PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Bertemu kembali


__ADS_3

Chinmi yang sedang di sibukkan oleh Ye Shi dan Huo Lang sempat kaget karena Ho Chen tiba-tiba saja muncul di samping Qie Yin dan berusaha menyerang nya.


Sedangkan di sisi lain, She Long berhasil mendapatkan kendali atas dirinya dengan melepaskan aura berwarna merah.


"Kurang ajar, beraninya kau menyerang Dewi..!" seru She Long kemudian dia melesat secepat kilat kearah Ho Chen.


Ho Chen dengan sigap melepaskan energi air kearah She Long, namun She Long berhasil menghindarinya.


"Kau harus mati!" kata Qie Yin kemudian dia menatap Ho Chen dengan tatapan tajam.


Ho Chen yang sedang berkonsentrasi menyerang She Long terkejut mendengar perkataan Qie Yin dan tiba-tiba saja ada yang menghantam tubuhnya dengan sangat keras.


Tubuh Ho Chen jatuh menghantam permukaan tanah, dan jatuhnya tepat di atas Bukit tempat Sekte Bukit Matahari berada namun saat ini sudah hancur.


Bukit tersebut langsung hancur dan hanya tersisa separuh saja saat tubuh Ho Chen jatuh dengan sangat keras.


"Emm? Hebat juga kamu bisa bertahan dari serangan ku ini!" kata Qie Yin.


Qie Yin melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Ye Shi hingga sebelah tangannya hancur.


Namun Ho Chen terlihat baik-baik saja walau sudah terkena serangan Qie Yin, bahkan dia terlihat tidak terluka walau jatuh dengan sangat keras dan hingga tubuhnya mampu menghancurkan separuh dari bukit tersebut.


Ho ternyata jatuh berdiri dan dia sama sekali tidak terluka, namun dia bernafas lega karena Aura Raja dan Aura Kaisar berhasil melindunginya dari serangan Qie Yin yang sama sekali tidak bisa dilihat maupun dirasakan energinya.


Ho Chen yakin andai dia tidak dilindungi oleh Aura Raja dan Aura Kaisar, kemungkinan besar dia akan mengalami luka yang sangat serius.


"Ilmu apa yang ia gunakan tadi?" batin Ho Chen sembari menatap Qie Yin yang juga menatapnya.


Qie Yin tidak banyak bicara, dia segera mengarahkan telapak tangannya kearah Ho Chen dan tiba-tiba saja Ho Chen merasakan tekanan yang sangat kuat dari telapak tangan Qie Yin.


Seluruh tanah bergetar dan tubuh Ho Chen hampir tidak bisa di gerakan, bahkan Aura Raja dan Aura Kaisar yang melindungi dirinya sekalipun ternyata tidak mampu menahannya.


"A-apakah aku harus melepaskan kekuatanku si sini?"


Ho Chen merasa sudah tidak kuat sehingga berpikir untuk melepaskan kekuatan penuh ha di tempat itu juga karena dia benar-benar di tekan oleh gravitasi yang kekuatannya sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.


"Tidak-tidak, aku harus melakukan cara lain, tapi...!"


Ho Chen benar-benar kesulitan untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan, jangankan hanya mau bergerak, mengerakkan jari-jarinya saja sangat kesulitan.


"Hahahaha...! Lihatlah murid Cao Yuan yang hebat itu! Sekarang dia harus mati di dalam perutku!" kata She Long kemudian dia berubah menjadi Naga Batu seukuran Tie Long dan ketujuh naga lainnya.


She Long tidak berubah ke wujud aslinya karena dia tahu jika dunia tersebut akan musnah jika tubuhnya sebesar ukuran yang sebenarnya.


"Groarrrr!!!"


She Long meraung dengan sangat keras dan kemudian dia membuka mulutnya lebar-lebar dan bergerak kerah Ho Chen.


Dia berniat menelan Ho Chen dan akan menyerap energi Ho Chen serta tubuhnya agar Ho Chen lenyap, dia pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya kepada dua pendekar Dewa sehingga kedua Dewa tersebut lenyap.


"Sihir Kayu - Serabut Akar Liar."


Ho Chen melepaskan sihir kayu dan melepaskan sihir nya dengan kakinya dan dari dalam tanah muncul banyak akar besar menjalar keberbagai arah dan menutupi tubuh Ho Chen.


Akar-akar tersebut tidak hanya banyak dan besar, namun banyak duri-duri tajam di setiap batangnya. Hal itu ia lakukan supaya She Long tidak mudah mendekatinya.


Qie Yin kembali menambah gravitasinya dan akar-akar kayu tersebut mulai banyak yang terpotong dan sebagian hancur.


Semua yang di lakukan oleh Ho Chen tenyata sia-sia saja. Ho Chen hanya merapatkan giginya menatap kearah She Long yang bergerak kearahnya dengan mulut lebarnya yang masih menganga.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, Ho Chen berniat melepaskan kekuatan penuhnya agar bisa terlepas dari rekanan Qie Yin.


Ho Chen memejamkan matanya dan aura emas dan biru mulai berputar sehingga tercipta cahaya di sekujur tubuhnya.


"Sudah terlambat..!" kata She Long yang menyadari jika Ho Chen berniat bertransformasi ke mode Dewa.


She Long menambah kecepatannya dan dengan mulut menganga dia bersiap untuk menelan Ho Chen.


"Toya Emas Penyangga."


"Sihir Angin - Pisau Angin."


"Sihir Air - Semburan Air Suci."


"Sihir Es - Serpihan Pembeku."


Belum sempat Ho Chen melepaskan energinya, tiba-tiba saja empat orang lainnya muncul di atasnya dan mereka masing-masing melepaskan sihir dan serangan mereka kearah She Long.


She Long juga terkejut dengan serangan tiga sihir gabungan dan satu serangan Toya emas yang mengarah ke matanya, dia tidak sempat menghindari sehingga hampir terkena serangan dari gabungan sihir tersebut.


Beruntungnya Qie Yin mendorong tubuh She Long dari jauh sehingga tubuh She Long yang besar terlempar dan jatuh hingga kebawah bukit.

__ADS_1


"Ho Chen, apa kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, terima kasih karena kalian datang tepat waktu," kata Ho Chen.


Kempat sosok yang datang tersebut adalah Xi Liyi, Lang Yu, Bai Ying dan Lio Long, mereka muncul secara bersamaan dan menghadang She Long.


Gravitasi kembali normal karena Qie Yin sudah tidak menekannya sejak dia berusaha menyelamatkan She Long.


Ho Chen kembali melayang dan berkumpul dengan mereka berempat, dia menoleh kearah Chinmi dan melihat Yinfei sudah berada disana membantu Chinmi.


"Ho Chen, kenapa kamu bisa kesulitan seperti ini?" tanya Xi Liyi.


"Aku tidak akan kesulitan seperti ini andai tidak ada wanita Chinmi itu!" kata Ho Chen menunjuk kearah Qie Yin.


"Aura ini..?" Bai Ying sepertinya mengenali Aura yang terpancar dari tubuh Qie Yin.


"Ada apa?" tanya Xi Liyi.


Bai Ying menatap tajam kearah Qie Yin, "Tidak salah lagi, ini adalah aura Dewi Kegelapan!" kata Bai Ying.


"Benarkah! Jadi dia itu Dewi Kegelapan?" kata Xi Liyi.


"Sepertinya dia itu Nona Qie Yin?" Lio Long jelas mengenalinya.


"Jangan remehkan dia, dia sangat kuat dengan serangan jarak jauh, namun sepertinya dia tidak bisa bertarung dari jarak dekat!" kata Ho Chen.


"Kalau begitu kita serang secara bersama-sama dari jarak dekat!" Lang Yu memberi usul.


"Percuma, walau dia tidak bisa bertarung dari jarak dekat, namun tubuhnya terdapat perisai pelindung yang sangat kuat!" jawab Ho Chen.


"Jadi kita harus gimana?" Xi Liyi bertanya.


Ho Chen melihat kearah She Long yang saat ini kembali ke wujud kecilnya dan mulai bangkit.


"Kalian sibukkan dia, dan aku akan menghadapi Qie Yin!" kata Ho Chen.


"Tidak Ho Chen, kita hadapi Dewi Kegelapan itu bersama-sama, jika soal She Long, ada yang akan menghadapinya!" kata Bai Ying.


"Siapa?" tanya Ho Chen.


"Sebentar lagi kamu akan mengetahuinya!" jawab Bai Ying.


"Dia bergerak..!" kata Lang Yu yang terus-menerus memperhatikan Qie Yin.


"Tunggu Nona Qie Yin, apakah kamu tidak mengenaliku juga?" tanya Ho Chen yang mencoba berkomunikasi secara halus kepada Qie Yin.


"Aku..!" Qie Yin kini semakin kebingungan karena Ho Chen ternyata memanggilnya Qie Yin juga sama seperti Chinmi.


She Long melihat Ho Chen sedang berhadapan langsung bersama Qie Yin menjadi khawatir, dia berniat ke sana namun tiba-tiba ada suara yang menyapanya dari udara.


"She Long, sudah lama sekali kita tidak bertemu!" kata suara tersebut.


She Long menoleh keatas dan melihat ada tiga sosok sedang turun dari langit, salah satu dari mereka.


"C..Cao Yuan..!" She Long merasa khawatir karena ternyata dia bertemu kembali dengan Cao Yuan di saat-saat situasi seperti ini.


She Long merasa kesal karena rencananya jadi berantakan. Awalnya dia berencana ingin membunuh Ho Chen dan Chinmi kini jadi gagal.


Yang lebih buruknya lagi bisa saja Ho Chen dan yang lainnya berhasil membuat Qie Yin mengingat kembali akan siapa dirinya saat ini.


"Cao Yuan, aku sedang tidak ingin berurusan denganmu, jadi jangan ganggu aku," kata She Long.


"Owh..! Tenyata tidak hanya wujudmu yang berubah, melainkan kamu bisa bicara juga! Emm.. Menarik!" kata Cao Yuan.


"Apanya yang menarik?" She Long terlihat geram.


"Kalian berdua, cepat lakukan tugas kalian!" kata Cao Yuan kepada kedua Dewa yang ia bawa.


"Baik Panglima!" kata mereka berdua dan kemudian menghilang dari tempat itu.


"Kamu bilang apa tadi? Kamu bilang sedang tidak ingin berurusan denganku? Tapi aku yang ingin sekali berurusan denganmu siluman sialan!" kata Cao Yuan dan kemudian dia melepaskan energinya.


Langit seolah mau terbelah saat Cao Yuan melepaskan energinya, itu baru sedikit yang ia keluarkan namun sudah cukup untuk mengguncang seluruh dunia.


She Long hanya bisa merapatkan giginya, dia jadi kebingungan sendiri bagaimana caranya agar Qie Yin bisa selamat sekaligus dengan dirinya, terlebih lagi semua para manusia Dewa sudah berkumpul dan juga ada sosok lain yang juga ikut membantu.


She Long juga melihat jika saat ini Ye Shi dan Huo Lang juga sedang sibuk karena saat ini mereka menghadapi beberapa lawan sekaligus.


"Jika seperti ini, terpaksa aku akan menggunakan Segel Terlarang agar aku dan Dewi bisa selamat!" batin She Long kemudian dia juga melepaskan energinya.


Dia terpaksa harus menghadapi Cao Yuan sekaligus mencari celah agar bisa kabur dengan menggunakan Segel Terlarang rahasianya.

__ADS_1


"Bagus, mari kita bernostalgia!" kata Cao Yuan dan kemudian dia dan She Long maju secara bersamaan dan saling beradu pukulan.


Boomm!!!


Suara ledakan yang sangat besar membuat Bukit tempat Sekte Bukit Matahari harus rata dengan tanah, bahkan lubang cekungannya juga sangat dalam, dan semua itu terjadi karena kedua pukulan yang saling beradu antara She Long dan Cao Yuan.


"Guru, sebaiknya guru jangan menggunakan kekuatan penuh di dunia ini, jika bisa bertarunglah di luar dunia!" kata Ho Chen melewati pikirannya.


"Owh maaf aku lupa, aku terlalu bersemangat!" jawab Cao Yuan dari dalam pikirkan nya juga.


"Mari kita lanjutkan pertarungan ini di tempat lain!" kata Cao Yuan kemudian dia mencengkram lengan She Long.


She Long menepisnya dan kemudian memberikan serangan beruntun kearah Cao Yuan.


Dia tidak mau pergi karena tidak mau jauh dari Qie Yin, apalagi jika sampai jauh bisa-bisa Ho Chen dan kawan-kawan nya bisa membawa Qie Yin yang saat ini masih sedang mencari jati dirinya yang sesungguh nya.


"Kita bertarung disini saja Cao Yuan, jika kamu tidak mau bertarung disini, maka jangan lagi bertarung denganku!" kata She Long.


"Kau memang licik, aku tahu kamu tidak mau jauh dengan Dewi Kegelapan itu bukan? Aku juga tahu jika saat ini kekuatan Dewi Kegelapan masih belum sempurna, dan jika terjadi kesalahan, dia tidak akan pernah bisa kembali menjadi Dewi Kegelapan! Karena itu aku tidak akan membiarkan hal itu," kata Cao Yuan.


She Long melotot mendengar hal itu, dia tidak menduga jika rencananya di ketahui oleh Cao Yuan.


"Jika demikian tidak ada cara lain selain bertarung dengamu disini hingga dunia ini hancur," kata She Long kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari belakang punggungnya.


"Pedang Tulang Naga! Jadi kamu masih menyimpan pedang yang kamu curi dari Kahyangan itu."


She Long tersenyum sinis, dia memang memegang sebuah pedang mirip tulang, sebenarnya pedang tersebut sangat besar, namun karena pedang tersebut menyatu dengan tulang She Long, maka pedang tersebut juga ikut mengecil karena She Long saat ini bertranformasi menjadi kecil seperti manusia.


"Coba kau hadapi kekuatan Pedang Tulang Naga ku ini!" kata She Long kemudian dia melompat keudara dan mengayunkan pedang tersebut kearah Cao Yuan.


Cao Yuan mengangkat tangannya keatas dan kemudian sebilah pedang besar muncul di tangannya.


Cao Yuan juga menebas ke arah serangan energi yang di lepaskan oleh She Long, dua energi yang sangat kuat dan banyak saling bertabrakan dan menimbulkan berbagai ledakan besar di udara, bahkan tidak sedikit dari tebasan energi pedang mereka yang nyasar menghantam beberapa gunung terdekatnya.


Pertarungan mereka berdua semakin memperburuk keadaan seluruh Benua Daratan Tengah, belum lagi sebelumnya sudah terjadi bencana hebat yang hampir membunuh seluruh penghuni di Benua Daratan Tengah.


Kini Benua Daratan Tengah harus kembali di landa bencana dari pertempuran antar kekuatan tingkat Dewa.


***


Chinmi sudah sangat kesulitan menghadapi Ye Shi dan Huo Lang, bahkan dengan seluruh kekuatannya saja juga tidak berguna karena lawannya adalah dua mahluk yang memiliki kekuatan melebihi dirinya.


Chinmi ingin sekali bergegas menyelamatkan Qie Yin karena dia khawatir jika sampai Qie Yin berbuat hal yang bisa mencelakai teman-temannya sekaligus khawatir jika sampai Ho Chen mencelakai atau lebih buruknya membunuh Qie Yin.


"Ayo Ye Shi, kita serap dia agar dia mati!" kata Huo Lang.


"Baiklah mari, lagi pula aku sudah malas menghadapinya, dia terlalu lemah!" kata Ye Shi.


Chinmi mendengar hal itu sedikit bingung, dia belum tahu jika untuk membunuh para pendekar Dewa Abadi adalah dengan menyerap seluruh energi serta tubuhnya.


Namun ketika melihat Ye Shi dan Huo Lang membuat sebuah sihir segel aneh, Chinmi baru sadar jika itu bukan sihir sembarangan.


"Matilah kamu wahai Manusia Dewa muda!" kata Ye Shi.


"Sihir Segel Penyerap Jiwa."


Sebuah lingkaran energi berbentuk segi enam tercipta dan kemudian melepaskan sebuah cahaya kearah Chinmi agar Chinmi tidak bisa bergerak.


"Sihir Dewa - Cahaya Emas Suci."


Sebuah Bola Cahaya emas datang dari langit dan turun tepat di hadapan Chinmi dan yang terjadi kemudian, Cahaya dari segel milik Ye Shi dan Huo Lang terserap kedalam cahaya tersebut.


Chinmi menoleh keatas dan melihat Yinfei turun dan tubuh Yinfei sudah dalam mode Dewa.


"Chinmi, sekarang kita hadapi mereka bersama-sama!" kata Yinfei setelah berada di dekat Chinmi.


"Hai Chinmi, kita juga disini!"


Chinmi melihat kebawah dan disana ternyata sudah ada Hanzi, Feng Ying, dan pecahan energi lainnya juga datang.


Groarrr!!


Seekor naga berwarna putih dan ada corak merahnya di leher sekaligus bertubuh besar tiba-tiba saja muncul dan berhenti di belakang Chinmi, walau Chinmi tidak bertanya namun dia sudah tahu jika itu adalah Naga jelmaan dari salah satu pecahan energi, namun Chinmi tidak menduga jika Naga tersebut sangat besar.


"Sekarang kita bisa ikut bertarung langsung menghadapi musuh dari Ho Chen dan Chinmi!" kata Kun yang saat ini sudah berubah menjadi Naga.


"Kalian semua..!"


Chinmi sungguh tidak menduga jika mereka juga akan datang, namun masalahnya kekuatan mereka bukanlah tandingnya Ye Shi maupun Huo Lang.


"Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, namun perlu kamu tahu jika saat ini aku juga memiliki kekuatan yang setara dengan senior Yinfei," kata Hanzi.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin, apakah senior Han sengaja menyembunyikan nya dari kami semua?" tanya Chinmi.


"Tidak-tidak, aku tidak menyembunyikannya! Ah sudahlah, kalian semua para pecahan energi, kembalilah ke wujud asli kalian dan menyatulah kembali ke tubuhku!" kata Hanzi.


__ADS_2