PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertempuran Terbesar 3


__ADS_3

***


Pertempuran antar kubu Benua Daratan Tengah melawan Kubu Benua Daratan Selatan terlihat sedikit berbeda.


Kubu Benua Daratan Selatan memang memiliki pasukan yang lebih unggul, sedangkan Kubu Benua Daratan Tengah tidak sampai seperempat nya saja.


Andai tidak ada Xi Liyi yang menghadapi Ming Shan dan Dewa Penghancur serta Lang Yu yang membantai hampir seper dua pasukan Sungai Darah, mungkin pertarungan ini sudah selesai dan Kubu Benua Daratan Selatan pasti akan menjadi pemenangnya.


Alasannya sederhana saja, Jumlah Pendekar Raja dari Bumi, Langit, hingga Alam lebih banyak dan lebih kuat dari kubu Benua Daratan Tengah.


Walau Kedelapan Naga dan Bing Mei bersama keempat gurunya bersatu sekalipun tidak akan bisa meraih kemenangan.


Kini banyak para Pendekar Raja dan Pertapa yang mengincar Lang Yu, mereka tidak tahu jika sebenarnya Lang Yu dan Xi Liyi sengaja menahan kekuatan penuh mereka.


Jika sampai Xi Liyi dan Lang Yu melepas seluruh kekuatannya, tidak hanya wilayah Kerajaan Bumi Barat saja yang akan hancur, tetapi seluruh wilayah Benua Daratan Tengah juga akan hancur.


Xi Liyi berhasil memberikan beberapa serangan terhadap Ming Shan, namun dia tetap kesulitan saat menghadapi Shio Bao dan ketiga Pendekar Pelindung nya.


Menurut pengamatan Xi Liyi, lebih baik melawan dua orang yang seperti Ming Shan dari pada melawan Shio Bao dengan ke-tiga Pendekar Pelindung nya.


Shio Bao menyerang Xi Liyi dengan Formasi yang sangat sulit untuk di kalahkan, Formasi tersebut di juluki Formasi Sungai Kematian dimana serangan mereka berempat terus bergantian.


Hanya kekuatan Penuh Xi Liyi saja yang mampu memecah Formasi tersebut, namun Xi Liyi tidak melakukan nya.


Ming Shan diam-diam melirik Raja Tao yang bertarung dengan empat Pendekar sekaligus. Sangat terlihat dengan jelas jika Raja Tao tidak dalam kondisi yang menguntungkan.


"Kalau aku membunuhnya sekarang, maka sudah bisa di pastikan jika aku akan menjadi Raja terkuat dan Kerajaan ku pasti akan kembali jaya seperti dulu!" batin Ming Shan.


"Ah tidak! Aku disini hanya untuk mengulur waktu saja untuk tuan Setan Api Hitam! Aku tidak boleh membunuh siapapun!" Ming Shan mengurungkan niatnya.


Ming Shan masih ingat ketika Sao Lao Cin datang dan disuruh datang Barat untuk membantu pasukan lain yang akan menyerang tempat berkumpulnya para Penduduk Benua Daratan Tengah.


Ming Shan sempat menolaknya karena dia tidak mau terlibat penyerangan tersebut, apalagi yang akan dia serang adalah para Penduduk atau para Pendekar yang ada di Benua Daratan Tengah.


Sao Lao Cin kembali mejelaskan jika dia tidak perlu membunuh siapapun, tugasnya hanya untuk mengulur waktu saja hingga orang yang ia inginkan muncul dengan sendirinya.


Jika sudah selesai maka Ming Shan bisa kembali ke Kerajaan nya dan sisanya Sao Lao Cin yang akan mengurusnya.


Ming Shan tetap ingin menolak, namun Sao Lao Cin mengancam akan mengambil semua kekuatan yang sudah ia berikan, bahkan dia akan menghancurkan Kerajaan hingga tidak akan ada satupun Puing-puing yang terlihat.


Mendengar hal itu Ming Shan terpaksa menyetujuinya, dan dia pergi tanpa membawa satu Prajurit pun dari istana, dia lebih memilih pergi sendiri dari pada harus mengorbankan pasukan nya.


Namun dia tidak menduga akan bertemu dengan seorang wanita yang memiliki kekuatan yang sama dengan dirinya, dan dalam segi pertarungan, wanita tersebut ternyata lebih unggul darinya.


Ming Shan mengumpulkan energi ke mulutnya dan kemudian menyemburkan api hitam kearah Xi Liyi yang masih sibuk melawan Shio Bao.


Semburan Api Hitam tersebut segera menyembur dengan sangat luas kearah Xi Liyi. Menyadari Ming Shan melepaskan ilmu sihir api hitam nya Ming Shan, Xi Liyi segera menahannya dengan perisai angin yang digabung dengan energi Air.


Shio Bao melihat Xi Liyi yang memusatkan perhatian nya kepada semburan api hitam tersebut juga segera menyerang Xi Liyi kembali.

__ADS_1


"Empat Formasi Sungai Darah."


Seru Shio Bao dan kemudian melepaskan serangan energi hitam yang sangat kuat dan bergerak membentuk seperti Air yang mengalir kearah Xi Liyi.


Xi Liyi segera mengarahkan sebelah telapak tangan kirinya kearah energi hitam yang mengarah padanya.


Belum sempat energi hitam itu melesat cukup jauh, tiba-tiba saja Yinfei datang dan membelokkan jalur energi hitam itu kearah pasukan Shio Bao sendiri yang ada di barisan paling belakang hingga mereka terbakar.


"Senior Yinfei? Kenapa senior berada disini dan bagaimana dengan She Long?" itu sebenarnya yang ingin Xi Liyi tanyakan, namun dia mengurungkan pertanyaan tersebut setelah melihat Hanzi yang membantu Lang Yu, dan Lio Long yang membantu Para Kedelapan Naga, Qie Yin yang membantu Bing Mei, dan Chinmi yang datang membantu Li Xiang dan Fan Yuzhen.


Melihat keenamnya berada di hadapannya sekarang, maka segera Xi Liyi sadari jika She Long kemungkinan sudah di kalahkan.


"Kenapa kamu tidak menggunakan setidaknya separuh dari energi mu Xi Liyi? Bukankah akan lebih mudah bagimu untuk mengalahkan mereka semua?" tanya Yinfei kemudian dia melepaskan serangan sihir angin nya juga.


"Sebenarnya aku juga berencana begitu senior, namun hanya karena ingin cepat menyelesaikan ini, kau ingin Benua Daratan ini Hancur?" tanya Xi Liyi.


"Bukankah kamu bisa mengajak mereka untuk bertarung di tempat yang lebih tinggi?" tanya lagi Yinfei.


"Entahlah senior! Aku sama sekali tidak sempat memikirkan hal itu," jawab Xi Liyi.


Shio Bao dan ketiga Pendekar pelindung nya sama-sama menganga dengan kedua mata melebar seperti tidak percaya akan apa yang di lihatnya, bahkan saking terkejutnya, mereka tidak lagi dalam bentu formasi mereka.


Seorang wanita cantik berambut putih panjang ternyata mengeluarkan suara laki-laki, hal itu yang membuat mereka merasa tidak percaya.


"Nona! Ah tidak Tuan... Entahlah siapapun kamu! Kenapa kamu ikut campur urusan kami?" tanya Shio Bao.


Shio Bao merasa bingung harus berkata apalagi, dia sungguh tidak menduga jika Yinfei benar-benar adalah laki-laki, andai Yinfei benar-benar adalah seorang wanita, tentu Shio Bao akan berkata lain.


"Manusia aneh! Cepat kita habisi wanita jadi-jadian ini!" seru Shio Bao.


"Wanita kepalamu!"


Yinfei mengumpat Kemudian dia menghilang dan muncul lagi tepat di hadapan mereka berempat, "Ingin merasakan pukulan dari orang yang kau anggap wanita ini?" tanya Yinfei.


Shio Bao dan ke-tiga Pendekar terkejut dan tidak sempat menjawab pertanyaan Yinfei sebelum sebuah pukulan keras mendarat di masing-masing perut mereka.


Mereka bertiga tidak ada yang sempat melihat gerakan Yinfei sebelum akhirnya mata mereka serasa mau lepas dengan urat-urat mata yang terlihat keluar, bahkan isi perut mereka seperti akan keluar.


Shio Bao dan ke-tiga Pelindung nya jatuh tepat di tengah-tengah pasukannya sendiri, sedangkan Shio Bao memuntahkan makanan apel yang sudah ia makan sebelum nya.


"Pu.. pukulannya sungguh sangat luar biasa!" suara Shio Bao terputus-putus kemudian kembali memuntahkan isi perutnya.


Ke-tiga pendekar Pelindung Shio Bao juga mengalami hal yang sama, mereka bertiga sungguh tidak mengerti bagaimana Yinfei bisa bergerak secepat itu dan menyerang mereka ber-empat secara bersamaan tanpa bisa dilihat.


"Kau terlalu berlebihan Senior!" kata Xi Liyi.


Ming Shan melihat hal itu mulai merasa ragu, walau dia juga tidak menggunakan kekuatan penuhnya, namun dia sadar jika Xi Liyi dan Yinfei juga belum menggunakan kekuatan penuh mereka.


Andai sama-sama menggunakan kekuatan penuh sekalipun, Ming Shan tetap tidak percaya diri dan ragu akan menang jika sungguh-sungguh bertarung dengan salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Mau mengulur waktu sampai kapan! Apakah dia akan datang atau tidak?" batin Ming Shan yang mulia merasa ragu lagi untuk bertarung.


Yinfei dan Xi Liyi sama-sama menatap Ming Shan, mereka berdua ingin mengatakan sesuatu kepada Ming Shan namun tidak jadi karena ada suara anak kecil yang menggema.


"Kau akhirnya muncul juga Dewi An Hei Ling!" kata suara yang mirip anak kecil atau lebih tepatnya seperti suara anak muda berumur 14 sampai 16 tahun.


Ming Shan bernafas lega, begitu juga dengan Shio Bao, mereka berdua jelas mengenali suara tersebut.


Xi Liyi dan Yinfei dan semuanya segera menemukan sumber suara tersebut, dan melihat kelangit seorang pemuda dengan tatapan yang mengandung energi sangat kuat sekali sedang menatap Qie Yin.


***


Fan Yuzhen berhasil melukai tiga orang Pendekar dalam beberapa kali serangan, namun dia sendiri juga mendapat luka ringan.


Tidak mudah bagi Fan Yuzhen untuk menghindari serangan dari beberapa Pendekar yang memiliki kekuatan Raja Bumi dan Langit.


Walau dirinya sudah berhasil mencapai Puncak Raja Alam, namun menghadapi musuh sebanyak dan sekuat itu juga adalah hal yang mustahil untuk tidak mendapatkan luka.


Berbeda dengan Fan Yuzhen, Li Yao justru membuat lawan-lawannya merasa frustasi, lawan Li Yao adalah para Pendekar Pertapa.


Para Pendekar Pertapa itu sungguh sangat kebingungan saat tubuh Li Yao kembali menyatu saat sudah di potong, maupun di hancurkan.


Li Yao sempat melihat Meng Ling, namun dia tidak sempat pergi untuk mengurusnya, karena untuk bisa kesana dia harus menghadapi banyak Pendekar kuat, dari Pendekar Sihir Alam, sampai Pendekar Pertapa.


"Yuzhen..!" Li Yao memanggil Fan Yuzhen karena berniat memberikan tahu jika orang yang sudah membuat kekacauan berada di tengah-tengah.


Namun Fan Yuzhen terlalu sibuk sehingga tidak bisa menanggapi panggilan Li Yao. Fan Yuzhen hanya bisa meliriknya saja dan kemudian kembali menyerang lawannya yang seperti tidak ada habis-habisnya.


"Pedang Membelah Angin."


Chinmi mendadak muncul di hadapan Fan Yuzhen dan kemudian dia menebas kerahkan para Pendekar yang menyerang Fan Yuzhen.


Chinmi menebas dengan menggunakan Pedang kayu yang ia buat dengan Elemen kayunya.


Dalam sekali bebas, beberapa Pendekar Raja Bumi dan Langit serta puluhan pasukan di belakang nya harus terpotong menjadi dua.


Serangan energi tebasan pedang Chinmi sangat kuat dan cepat sehingga beberapa Pendekar dan prajurit lawan tidak sempat untuk menghindari nya dan akhirnya tubuh mereka harus mati dengan tubuh yang terpisah.


"Guru! Apakah guru baik-baik saja?" tanya Chinmi setelah memberikan serangan tebasan tiga kali ke arah musuh.


"Aku baik-baik saja! Dari pada kamu menanyakan hal ini, sebaiknya segera kamu bantu kami untuk melawan mereka!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi hanya bisa menurut saja, dia tidak mau membantah gurunya sendiri sehingga dia mulai menyerang pasukan musuh dengan Pedang Kayu nya


Chinmi bergerak dan menyerang dengan sangat cepat, tujuan utamanya adalah menuju ketempat Li Xiang berada.


***


Maaf segini dulu, dua kali saya telat karena selama dua hari ini saya benar-benar sangat capek, biasanya saya akan menulis saat pulang kerja, namun karena capek, saya jadi ketiduran saat sedang menulis sehingga terkadang telat.

__ADS_1


__ADS_2