PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kebenaran Jin Hang dan Pei Ling


__ADS_3

She Chin berniat pergi keluar dengan penutup wajahnya namun She Long mencegahnya, "Sebaiknya kamu jangan pergi kemana-mana karena aku akan segera memulai rencana ku di tempat ini!" kata She Long.


She Chin berbalik menatap She Long, "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya She Chin.


"Hari ini aku akan masuk ke istana bersama dengan ibu tubuh anak ini untuk menemui Raja, dan setelah itu aku akan mulai merebut Tahta Kerajaan ini, jika sudah aku kuasai, maka kamu dan semua aliran hitam bisa berkumpul di sini dan mengumpulkan kekuatan kalian di Kerajaan ini!" jawab She Long.


"Aneh sekali, dengan kekuatan mu yang besar, kenapa kamu repot-repot mengatur siasat seperti ini? Bukan hanya dengan satu jentikan jari saja kamu sudah mampu meratakan Kerajaan ini?" tanya She Chin dengan heran.


She Long tersenyum sinis mendengar pertanyaan She Chin kemudian dia berjalan kearah jendela.


"Kau tidak tahu jika sesungguhnya yang memiliki kekuatan besar tidak hanya aku saja di Alam Semesta ini, masih banyak kekuatan yang lebih besar dari kekuatan ku yang tidak kau dan semua mahluk ketahui, selain para Buddha, masih ada kekuatan mahluk kuat yang kekuatannya setara dengan para Buddha!" kata She Long.


"Benarkah? Kalau begitu apakah dia adalah musuh mu?" tanya She Chin.


"Tidak, dulu dia adalah Tuan ku, dan anaknya adalah guruku," jawab She Long sehingga membuat She Chin terkejut sekaligus tidak menyangka jika ada mahluk lain yang lebih kuat darinya.


"Kalau begitu kenapa kamu harus takut jika ternyata dia bukan musuh?"


"Itu dulu sedangkan sekarang aku tidak tahu apakah dia masih sama seperti dulu atau justru sudah berubah," jawab She Long diiringi dengan helaan nafas panjang.


"Kalau begitu di mana dia berada sekarang?" tanya She Chin yang semakin penasaran.


"Dia berada di suatu tempat dan mengawasi kita kapan saja dan dimana saja dari balik bayang-bayang hitam yang sulit untuk kita ketahui."


"Hem! Kalau begitu keberadaan nya adalah sebuah misteri, namun sebenarnya siapa dia itu? Apakah dia manusia atau apa?"


"Dia adalah salah satu mahluk paling agung yang kekuatannya melebihi kekuatan semua mahluk, dia bisa menghancurkan seluruh Alam Semesta hanya dengan satu jentikan jari saja, dan dia adalah Kaisar Kegelapan," jawab She Long dengan suara berat yang mengandung tekanan.


"Kaisar Kegelapan? Aku baru mendengar nama itu!" kata She Chin.


"Apa yang kalian tahu? Perlu kamu jika di langit ada Kaisar Langit yang memimpin semua Penjuru Alam semesta, Sedangkan Kaisar Kedelapan juga memiliki kekuasaan yang sama!" kata She Long menjelaskan.


"Baik-baik mungkin ini di luar pemahaman ku, namun setidaknya aku sudah dapat sedikit informasi ini darimu, sekarang bagaimana? Apakah aku harus menunggu disini saja?" tanya She Chin.


"Hahaha..! Aku tahu ada orang lain yang mengendalikan dirimu, dan sekarang dia juga mengetahui akan apa yang kita bicarakan, karena itu kamu tunggu saja di sini sedangkan orang yang mengendalikan dirimu suruh bersiap untuk mengumpulkan pasukan kalian menuju kesini, dan tunggu perintahku selanjutnya!" kata She Long kemudian dia berjalan kearah pintu.


"Hehehehe...! Kau benar-benar hebat tuan She Long!" kata She Chin dengan suara yang seperti berubah menjadi sedikit feminim.


"Owh kau menunjukkan diri juga ternyata!" kata She Long yang menyadari jika saat ini yang bicara bukanlah She Chin lagi, melainkan pengendalinya Meng Ling.


"Tuan She Long tidak perlu khawatir, aku akan segera bergerak jika Tuan sudah memberi perintah, aku akan mengirim ratusan mayat hidup kesana!" kata Meng Ling yang bicara dari jarak jauh dengan menggunakan tubuh She Chin.


"Bagus aku suka dengan kecekatan mu dalam berpikir, sekarang diamlah karena akan ada yang datang kesini!" kata She Long kemudian dia menatap keluar pintu.


Dari luar pintu terlihat Permaisuri Pei Ling yang baru memasuki pintu dengan tersenyum lembut kepada Ming Zai.


"Zai'er apakah kamu sudah..!" Pei Ling berhenti berbicara saat melihat ada orang lain di sana yang sedang menutupi wajahnya dengan topi yang tertutupi kain hitam tipis.


"Siapa orang ini Zai'er?" tanya Pei Ling.


"Dia adalah temanku yang datang untuk membantu ku! Abaikan saja dia itu, sebaiknya kita pergi sekarang ke Istana!" kata Ming Zai.


She Chin sama sekali tidak tersinggung mendengar itu, dia diam saja tanpa menjawab atau bertanya apapun kepada She Long.


"Baiklah ayo kita pergi!" kata Pei Ling kemudian dia pergi bersama She Long.


She Long menoleh kearah She Chin sebelum pergi dan menganggukkan kepalanya memberi kode agar She Chin tetap di tempat.


She Chin membalas anggukan tersebut dan kemudian She Long pergi bersama Pei Ling pergi ke istana untuk pergi menemui Raja Ming Shan.


***

__ADS_1


Di aula pertemuan Kerajaan Api Timur, Raja Ming Shan dan semua pejabat sekaligus para Jendral sedang berkumpul di sana.


Saat ini mereka berkumpul karena ada kabar jika Chinmi akan datang ingin bertemu dengan Raja Ming dan meminta semua Pejabat untuk berkumpul.


Namun sudah cukup lama mereka menunggu, Chinmi tidak juga kunjung datang sehingga mereka merasa jika pemberi pesan itu mungkin salah memberi informasi.


Mereka semua saling berbincang masing-masing untuk menghilangkan jenuh, sedangkan Jendral Jin Hang merasa tidak nyaman saat menyadari tatapan Raja Ming Shan yang tidak enak saat menatapnya.


"Jendral Lo Wei, kenapa tatapan Yang Mulia tidak enak saat dia menatapku? Apa aku sudah membuat kesalahan?" tanya Jendral Jin Hang kepada Jendral Lo Wei Xhen.


"Itu hanya perasaanmu saja Jendral Jin, jika memang ada masalah pasti Yang Mulia akan langsung mengatakan nya!" jawab Lo Wei Xhen.


"Em benar juga! Tapi aku tetap merasa tidak nyaman dengan tatapan Yang Mulia saat dia menatapku," kata Jin Hang.


"Selama Yang Mulia tidak mengatakan apa-apa sebaiknya abaikan saja!" kata Lo Wei Xhen yang di balas dengan anggukan oleh Jin Hang.


"Permaisuri dan Pangeran Ming Zai telah tiba..!" suara salah satu Prajurit penjaga pintu masuk berseru lantang menandakan jika Permaisuri akan segera masuk.


Semuanya terkejut mendengar hal itu termasuk Jin Hang dan Raja Ming, mereka terkejut karena mendengar nama Ming Zai yang rupanya juga datang.


"Zai'er? Mau apa Pei Ling membawa Zai'er di saat seperti ini?" batin Ming Shan.


Semuanya segera bangkit saat Pei Ling mulai terlihat di arah pintu masuk kecuali Ming Shan, mereka semua memberi hormat kepada Pei Ling saat dia dan Ming Zai berjalan ke arah Raja Ming Shan.


"Permaisuri! Apa maksudnya ini?" tanya Ming Shan.


"Maafkan Hamba Paduka Raja, hamba datang membawa putra mahkota kita sekaligus hamba ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini hamba sembunyikan dari Paduka Raja!" kata Pei Ling.


Ming Zai hanya terdiam namun matanya menatap ke seluruh ruang aula Kerajaan itu seperti tidak pernah datang ke tempat itu sebelumnya.


"Katakanlah!" kata Raja Ming Shan namun dia juga heran kepada Ming Zai yang terlihat tidak hormat padanya.


Setahu Ming Shan, walau Ming Zai memiliki watak yang arogan, namun dia tetap menghormati dirinya, namun sekarang justru sangat berbeda dan terlebih lagi melihat Ming Zai yang seperti baru melihat Aula Kerajaan.


"Jadi benar begitu? Lalu kenapa kamu tidak mengetakan padaku sebelum nya?" tanya Ming Shan.


"Aku sengaja merahasiakan ini agar Paduka tidak menangkap Zai'er! Maaf jika aku tidak berterus terang!" kata Pei Ling.


"Kau tahu? Tidak ada orang tua yang ingin menyiksa anaknya, namun semua yang aku lakukan selama ini demi kebaikan Pangeran sendiri mengingat dia adalah calon satu-satunya pewaris tahta Kerajaan ini!" kata Ming Shan.


"Owh begitukah? Jadi kenapa tidak kau serahkan Tahtamu padaku sekarang sekaligus menobatkan ku menjadi Raja?" Ming Zai tiba-tiba ikut angkat bicara.


Semuanya terkejut mendengar permintaan Ming Zai, mereka sama sekali tidak menyangka jika Ming Zai berani berkata seperti itu kepada Raja Ming Shan.


"Kau sungguh tidak berubah sama sekali Zai'er, aku sungguh kecewa padamu!" kata Ming Shan dengan wajah penuh penyesalan karena melihat sifat Ming Zai yang semakin arogan dan sama sekali tidak menghormati dirinya sebagai ayah nya sekaligus Raja di Kerajaan itu.


"Puih...! Kau sungguh manusia tua tidak berguna! Sepertinya kedatangan kesini tidak akan di sambut baik oleh mu!" kata Ming Zai.


"Lancang sekali kamu Ming Zai..!" Jin Hang merasa tidak terima saat Ming Zai yang semakin menjadi-jadi dan bersikap kurang ajar kepada Raja Ming di hadapan semua pejabat.


"Diamlah dan jangan ikut campur, dan jika salah satu dari kalian ada yang berani ikut campur, maka akan aku binasakan dan akan aku hancurkan Kerajaan ini!" kata Ming Zai.


Sebenarnya Pei Ling terkejut saat Ming Zai berkata seperti itu, dia merasa senang karena putranya terlihat berani untuk melawan dan meminta haknya secara langsung, namun dia khawatir jika sampai Ming Shan dan semua Jendral turun tangan dan menghukum Ming Zai atas perkataan nya.


"Cukup Ming Zai! Sikapmu sudah melewati batas!" kata Ming Shan yang murka atas sikap Ming Zai yang semakin arogan.


"Pengawal, cepat tangkap dan penjarakan dia di penjara gelap!" kata Ming Shan.


Beberapa prajurit segera maju namun Pei Ling segera menghadang mereka semua, "Jangan coba-coba menyentuh Putraku, jika tidak kalian akan tahu sendiri akibatnya!" kata Pei Ling.


Para prajurit segera berhenti dan saling berpandangan kemudian menatap Raja Ming Shan.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Permaisuri? Dia sudah sangat kurang ajar dan bahkan sudah berani mengancam dan berniat ingin memberontak! Kenapa kamu justru membelanya?" kata Ming Shan.


Semua yang hadir di sana juga setuju dengan perkataan Raja Ming kecuali Permaisuri Pei dan juga Jendral Jin Hang yang mulai mengepalkan tangan saat Raja Ming memberi perintah agar memasukan Ming Zai ke penjara Gelap.


"Ming Zai adalah putraku, jika kalian ingin menangkapnya, maka kalian akan berurusan denganku!" kata Pei Ling.


"Jika memang demikian maka kamu juga akan aku penjarakan! Tangkap juga permaisuri dan bawa dia juga ke penjara Gelap!" kata Ming Shan sehingga membuat semua orang terkejut atas perintah Ming Shan.


Penjara Gelap adalah penjara ruang bawah tanah yang letaknya di paling dasar penjara. Penjara tersebut di peruntukkan khusus untuk para Pejabat yang memberontak maupun yang berani menipu Kerajaan baik dari segi politik maupun Ekonomi.


Penjara tersebut di juluki Penjara Gelap karena memang di sana sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun, terlebih lagi sangat panas dan banyak serangga beracun mulai dari kala jengking, Kelabang, Laba-laba, semut api dan masih banyak lagi.


Semua para prajurit segera bersiap untuk menangkap mereka berdua sebelum akhinya mereka terkejut saat Pei Ling kembali bersuara dengan meminta bantuan kepada Jin Hang.


"Jin Hang! Sampai kapan kau akan diam saja saat aku dan putra kita ingin di penjara? Apakah kamu tidak mau menolong kami?" tanya Pei Ling sehingga membuat semua orang terkejut termasuk Ming Shan.


"Putra kalian? Apa maksud kalian?" tanya Ming Shan.


Ming Zai atau She Long yang tidak mengerti sama sekali juga ikut terkejut mendengar nya, walau dia sendiri tahu jika dirinya bukanlah anak dari para manusia siapapun, hanya tubuh Ming Zai saja yang memiliki hubungan dengan mereka semua.


Jin Hang terdiam sekaligus menggenggam erat kedua tangannya sebelum akhirnya dia melepaskan energi api lava nya dan kemudian menyerang para Prajurit yang ingin menangkap Ming Zai dan Pei Ling.


Kini Ming Shan sungguh benar-benar terkejut atas sikap Jin Hang, dan dia juga masih tidak mengerti kenapa Pei Ling mengatakan jika Ming Zai adalah anak Pei Ling dan Jin Hang, dan bukan anak nya dengan Pei Ling.


"Kau benar Pei Ling, mungkin aku tidak keberatan jika kamu yang di tangkap, namun jika putraku yang ingin dia penjarakan ke Penjara Gelap, maka aku tidak akan tinggal diam, karena aku juga tidak mau putraku tersiksa lagi!" kata Jin Hang dengan telapak tangan yang merah menyala.


"Api Lava..? Jangan-jangan kau yang waktu itu..?" Lo Wei Xhen jelas ingat api lava tersebut, api lava yang pernah dia hadapi saat dia ingin menangkap Ming Zai namun di hentikan oleh pendekar bertopeng yang memiliki kekuatan Api Lava.


Jin Hang tidak peduli akan semua itu, dia justru meningkatkan energinya dan berniat melindungi Ming Zai dengan seluruh kekuatannya yang besar.


"Sebaiknya kau jelaskan semua ini padaku Jin Hang!" kata Raja Ming dengan tubuhnya yang saat ini mulai mengeluarkan aura berwarna Jingga.


Seluruh ruangan mendadak terasa sangat berat akibat tekanan aura dari Raja Ming. Tidak bisa di ragukan lagi jika kekuatan Raja Ming memang sangat besar dimana kekuatannya saat ini terasa berada di puncak kekuatan Sihir Alam.


Semua orang mulai berkeringat karena merasakan beban yang sangat berat dan juga suhu yang sangat panas, namun Ming Zai dan Jin Hang terlihat tidak terpengaruh terhadap hal itu.


Ming Zai sebenarnya melepaskan sedikit aura merah untuk menahan tekanan tersebut agar Pei Ling bisa bertahan dan cara yang di lakukan oleh Ming Zai tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Ming Shan dan Jin Hang.


Jin Hang juga sama, dia juga melepaskan aura yang sama sehingga aura Merah dan Jingga saling beradu membuat semua orang semakin kepanasan dan juga semakin kesulitan untuk bernafas.


"Maafkan hamba Yang Mulia! Jika Yang Mulia memang ingin mengetahui Kebenaran, baiklah hamba akan mengatakan nya!" kata Jin Hang sekaligus tetap beradu aura dengan Ming Shan.


Lo Wei Xhen sendiri juga terpaksa melepaskan aura orange untuk menetralkan aura mereka berdua sekaligus berencana melindungi semua orang, namun kekuatan tidak cukup kuat karena kekuatan Raja Ming dan Jin Hang jauh lebih kuat, namun setidaknya itu bisa membuat beberapa orang berhasil bergerak dan berusaha untuk keluar, sedangkan yang tidak sempat harus tersungkur ke lantai.


"Ming Zai adalah anak ku dengan Pei Ling! Sebelum Pei Ling menikah dengan Yang Mulia, dia sudah hamil dan usia kandungan nya baru beberapa hari saat Pei Ling menikah dengan Yang Mulia!" kata Jin Hang.


"Jin Hang...! Pei Ling...! Kalian berdua menyembunyikan hal sebesar ini dariku dan juga berani menipuku! Jangan-jangan Penasehat Ti juga..!" Ming Shan menatap kearah Ti Tao Xuan yang saat ini juga jatuh ke lantai.


"Dia hanya tahu hubungan ku dengan Pei Ling di masa lalu, jika soal Ming Zai adalah anak kami, dia tidak tahu!" kata Jin Hang yang tidak ingin Ti Tao Xuan mendapatkan hukuman dari Ming Shan.


"Yang Mulia! Setelah mengetahui Kebenaran ini, hamba mohon hukum Hamba saja dan lepaskan Ming Zai, biarkan dia pergi dari sini!" kata Jin Hang.


"Kau pikir aku akan memaafkan kalian, kau dan Pei Ling sudah jelas bersalah karena berani menipu ku, sedangkan Pangeran..! Owh tidak putra kalian bersalah karena berani melawan dan juga berniat memberontak! Maka kalian bertiga harus aku hukum!" kata Ming Shan kemudian dia menambah tekanan Auranya, walau dia sudah tahu Kebenaran Jin Hang dan Pei Ling, namun dia juga tidak bisa melepaskan Ming Zai begitu saja.


"Hahahaha...! Kau pikir kekuatan kecilmu bisa menekan ku? Baiklah aku mau lihat apakah aura mu sanggup untuk menahan ini!' kata Ming Zai yang tiba-tiba saja tertawa sekaligus mengibaskan tangannya sehingga aura Merah yang sengat kuat keluar dari kibasan tangan nya dan menghancurkan aura Ming Shan dengan sangat mudahnya, bahkan aura merah tersebut menjadi sebuah gelombang kejut yang sangat kuat dan menghempaskan Ming Shan sekaligus semua orang kecuali Jin Hang dan Pei Ling.


Jelas saja Pei Ling dan Jin Hang terkejut, begitu juga dengan Ming Shan yang saat ini jatuh akibat terhempas dan tubuhnya menabrak tiang besar. Ming Shan muntah darah kemudian dia menatap Ming Zai dengan sangat keheranan.


"Kau..! Bagaimana kamu bisa menjadi sekuat ini?" tanya Ming Shan kemudian kembali memuntahkan darah segar.


"Yang Mulia tidak perlu bertanya, biar aku sendiri yang menjawab nya akan siapa Ming Zai itu yang sebenarnya!"

__ADS_1


Ming Zai, Jin Hang, Pei Ling, Ming Shan dan semua orang yang ada disana menatap kearah pintu dan melihat seorang pemuda yang sudah berdiri disana.


"Pe-pendekar Naga Langit..!" kata Ming Shan dan Jin Hang yang terkejut melihat kedatangan pemuda tersebut yang tidak lain adalah Pendekar Naga Langit dan dia adalah Chinmi.


__ADS_2