan dulu pulang ke dunia mu, karena disana terlalu berbahaya bagimu, untuk lebih jelasnya nanti Ho Chen yang akan memberitahukan padamu akan apa alasannya."


Yinfei menoleh ke langit dan kemudian memejamkan matanya, "Hanya takdir yang tahu apakah dewa kegelapan itu akan benar-benar terwujud atau tidak!" gumam Yinfei namun semuanya bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


"Dewa kegelapan?" Lio Long terkejut dengan gumaman Yinfei.


Yinfei langsung menoleh kearah Lio Long kemudian dia tersenyum lembut, "Tidak aku hanya asal bicara saja! Kalau begitu aku pergi dulu!" kata Yinfei kemudian dia menjentikkan jarinya dan seketika itu juga dia menghilang.


"Senior, apa itu dewa kegelapan, apakah dia salah satu dewa dari kalian juga?" tanya Chinmi.


"Entahlah mungkin Yinfei memang benar-benar asal bicara, namun setahuku Yinfei tidak pernah asal bicara, dia selalu berbicara akan apa yang ia ketahui, dan jika tebakanku benar, kemungkinan besar dewa kegelapan itu benar-benar ada!" kata Lio Long.


"Aku akan pergi dulu, kalian berdua tunggu saja di sini!" kata Lio Long yang ingin pergi.


"Senior mau kemana?" tanya Chinmi.


"Aku akan pergi menemui Xi Liyi untuk memberikan kabar ini, dia juga harus bersiap-siap jika suatu saat nanti terjadi kekacauan."


Lio Long tidak mau menunggu pertanyaan salah satu dari mereka, dia langsung menjentikkan jarinya dan menghilang dari hadapan mereka berdua.


"Senior Tung..! Ah dia sudah pergi," gerutu Chinmi.


Chinmi menatap Qie Yin yang berada di sampingnya, suasana sedikit canggung dan tidak satupun dari mereka yang memulai pembicaraan sebelum akhirnya Qie Yin yang lebih dulu bersuara.


"Aku tidak tahu apakah aku akan mampu untuk membuka salah satu pintu dari keenam pintu itu, terutama pintu Kematian," kata Qie Yin dengan nada halusnya.


Chinmi hanya bisa menghela nafas panjang, dia juga memiliki pemikiran yang sama, namun masalahnya tidak ada cara lain sebagai penggantinya.


"Nona Qie Yin, mungkin ini memang berat, namun jika ingin menjadi pendekar hebat, maka kita tetap harus melakukannya!" ucap Chinmi.


"Apakah jika kamu melakukannya kamu akan mampu melepas semua ikatan dengan orang yang paling kamu sayangi?"


Chinmi menggelengkan kepala, "Aku juga tidak yakin, namun aku tetap akan mengusahakannya," jawab Chinmi.


"Dulu aku hanya memiliki kedua orang tuaku sehingga hanya mereka yang ada di hatiku, namun setelah kepergian mereka, aku sama sekali tidak memiliki siapa-siapa lagi, dan aku merasa hanya ada aku seorang diri saja di dunia ini!" Chinmi menatap Qie Yin yang bercerita dengan perasaan haru.


"Kamu tahu? Aku pikir aku tidak akan pernah memiliki teman, sahabat, atau orang lain yang bisa mengisi perasaan dalam hatiku sebelum akhirnya kau...!"


Qie Yin berhenti berbicara sedangkan Chinmi langsung menatapnya Qie Yin dengan tatapan terkejut, "Aku? Kenapa denganku?" tanya Chinmi.


"Eh ma-masudku sebelum kamu hadir dan menyadarkan ku jika sesungguhnya masih ada orang yang bisa mengisi hatiku sehingga aku bisa memiliki teman dan sehabat seperti dirimu!" kata Qie Yin.


Chinmi tersenyum lembut mendengar perkataan Qie Yin kemudian dia memegang tangan Qie Yin yang terlihat mungil dan kulitnya lebih lembut dari sutra.


"Aku juga senang karena kamu sudah menganggap ku sebagai teman, aku harap hubungan ini tidak akan pernah terlupakan," kata Chinmi sehingga membuat pipi Qie Yin memerah.


Qie Yin menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena takut Chinmi melihatnya.


"Tapi aku menganggapmu Lebih dari sekedar teman," batin Qie Yin.


"Apa? Kamu bilang apa tadi?" tanya Chinmi yang seolah-olah mendengar Qie Yin seperti berbicara padanya.


"Apa? Aku tidak bicara apapun padamu?" jawab Qie Yin yang semakin salah tingkah.


"Tidak-tidak! Aku yakin kamu bicara seuatu padaku, jawablah dengan jujur!" kata Chinmi yang masih merasa jika Qie Yin bicara padanya.


"Sepertinya pendengaran mu mulai rusak akibat latihan setiap hari."


Qie Yin melangkah pergi menuju kearah pohon, sedangkan Chinmi hanya berdiri sambil mengorek telinganya.


"Mungkin dia berkata benar, mungkin memang ada yang salah dengan pendengaran ku!" gumam Chinmi yang masih mengorek-ngorek telinganya sendiri.


Chinmi berjalan kearah Pondok di bawah kayu untuk beristirahat, karena sudah lama dia ingin istirahat dengan tenang tanpa harus memikirkan berat latihan yang akan ia jalani berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2