
Para pasukan Hewan Iblis mengubur semua jasad yang kebanyakan sudah hangus terbakar. Andai bukan karena perintah dari Qie Yin, mayat-mayat itu sudah pasti habis dimakan oleh Para Hewan Iblis.
Qie Yin dan Ho Chen sendiri juga tidak pergi begitu saja, mereka ingin memastikan jika semua jenazah sudah dikubur semuanya oleh mereka.
Setelah semua jenazah sudah di kubur, Chinmi memberikan penghormatan terakhir kepada semua kuburan para Pendekar Sekte Bukit Matahari.
"Semoga arwah kalian bisa beristirahat dengan tenang! Aku tidak tahu kamu ada di kuburan bagian mana Ketua Jiu Sha, aku berjanji akan menyampaikan ini kepada putramu besok, dan mulai saat ini Saudara Jiu Heng bukan hanya ku anggap sebagai teman, melainkan dia akan aku jadikan saudara ku, aku pastikan dia akan mendapatkan apa yang saudara Jiu Heng inginkan, itu janjiku!" kata Chinmi setelah itu dia bersujud tiga kali.
Di sampingnya Tian Xiang juga sedang sujud dengan air mata dari sebelah matanya mengalir tanpa henti.
"Binyue! Aku benar-benar merasa tidak sanggup menjalani hidup ini tanpa dirimu dan calon anak kita, aku ini tidak ada bedanya dengan mayat hidup, andai tidak karena demi memperingati semua sekte akan bahaya ini, aku lebih memilih untuk mati!" kata Tian Xiang.
"Senior Tian! Kuatkan dirimu, biarkan Senior Binyue beristirahat dengan tenang! Sekarang saatnya bagi senior untuk kembali bangkit!" kata Chinmi.
"Aku tidak tahu lagi Chinmi! Aku bingung harus memulai semua ini dari mana dan aku juga tidak tahu kemana tujuanku berikutnya!" jawab Tian Xiang.
Qie Yin mendengar hal itu juga ikut berbicara, "Senior, tinggallah di Sekte ku, besok kita akan bersama-sama pergi ke Sekte Pulau Seribu Bunga, dan disana Senior bisa menyampaikan semuanya kepada semua Sekte akan kejadian ini sekaligus memperingati mereka!" kata Qie Yin.
"Terima kasih Nona Qie Yin!" jawab Tian Xiang.
"Jangan terlalu sungkan seperti itu! Aku hanya berharap Senior tidak terlalu larut dalam kesedihan, bangkitlah dan lakukan apa seharusnya yang pantas senior lakukan untuk masa depan Senior!" kata Qie Yin.
Tian Xiang terdiam dan hanya merenungkan perkataan Qie Yin, dia tidak tahu apakah dia masih sanggup menjalani masa depan atau tidak.
"Jangan menyerah dan teruslah berusaha! Masa Lalu adalah ibarat asap yang terbang dan akan menghilang terbawa angin dan tidak akan kembali lagi! Jadi lebih baik memikirkan api agar tetap menyala dari pada merenungi asap yang sudah menghilang," kata Chinmi yang tiba-tiba saja berbicara seperti membuat Tian Xiang terkejut karena perkataan Chinmi seperti sebuah jawaban untuknya.
"Kau benar sekali Chinmi, Binyue mungkin sudah tiada dan tidak akan kembali lagi! Akan tetapi aku tidak akan melupakannya dan dia akan selalu ada di hatiku dan akan terus hidup di dalam diriku!" kata Tian Xiang.
"Binyue, sekarang aku akan melanjutkan hidup ku, aku akan berusaha untuk tetap hidup dan berjuang bersama yang lainnya dalam memerangi kejahatan apapun, kamu bisa melihatku dari sana, jadi beristirahatlah dengan tenang!" kata Tian Xiang kemudian dia sujud tiga kali.
"Baiklah mari kita kembali ke Sekte! Senior ikutlah dengan kami!" kata Qie Yin.
Tian Xiang mengangguk dan kemudian Chinmi membantu nya berdiri dan setelah itu, Qie Yin membuat lingkaran portal untuk para Hewan Iblis agar lebih cepat tiba di Sekte Penakluk Kegelapan.
***
Hari pertemuan Undangan antar Sekte besar aliran Putih dan Netral akhirnya tiba juga. Di Sekte Pulau Seribu Bunga saat ini sudah terlihat banyak para ketua Sekte yang mulai terlihat disana.
Sekte Pulau Seribu Bunga sangat luas, dan setengah dari pulau tersebut di tumbuhi oleh beraneka ragam bunga berwarna-warni.
Semuanya sangat indah dan terawat, namun ada juga sekumpulan Bunga yang tidak di rawat, bunga-bunga tersebut adalah sekumpulan bunga yang mengandung racun, baik itu dari duri atau dari sari bunga.
Karena itu bunga beracun tersebut tidak di rawat, namun tumbuh dengan subur dan tidak di musnahkan, karena bunga racun tersebut juga bagian dari Sekte Pulau Seribu Bunga.
Shi Yie Mei adalah ketua Sekte dari Sekte Pulau Seribu Bunga, umurnya sudah lebih dari 100 tahun, namun masih terlihat seperti masih berumur 45 tahun.
Saat ini semua anggota Sekte Pulau Seribu Bunga yang semuanya adalah para wanita dari yang muda sampai yang tua sedang sibuk mempersiapkan semuanya dan sekaligus membagi tugas kepada setiap anggota, ada yang mempersiapkan makanan, manyambut para tamu undangan dan ada juga yang menjaga di berbagai tempat untuk keamanan dan kelancaran pertemuan nantinya agar tidak ada yang mengganggu.
"Saudari Shi Yie! Kau benar-benar sangat awet muda sekali! Aku sungguh merasa iri melihatmu!" kata Zhihui.
"Saudari terlalu memuji! Kamu sendiri juga masih terlihat lebih muda dari umur mu yang sebenarnya!" jawab Shi Yie Mei sambil tertawa kecil.
"Jika di membandingkan umur, kamulah yang lebih tua dari ku!" kata Zhihui.
"Sikapmu yang dingin masih belum berubah juga dari dulu! Owh iya, apakah Cucu mu juga akan datang, atau hanya kamu saja yang menjadi perwakilan dari Sekte Pulau Es?" tanya Shi Yie Mei.
__ADS_1
"Dia tidak akan datang karena saat ini dia sedang bersama dengan para Pertapa lainnya!" jawab Zhihui.
"Kau sangat beruntung sekali memiliki Cucu yang masih muda dan Cantik sudah mampu menembus Tingkat Pertapa di usia muda! Sungguh tidak ada generasi muda di masa ku yang memiliki bakat seperti Cucu mu!" kata Shi Yie Mei.
"Kamu benar sekali, mungkin aku memang sangat beruntung, namun juga merasa sedih!" jawab Zhihui.
"Apa yang membuat dirimu sedih? Apakah kamu tidak senang memiliki Cucu berbakat?" tanya Shi Yie Mei.
"Bukan itu yang membuatku sedih, melainkan masa depan Cucu ku!" kata Zhihui kemudian dia berjalan melihat kearah para tamu udangan yang semakin berdatangan.
"Bukankah kita sudah tahu jika para Pertapa tidak ada yang menikah! Aku takut Bing'er akan mengikuti jejak para Pertapa yang lain! Jika benar maka garis keturunan ku hanya akan berakhir padanya dan tidak ada penerusnya lagi!" kata Zhihui.
"Kamu memikirkannya terlalu jauh, belum tentu Cucu mu akan memiliki pemikiran seperti itu! Coba saja kamu bertanya dan carikan jodoh untuk nya, Siapa tahu nanti dia mau menikah!" kata Shi Yie Mei.
"Itu sudah aku lakukan, aku sering membicarakan masalah ini dengannya saat sedang berdua, namun jawabnya tetap belum memikirkan untuk menikah, bahkan dulu aku sempat ingin menjodohkan dengan salah satu pemuda paling berbakat, namun keduanya sama-sama seperti tidak setuju!" kata Zhihui.
"Pemuda paling berbakat? Pemuda mana yang kamu maksud? Siapa tahu nanti dia juga datang kesini dan aku akan mengenalkannya kepada beberapa murid ku, siapa tahu ada yang dia suka!" kata Shi Yie Mei.
Zhihui hanya tersenyum tipis mendengar hal itu, dia tidak yakin apakah para gadis di Sekte Pulau Seribu Bunga mampu menarik perhatian pemuda itu atau tidak, namun yang jelas itu mustahil.
Alasannya dari keyakinan Zhihui karena di Benua Daratan Tengah saat ini hanya ada dua gadis tercantik dari semua para gadis yang ada, bahkan putri raja sekalipun tidak ada yang bisa menandingi kecantikan keduanya.
Mereka adalah Bing Mei dan Qie Yin, jika pemuda itu saja menolak di jodohkan dengan Bing Mei yang sangat cantik, bagaimana mungkin pemuda itu akan bisa terpikat oleh gadis lain? Namun Zhihui yakin jika pemuda itu mungkin akan menjadi jodoh salah satu dari dua gadis tercantik di Benua Daratan Tengah.
"Saudari Zhihui, apakah kamu lupa nama pemuda yang kamu bilang paling berbakat itu? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?" tanya lagi Shi Yie Mei yang masih penasaran.
"Kau mengetahuinya, dan seluruh Benua ini juga mengenalnya!" kata Zhihui.
Shi Yie Mei terdiam mencoba mengingat pemuda mana yang paling berbakat di generasi saat ini.
"Memangnya siapa lagi?" jawab Zhihui.
"Aku harap dia juga datang ke pertemuan ini sebagai perwakilan dari Kerajaan Bumi Barat, jika benar itu artinya Sekte ku sangat beruntung!" kata Shi Yie Mei dengan tertawa kecil.
"Kamu ingin dia menjadi jodoh salah satu muridmu? Mimpi..!" batin Zhihui.
"Ketua! Semuanya di luar menunggu Ketua hadir karena semua para undangan sudah datang kecuali Ketua Sekte Penakluk Kegelapan!" kata seorang gadis berumur 20 tahun.
"Terima kasih Ying'er, kamu kembali lah, sebentar lagi aku akan keluar!" kata Shi Yie Mei.
Gadis tersebut berjalan mundur kemudian berbalik dan melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Semua Ketua Sekte sudah datang kecuali dari pihak kerajaan yang tidak mungkin akan datang karena mereka masih sibuk, dan kini hanya tinggal menunggu kedatangan Ketua Sekte Penakluk Kegelapan! Sekte yang bersangkutan justru yang terlambat datangnya!" kata Shi Yie Mei.
"Kita keluar saja dan menemui mereka, aku yakin sebentar lagi Qie Yin akan datang!" kata Zhihui sekaligus berjalan keluar.
"Kau sangat yakin sekali!" kata Shi Yie Mei kemudian dia juga pergi keluar.
Mereka pergi menuju kesebuah aula besar yang memilki beberapa tiang raksasa sebagai penyangga aula tersebut, di sana sudah ada sekitar lebih dari belasan orang yang kebanyakan adalah para ketua Sekte Besar dan beberapa adalah perwakilan sekaligus pendamping.
Beruntungnya hanya Sekte-sekte besar saja yang di undang, andai sekte kecil dan menengah juga ikut di undang, pasti akan lebih banyak lagi orang yang ada di aula tersebut.
Shi Yie Mei dan Zhihui datang memasuki Aula pertemuan dan mereka duduk di depan dengan menghadap ke arah para tamu undangan.
"Terima kasih karena kalian semua sudah datang memenuhi undangan kami, semua ini adalah ide dari Zhihui dan di setujui oleh diriku dan juga ketua Sekte Penakluk Kegelapan yang saat ini belum tiba," kata Shi Yie Mei.
__ADS_1
"Jadi Ketua Sekte yang akan kita bahas itu belum datang?"
"Sabar Ketua Ji, sebentar lagi dia pasti akan datang!" kata Zhihui kepada Ji Long yang duduk bersama Jiu Heng.
"Jadi apa dulu yang akan kita bahas?" tanya Cian Lio ketua Bukit Dua dari Sekte Tiga Bukit Kembar.
"Jika kalian memiliki informasi penting, maka katakanlah di pertemuan ini!" kata Zhihui.
Ji Long segera berdiri dan mulai menyampikan akan apa yang menurutnya penting, "Akhir-akhir ini Benua kita sudah berkali-kali terkena musibah, namun ini bukan karena bencana Alam, melainkan karena sebuah pertarungan!" kata Ji Long.
"Kami tahu itu, kami juga sudah melihat sendiri bagaimana dahsyatnya pertempuran di Kerajaan Bumi Barat saat itu!" jawab Shi Yie Mei.
Mereka semua tidak menyangkal akan dugaan Ji Long jika bencana yang terjadi akibat pertarungan yang besar oleh seseorang yang mungkin melawan mahluk aneh yang pernah mengejutkan semua para pendekar saat pertempuran Kerajaan Bumi Barat melawan Kerajaan Angin Selatan.
"Menurutku masalah ini berada di luar kemampuan kita, apa yang bisa kita perbuat saat Pendekar misterius itu bertarung lagi Mahluk aneh itu? Tidak ada kan? Jadi apa yang mau kita bahas akan hal itu?" kata Gao Ceng Ketua Bukit Tiga.
"Yang di katakan adik Gao benar! Lebih baik kita pikirkan yang lain, mungkin tentang Sekte Aliran Hitam yang saat ini tidak terlihat pergerakan mereka sama sekali!" kata Yuan Feng ketua dari Bukit Satu.
"Kita mungkin tidak bisa berbuat apa-apa, namun kita juga harus sadar jika sampai bencana itu datang kembali, maka dampaknya bukan hanya terasa oleh kita, akan tetapi oleh seluruh Benua, jadi kita bisa membentuk sebuah tim pelindung yang bisa menjaga dan melindungi Desa-desa terdekat untuk di selamatkan agar tidak semakin banyak memakan korban jiwa!" kata seorang pria sepuh yang memakai jubah panjang hitam bergaris putih.
"Pendeta Fui Juihu, mungkin mudah untuk berbicara, namun sulit untuk melakukan!" kata Gao Ceng.
Fui Juihu adalah seorang Pendeta, dia bukan berasal dari sebuah Sekte, melainkan dia adalah ketua dari sebuah perkumpulan organisasi besar sekaligus mengajar Tao kepada para calon Pendeta kecil.
Walau begitu mereka juga memiliki kekuatan yang tidak biasa dan kekuatan Fui Juihu sendiri setara dengan Ji Long, Zhihui dan ketua sekte besar lainnya.
Ketika mereka masih saling berunding, tiba-tiba suara dari luar terdengar jika Ketua Sekte Penakluk Kegelapan datang.
"Ketua Sekte Penakluk Kegelapan sudah datang..!" kata suara tersebut sebagai laporan singkat dari jarak jauh.
"Akhirnya yang kita tunggu-tunggu tiba juga!" kata Zhihui.
Mereka semua akhirnya menghentikan perbincangan mereka dan semuanya menunggu kedatangan Qie Yin yang sebentar lagi akan masuk kedalam aula pertemuan.
Tidak lama kemudian mulai terlihat ada empat orang yang datang memasuki ruangan tersebut, dan pandangan mereka semua terarah kepada empat sosok yang baru datang itu.
Setelah keempat orang itu sudah dekat, mereka semua terkejut karena salah satu dari mereka ternyata adalah Chinmi, sedangkan wajah Qie Yin di tutupi dengan topeng hitam, karena itu mereka semua lebih fokus kepada Chinmi.
"Chinmi? Kenapa dia datang bersama dengan mereka?" tanya Ji Long dalam hati.
Jiu Heng sendiri juga ikut terkejut, tidak hanya terhadap Chinmi, melainkan seorang pria yang berjalan bersama Chinmi dengan kulit yang terlihat seperti bekas terbakar.
"Senior Tian Xiang? Kenapa dia juga datang dan bergabung dengan mereka, dan mengapa kulitnya seperti habis terbakar?" batik Jiu Heng.
Zhihui juga hanya bisa melotot saat Chinmi ternyata juga ikut datang, dan kali ini dia datang dengan Qie Yin dan berjalan secara bersamaan.
Shi Yie Mei juga sama, dia sendiri tidak menyangka jika Chinmi akan benar-benar datang seperti yang ia harapkan sebenarnya, namun dari semua Kerajaan yang sudah di undang, tidak satupun yang datang dari mereka, bahkan satu perwakilan pun juga tidak ada, dan sekarang ada Chinmi yang mungkin menjadi perwalian dari Kerajaan Bumi Barat.
Selain Zhihui tidak ada yang pernah melihat Jendral Lang Yu, karena itu mereka juga penasaran akan siapa Lang Yu, apakah dia adalah Pendekar Sihir atau pendekar Pilar sekaligus menjaga mereka Ketua nya.
"Maaf jika kedatangan kami terlambat, kami harap para ketua tidak ada yang tersinggung!" kata Qie Yin dengan nada halus dan lembut.
Yuan Feng, Cian Lio dan Gao Ceng biasanya sering memprotes, namun kali ini mereka tidak berani karena mereka melihat ada Chinmi bersama mereka.
"Tidak apa-apa Nona! Acara juga masih belum di mulai sebelum kalian datang! kini karena kalian sudah datang, maka pembahasan akan segera kita mulai!" kata Shi Yie Mei yang sudah bersiap untuk memulai acara pertemuan tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya acara Pertemuan di Sekte Pulau Seribu Bunga sudah diketahui oleh semua Sekte menengah dan kecil, apa lagi Sekte Aliran Hitam, mereka juga mengetahui akan hal tersebut.