PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Sekte Bukit Matahari


__ADS_3

Chinmi tersenyum tipis setelah mengetahui yang sebenarnya jika memang dirinya adalah salah satu dari kelima Pendekar yang harus menyegel atau membunuh makhluk tersebut.


"Apa bisa? Apa aku sanggup?" batin Chinmi dengan tidak yakin akan semua kenyataan tersebut.


"Kakek yang kulihat tadi selain kakek ada satu orang lagi yang ikut terhisap, itu berarti masih kurang satu lagi pendekar dewanya."


"Bukankah Xi Liyi sudah memberitahukanmu akan hal itu!" ucap Li Wiefu.


"Maksud kakek penggantinya adalah Pendekar Dewa Muda yang dikatakan oleh Tuan Putri?"


"Aku juga tidak tahu siapa namanya karena yang pernah bertemu dengannya hanya Yinfei, Lio Long dan Xi Liyi."


"Yinfei? Lio Long..? Siapa mere..!" Chinmi berhenti bersuara karena mengingat sesuatu.


"Apakah mereka berdua itu yang tadi...?" Chinmi belum selesai berbicara Li Wiefu sudah menjawab lebih dulu.


"Iya, mereka adalah tiga orang yang tersisa dan salah satunya sudah kamu ketahui!" jawab Li Wiefu.


"Jadi kakek, aku harus mulai dari mana dulu?"


"Terserah kamu! Yang jelas kamu harus berlatih dengan giat dan juga ingat berusahalah untuk mengendalikan Hawa nafsumu," kata Li Wiefu kemudian secara samar-samar Roh nya mulai menghilang.


"Ah kenapa tidak mengucapkan kata perpisahan!" kata Chinmi ketika Roh Li Wiefu sudah menghilang.


Chinmi kembali duduk bersila, dengan pikirannya dia mulai merasakan putaran pada tubuhnya, sama seperti ketika dia datang ke tempat Roh Li Wiefu.


Kepala Chinmi terasa pusing beberapa saat, setelah beberapa saat rasa pusing itupun menghilang.


Chinmi kembali membuka matanya dan dia melihat kembali ruangan kamar penginapannya yang sempit itu.


"Butuh waktu berapa lama lagi aku untuk bisa membuka salah satu gerbang itu? Andai aku tahu bagaimana caranya agar aku bisa mengendalikan hawa nafsuku!" Chinmi duduk merenung dan pikirannya justru malah berandai-andai.


"Chinmi, apakah kamu ada di dalam?" suara Yue Yin terdengar dari depan pintu kamar memanggil Chinmi yang sedang termenung.

__ADS_1


"Iya masuk saja!" jawab Chinmi dari dalam kamar.


Yue Yin membuka pintu kemudian masuk dan berjalan mendekati Chinmi, "Senior Xuao menyuruhku untuk memanggilmu, sekarang dia menunggumu di depan penginapan," kata Yue Yin yang langsung menyampaikan akan maksud kedatangannya.


"Baiklah mari kita pergi kesana!" kata Chinmi kemudian bangkit dari duduknya dan pergi keluar bersama Yue Yin untuk menemui Xuao Lan.


***


Xuao Lan dan yang lainnya sedang berbincang-bincang dengan beberapa pendekar lain, mereka adalah rombongan dari Sekte Bukit Matahari salah satu sekte menengah aliran netral.


"Saudara Xuao, murid-murid dari sekte Pedang Suci sangat berbakat, aku khawatir murid-murid dari sekte ku tidak bisa menang jika berhadapan dengan murid-murid dari sektemu," seorang pria berumur 35 tahun berbicara kepada Xuao Lan.


"Saudara Tian terlalu memuji," jawab Xuao Lan kepada pria tersebut yang bernama Tian Xing, salah satu pilar kekuatan sekte Bukit Matahari.


Tian Xing adalah seorang pendekar Puncak tingkat 1, sedangkan ilmu andalannya adalah sihir elemen api.


"Senior Xuao, berapa murid sekte Pedang Suci yang akan ikut pertandingan nanti? Bukankah Raja Bao hanya membatasi sampai 3 murid saja!" seorang wanita yang lebih tua umurnya dari Yue Rong bertanya kepada Xuao Lan sambil melihat Chinmi yang datang bersama Yue Yin.


Wanita tersebut bernama Xue Binyue kekuatannya sama dengan Yue Rong namun usianya lebih tua 3 tahun dari Yue Rong.


"Senior Xuao," Chinmi yang baru tiba menyapa Xuao Lan dan dia hanya memberi hormat kepada Tian Xing dan Xue Binyue Chinmi tidak mengenali mereka berdua karena itu hanya memberi salam saja tanpa menyebut namanya.


"Chinmi, perkenalkan ini adalah Tian Xing dan Nona Xue Binyue dari sekte Bukit Matahari, mereka juga akan melakukan perjalanan bersama menuju ke Kerajaan Es Utara."


"Salam kenal Senior Tian dan senior Xue, nama junior adalah Li Chinmi." kata Chinmi yang juga memperkenalkan dirinya.


"Li Chinmi? kamu bermarga Li?" tanya Tian Xing dengan mengerutkan dahinya.


"Benar senior, saya bermarga Li!" jawab Chinmi kemudian menoleh ke arah Xuao Lan.


"Senior Xuao, kemana yang lainnya kenapa cuma Yue Yin yang ada disini?" tanya Chinmi karena tidak melihat keberadaan yang lain.


"Mereka semua sedang berjalan-jalan bersama murid dari sekte Bukit Matahari, sedangkan Yue Rong juga ikut untuk menjaga mereka!" kata Xuao Lan.

__ADS_1


"Saudara Xuao, apakah Chinmi juga akan ikut di menjadi peserta?" tanya Xue Binyue karena dia merasakan jika kekuatan Chinmi masih berada di Tingkat Pendekar Pemula Tingkat 1, menurutnya itu terlalu lemah jika Chinmi mengikuti pertandingan.


Xuao Lan batuk pelan karena mengerti jika Xue Binyue tidak merasakan kekuatan sesungguhnya yang dimiliki oleh Chinmi.


Xuao Lan yakin jika mengetahui energi yang dimiliki oleh Chinmi setara dengan energi pendekar Puncak walau kekuatannya berdada di pendekar Menengah, namun karena Chinmi sudah bisa menekan kekuatannya maka Xue Binyue pun tidak akan tahu jika sebenarnya Chinmi memiliki kekuatan yang sama dengan Xue Binyue atau bahkan mampu melebihinya.


"Tidak Senior, saya bukan peserta, saya hanya ikut untuk melihat pertandingan saja!" jawab Chinmi dengan tenang.


"Owh begitu baiklah kalau begitu, aku harap kamu tidak membebani senior Xuao dan saudari Rong!" kata Xue Binyue.


"Yue'er jaga bicaramu!" kata Tian Xing.


Chinmi hanya tersenyum mendengarnya, dia tidak marah setelah Xue Binyue berkata demikian, dia justru merasa senang karena teknik yang ia pelajari dari pamannya ternyata berhasil, bisa dibilang dia akan aman jika ada orang-orang yang itu akan kekuatan besarnya mengingat umurnya masih belum genap 13 tahun.


"Yue'er jangan pernah kamu bicara seperti itu lagi, jika kami bicara sepeti itu, maka kamu tidak ada bedanya dengan Pangeran Ming Zai," kata Tian Xing.


Xue Binyue baru menyadari akan ucapannya yang salah, "Maafkan saya, bukan maksud saya untuk merendahkan Junior Li!" kata Xue Binyue dengan perasaan sedikit malu.


"Lupakan saja senior Xue! Owh iya semua orang memanggilku Chinmi jadi panggil saja saya Junior Chinmi," kata Chinmi.


Chinmi sudah terbiasa di panggil Chinmi, jadi kalau di panggil Li rasanya seperti kurang menarik, namun terkadang orang lebih suka memanggil orang dengan panggilan marganya saja, karena mudah untuk diingat.


"Pangeran Ming Zai ya? Apakah Pangeran itu belum merubah sifat buruknya?" tanya Xuao Lan sedangkan Chinmi hanya mendengarkan karena tidak mengenal Ming Zai.


"Tidak ada yang berubah, justru semakin parah. Saat ini dia juga ikut mendaftarkan diri untuk ikut bertanding. Dia dikawal oleh 20 prajurit elit dan juga jendral Jin Hang ikut mendampinginya," kata Tian Xing.


"Kekutan Kerajaan Api Timur dibanding dengan kekuatan sekte besar, namun Raja Ming memiliki sifat yang ramah dan bijak, semuanya bertolak belakang dengan sifat putranya!" kata Xuao Lan sambil menghela nafas.


"Baiklah sekarang kita ke penginapan saja sepertinya masih ada kamar kosong disana," kata Xuao Lan kemudian berbalik dan berbicara kepada Chinmi.


"Yue Yin dengan Chinmi! Kalian tunggulah kedatangan Yue Rong disini!"


Chinmi dan Yue Yin sama-sama mengangguk kemudian Xuao Lan dan Tian Xing bersama Xue Binyue pergi meninggalkan mereka berdua menuju ke penginapan.

__ADS_1


__ADS_2