PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kekacauan (3)


__ADS_3

"Sihir Es Pembekuan Alam."


Seluruh lapangan seketika itu juga menjadi beku, bahkan salju yang lembut sekalipun berubah menjadi lapangan es beku yang sangat licin.


Namun bukan itu fungsi dari pembekuan tersebut melainkan untuk menahan pergerakan lawannya.


Zhihui akan dengan mudah mengendalikan semua es yang membeku di seluruh lapangan, jika ada musuh yang ingin lari, Zhihui akan menangkap orang tersebut dengan menggunakan es nya.


Hal inilah yang membuat situasi didalam lapangan sedikit terkendali oleh keberadaan es milik Zhihui.


"Bagaimana ini? kita bukan tandingannya!" kata salah satu dari kedua pria tersebut.


"Mana kesombongan kalian tadi?" kata Zhihui sambil menatap mereka dengan dingin.


"Kita tidak punya pilihan lain selain melawannya sekaligus menunggu bantuan tiba."


"Apa kita mampu menahannya hingga bantuan datang?"


"Mana kutahu! Yang terpenting sekarang kita harus tetap bertahan, jika tidak semua rencana kita akan gagal."


Mereka berdua kini memantapkan diri mereka untuk bertahan sekaligus berusaha untuk melawan Zhihui dan berharap bantuan secepatnya tiba.


***


"Kalian tunggu disini dan jangan kemana-mana, aku akan pergi keluar untuk mencari Nona Yue Yin."


Chinmi bersama para peserta yang tersisa sudah berada disebuah ruangan yang menurutnya tempat tersebut cukup aman.


"Chinmi, ijinkan aku ikut denganmu!" Kata Xian Fai.


"Tidak, sebaiknya kamu disini saja. Kekuatanmu sangat dibutuhkan oleh mereka, nanti jika ada bahaya datang kalian bisa bekerja sama untuk menghadapi bahaya yang datang," kata Chinmi kemudian bergegas pergi keluar.


Xian Fai dan yang lainnya hanya bisa melihat Chinmi yang sepertinya memang tidak bisa dicegah lagi.


"Saudara Xian, anak itu terlalu terburu-buru tanpa memperhitungkan bahaya yang akan dihadapinya nanti, sebenarnya siapa anak itu?"

__ADS_1


Jiu Heng bertanya setelah Chinmi tidak terlihat, menurutnya Chinmi terlalu percaya diri. Jiu Heng yakin jika orang-orang yang bikin kekacauan di luar pastilah kumpulan para pendekar yang kuat.


"Aku tahu itu saudara Jiu, namun...!" Xian Fai langsung terdiam dan membatalkan perkataannya.


Jiu Heng sendiri kehilangan dua temannya yang menghilang bersama dengan Yue Yin dan juga yang lainnya. Sebenarnya dia ingin pergi untuk mencarinya, namun dia tidak takut sehingga hanya bisa menunggu dan tidak tahu siapa nanti yang akan menolong kedua temannya yang ikut menghilang tersebut.


"Aku harap Senior Tian Xing dan senior Xue Binyue bisa segera menemukan Rui Ling dan Fai Han," kata Jiu Heng dan kemudian mengajak Xian Fai dan yang lainnya untuk bekerja sama dan saling menjaga bersama-sama.


Chinmi saat ini sudah berlari keluar berusaha mencari petunjuk akan menghilangnya Yue Yin dan para peserta yang lain, namun hingga saat ini dia tidak menemukan satu petunjuk apapun.


""Kemana sebenarnya perginya mereka?" gumam Chinmi kemudian menatap keatas tembok yang saat ini juga ikut kacau.


"Sebaiknya aku naik keatas sana untuk menemukan petunjuk!" kata Chinmi kemudian berlari kearah tangga untuk naik keatas tembok.


Di atas tembok sendiri para prajurit juga bertarung dengan para pendekar yang memakai baju serba hitam, Chinmi melihat jika para pendekar tersebut adalah para pendekar Tingkat Pemula, begitu juga dengan para prajurit kerajaan tersebut.


Masing-masing dari kedua belah pihak sama-sama jatuh korban, namun dari pihak prajurit kerajaan lebih unggul karena para pendekar berpakaian serba hitam tersebut hanya sedikit jumlahnya.


Chinmi juga melihat dibawah lapangan kini semuanya membeku, dia melihat jika para penonton yang selamat dan semuanya adalah para pendekar itu sudah hampir berhasil membalikkan keadaan. Para pendekar berpakaian serba hitam hanya tinggal sedikit akibat seluruh lapangan sudah menjadi beku.


Chinmi mencabut pedangnya kemudian berlari keatas puncak bangunan yang lebih tinggi, namun dia harus lebih dulu membereskan para pendekar berpakaian hitam tersebut terlebih dahulu.


Chinmi berlari sambil menyerang para pendekar hitam tersebut dengan serangan tusukan dan tebasan yang mengeluarkan energi Angin.


Dengan sekali serang, Chinmi berhasil membunuh dua pendekar hitam tersebut dengan sangat mudah. Dikarenakan Chinmi masih anak-anak sehingga para pendekar berpakaian hitam tidak menghiraukannya sehingga Chinmi dengan sangat mudah membunuh mereka.


"Tahan anak kecil itu..!" seru salah satu Pendekar ketika melihat Chinmi telah membunuh dua orang rekannya.


Para prajurit dan para pendekar berpakaian hitam tersebut langsung menoleh kearah Chinmi yang baru saja membunuh salah satu pendekar hitam tersebut.


"Apakah anak itu adalah salah satu peserta? Kenapa bisa berada disini?" para prajurit keheranan melihat Chinmi yang juga ikut bertarung dan membantu mereka setelah itu mereka kembali melanjutkan pertarungan mereka.


"Cepat tangkap anak itu dan segera kirim ke pelabuhan..!" seru salah satu dari pendekar hitam dengan keras.


"Pelabuhan..?" Chinmi mengerutkan alisnya setelah mendengar itu kemudian dia melihat tiga pendekar hitam berlari kearahnya.

__ADS_1


"Jadi mereka menuju ke pelabuhan! Baiklah kalau begitu."


Chinmi mengangkat pedangnya kearah tiga pendekar yang sudah hampir sampai kearahnya.


"Pedang Membelah Angin."


Chinmi menyerang dengan satu kali tebasan sehingga tercipta energi Angin membentuk bulan sabit dan melesat melewati ketiga pendekar tersebut. Seketika itu juga ketiga pendekar hitam terpotong tubuhnya menjadi dua sehingga membuat para pendekar hitam maupun para prajurit terkejut melihatnya.


"Anak itu.. Seorang Pendekar menengah..!"


Mereka semua hampir tidak percaya seorang anak kecil sudah mencapai Tingkat Pendekar Menengah diusia yang sangat begitu mudah.


Chinmi sendiri tidak memperdulikan keterkejutan mereka semua, dia menatap kearah pelabuhan yang cukup jauh, "Yue Yin, tunggulah aku akan menyelamatkan mu!" gumam Chinmi dan kemudian berlari secepat mungkin melewati tangga untuk menuju kearah pelabuhan.


"Chinmi, kamu mau kemana?" Yue Rong yang baru selesai mengalahkan beberapa pendekar hitam menghentikan Chinmi yang sedang berlari.


"Bibi, semua peserta yang hilang ternyata berada di pelabuhan, aku akan segera kesana untuk menolong mereka!" kata Chinmi.


"Chinmi, situasi ini sangat tidak baik. Kamu tahu para pendekar berpakaian hitam ini sebenarnya baru tiba setelah kekacauan pertama terjadi, kemungkian besar di luar sana mereka lebih banyak lagi," kata Yue Rong.


"Bibi mengetahui siapa mereka itu?" tanya Chinmi.


"Tentu saja aku mengetahuinya, mereka adalah anggota sekte Kelelawar Hitam."


Chinmi tidak mengetahui nama-nama sekte besar ataupun kecil, sehingga nama sekte Kelelawar Hitam begitu asing di telinganya. Tepat setelah Yue Rong selesai berkata demikian, muncul ratusan pendekar berpakaian serba hitam memasuki lapangan dan sebagian muncul di tembok.


"Banyak sekali..!" Chinmi terkejut melihat jumlah musuh yang datang secara tiba-tiba dan jumlahnya mencapai ratusan.


"Bunyikan terompet..!" salah satu jendral segera memberi perintah untuk membunyikan terompet karena melihat jumlah musuh yang semakin banyak.


Suara terompet yang begitu besar menggema di udara sebagai pertanda bahwa Kekaisaran sedang berperang atau diserang. Semua prajurit yang berada di dalam mulai berdatangan dengan membawa senjata lengkap.


Melihat prajurit yang banyaknya 10 kali lipat dari para pendekar berpakaian hitam itu, semua menganggap kekacauan ini sudah bisa diatasi.


Namun semuanya langsung sirna setelah muncul ratusan pendekar berpakaian hijau dan merah, pendekar berpakain hiijau adalah para pendekar yang berasa ditingkat Menengah, sedangkan pendekar berpakai merah yang jumlahnya hanya belasan itu adalah para pendekar yang berada di Tingkat Puncak.

__ADS_1


Pendekar berpakain merah adalah Pendekar Pilar pertahanan sekte Kelelawar Hitam, dan tepat setelah para kelompok pendekar dari sekte Kelelawar Hitam sudah mulai berdatangan, seorang pria paruh baya datang dari langit dengan berpakain serba hitam juga.


"I-itu.. Itu ketua sekte Kelelawar Hitam Lung Wai..!" seru Xuao Lan membuat semua para pendekar dan prajurit menatap kelangit dan melihat Lung Wai yang turun ke arah Zhihui.


__ADS_2