
Li Xiang segera menghampiri Xi Liyi yang terlihat marah. Li Xiang mengerti atas kemarahan Xi Liyi, siapapun pasti akan marah jika ada keributan apalagi sekeras terompet milik kelompok Sungai Darah.
"Nona Xi, suara terompet ini bukan dari sini, melainkan berasal dari pasukan musuh yang datang dari Benua Lain!" kata Li Xiang menjelaskan agar Xi Liyi tidak salah paham.
Xi Liyi terlihat mulai melunak, namun dia sedikit terkejut mendengar penjelasan Li Xiang.
"Serangan dari Benua lain katamu? Di saat-saat ada kekacauan seperti ini masih saja ada yang mengambil keuntungan!" kata Xi Liyi kemudian kedua matanya mulai bercahaya terang.
Xi Liyi mengerutkan dahinya saat matanya menatap dan menyisir keberbagai arah kemudian menghela nafas panjang.
"Perkataanmu benar sekali Jendral! Aku bingung sekali, kenapa kekacauan ini datang secara serempak?" kata Xi Liyi sambil menggelengkan kepala.
Awalnya adalah para pasukan Mayat Hidup yang menyerang keseluruh Penjuru Benua Daratan Tengah, walau pada akhirnya semuanya bisa di atasi, dan di saat yang sama She Long sudah menunjukkan wujud aslinya.
Sekarang muncul masalah baru lagi di mana kondisi Benua Daratan Tengah masih belum stabil.
"Nona Xi, apakah Nona melihat sesuatu yang tidak bisa kami lihat?" tanya Li Xiang sedang yang lain hanya bisa mendengarkan dan menunggu jawaban Xi Liyi.
Xi Liyi mengangguk kemudian dia menoleh kebelakang menatap Lang Yu yang masih terbaring di tempat tidur, kemudian kembali menatap Li Xiang.
"Sebenarnya ini bukanlah urusanku, namun jika aku tidak ikut turun tangan membantu di sini, bisa-bisa Chinmi akan menyalahkan ku jika sampai Benua Daratan Tengah ini hancur! Perlu kamu tahu Jendral Li, pasukan yang akan menyerang berjumlah lebih dari Lima ratus ribu pasukan, dan mereka sudah hampir sampai di perbatasan wilayah Sekte ini!" kata Xi Liyi.
Li Xiang, Raja Tao, Fan Yuzhen, Lio Long dan semua yang mendengar perkataan Xi Liyi sama-sama menelan ludah mereka.
"Le-lebih dari Lima ratus ribu pasukan? Ini sama saja mengerahkan semua penduduk di Benua Daratan Tengah jika di gabungkan, dan itupun masih kurang!" kata Raja Tao dan didukung oleh Raja Bao.
"Raja Tao! Dari kami semua yang ada disini, hanya kamu yang pernah pergi kesana! Aku ingin bertanya padamu! Sebenarnya seberapa luas dan lebar Benua Daratan Selatan itu?" tanya Raja Bao.
Tao Xi Lun menghela nafas panjang kemudian mulai menjelaskan kepada Raja Bao, "Luas dan lebar Benua Daratan Selatan itu lima kali dari luas Benua Daratan Tengah, populasi disana lebih banyak dari pada disini, dan dari kemiliteran, senjata mereka lebih kuat dari pada senjata militer di Benua Daratan kita!" kata Tao Xi Lun.
"Hentikan pembicaraan yang tidak berguna ini! Sebaiknya kita segera bersiap-siap juga untuk menyambut serangan mereka dengan seluruh kemampuan yang kita miliki!" kata Fan Yuzhen kemudian dia mengajak Li Yao untuk pergi ke perbatasan.
"Berhenti!" kata Xi Liyi menghentikan Fan Yuzhen dan Li Yao.
"Aku bukan bermaksud untuk menghentikan kalian untuk pergi, namun setidaknya dengarkanlah apa yang akan aku sampaikan sebelum kalian pergi."
Xi Liyi mulai menjelaskan tentang kekuatan musuh kepada Fan Yuzhen dan Li Yao. Dari Lima ratus ribu pasukan lawan, lebih dari Tiga ratus ribu adalah manusia biasa yang bahkan tidak memiliki kekuatan sama sekali sedangkan sisanya adalah para pendekar.
Sekitar puluhan ribu pasukan berkekuatan Tingkat Menengah, dan puluhan ribu berada di tingkat Sihir hingga yang terkuat adalah tingkat Sihir Alam.
Sedangkan untuk para Pendekar yang memiliki kekuatan Pertapa ada sekita ratusan, dan kekuatan yang sama dengan kekuatan milik Raja Tao yaitu kekuatan Raja Bumi sekitar ratusan juga.
Masalah terburuknya adalah, ada sekitar puluhan pendekar berkekuatan Raja Alam dan salah satunya hampir memiliki kekuatan Dewa Abadi.
Fan Yuzhen terkejut mendengar nya, dia menatap kearah Bing Mei yang juga sama terkejutnya dengan dirinya.
"Dia pasti pemimpin utama dari Sungai Darah! Aku yakin dia adalah Liao Qoan yang di juluki sebagai Raja Penghancur!" kata Raja Tao yang mengetahui kekuatan salah satu terkuat dari mereka semua.
Kini semuanya menatap kearah Raja Tao sehingga Raja Tao terlihat canggung di tatap oleh semua orang.
"Jelaskan padaku siapa itu Dewa Penghancur?" kata Fan Yuzhen.
Raja Tao mulai menjelaskan akan siapa jati diri Dewa Penghancur itu, mulai dari nama, karakter, Kekuatan beberapa pasukan kelompok nya. Namun semua informasi yang di sampaikan masing-masing hanya setengah saja karena itu yang Tao Xi Lun ketahui.
"Apakah di Benua Daratan Selatan memang memiliki kekuatan besar sebanyak itu?" Fan Yuzhen tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Senior, dulu mereka hanya memiliki kekuatan 20 Pendekar pelindung Lima Panglima Penjaga Dewa Penghancur dan Tiga pendekar Raja Suci yang biasa disebut Raja Alam, salah satunya adalah Raja Penghancur, namun sepertinya mereka berhasil mengumpulkan kekuatan baru!"
Semua sudah tahu jika Ke dua puluh pendekar pelindung sudah gugur di Benua Daratan Tengah, sedangkan Lima Panglima Penjaga Dewa Penghancur juga berkurang dua, Yaitu Panglima Elang dan Panglima Gajah. sedangkan salah satu dari Tiga Pendekar Sihir Suci sudah di bunuh oleh Chinmi.
"Jika aku meminta bantuan Xie Wen, Wu Tong, Tian Xiang dan kedelapan Naga pun juga tidak akan cukup untuk mengalahkan mereka semua!" gumam Fan Yuzhen dengan wajah murung.
__ADS_1
"Kalian ini terlalu lama berpikir! Semakin lama kalian berpikir, maka mereka akan semakin mendekat! Aku sudah menyampaikan akan apa yang seharusnya aku sampaikan, sekarang keputusan ada di tangan kalian, aku akan pergi kesana duluan!" kata Xi Liyi kemudian dia menghilang dari hadapan mereka semua.
"Apa dia sudah gila? Walau dia sangat kuat, tidak mungkin dia akan mampu mengalahkan semuanya seorang diri!" kata Li Yao.
"Pertempuran ini sepertinya tidak bisa di hindari lagi!" kata Fan Yuzhen kemudian dia berbalik dan berseru keras.
"Semuanya dengarkan aku! Ada ancaman besar yang akan segara datang, aku harap semuanya bersiap untuk perang."
Fan Yuzhen meminta semua para Pasukan Kerajaan kerajaan untuk mempersiapkan diri dan segera berangkat ke perbatasan, Fan Yuzhen juga meminta kepada semua anggota berbagai sekte untuk ikut pergi.
Selain para Pendekar, semua manusia biasa di minta untuk tetap tinggal dan jangan sekali-kali pergi ke perbatasan demi keselamatan diri mereka sendiri.
Raja Tao, Raja Bao dan Mu Liyi segera menggerakkan seluruh pasukan yang mereka miliki, begitu juga dengan semua Sekte yang ada di sana.
Kelima Hewan Iblis juga diminta untuk ikut bertempur dengan membawa seluruhnya pasukan Hewan Iblis ke perbatasan.
Total seluruh pasukan yang terkumpul berjumlah lebih dari Empat puluh ribu pasukan termasuk para pasukan Hewan Iblis, karena hanya pasukan Hewan Iblis lah yang paling banyak.
Fan Yuzhen tidak tahu jika sebenarnya musuh tidak akan bisa masuk menembus perbatasan Sekte, karena Qie Yin sudah memasang Perisai Khusus untuk melindungi wilayah Sekte nya.
"Bing'er, pergilah secepat mungkin ke Dunia Bawah laut, katakan kepada ketiga gurumu untuk segera datang kesini dan membawa Kedelapan Naga sekaligus semua pasukan Hewan Iblis yang ada disana!" kata Fan Yuzhen kepada Bing Mei.
"Tapi guru!" Bing Mei merasa ragu karena merasa dia tidak akan sempat kembali tepat waktu setelah mengetahui kondisinya.
"Jangan khawatir, di sini masih ada teman nya Chinmi, jadi cepatlah pergi!" kata Fan Yuzhen kemudian dia segera pergi menyusul semua pasukan bersama Li Yao.
***
She Long segera mundur menjaga jarak saat Yinfei, Lio Long, Hanzi dan Qie Yin tiba di tempat nya.
Melihat She Long yang tidak menyerang, Yinfei segera menyampaikan kabar akan matinya Ye Shi.
Ho Chen memasang wajah masam saat mendengar dari Yinfei kalau Ye Shi sudah berhasil di binasakan, dan yang melenyapkan nya adalah Lang Yu.
Namun ternyata dugaannya salah, walau terlihat tidak terlalu peduli, akan tetapi dengan kematian Ye Shi, She Long akan mengalami kesulitan karena pastinya semua akan bersatu untuk menyerang nya.
"Kenapa senior tidak menahan Jendral Lang untuk tidak membunuhnya, setidaknya beri Ye Shi kesempatan untuk bertobat!" kata Ho Chen.
"Senior! Sepertinya tidak mungkin bagi mereka untuk bisa bertobat, Sebelumnya aku juga sudah memberinya kesempatan, namun dia menolaknya, bahkan dia juga tidak akan bertobat walau Sang Buddha sendiri yang memintanya!"
"Benarkah yang ia katakan itu Chinmi?" tanya Ho Chen yang di jawab dengan anggukan oleh Chinmi.
Ho Chen memejamkan mata sesaat, dia berpikir sejenak sebelum akhinya kembali membuka matanya.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi! Buddha, maafkan muridmu ini, hanya ini jalan satu-satunya bagi kami untuk melindungi seluruh Alam Semesta!" kata Ho Chen kemudian dia menatap kearah She Long.
"Sebenarnya aku tidak ingin membunuh mu, namun keras kepalamu lah yang memaksa ku dan teman-teman ku untuk melenyapkan mu!" kata Ho Chen.
Yinfei, Lio Long, Qie Yin, Chinmi, Hanzi dan Ho Chen berjejer dan melepaskan kekuatan mereka secara bersamaan sehingga cahaya berkilauan bersinar sangat terang hingga mencapai ke planet terjauh.
Gabungan kekuatan mereka membuat tubuh She Long terdorong walau sudah berusaha bertahan dengan menggunakan energinya.
"Kalian semua adalah manusia Dewa pengecut, beraninya hanya keroyokan!" kata She Long.
"Andai kamu tidak mengancam keselamatan seluruh Alam Semesta, pastinya kami tidak akan melakukan ini! Aku dan Chinmi adalah dua Dewa Pelindung Alam Semesta, jadi sudah tugas kami untuk menjaganya dari ancaman Mahluk Seperti dirimu!" kata Ho Chen.
Selain Qie Yin dan She Long, semuanya terkejut mendengar perkataan Ho Chen, namun tidak satupun dari mereka yang ingin bertanya karena melihat penampilan Ho Chen dan Chinmi yang mirip dengan Cao Yuan, mereka sekarang yakin jika mereka berdua sudah menjadi Dewa yang sebenarnya.
"Sepertinya ini akan sulit! Senior Yinfei, Pergilah ke arah sana, dan Senior Lio Long, senior kearah sana, senior Hanzi kearah sana, dan kamu Qie Yin, Pergilah kearah sana! Buatlah Empat pilar energi kurungan agar dia tidak bisa lolos dari kita!" kata Chinmi.
Tidak ada yang ingin berdebat karena mereka sadar jika She Long berbeda dengan Ye Shi, dia bisa saja kabur dan lolos dari mereka jika tidak di kurung.
__ADS_1
Mereka berempat segera pergi ke empat sudut yang berbeda yang sangat berjauhan, setalah berada di posisi masing-masing, mereka berempat langsung membuat empat Pilar energi yang sangat kuat.
Keempat pilar energi tersebut mengeluarkan sebuah energi lain dan membentuk sebuah kubus besar bagai penjara energi.
"Apa kamu pikir aku ini akan lari?" tanya She Long kepada Chinmi.
"Biasanya seperti itu! Tidak ada salahnya bukan jika aku berjaga-jaga?" jawab Chinmi.
"Kalian berdua sudah salah, jika kalian semua bergabung melawan ku, mungkin kalian bisa menang, namun sekarang kalian memecah mereka berempat, jadi jangan harap kalian berdua akan mampu mengalahkan ku!" kata She Long.
She Long mengira jika Yinfei dan ke-tiga lain akan berada di sana hingga pertarungan mereka selesai, namun sebenarnya Yinfei dan yang lainnya akan segera kembali setelah menyeleksi Pilar energi mereka.
Ho Chen ingin menjawabnya namun mendadak She Long sudah berpindah tempat dan berdiri tepat di hadapannya.
"Ayo kita lanjutkan lagi!" kata She Long kemudian dia meletakkan telapak tangannya ke dada Ho Chen dan melepaskan Api berwarna merah yang sangat kuat dan panas.
Chinmi segera memberikan serangan pukulan es kearah She Long yang habis melepas sihir api nya kepada Ho Chen.
Kepalan-kepalan Es berbentuk Tangan segera menghujani tubuh She Long, sedangkan api yang membungkus tubuh Ho Chen tiba-tiba saja mati dan terlihat Ho Chen yang tubuhnya tertutupi oleh kabut Es.
"Tehnik Air Suci - Tarian Naga Air."
Seekor Naga Air muncul dan meraung keras sebelum akhirnya menyerang kearah She Long.
She Long juga segera membuat Naga Batu dengan tubuh api menyala-nyala dan kemudian menghadapi Naga Air milik Ho Chen.
Ho Chen dan Chinmi menggunakan pedang mereka kembali dan kemudian sama-sama menyerang She Long.
She Long tidak sadar jika Naga Air dan perisai secara perlahan-lahan menyerap energi miliknya, itu karena terlalu fokus menghadapi serangan Chinmi dan Ho Chen.
"Sihir Debu Penghancur Tahap Tiga."
Qie Yin mendadak muncul dari samping dan memberikan serangan debunya yang bagai sinar kecil melesat kearah kepala She Long.
She Long dengan sigap memundurkan kepalanya, dia segera mundur sambil menatap Qie Yin dengan tajam.
"Dia meninggal kan pilarnya?" gumam She Long kemudian berniat untuk melihat kearah Pilar.
"Pukulan Tangan Dewa."
Yinfei muncul lalu memberikan pukulan telak ke punggung She Long sehingga She Long maju terdorong beberapa jengkal ke depan.
"Tendangan Kaki Gajah Gurun."
Lio Long segera muncul di hadapan nya dan memberi tendangan yang sangat kuat ke dada She Long sehingga She Long kembali mundur sedikit kebelakang.
"Pukulan Api Matahari."
Hanzi juga memberikan serangan yang sama dengan memukul bahu She Long.
"Kenapa bisa begini?" She Long bingung karena tidak bisa menghindari serangan mereka yang seharusnya mudah baginya untuk menahannya.
Setelah beberapa saat barulah dia sadar jika energinya semakin melemah, She Long menatap kearah Perisai yang mengurung dan menatap Naga Air yang melawan Naga batu api nya.
"Naga itu mampu menyerapnya energi api ku, dan perisai itu mengandung energi hitam milik Dewi Kegelapan! Kenapa aku tidak menyadari nya?" batin She Long.
She Long yang baru sadar sudah terlambat menyadari hal itu, terlebih lagi saat Qie Yin membuat bola energi hitam di tangan nya.
"Bukankah itu Bola Hitam penyerap Energi yang waktu itu? Sial!" umpat She Long.
Bola Energi Hitam milik Qie Yin memang bisa menyerap energi kehidupan yang Qie Yin inginkan, walau Energi She Long juga mulai terserap oleh Bola kecil itu, namun She Long masih bisa bertahan walau mengalami kesulitan.
__ADS_1
***
Jika kalian merasa terhibur saya cukup senang, dan yang merasa tidak puas, saya minta maaf, kemungkinan kurang lebih di akhir bulan ini, cerita ini akan tamat.