
Dengan lenyapnya Panglima Gajah dan tewasnya seluruh anggota Sungai Darah bisa menjadi akhir dan awal pertempuran antar Benua jika tidak secepatnya di selesaikan.
Chinmi menyadari akan hal itu, dia berencana akan menyatukan keempat Kerajaan agar bersatu dan bekerja sama melindungi Benua Daratan Tengah.
Bahkan Chinmi berniat ingin pergi ke Benua Daratan Selatan dan membereskan semua kekacauan ini sendiri.
Chinmi menghela nafas panjang karena dia merasa beban yang harus dia tanggung semakin bertambah, dia tidak hanya harus menjaga Benua Daratan Tengah, melainkan seluruh dunia.
Andai Chinmi mampu, dia ingin sekali menyatukan ketiga Benua dan bersama-sama menjaga kedamaian sekaligus bersama-sama menyambut kekacauan yang akan mengancam dunia nya sekaligus seluruh Alam semesta dari She Long dan para mahluk buas lainnya.
Namun masalah nya tidak semua orang memiliki pemikiran dan pemahaman yang sama, belum lagi para sekte-sekte yang mungkin akan sangat keberatan, terlebih lagi para anggota sekte aliran Hitam, karena sekte aliran hitam terbukti bersekongkol dan bekerja sama dengan para mahluk yang mengancam seluruh alam semesta.
Chinmi memijat kepalanya yang mulai terasa sakit, dia masih memiliki satu tugas lagi yang belum terselesaikan, yaitu mencari keberadaan Qie Yin.
"Qie Yin, dimana kamu sekarang berada?" batin Chinmi.
Feng Ying dan Hanzi turun dari langit dan berdiri di samping Chinmi, mereka mengamati kesekelingnya yang sudah hancur, bahkan istana sekalipun hanya tinggal separuh saja, karena sebagian bangunannya sudah hancur.
"Sejak tadi aku tidak melihat semua prajurit disini! Kemana mereka semua?" tanya Feng Ying.
"Mereka semua berada di tempat yang aman!" kata Chinmi sambil menatap kearah yang lain.
Feng Ying dan Hanzi juga mengaktifkan mata dewa mereka dan mereka melihat seluruh prajurit sedang berkumpul di satu tempat yang cukup jauh dari tempat mereka, dan mereka semua terlihat menghadap kearah Mu Liyi.
"Syukurlah jika mereka semua selamat, aku pikir mereka semua telah di bunuh," kata Feng Ying.
***
Di tempat Mu Liyi dan keempat Jendral berada, semua para prajurit Kerajaan Angin Selatan sedang berkumpul di sebuah pinggir tebing.
Para prajurit tersebut sebenarnya memang diasingkan oleh Panglima Gajah, dan hanya beberapa prajurit saja yang tetap dibiarkan di istana untuk melayaninya.
Berutungnya keempat Jendral mengetahui tempat itu sehingga dengan sangat mudah menemukan mereka semua.
Tempat tersebut dengan istana cukup jauh sehingga mereka semua aman ketika Panglima Gajah sedang bertarung.
Mu Liyi kini hanya bisa berdiri di hadapan ribuan prajurit yang tersisa karena sebagian prajurit sudah tidak ada.
Jika Kerajaan Angin Selatan kembali membangun Kerajaan mereka kembali, maka Kerajaan mereka hanya akan menjadi Kerajaan yang paling lemah dari Empat Kerajaan yang ada di Benua Daratan Tengah.
"Tuan Putri, sepertinya pertarungan mereka sudah selesai," kata Jendral Xie Ying.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekaran?" tanya Mu Liyi.
"Tuan Putri, ijinkan hamba pergi kesana untuk melihat keadaannya, jika yang menang adalah Panglima Gajah, maka sebaiknya kita secapatnya pergi dari sini! Namun jika kedua pendekar itu yang menang, maka kita semua bisa kembali kesana!" kata Xio Tao.
"Jendral, sebaiknya kita menunggu disini saja, terlalu berbahaya jika Jenderal pergi kesana sendiri," kata Mu Liyi.
Xio Tao segera berlutut di hadapan Mu Liyi, "Tuan Putri jangan khawatir, hamba akan berhati-hati, jadi hamba hanya meminta ijin dari tuan putri saja!" kata Xio Tao berusaha memohon.
Mu Liyi terdiam untuk beberapa saat, dia ragu untuk memberikan ijinnya kepada Xio Tao, dia tidak ingin kehilangan siapa-siapa lagi, karena saat ini hanya Xio Tao dan ketiga jendral lainnya yang menjadi aset Kerajaan paling berharga yang tersisa.
"Jendral, aku..!" Mu Liyi ingin memberikan keputusan nya, namun tiba-tiba Chinmi, Feng Ying dan Hanzi turun dari langit.
"Sekarang kalian sudah terbebas dari mereka semua, jadi kalian bisa kembali ke istana kalian!" kata Chinmi.
"Hormat kami kepada pendekar sekalian!" kata Xio Tao sambil berlutut dan kemudian semua para prajurit dan ketiga jendral juga ikut berlutut begitu juga dengan Mu Liyi.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat bangun!" kata Chinmi yang terkejut sekaligus menghampiri Mu Liyi.
"Tuan Putri bangunlah! Tidak pantas seorang tuan putri seperti mu berlutut seperti ini!" kata Chinmi.
__ADS_1
"Pendekar Naga Langit, kami tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membalas semua kebaikan Pendekar, jadi hanya tanda penghormatan yang kami bisa berikan!" kata Xio Tao.
Mu Liyi bangkit karena Chinmi memaksanya kemudian dia berbalik dan menghadap kearah Xio Tao yang masih berlutut.
"Bangkitlah Jendral! Kalian tidak perlu berterima kasih apapun kepada kami, karena semua ini kami lakukan untuk keselamatan seluruh Benua Daratan Tengah!" kata Chinmi.
"Tapi Pendekar...!"
"Chinmi! Panggil saja aku Chinmi," kata Chinmi.
Chinmi melirik kearah Mu Liyi karena mendengar akan apa yang sedang di pikirkan oleh Mu Liyi, namun dia tidak menegurnya karena saat ini dia sedang berbicara dengan Xio Tao.
"Tu-tuan muda Chinmi! Sa-saya mengerti jika tuan memang berniat menyelamatkan seluruh Benua Daratan Tengah ini, akan tetapi kami tetap harus berterima kasih, karena menurut kami tuan muda pantas mendapatkan penghormatan dari kami semua, termasuk dari seluruh penduduk di Benua Daratan Tengah ini. Menurut saya tuan muda lebih pantas menjadi Raja di seluruh Benua Daratan Tengah ini!" kata Xio Tao.
"Ah..! Jika soal itu aku tidak terlalu tertarik Jendral, lagi pula aku tidak pernah berpikir ingin menjadi seorang raja dari kerajaan manapun, aku lebih suka hidup bebas tanpa ada terikat akan apapun dan bisa berbuat apapun sesuka hati tanpa ada pembatas yang menghalangi ku!" kata Chinmi sambil menggaruk kepala nya.
"Chinmi, sepertinya tugas kami disini juga sudah selesai, sekarang kami berdua akan kembali ke Kerajaan Bumi Barat untuk menemui Yu dan Niu, kami semua akan berkumpul di rumahmu sambil menunggu kedatangan Senior Yin Fei datang!" kata Hanzi.
"Baiklah senior, kalian kembali saja ke rumahku, nanti aku akan menyusul kalian setelah urusanku di Kerajaan Angin Selatan ini, nanti aku masih harus melanjutkan pencarian ku yang tertunda!" kata Chinmi.
"Baiklah kami pergi dulu dan kami akan menunggu mu di sana!" kata Feng Ying berpamitan.
Hanzi dan Feng Ying menghilang dihadapan para prajurit dan juga Mu Liyi, sehingga mereka semua terkejut karena baru pertama kali melihat Hanzi dan Feng Ying yang bisa menghilang.
"Jendral, mari kita kembali ke istana, lagi pula masih banyak hal yang harus kalian urus disana setelah pertarungan kami!" kata Chinmi kepada Xio Tao.
"Baiklah mari..!" kata Jendral Xio Tao kemudian dia menghampiri Mu Liyi.
"Tuan Putri, mari kita pulang!" kata Jendral Xio Tao.
Mu Liyi mengangguk tanpa berbicara sepatah katapun, dia berjalan bersama dengan keempat Jendral dan Chinmi, sedangkan para Prajurit di belakang mereka juga mengikuti mereka.
Mu Liyi sesekali melirik kearah Chinmi, dia sama sekali tidak berbicara apapun, namun pikirannya di penuhi banyak pertanyaan, dia sangat penasaran terhadap Chinmi, apakah dia benar-benar seorang pendekar seperti kebanyakan, atau dewa.
Chinmi sendiri sejak awal sudah tahu akan apa yang ada di pikiran Mu Liyi, namun dia tidak menegurnya ataupun menjelaskan apapun kepada Mu Liyi.
***
"Ini...!?"
Semuanya terkejut melihat kondisi di sekitar seluruh Istana Kerajaan Angin Selatan yang hancur, bahkan bangunan istana sekalipun hanya tersisa sebagian saja.
Chinmi sendiri hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat expresi wajah mereka semua.
Semua tahu butuh biaya yang tidak sedikit untuk kembali membangun istana mereka, terlebih lagi saat ini kondisi ekonomi Kerajaan Angin Selatan yang bisa di bilang lumpuh.
"Tuan Putri, bagaimana ini?" tanya Lu Xinxi.
"Jendral, aku juga tidak tahu, namun yang jelas butuh waktu yang sangat lama untuk membangun kembali kerajaan ini, dan aku yakin jika ini pasti membutuhkan biaya yang sangat banyak!" kata Mu Liyi.
"Tuan Putri, jika tuan putri tidak keberatan, aku bisa membantu tuan putri, namun semua itu ada syaratnya! Bagaimana?" kata Chinmi.
Mu Liyi terkejut sekaligus penasaran, dia segara menoleh kearah Chinmi dan bertanya padanya.
"Aku sangat berterima kasih sekali atas semua bantuan mu Pendekar Naga Langit! Apapun persyaratan yang kamu inginkan akan aku penuhi," kata Mu Liyi.
"Tuan Putri! Tuan Putri masih belum tahu akan persyaratan tuan muda ini, bagaimana kalau persyaratan yang ingin dia ajukan adalah meminta tuan putri untuk menikah dengannya?" kata Lu Xinxi.
Mu Liyi segera menoleh kearah Lu Xinxi dengan melotot, namun dalam sekejap dia menghela nafas panjang.
"Jika memang itu adalah persyaratan nya, aku tidak keberatan, itu saja adalah harga yang pantas karena dia sudah banyak menolong kita!" jawab Mu Liyi.
__ADS_1
Chinmi hanya tersenyum tipis mendengar bisikan mereka berdua, "Tuan Putri, jika benar tuan putri sanggup akan persyaratan itu, baiklah. Persyaratan sangat mudah namun cukup berat untuk bisa memenuhinya!" kata Chinmi.
"Katakanlah padaku apa persyaratannya!" kata Mu Liyi.
"Baiklah! Kelak jika kalian sudah memulihkan seluruh kekuatan Kerajaan ini, maka kalian harus mau bersatu dan bekerjasama dengan seluruh Kerajaan yang ada di Benua ini untuk melindungi Benua Daratan Tengah, bagaimana?" kata Chinmi.
"Tentu saja aku setuju, lagi pula aku juga memiliki pemikiran yang sama denganmu!" kata Mu Liyi tanpa merasa keberatan atau ragu.
"Tapi Tuan Putri! Apa masih ada Kerajaan yang mau berkerja sama dengan kita setalah apa yang sudah Kerajaan ini lakukan sebelumnya?" tanya Xie Ying.
"Jendral, yang lalu biarlah berlalu, sekarang sudah saatnya kalian membuka lembaran baru dengan Raja yang baru, jika soal ketiga Kerajaan lainnya, serahkan semuanya padaku!" kata Chinmi kemudian dia menunjuk kearah lain.
"Ini adalah biaya pembangunan istana kalian, ingat saat ini ekonomi masyarakat kalian sudah lumpuh, jadi kalian jangan meminta sepersen pun kepada Rakyat sebelum Ekomoni rakyat mu pulih," kata Chinmi.
Semuanya menoleh kebelakang mereka dan melihat ada sekitar belasan peti berjejer di sana.
Mu Liyi dan kempat Jendral segera membuka peti tersebut dan terkejut setelah melihat isinya.
"Tuan muda, ini sungguh sangat banyak sekali, aku merasa ini tidak pantas untuk kami!' kata Jendral Xio Tao.
"Ini bukan milikku, jadi aku juga tidak keberatan jika semua ini kalian ambil untuk pembangunan istana kalian," kata Chinmi.
Chinmi mengeluarkan belasan kotak besar yang semua isinya adalah koin emas yang tidak di ketahui seberapa jumlahnya.
Koin emas tersebut dia ambil dari kapal para Pendekar dari Benua Daratan Selatan, tidak semua diserahkan kepada Mu Liyi, bisa dibilang hanya setengahnya saja yang Chinmi berikan dari semua yang ia rampas.
Bahkan masih ada banyak peti yang ikut tenggelam ke dasar laut bersama dengan kapal-kapalnya.
Itu semua adalah biaya yang dibawa oleh para kelompok Sungai Darah untuk biaya pembangunan istana Kerajaan Angin Selatan untuk di perbesar.
Kekayaan yang di miliki oleh organisasi Sungai Darah melebihi kekayaan satu Kerajaan di Benua Daratan Tengah, itu wajar karena Organisasi Sungai Darah adalah saingan dari asosiasi Tujuh Bintang.
Walau tidak sekaya Asosiasi Tujuh Bintang, namun kekayaan Sungai Darah sudah sangat cukup untuk membangun Lima istana besar.
Kali ini hanya sepertiga nya saja yang berhasil Chinmi ambil, karena organisasi Sungai Darah memang tidak sampai separuh mengirim kekayaan mereka kepada Panglima Gajah.
Pemimpin Sungai Darah berharap agar Kerajaan baru yang mereka kuasai menjadi Kerajaan yang besar dan nantinya kerajaan itu akan mereka ubah namanya.
Namun sayang semua harapan tersebut harus sirna karena Chinmi, dan tidak satu orang pun di Sungai Darah yang masih ada di Benua Daratan Selatan mengetahui kejadian yang menimpa mereka yang dikirim oleh Dewa Penghancur.
"Baiklah karena tugasku di sini sudah selesai, maka aku akan kembali ke Sekte Pedang Suci! Jaga diri kalian, dan semoga bantuan ini bisa berguna sekaligus bisa meningkatkan kekuatan kalian kelak di masa depan! Sampai jumpa," kata Chinmi.
Mu Liyi ingin berkata sesuatu kepada Chinmi, namun Chinmi sudah lebih dulu menghilang dari hadapan mereka semua.
"Tuan Muda ini tidak hanya masih muda dan hebat, namun dia juga sangat kaya dan tampan," kata Lu Xinxi.
Tidak satupun dari mereka yang tahu akan dari mana uang yang Chinmi berikan untuk membangun kembali istana, walau sebelumnya Chinmi sudah berkata jika semua koin itu bukanlah miliknya, namun semuanya beranggapan jika koin itu adalah milik Chinmi.
"Dengan jumlah dana yang tuan muda itu berikan, maka istana Kerajaan Angin Selatan setidaknya akan lebih cepat selesai!" kata Lu Xinxi.
Xio Tao hanya menghela nafas panjang. Xio Tao berpikir jika dia menggunakan seluruh masyarakat di Kerajaan Angin Selatan, tetap saja setidaknya semuanya akan butuh waktu bertahun-tahun bahkan hingga puluhan dan ratusan tahun hanya demi untuk membangun kembali Kerajaan Angin Selatan.
"Jendral Xio, kenapa Jendral terlihat seperti memikirkan sesuatu?" tanya Mu Liyi.
"Tidak ada tuan putri! Saya hanya tidak menyangka saja jika orang dari Kerajaan lainlah yang sudah menolong kita!" kata Xio Tao.
"Oleh karena itu Jendral, kita harus memenuhi persyaratan itu agar tidak mengecewakan pendekar itu!" kata Mu Liyi.
"Baiklah tuan Putri, sekarang hamba dan semuanya akan memulai pembangunnya dengan meminta bantuan tambahan kepada seluruh masyarakat kita yang memiliki keahlian dalam struktur pembangunan, kalau begitu hamba mohon pamit!" kata Xio Tao kemudian dia segera pergi untuk membantu prajurit yang lainnya.
***
__ADS_1
Kami bersama semua anggota keluarga ingin menyampikan! Minal aidzin wal Faidzin, maaf mohon maaf lahir dan batin.