PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pengawal Kaisar Kegelapan


__ADS_3

Kali ini Ming Shan menyerap energi para mayat dalam keadaan sadar, namun dia masih bingung sendiri mengetahui keanehan pada tubuhnya.


Ming Shan melihat kearah She Chin yang energinya semakin melemah, sedangkan She Chin hanya bisa menunggu Ming Shan berhenti dengan sendirinya dalam menyerap energinya.


Ming Shan menghentikan penyerapan energinya saat merasa kekuatannya yang sudah mencapai Puncak Pertapa.


Ming Shan tersenyum puas saat merasakan kekuatan nya yang meningkat, namun dia masih belum percaya diri untuk bisa melenyapkan She Chin.


"Ini kesempatan ku!" seru Ming Shan saat melihat She Chin yang melemah.


"Sihir Raja Api Pelebur Jiwa."


Ming Shan mengarahkan kedua tangannya dan seketika itu juga semburan api yang sangat besar keluar dari tengah-tengah kedua telapak tangan Ming Shan yang menyatu.


Namun siapa sangka jika api yang keluar dari telapak tangan Ming Shan mengejutkan Ming Shan dan juga She Chin.


"Kenapa api ku berwarna hitam?" kata Ming Shan yang terkejut karena Raja Api yang seharusnya berwarna Jingga justru berwarna hitam


Panas dari Api Hitam tersebut lebih kuat dan lebih panas dari Api Jingga yang dimilikinya, bahkan luas semburannya lima kali lipat dari semburan api yang biasa ia lepaskan saat masih memiliki kekuatan di tingkat Sihir Alam.


Semburan Api tersebut membakar semua yang ada di jalannya, bahkan She Chin pun juga terbakar dan tubuhnya langsung hancur dalam dua tarikan nafas saja.


Api hitam juga membakar ratusan mayat hidup, padahal jarak mereka lebih daru seratus meter, namun semburan api tersebut mampu menjakau hingga sejauh itu.


Setelah para Pasukan Mayat hancur, Api Hitam nyatanya tidak mati dan tetap menyala di tanah, batu, dan bekas-bekas bangunan yang sudah di tinggal mati oleh pemiliknya.


Tubuh She Chin dan para pasukan mayat hidup kembali bangkit, namun api hitam kembali membakar tubuh mereka, dan itu terus terjadi berulang-ulang, bahkan She Chin pun belum sempat menyempurnakan bentuk tubuhnya.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, She Chin terpaksa melesat dan berpindah tempat kebelakang Ming Shan dalam kondisi tubuh yang terbakar dan hancur di tempat yang tidak ada api hitamnya.


Saat itulah She Chin kembali bangkit dengan sempurna karena tidak ada api hitam di sekitarnya.


"Api jenis apa yang sudah kamu gunakan?" tanya She Chin.


Ming Shan tidak menjawabnya karena dia sendiri juga tidak tahu akan Api apa yang sudah ia gunakan.


She Chin yang merasa kesal berniat menyerang Ming Shan, sedangkan Ming Shan juga mengeluarkan api hitam dari kedua telapak tangannya.


She Chin dan Ming Shan sadar jika Api Hitam misterius yang terus-menerus menyala dan membakar para pasukan Mayat Hidup yang bangkit berkali-kali tidak mau padam.


"Cukup manusia! Hentikan pertarungan mu ini!"


Ming Shan dan She Chin yang sudah siap untuk bertarung terkejut saat mendengar ada suara seseorang tidak jauh dari mereka berdua.


Mereka berdua melihat ada seorang pemuda mengenakan kain hitam dan kain tersebut memiliki penutup kepala yang juga berwarna hitam.


Ming Shan dan She Chin masih bisa melihat wajah orang tersebut yang seperti masih berusia 15 atau 16 tahun, namun mereka berdua sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan anak tersebut.


"Anak kecil, sebaiknya kamu tidak perlu ikut campur, jika tidak kau akan...!" She Chin berhenti berbicara saat anak tersebut meliriknya


She Chin langsung merinding saat dilirik oleh anak tersebut, She Chin merasa seperti ada mata yang sangat besar berada di belakang anak tersebut dan menatapnya sehingga dia merasa ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


"Siapa kamu Nak? Apakah kamu mencari orang tuamu?" tanya Ming Shan.


Ming Shan berpikir jika anak tersebut adalah anak salah satu rakyat yang selamat, namun anehnya anak itu memanggil dirinya Manusia, padahal mereka berdua sama- manusia.

__ADS_1


Anak tersebut berjalan mendekati Ming Shan dengan senyum menyeringai seolah-olah dia tidak terganggu dengan api hitam yang ia lewati dan bahkan tidak terbakar saat anak itu menginjak api tersebut.


Ming Shan dan She Chin sama-sama terkejut melihat hal itu, She Chin sendiri kini percaya jika anak itu bukan anak sembarangan.


"Manusia, aku tahu kau pasti bingung apa yang terjadi terhadap dirimu dan juga dengan kekuatanmu bukan?" tanya anak tersebut.


Ming Shan yang sudah sangat terkejut saat melihat anak itu yang tidak terbakar oleh api hitam kini kembali terkejut atas pertanyaan anak tersebut.


"Ke-kenapa kau bisa tahu akan apa yang sedang aku pikirkan?" tanya Ming Shan dengan nada terkejutnya.


"Kau heran bukan kenapa aku bisa tahu? Karena kekuatan yang kamu miliki adalah pemberian dariku!" kata Anak tersebut.


Ming Shan mengangkat sebelah alisnya merasa penjelasan anak itu seperti sedang membual, namun mengingat anak itu mengetahui akan apa yang ia pikirkan, Ming Shan sedikit bingung.


"Nak..! Apa sebenarnya yang kau katakan?" tanya Ming Shan.


She Chin yang sejak tadi hanya berdiri merasa kesal, di tambah lagi para pasukan Mayat Hidup nya yang tidak bisa bangkit karena Api Hitam terus-menerus membakar mereka ketika mau bangkit.


"Persetan dengan mu anak kecil! Ming Shan kita lanjutkan lagi pertarungan kita tadi!" kata She Chin kemudian dia melesat kearah Ming Shan dengan kedua telapak tangannya yang kembali berwarna Hijau.


"Sudah baik tadi kamu diam! Dasar Mayat busuk!" anak tersebut terlihat kesal karena merasa terganggu oleh She Chin.


Anak tersebut mendadak muncul tepat di depan She Chin sehingga tapak She Chin langsung mengenai tubuh anak tersebut.


She Chin yang terkejut juga tidak sempat untuk menarik kembali tangannya, namun karena terlalu cepat dia terpaksa tetap mengarahkan tapaknya ke anak tersebut.


Ming Shan yang baru sadar jika anak tersebut sudah berpindah tempat juga tidak sempat untuk bergerak menyelematkan anak tersebut.


Namun yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan Ming Shan, begitu juga She Chin. Kedua telapak She Chin mengenai tubuh anak tersebut dengan bebas.


Kedua telapak She Chin secara perlahan-lahan terhisap kedalam tubuh anak tersebut, tubuh She Chin juga ikut tertarik sehingga She Chin berusaha melepaskan diri darinya dengan semua tenaga nya, bahkan She Chin sempat menggunakan energinya untuk melepaskan diri, namun tetap tidak mampu.


"Ampun! Ampun Pendekar, tolong lepaskan aku!" kata She Chin memelas dan berharap anak tersebut mau mendengar nya.


"Aku sudah berbaik hati membiarkanmu tadi, namun aku tidak suka jika ada yang menggangguku saat sedang berbicara!" kata Anak tersebut dengan nada dingin.


"Ti-tidak! Aku tidak mungkin mati karena tubuh ini Abadi," batin She Chin yang teringat jika dia mati pasti nanti akan bangkit lagi.


Namun harapan She Chin harus sirna ketika anak tersebut kembali berbicara yang mampu mengejutkan She Chin.


"Apa kau pikir tubuh Abadi mu itu tidak bisa aku lenyapkan? Bahkan manusia yang memiliki Kekuatan Dewa Abadi sekalipun bisa aku lenyapkan dengan jariku, apa lagi hanya tubuh mayat sepertimu!" kata Anak tersebut.


She Chin semakin panik dan terus meronta agar bisa lepas. Semakin lama kedua tangan She Chin sudah masuk semua nya ke dalam tubuh Anak tersebut, sedangkan She Chin sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah tidak mampu untuk melawan lagi.


Anak muda tersebut hanya tersenyum dingin kemudian ada pusaran energi hitam muncul di tempat terhisap nya tengan She Chin dan belum sampai satu tarikan nafas, tubuh She Chin terhisap kedalam seperti kain yang di tarik kedalam lubang kecil.


She Chin tidak sempat bisa berteriak atau menyampaikan satu katapun, tubuhnya secara keseluruhan menghilang dan tidak muncul lagi.


Kini tatapan anak tersebut tertuju ke api hitam yang masih menyala, kemudian dengan satu jentikan jarinya saja, semua api dan debu dari mayat hidup terhisap dan masuk kedalam tubuhnya.


Ming Shan hanya bisa menahan nafasnya saat melihat hal itu, dia masih ingat sekali jika api dan mayat hidup sangat sulit untuk di musnahkan, terlebih lagi api hitam yang memiliki panas luar biasa.


Kini Ming Shan sungguh sangat penasaran akan identitas anak muda tersebut, dia yakin penampilan anak muda tersebut hanyalah sebuah tipuan setelah melihat apa yang sudah anak muda tersebut lakukan.


Anak muda tersebut berjalan kearah Ming Shan dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa, bahkan dia juga tersenyum hangat kearah nya.

__ADS_1


"Si-siapakah kamu ini sebenarnya?" tanya Ming Shan dengan nada gugup.


"Apakah itu penting?" tanya anak tersebut.


"Tentu saja itu penting agar aku bisa memanggil namamu!" jawab Ming Shan.


Anak muda tersebut menatap kelangit sambil tersenyum tipis, Ming Shan pun ikut menatap langit namun dia tidak melihat apa-apa selain langit biru dengan terik matahari saja.


"Kau tahu, kedatangan ku ke duniamu ini karena aku tadi merasakan kebencian dan kesedihan di hatimu! Aku memasukkan energi Api Hitam padamu agar bisa menyerap energi para mahluk yang sudah mati!" kata Anak tersebut.


Ming Shan masih tidak mengerti akan perkataan anak muda tersebut, dia bertanya nama anak itu, namun jawabnya justru berbeda.


Anak muda tersebut kembali menatap Ming Shan dan kemudian melanjutkan perkataannya.


"Apakah kamu ingin tahu siapa diriku ini?" tanya anak muda tersebut dan di jawab dengan anggukan pelan dari Ming Shan.


"Aku adalah salah satu dari 20 Pengawal Kaisar Kegelapan, Namaku adalah Sao Lao Cin! Namun kamu memanggil ku Setan Api Hitam," kata anak kecil tersebut.


"Kaisar Kegelapan? Siapa dia itu dan mengapa kamu tadi membantuku?" tanya lagi Ming Shan.


Anak muda membelakangi Ming Shan seperti mau pergi, namun dia masih sempat berbicara kepada Ming Shan.


"Aku membantu mu tadi karena Kaisar Kegelapan yang menyuruhku, dia memintaku untuk membantu mu namun sebagai gantinya kamu harus mau menerima tugas yang akan aku berikan padamu! Jika kamu mau, maka kekuatan mu saat ini akan tetap menjadi milikmu bahkan bisa lebih besar lagi seperti kekuatan Naga Batu Meteor She Long, dan juga kekuatan anak Manusia yang menjadi lawan She Long."


Sao Lao Cin menambahkan jika dia akan mengembalikan Kerajaan nya yang sudah hancur dan juga Rakyat yang sudah tiada seperti semula, namun jika Ming Shan menolak maka kekuatan Ming Shan tidak hanya akan menghilang, Ming Shan justru akan mati terbakar dan seluruh Kerajaan Api Timur akan dilenyapkan dari dunia.


"Ba-bagaimana cara mu mengembalikan Kerajaan ku ini beserta dengan semuanya seperti semula?"


"Aku bisa melakukan semua itu hanya dengan mudah semudah membalikan telapak tanganku," kata Sao Lao Cin kemudian dia berjalan menjauhi Ming Shan.


"Tunggu! Baiklah aku setuju, namun tugas apa yang harus aku lakukan untuk Kaisar Kegelapan?" tanya lagi Ming Shan penasaran.


"Aku akan mengembalikan Kerajaan beserta semuanya terlebih dahulu, setelah itu aku akan pergi dan akan kembali lagi suatu saat nanti untuk mengatakan padamu akan tugas apa yang harus kamu kerjakan!"


Sao Lao Cin menjentikkan jarinya dan kemudian semua benda mulai bergerak, bangunan-bangunan yang sudah hancur mulai berdiri lagi dan para manusia yang sudah matipun juga bangkit dan kemudian hidup lagi seperti sedia kala seolah-olah waktu seperti berputar dan kembali mundur kebelakang.


Namun para korban yang mati bukan menjadi mayat hidup, mereka justru hidup seperti manusia normal, bahkan Jendral Jin Hang pun juga hidup kembali, begitu juga dengan istananya yang sudah berdiri kokoh.


Sao Lao Cin menggunakan sihir pengembalian waktu sehingga semuanya kembali utuh seperti saat sebelum terjadi kekacauan.


Setelah semuanya sudah kembali seperti semula, Sao Lao Cin tiba-tiba saja tidak ada di hadapan Ming Shan lagi seperti telah hilang di telan bumi.


"Yang Mulia! Kenapa Yang Mulia berdiri disini?" Jin Hang bertanya kepada Ming Shan dengan wajah keheranan.


"Jendral Jin Hang! Apa kamu tidak ingat apa yang sudah terjadi terhadap Kerajaan kita tadi?" tanya Ming Shan.


Jin Hang terlihat bingung seperti tidak mengetahui apa yang sudah terjadi terhadap Kerajaan dan juga dirinya.


"Hamba tidak ingat yang mulia! Yang hamba ingat, hamba sedang berjalan untuk menghadiri pertemuan di istana karena Yang Mulia yang meminta kami untuk berkumpul, dan semua itu atas permintaan Pendekar Pedang Naga Langit bukan?" katan Jin Hang.


"Jadi ingatannya juga dihilangkan, dan dia hanya ingat saat sebelum terjadi kekacauan saja? Kalau begitu semuanya pasti juga lupa!" batin Ming Shan namun pikiran nya masih tertuju terhadap Sao Lao Cin serta Kaisar Kegelapan.


"Siapa sebenarnya Kaisar Kegelapan ini, dan tugas apa yang ingin dia berikan padaku?" Ming Shan sebenarnya ingin bertanya lebih akan sosok yang di sebut Kaisar Kegelapan itu, namun sepertinya Sao Lao Cin tidak ingin memberikan penjelasan yang ia inginkan.


"Jenderal Jin Hang, pertemuan di batalkan, jadi kamu cari Jendral Lo Wei Xhen dan katakan padanya jika pertemuan sudah di batalkan!" kata Ming Shan yang sudah tidak mau ambil pusing memikirkan hal itu, baginya memiliki Kekuatan baru dan juga kembalinya istana sudah cukup baginya.

__ADS_1


Kini Ming Shan hanya perlu menunggu kedatangan Sao Lao Cin saja. Ming Shan berjalan ke istanya yang sudah berdiri lagi seperti semula.


__ADS_2